Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 104


__ADS_3

Sarah masuk kedalam rumah yang bernuansa minimalis. Seluruh ruangan didominasi warna hitam dan putih.


“kamu suka warna ini??”


“ya… aku suka warna hitam dan putih.”


Sarah mengerucutkan mulutnya dan menatap Daniel sambil mengangguk.


“kapan kamu ganti baju?? Bukan kah tadi menggunakan baju berwarna  putih??” Sarah melihat Daniel dari atas kebawah.


“benarkah?? Aku tidak menggunakan pakaian warna itu istriku, aku dari tadi memakai pakaian berwarna hitam.”


Sarah mengangguk dengan cepat “sepertinya memang ada yang salah dengan ku. Terlalu banyak makan membuatku mengantuk dan lupa dengan banyak hal”


“kamar kita dimana??” tanya Sarah sambil melihat sekeliling rumah.


“ada dilantai 2.” Daniel menunjuk lantai 2.


4 orang pengawal yang tadi bersama Sarah dan Daniel ikut masuk kedalam rumah. Sarah mengerutkan keningnya sambil bertanya “kenapa mereka masuk kedalam rumah??”


“ooh…  mereka…” jawab Daniel sambil menunjuk keempat pengawalnya


“aku hanya ingin semuanya aman. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu.”


Sarah tersenyum dengan senang “terima kasih..”


“Tidak perlu sungkan.”


Mendengar jawaban Daniel hati Sarah semakin kacau.


“aku naik keatas dulu ya… “ Sarah menghentikan langkahnya ketika baru satu anak tangga yang dinaikinya.


“ada apa??” tanya Daniel


“apakah baju ganti ada diatas???” tanya Sarah.


Daniel Nampak bingung menjawab pertanyaan Sarah. Sarah tersenyum dan melanjutkan perkataannya


“aku sudah tahu kamu pasti lupa. Tolong siapkan uangmu yang banyak besok untuk ku belanja sepuasnya karena dompetku tertinggal dirumah mama.”


“oke..” jawab Daniel singkat


Sarah tersenyum dan  melanjutkan naik ke lantai 2 dan berkata tanpa menoleh kebelakang “nanti aku kembalikan uang mu apabila aku sudah pulang kerumah.”


“oke” jawab Daniel lagi.

__ADS_1


Sarah tersenyum sambil terus menaiki anak tangga. Sarah membuka pintu kamar, lagi – lagi ada perisai cahaya


biru muda dipintu ini. 4 orang pengawal juga mengikuti Sarah dan berdiri didepan pintu kamar. Sarah melihat mereka berdiri disisi samping kiri dan kanan pintu.


“kamar mandi dimana???” tanya Sarah


Mereka hanya diam dan tidak menjawab Sarah.


“aku akan meminta suamiku memotong lidah kalian apabila tidak menjawab pertanyaan ku.” kata Sarah dengan


kesal.


Salah satu pengawal tampak melihat sisi kanan dan kiri bangunan. Dari sikap mereka terlihat jelas mereka


tidak hapal dengan kondisi rumah.


“saaaa…” Sarah membuka mulutnya memancing agar pengawal ini memberitahukan kepada dirinya dengan cepat.


“kenapa??” tanya Daniel yang muncul dari sisi kanan bangunan lantai 2 yang gelap.


“mereka sangat menyebalkan. Aku mau kekamar mandi, tapi mereka tidak membantu ku sama sekali.” Sarah


menyipitkan matanya menatap keempat pria disamping kanannya secara bergantian.


“ooh…. disebelah sini.” Daniel berjalan kesebelah kiri  kamar tidur Sarah Li sambil membuka pintunya.


“sudah lah, kamu tidur dahulu. Ini sudah hampir subuh. Jam 10 pagi, kita akan pergi berbelanja kebutuhanmu.”


Sarah bertepuk tangan dengan senang sambil tersenyum lebar “ya…. terima kasih. Aku masuk dulu” Kata Sarah sambil menunjuk kearah kamar mandi.


