
“Sarah Li....” panggil Daniel.
Sarah meliriknya tapi tetap membuka pintu kamarnya tanpa berbalik arah.
“nona muda Long... berhenti” perintah Daniel dengan suara kuat hingga terdengar kelantai 1 dimana para orang
tua sedang duduk sambil menonton televisi.
“kenapa kamu berteriak?? menyebalkan sekali.” kata Sarah sambil menutup pintu kamar.
Daniel dengan langkah cepat membuka pintu dan menggendong Sarah. Membuat Sarah terkejut dan membesarkan matanya
“kamu... sudah 3 minggu membuat orang khawatir, begitu sadar masih berani membuat orang kesal.” protes Daniel.
“hei... tuan muda Long, pria menyebalkan sepanjang masa. Aku tidak merasa menggangu ketenangan dirimu. Jadi berhenti berpikiran seperti itu.” kata Sarah kesal sambil melingkarkan tangannya dileher Daniel.
“kapan aku menyebalkan??” tanya Daniel sambil menatap wajah Sarah
“setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik. PAHAM.” jawab Sarah dengan lantang sambil menatap kedua mata Daneil.
Mereka berdua terus berdebat sambil menuruni anak tangga. Para orang tua, kedua saudara perempuannya dan
kedua saudara iparnya yang baru sampai ikut menjadi saksi ketidakakuran mereka berdua.
Sisca memberi isyarat agar mereka semua duduk.
“Sebagai kakak pertama Sarah Li, saya meminta kepada tuan David Long dan nyonya Huanran agar bersedia melepaskan ikatan suami istri Daniel Long dan Sarah Li. Karena sepertinya mereka sangat tidak cocok menjadi suami istri.”
“saya rasa juga begitu, rumah tangga yang selalu bertengkar seperti ini tidak layak untuk dilanjutkan. Bahkan
sepertinya sangat jauh dari kata bahagia.” Sambung Serena sambil melirik kearah Daniel dan Sarah yang sedang menuruni anak tangga. Wajah para oranag tua menatap tanpa ekspresi kearah mereka berdua.
Sarah dan Daniel yang sedang bertengkar menghentikan bicara mereka dan mendengarkan kedua saudaranya
berbicara kepada kedua orang tua Daniel. Mereka saling berpandangan dan Sarah masih dalam gendongan Daniel.
Daniel mempercepat langkah kakinya menuruni anak tangga.
“tunggu... siapa yang mau bercerai....” tanya Sarah sambil turun dari pelukan Daniel Long.
“bukan kah kalian berdua terlihat tidak akur??” tanya Sisca sambil menunjuk mereka berdua secara bergantian.
“kakak pertama, tidak ada masalah dengan kami berdua.” Sarah Li berusaha membela diri.
__ADS_1
Serena menggerakkan jari telunjuknya kekanan dan kekiri “tidak... tidak... tidak... jika sering seperti ini berarti memang ada yang salah dengan kalian berdua.” kata Serena.
“tidak, kami sangat akrab.” Daniel ikut membela hubungan mereka berdua.
“kami saling mencintai... bukan kah begitu....’ tanya Daniel sambil melihat Sarah yang lebih pendek 10 cm
darinya.
Sarah tersenyum... “ya.... aku.... aku..... lapar...” Sarah berjalan kearah meja makan. Kabur adalah hal
sempurna yang bisa dilakukannya.
Daniel tersenyum dan terlihat menyedihkan dimata keluarga yang melihatnya.
‘‘ayo kita makan....” Mayleen memecah suasana kaku diantara semuanya.
Mereka makan malam dengan ceria
dan bahagia. Untuk sejenak Sarah Li baru merasakan makan bersama seperti ini
sangat menyenangkan. Hal yang dulu tidak disukainya, kini ia merasa melakukan
hal ini adalah suatu kemewahan yang tidak ternilai. Sarah memperhatikan wajah
keluarganya satu persatu.
mengkhawatirkan diriku ketika aku terluka. Sarah melihat Daniel disebelahnya dan tersenyum dengan senang.
Selesai makan mereka duduk dibalkon luar yang ternyata sangat luas seperti ruang tamu didalam. Angin malam
ini sedikit kencang. Daniel menekan remote dan tiba – tiba dinding kaca bergerak melingkar menutupi area balkon luar dengan sempurna.
