
Sarah masih dikamar dengan posisi duduk bersebelahan dengan Huanran. Mereka masih sama – sama terdiam, Huanran berusaha mengingat masa lalu Sarah dan putranya sedangkan Sarah lebih memilih tidak membuka ingatannya tentang mereka. Tapi ia sangat paham kesedihan yang dirasakan para orang tua dan Daniel. Mereka sangat kuat bisa bertahan dalam keadaan seperti ini. Tidak mudah menyimpan rahasia selama ini. Apalagi orang yang maksud adalah orang yang hampir setiap hari bersama mereka.
Luka dalam hati tidak bisa hilang begitu saja. Semua butuh proses dan waktu untuk menyembuhkannya. Tidak mudah ternyata dan memang ternyata tidak bisa sembuh seperti yang diharapkan banyak orang.
“ma,,, apakah kalian pernah memiliki rencana mencarikannya wanita lain??”
Huanran dengan cepat menoleh kearah Sarah, ada rasa ragu diwajahnya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada menantunya.
Sarah tersenyum “tidak masalah ma…. aku tidak akan marah. Aku hanya penasaran.”
Huanran menunduk dan memegang tangan kiri Sarah Li.
“maafkan kami nak… tapi memang kami pernah mengenalkan Daniel dengan wanita lain.”
“kemudian….” diluar perkiraan Huanran, Sarah terlihat begitu bersemangat dengan cerita darinya.
“kamu tidak marah??” tanya Huanran dengan ragu
“mama….. kenapa aku harus marah. Justru aku sangat penasaran dengan cerita ini.” Sarah yang ingin merubah posisi duduk mengurungkan niatnya karena bagian punggungnya masih terasa sakit.
“benar???” Huanran memastikan lagi melihat kemata Sarah
__ADS_1
“sudah pasti…..” Sarah tersenyum sambil memainkan alis matanya
“baiklah… mama tidak akan sungkan lagi….” jawab Huanran
Huanran bercerita kalau dihitung – hitung mereka sudah mengatur perjodohan Daniel dengan wanita sebanyak 50 kali lebih. Sudah bisa ditebak bagaimana Daniel meninggalkan para wanita itu. Lebih sering ia tidak datang dalam acara perjodohan. Suatu hari keluarga Li dan keluarga Long sengaja mempertemukan kelian berdua, tapi sayangnya Daniel yang tidak mengetahui wanita yang dimaksud adalah kamu… ia tidak hadir diacara yang sudah dipersiapkan.
Padahal waktu itu, Sarah Li sudah datang kelokasi yang dimaksud. Karena tidak ada kabar dari Daniel selama 30 menit, Sarah mengirim foto kepada orang tuanya kalau pasangan yang dimaksud tidak datang. Ia didatangi pria lain yang ingin berkenalan dengannya saat itu.
Sarah Li mengingat kejadian itu…. Ia mengirim foto sendiri, kemudian ketika ada seorang pria yang ingin mengajak berkenalan ia langsung berfoto dengan pria itu dan mengirimkannya kepada kedua orang tuanya. Walau misi orang tuanya gagal, setidaknya dengan foto itu Sarah Li bisa membuktikan ada pria yang masih
menyukainya diluar sana. Sarah pun sangat tidak menyukai perjodohan yang selalu dilakuka orang tuanya karena membuat dirinya seperti wanita yang tidak menarik dan tidak laku sama sekali.
Huanran tertawa mendengar penjelasan Sarah yang apa adanya. Saat itu Daniel Long dikirimkan foto dari kamu dan dia langsung meninggalkan rapat yang sedang berlangsung. Ia melaju mobilnya dengan kecepatan penuh.
Kebetulan karyawan baru yang melihat Daniel marah dan melakukan pengerusakan langsung melaporkannya ke polisi. Ditambah lagi Daniel yang saat itu merasa tidak puas dengan apa yang diterimanya langsung mendatangi ruangan keamanan untuk melihat kamera pengawas dilokasi Sarah tadi.
