
Sarah menarik nafas panjang. Sambil melihat kedua tangannya yang gemetar karena sudah menghajar orang dengan tidak berperasaan. Ia mengeluarkan tenaga seperti ini hanya ketika sedang bertarung dengan mamanya dahulu. Dan tidak pernah melakukan hal kasar kepada orang lain.
Kaki Sarah ikut bergetar dan segera ia duduk di sisi tempat tidur. Ia mendengar suara pintu mobil di tutup dan suara mobil yang dinyalakan kemudia mobil tersebut pergi perlahan – lahan menjauh. Sarah berdiri dan melihat dari jendela mereka pergi meninggalkan tempat ini. Sarah menyadari kalau ternyata rumah tempat ia tinggali saat ini ada ditengah hutan.
Sarah mengenali aroma tumbuhan dengan sangat kental. Seperti udara yang dihirup hidungnya, semua tidak
terlihat hanya bisa dirasakan kalau semuanya ada. Mata Sarah tertuju pada tumbuhan yang diada jendela kamarnya terlihat layu. Sarah menuangkan lagi air mineral yang diberikan pengawal Daniel kepadanya. Tumbuhan itu tiba – tiba mati. Daunnya mongering kecoklatan secara tiba – tiba.
Jantung Sarah berdetak semakin kuat. Ia semakin takut dengan apa yang dialaminya saat ini. Otaknya terus
menganalisa apa yang terjadi. Ia juga tidak bisa membiarkan orang lain mengetahui isi pikirannya. Sarah lebih membiarkan pikirannya kosong atau berbuat sesuatu yang tidak dipikirkannya terlebih dahulu seperti tadi.
Sarah melihat kearah luar jendela dan mengamati lokasi disekitarnya yang gelap gulita.
Walau tanpa cahaya, mata Sarah masih bisa melihat dalam kegelapan dengan sangat baik. Ia melihat kearah utara seperti ada cahaya terang diujung sana. Cahaya berwarna kuning keemasan, walau melihat dari jauh hati Sarah merasa hangat dan tenang. Hati kecilnya ingin menuju kearah sana, tapi bagaimana cara menuju kesana…. Sarah mulai menyusun rencana, ia akan pergi kearah keutara pada pagi hari ketika kondisi memungkinkan dirinya untuk kabur dari rumah ini.
Sarah menutup jendela dan kembali ketempat tidur. Anehnya ketika malam sudah datang matanya sama sekali tidak mengantuk. Ketika pagi hari ia merasa tidak bisa membuka mata walau ia merasa ada cahaya terang menyinari wajahnya.
Entah sudah berapa lama menunggu Daniel dan para pengawalnya datang sambil membawa banyak bungkusan. Pakaian, berbagai merek perawatan wajah dan juga makanan yang banyak.
Sarah tersenyum puas melihat semua yang ada dihadapannya.
“waaah kamu benar – benar hebat.” Kata Sarah sambil mengacungkan ibu jarinya kepada Daniel.
Sarah sangat menyukai mie,
sayangnya dibawa Daniel kali ini lagi – lagi makanan korea. Dari rasanya bisa
__ADS_1
ditebak kalau dia membeli ditempat yang sama. Sarah memakan makannya dengan
penuh rasa gembira sambil berkata
“besok pagi tolong ganti tanaman yang ada dibalkon dekat jendela kamar. Sepertinya aku membuatnya mati hari
ini.” Kata Sarah tanpa merasa bersalah menunjuk kearah luar jendela.
“bagaimana bisa mati?? Bukankah tadi pagi masih hidup??” tanya Daniel bingung. Ia berdiri dan memeriksa sendiri keadaan tanaman yang dikatakan Sarah. Ternyata benar – benar sudah kering seperti terpanggang api selama seharian.
“kapan…. kapan seperti ini….” tanya Daniel tidak percaya dengan apa yang dihadapannya.
“baru saja… sepertinya tumbuhan saja takut berada disekitarku dan memilih untuk bunuh diri.” Sarah menjawab
tanpa merasa beban apapun dilidahnya.
“besok pagi apa rencana kita???” tanya Sarah
“lakukan…. lakukan apapun yang kamu mau.” jawab Daniel terbata – bata.