“papa.. kenapa dirumah kita seperti ini???” Sarah Li protes kepada Andy Li
“untuk rumah kamu nanti, papa buat khusus untuk kamu, tenang saja.” jawab Andy Li dengan santai.
Mereka semua tertawa. Mendengar Sarah yang mengeluh minta dibelikan ini dan itu kepada Andy Li seperti seorang anak kecil yang merengek minta dibelikan permen dan coklat oleh kedua orang tuanya.
Karpet tebal terasa sangat empuk dikaki Sarah, ia tidak tahan untuk tidak merebahkan diri diatasnya.
“bantal….” kata Sarah dengan manja kearah Daniel.
“aku juga mau…” kata Sisca
__ADS_1
“aku juga…” jawab Serena sambil memainkan alisnya menatap adik iparnya itu.
Daniel terlihat menghubungi seseorang dari ponselnya dan tidak lama datang 2 pelayan membawakan 5 bantal
ukuran jumbo bersama dengan selimut.
Sarah dengan cepat merebahkan tubuhnya dan Daniel ikut berbaring disampingnya. Disebelah Sarah Sisca Li melakukan hal yang sama bersama dengan Jackie dan Chandra berada disebelah Jackie bersama Serena.
Berbaring sambil melihat langit terbuka. Membuat pikiran mereka lebih tenang setelah menjalani hari yang
melelahkan hari ini.
“apa yang kamu alami didalam sana??” tanya Daniel sambil menyelipkan tangan kanannya dileher Sarah Li.
“keanehan.. Ia menyamar seperti dirimu. Tapi hati kecilku dari awal melihatnya sudah tidak yakin dia adalah dirimu yang asli.” Jelas Sarah Li.
“keanehan apa??” tanya Daniel.
Sarah memiringkan tubuhnya sambil memeluk Daniel seolah tidak ada siapapun dibalkon itu. Dan mulai mengingat semuanya dari awal.
“ketika aku keluar dari rumah, aku merasa ada yang aneh… rumah keluarga Long yang seharusnya bergaya Eropa terlihat samar. Padahal saat itu aku yakin aku tidak sedang mengantuk atau mengalami masalah pada pengelihatan ku.”
“kemudian… kami berbicara diperjalanan kearah restoran korea… dari gaya kamu bicara aku sudah menemukan
hal aneh, tapi tidak berani mengambil kesimpulan yang terlalu cepat. Setelah itu kita sampai direstoran korea, pengawal berjas hitam langsung mengelilingiku ketika kamu mencari tempat parkir.”
“Disitu ada kecurigaanku, kamu tipe orang yang tidak suka jauh dari ku. Kenapa menyuruhku turun dan membiarkan orang lain yang menjagaku? Itu benar – benar bukan dirimu.”
“memangnya aku seperti apa??” tanya Daniel sambil menatap mata Sarah.
“kamu itu tipe orang perfeksionis. Semua hal yang kamu kerjakan harus sempurna dan kamu harus sebagai orang yang melakukan cross cek semua hal yang dilakukan oleh orang disekitar kamu. Intinya, kamu tidak percaya dengan orang lain sepenuhnya. Bukan begitu???” tanya Sarah balik.
Daniel tersenyum tipis sambil melihat kembali kearah langit yang gelap. Ia tidak menjawab apapun pernyataan
Sarah.
“disana aku bertemu dengan Andrew. Anehnya dari sekian banyak orang yang aku kenal kenapa hanya dia yang
aku jumpai. Dan ketika kamu yang palsu menghentikan waktu, dari kaca tempat kita duduk. Aku melihat Andrew tersenyum ketika kita berbicara. Dan matanya terlihat berkedip beberapa kali. Dan pada tagihan makanan yang tertulis adalah tagihan 10 tahun yang lalu. “
“bagaimana kamu bisa tahu bisa saja mereka salah tulis tagihan??” tanya Daniel lagi.
“tidak, dari harga sudah jauh berbeda. Aku adalah direktur pelaksana yang punya hobi makan. Jadi aku selalu
__ADS_1
tahu harga makanan yang aku pesan sekarang. Jadi kesalahan sekecil itu sangat kecil kemungkinannya.”
Sarah kembali menyaksikan keindahan langit malam dan melepaskan pelukkannya kepada Daniel.