Semuanya berakhir dengan Daniel harus mendapatkan denda karena perbuatannya. Setelah kejadian itu, Daniel kembali kerestoran miliknya dan marah kepada manager karena memiliki karyawan yang mempersulit dirinya dan kenapa manager pada saat itu tidak ada dilokasi sehingga nasib sial dialami olehnya. Karena harus kekantor polisi, Daniel harus rela membiarkan wanita yang dicintainya bersama pria lain. Benar – benar menyebalkan.
Huanran tertawa kalau mengingat kejadian tadi. Awalnya ia mengira, Daniel akan memecat karyawan baru itu dan managernya, ternyata tidak. Ia hanya melampiaskan kekesalannya kepada mereka dan setelah itu mereka tidak mendapatkan hukuman apapun. Sampai sekarang sepertinya mereka masih bekerja dirumah makan itu.
Sarah mengingat kejadian itu, bertepatan dengan Sisca Li akan menikah. Kedua orang tuanya semakin panik ketika sampai saat itu Sarah Li belum memiliki pendamping prianya.
__ADS_1
“tapi mama… sangat senang ketika pertama kali melihat kalian berdua bertemu dan saling memandang satu sama lain… dibutik kami….” Huanran saat itu ada diantara Sarah dan Daniel. Mata mereka saling bertemu seolah mereka berdua saling mengenal satu sama lain. Huanran berharap banyak pada pertemuan mereka saat itu.
“ya…ketika melihatnya aku selalu merasa mengenal dirinya disuatu tempat. Tapi tidak ingat dimana tempatnya.”
“oh ia,,, bagaimana dengan kabar pria yang menggantikan Daniel kencan buta waktu itu??” Huanran tiba – tiba bersemangat mendengar kelanjutan cerita Sarah Li.
Sarah tersenyum dan tertawa. Waktu itu, nasibnya dan Sarah tidak jauh beda. Ia juga menunggu teman kencan butanya yang tidak datang. Pria itu sudah menunggu selama 2 jam, dan bertahan hanya minum air putih. Karena dia takut jika memesan makanan lebih dahulu tidak akan terlihat sopan dimata calonnya.
Suara perutnya yang kelaparan terdengar oleh Sarah yang duduk dibelakang pria itu. Sarah menoleh kearahnya waktu itu dan pria itu tersenyum canggung karena telah melakukan hal yang memalukan. Sarah pun tidak sungkan meminta bantuan kepadanya agar mau berfoto dengannya untuk melapor kepada orang tuanya.
Pria itu menyetujui dan mereka pun berfoto bersama. Sebagai gantinya, Sarah Li mentraktir pria itu makan dan minum kopi bersama. Mereka pun pergi bersama dan makan bersama. Berbicara banyak hal, dan pada awalnya mereka berjanji untuk tidak menanyakan nama. Karena hal itu akan membuat mereka sungkan jika bertemu
lagi dilain hari.
Suasana penuh keakraban keduanya seolah mereka sudah lama saling mengenal. Dan sampai sekarang ia dan pria itu belum bertemu lagi. Mereka tidak menyinggung masalah pribadi. Hanya membahas hal – hal yang mereka sukai dan hal apa yang mereka ingin dapatkan kedepannya.
“kalian kemana pada saat itu??” tanya Huanran.
“tidak jauh dari tempat janjian. Diseberang tempat mereka janjian ada rumah makan korea. Jadi kami makan disitu dan kemudian kami berjalan dua blok kedepan dari tempat kami makan ada coffee shop. Dan kami pun minum kopi disitu.”
“benarkah???” Huanran terlihat bingung
__ADS_1
“jika memang posisi kalian tidak jauh, kenapa dia tidak bisa mengetahui dimana posisimu saat itu?? benar – benar tidak masuk akal.” Huanran memutar pola matanya. Ia merasa keganjilan ketika putranya tidak bisa mendeteksi energi wanita kesayangannya.