Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 4


__ADS_3

Sisca dan Jackie turun bersamaan. Jackie terlihat


sedang berbicara serius dengan Albert. Sarah memperhatikan Sisca dan Jackie


yang sedang menuruni anak tangga, mereka berdua sangat serasi. Jackie sangat


tampan, kakaknya juga sangat cantik dan baik mereka benar-benar pasangan


serasi. Seandainya kelak ia akan menikah, ia juga ingin menikahi pria seperti


kakak iparnya ini.


Sisca memeluk Sarah yang sudah berganti pakaian


“benar-benar cocok untuk kamu pakaian seperti ini.” Puji Sisca.


“terima kasih kakak pertama.” Kata Sarah


malu-malu.


Bersamaan dengan itu Mayleen, Andy Li dan Serena


Li sampai di tempat ini. Perasaan Sarah masih tidak enak dengan mamanya, ia


menarik tangan Sisca agar segera meninggalkan tempat ini. Ia tidak  mau


Mayleen memarahinya didepan banyak orang.


“sayang, kami pergi lebih dahulu ya...” kata


Sisca sambil mengedipkan matanya


Jackie paham maksud Sisca, karena ia sudah


menceritakan kepada Jackie ketika diruangan ganti tadi.


Jackie terkejut ketika tadi melihat Sarah yang


mengenakan pakaian tidur segera menanyakan kepada Sisca kenapa hal itu bisa


terjadi. Ia menjelaskan kalau Sarah sedang berselisih paham dengan mamanya.


Jackie memang sering mendengar dari Sisca kalau Sarah dan Mayleen sering


berselisih paham. Sarah dan Mayleen sama-sama memiliki watak yang keras dan


sulit unuk mengalah satu sama lain. Jika terjadi perselsihan dengan mereka 3


hari ada batas waktu mereka tidak berbicara satu sama lain bahkan kadang lebih.


Selama ]perang dingin diantara keduanya. Semua


akan serba salah dirumah. Tidak boleh ada kesalahan yang dbuat. Jika hal itu


terjadi akan memicu perang dingin kembali memanas diantara keduanya. Suasana


saat kumpul keluarga menjadi tempat yang paling angker. Susah untuk menelan


makanan. Mereka berdua akan seperti orang asing, seperti orang yang sedang


perang tanpa senjata. Tatapan mata seperti saling membunuh. Tidak menutup


kemungkinan juga menjadi tempat  bagi mereka berdua untuk adu argumen.


Membuat telinga dan kepala panas mendengar dan menyaksikannya langsung.


Jackie segera menyapa kedua calon mertuanya itu


“papa dan mama sehat? Maaf aku tidak sempat menjemput dirumah kerena baru


sampai dari luar kota jam 7 pagi tadi dan langsung berangkat kesini.”


“ia...tidak apa-apa nak. Sisca sudah menjelaskan


kepada kami dari jauh - jauh hari.” Jawab Andy Li sambil menepuk pundak Jackie.


“maaf...boleh aku permisi ke hotel untuk mengecek


lokasi acara? Karena jam 1 nanti ada pekerjaan yang tidak bisa aku


tunda.”  kata Jackie lagi.


“tidak masalah, pergilah sekarang dengan Sisca.

__ADS_1


Hati - hati dijalan.” Jawab Mayleen sambil melirik tajam kerah Sarah.


“pa, aku permisi.” Sarah mencium pipi Andy Li dan


kemudian tersenyum kearah Serena. Tanpa meminta ijin kepada mamanya Sarah


langsung keluar dari toko pakaian itu.


Sisca mengejar adiknya setelah pamit dengan kedua


orang tua dan adik keduanya.


“adik kedua, kamu tidak boleh seperti itu. Kamu


harus lebih bersabar dengan mama.” bujuk Sisca


“aku selalu mengalah pada mama, tapi apa yang


mama lakukan kepadaku. Kakak tidak ingat, hanya karena satu kesalahan kecil aku


dikurung 3 hari di ruangan bawah tanah. Setiap yang aku katakan selalu salah.


Jika kalian yang berbicara selalu didengar, sedangkan aku....” Sarah


menghentikan perkataannya yang sepertinya didengar mamanya dari dalam.


“masuk kemobil.” Perintah Sisca


Sarah segera masuk kedalam mobil dan menghindari


pandangan keluarganya yang masih menatap mereka. Sarah memakai sabuk pengaman


dan melihat kearah bawah. Hatinya sangat sedih, sebagai anak paling kecil


mamanya selalu melarangnya melakukan banyak hal. Tidak boleh keluar rumah,


tidak boleh berbicara dengan orang asing. Tidak boleh makan pemberian dari


orang lain. Terlalu banyak aturan, sehingga hal ini yang secara tidak langsung


membuat Sarah menjadi seseorang yang hidup dengan dirinya dengan orang lain dan


tidak suka bersosialisasi dengan orang lain.