“baiklah. Aku sudah selesai makan. Tolong bereskan, baju yang baru dibeli ini tolong dicuci dan masukkan kedalam lemari. Aku mau ketika bangun nanti semua sudah bersih dan rapi seperti biasa. Aku mau kekamar mandi dulu.” Sarah berdiri dan berjalan keluar kamar.
Rumah ini sangat redup, bahkan cendrung kearah gelap. Sarah berjalan kearah kamar mandi, dan dengan kekuatan pengelihatannya ia melihat ada 5 orang yang berjaga dibawah. 2 orang diantaranya terbaring. Sepertinya mereka adalah orang yang tadi dihajar oleh Sarah.
Sarah masih berdiri mematung didepan pintu kamar. Kesadarannya kembali pulih ketika Daniel membuka pintu
kamar dan berkata kepadanya “kamu kenapa disini???”
__ADS_1
Sarah yang terkejut berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya didepan Daniel.
“tidak ada apa – apa, aku hanya berpikir. Bukan kah kita cukup banyak uang?? Kenapa rumah ini sangat redup… Apa perusahaan Long sudah bangkut??” Sarah bertanya dengan tangan kanan menopang dagu.
“tidak… perusahaan kita sangat maju, pertambangan kita dan juga usaha hilir dan hulu semua berjalan dengan
lancar. Masalah lampu, nanti aku akan sampaikan kepada pelayan dirumah agar mengganti lampu yang lebih terang sesuai dengan keinginanmu.”
Sarah tersenyum puas sampan menepuk pundak Daniel Long “terima kasih. Kamu sudah bekerja sangat keras belakangan ini. Aku mandi dulu.”
Sarah melambaikan tangan sambil berjalan memunggungi Daniel. Begitu sampai di kamar mandi ia masuk dan
bersandar di pintu kamar mandi. Hati kecil Sarah tiba – tiba sangat ketakutan. Ia merindukan kedua saudaranya, kedua orang tuanya, kedua mertuanya begitu juga merindukan kehadiran Daniel Long yang dingin, keras kepala, suka membantah, orang yang keras ketika bekerja.
Sarah menggelengkan kepalanya dan memukul kedua pipinya dengan kuat hingga berwarna kemerahan didepan cermin. Ia tidak boleh terlalu banyak berpikir. Ia harus tetap waspada dalam bersikap.
Sarah menghidupkan air panas dan mengisi bak mandi. Kemudian menghidupkan air dingin dan memeriksa air dengan kedua tangannya apakah sudah dengan teperatur yang pas. Setelah merasa cocok dengan temperature air. Sarah memasuk kedalam bak mandi sambil bernyanyi dengan keras dan semangat untuk mengalihkan pikiran dan perasaannya.
Jika direkam, Sarah Li sudah menyanyikan lagu sebanyak 3 kaset. Lengkap dengan side a dan side b sekaligus, tanpa merasa lelah. Ia bernyanyi sampai matahari terbit dan disaksikannya dari kaca es disamping kanannya . Sinar jingga keemasan membuat hatinya tenang dan nyaman. “akhirnya pagi datang juga” gumam Sarah.
Pengawal dan Daniel yang menunggu Sarah diluar kamar mandi tidak pernah menegurnya karena terlalu lama didalam kamar mandi. Mereka saling berpandangan ketika Sarah Li menyanyikan lagu lawas yang bahkan tidak diputar lagi dizaman sekarang. Sampai lagi terbaru dari berbagai Negara. Mereka tidak berani berkomentar banyak mendengar Sarah menyanyi.
Malam ini Sarah hanya sebentar berendam, ia lebih menghabiskan waktu berbaring di bathup yang berwarna putih dan berbentuk oval itu sambil menggoyang – goyangkan kakinya. Ia membayangkan dirinya berada diatas pohon gingko biloba sambil duduk disalah satu dahan sambil menggoyang – goyangkan kakinya. Membayangkan udara segar yang bertiup kearahnya. Merasakan aroma daun yang selalu bisa menenangkan hatinya.
Setelah merasa cukup, Sarah Li keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi dan handuk yang
menggulung rambut basahnya. Sarah keluar dengan senang sambil bersiul. Ketika melihat Daniel dan pengawal didepan pintu kamar mandi dan pintu kamarnya, Sarah tersenyum sambil melambaikan tangannya dan berkata “semangat pagi semuanya.. semoga hari ini kita selalu bahagia.”
__ADS_1