Jackie naik mobil yang berbeda.


“adik kedua, mama punya alasan kenapa dia seperti


itu. Mungkin kakak tidak bisa menjelaskannya sekarang kepadamu. Tapi


percayalah, ia sangat sayang kepadamu.”


Sarah membuang pandangannya dari Sisca kearah


luar jendela. ‘seandainya memang benar apa yang dikatakan kakak pertamanya,


tapi yang ia rasakan tidak seperti itu. Jika sayang seharusnya ia tidak


dikekang seperti ini. Ini sama dengan penjara berjalan namanya.’ Batin Sarah menolak


mentah-mentah perkataan Sisca.


Ia ingin mempercayai semuanya, tapi sepertinya


bukan untuk hari ini. Mungkin kapan-kapan. Hanya butuh waktu 20 menit mereka


sampai ke hotel tempat resepsi. Jackie dan Sisca sampai secara bersamaan.


Sarah langsung meminta kunci kamarnya kepada


resepsionis. Hotel ini adalah milik Sarah, seluruh pegawai sudah mengenal Sarah


dengan baik. Ia mendapatkan hotel ini dari gaji yang didapatkannya dari papanya


dan dari keuntungan saham yang di perdangkannya secara mandiri.


Sarah tidak mendapatkan kado pernikahan yang baik


untuk kakak pertamanya, jadi Sarah memutuskan untuk menyediakan aula hotel


untuk tempat resepsi pernikahan kakaknya begitu juga dengan dekorasi ruangan


pernikahan. Sedangkan untuk catering makanan Serena yang menyediakannya.

__ADS_1


Hari ini adalah hari terlelah bagi Sarah, jika


sudah berdebat dengan mamanya, jiwanya akan lelah.


“kakak, aku tidur dulu dikamar ku. Kakak pertama


dan kakak ipar silahkan cek lokasi acara dan catering terlebih dahulu. Jika ada


masalah, bisa hubungi aku atau Nana” Sarah membungkukkan tubuhnya dengan wajah


lelah kepada mereka berdua,


Ia berjalan dengan malas sambil menyeret kakinya


masuk kedalam lift menuju lantai 6. Tangannya menekan dengan malas angka 6 pada


tombol lift.


Sisca melambaikan tangan kepada Sarah yang sudah


berada didalam lift. Tidak ada yang bisa dilakukannya saat ini. Lebih baik


membiarkan adik pertamanya menyendiri terlebih daluhu. Hal ini sudah biasa


dilakukan adik keduanya setiap ada masalah dirumah dan dikantor. Ia akan menginap


di hotel miliknya.


“apa adik kedua tidak apa-apa??’ tanya Jackie


dengan khawatir melihat wajah lesu Sarah Li didalam hotel sambil melambaikan


tangan dengan malas.


“jangan khawatir, dia memang seperti itu. Jika


pikirannya sudah tenang ia akan kembali kerumah dan duduk di dahan pohon Ginkgo


Biloba yang ada dihalaman rumah seharian. Itu kebiasaanya, jika keadaaan sudah


membaik ia akan ceria seperti biasa. Itu yang menadakan kondisi emosinya sudah


kembali tenang. Memaksanya untuk tetap bersama kita hanya akan memperburuk


keadaan." jelas Sisca


‘Apa yang akan terjadi??”


Sisca menarik nafas panjang kemudia berkata


“semua benda yang ada disekitarnya akan berterbangan dan akan hancur dilantai.”


Mulut Jackie membentuk huruf O “benar kah???” ia


bingung antara takjub atau harus khawatir mendengar perkataan calon istrinya.


“adik kedua belum bisa mengendalikan energinya


dengan baik. Jika ia marah hal seperti itu akan terjadi, bahkan ketika ia


bertengkar dengan mama. Mereka mengeluarkan energi yang sangat besar. Pernah rumah


kami hancur dalam waktu 5 detik saja. Waktu itu kebetulan papa sedang keluar


kota, biasanya papa yang mengendalikan energi Sarah. Tanpa papa tidak ada yang


bisa kami lakukan. Semuanya menjadi tidak terkendali.”


“luar biasa...” Jackie mulai merasa kagum dengan


kekuatann Sarah


“bukan luar biasa,tapi menyeramkan. Aku dan adik


pertama yang ada dilokasi hanya bisa terdiam melihat rumah kami rata dengan


tanah.” Sisca cemberut sambil bercerita, mengingat kejadian itu membuat bulu


kuduknya berdiri.


Mereka berdua berbicara sambil berjalan ke aula


yang sudah mulai proses dekorasi sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


__ADS_2