Sarah menghabiskan waktu lebih lama dikamar mandi karena berendam dengan air hangat sampai berubah menjadi dingin. Matanya kehilangan rasa kantuk dan pikirannya kosong. Tidak ada yangdipikirkan Sarah. Matanya menatap atap nyaris tanpa berkedip.


Sarah melihat dikaca sebelah kanannya sudah memantulkan cahaya berwarna jingga, sepertinya matahari sudah terbit. Batinnya mulai bersuara kembali sambil melihat kearah kaca es yang terihat sangat buram. Sarah mengusap kaca yang berembun disampingnya. Sudah berjam – jam ia didalam kamar mandi ini dan Daniel terlihat tidak khawatir sama sekali dengan dirinya.


Sarah bangkit dan segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan mengenakan lagi pakaian yang  digunakannya tadi. Ia keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk kecil.


Sarah berhenti sejenak, ia lupa kearah mana kamar tidurnya. Ada banyak kamar dilantai 2 ini. Sarah melihat ada


6 kamar tidur, dengan bentuk bangunan melingkar. Semua pintu terlihat sama. Ia  lupa kamarnya sebelah kanan atau kiri.


Dengan sembarang Sarah berjalan kesebelah kiri kamar mandi, setelah melihat kondisi kamar. Sarah tidak jadi


masuk kedalam kamar tidur dan langkah kakinya berhenti sejenak. Senyum tipis diwajahnya kemudian menajutkan langkahnya kedalam kamar.


“aku tidur dahulu, jangan ada yang membangunkan aku.” Sarah menunjuk keempat pengawal bergantian dengan wajah kesal.

__ADS_1


Sarah masuk kedalam kamar dan langsung naik ketempat tidur kemudian memejamkan matanya sambil memeluk guling disampingnya. Sarah kemudian duduk lagi dan baru ingat ia belum mengunci pintu. Sarah membuka pintu dan melihat keempat pengawal masih setia berdiri didepan pintu.


“minta pelayan antarkan air mineral. Aku haus,,,” perintah Sarah


Sarah satu pengawal tampak tidak bergerak sama sekali. Posisi siaga dan tidak berbicara sama sekali. Seorang


pria dengan pakaian yang sama, setelan jas berwarna hitam datang sambil membawa minuman kepada Sarah.


“terima kasih.  seperinya kamu lebih manusiawi dibandingkan keempat teman mu. “ Sindir Sarah sambil mengambil air mineral tersebut dan menutup pintu kamarnya.


Dijendela kamar yang terbuka lebar tanpa teralis ada beberapa tanaman yang ditanam dalam pot berukuran


sedang. Sarah memberikan air tersebut kepada bunga – bunga yang terlihat tumbuh dengan subur itu, kemudian kembali naik keatas tempat tidur dan tidur.


Sarah terbangun ketika matahari sudah tenggelam, malam sudah kembali berkunjung kedunia ini. Sarah melihat


kearah dinding kamarnya, tidak ada jam sama sekali. Jam ditangannya mati diangka  01.01. Sarah baru melihatnya dengan jelas hari ini.


Ia memijat keningnya perlahan, kepalanya terasa pusing. Sarah duduk ditempat tidur dan tubuhnya masih diselimuti dengan selimut berwarna hitam putih. Terdengar suara ketukan pintu dan Sarah mengenali suara yang memanggilnya adalah Daniel. Dengan perlahan Sarah bangun dari tempat tidur sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


“kamu salah kamar…. “ kata Daniel begitu Sarah membuka pintu kamarnya.


“benarkah??” tanya Sarah dengan malas


“kamu kenapa?? “


“kepalaku pusing…”


“bukankah kamu berkata ingin membeli baju??”


“aku berubah pikiran. Kamu saja yang pergi beli. Aku mau tidur lagi.” Sarah akan menutup pintu dan Daniel


menahan pintu tersebut.


“kamu tidak lapar??” tanya Daniel


“tidak ada orang yang mau makan  ketika kepalanya pusing.” kata Sarah dengan suara serak.


Kemudian melanjutkan menutup pintu kamar lagi dan menguncinya.


“kamu salah kamar…” kata Daniel dengan suara keras dari balik pintu


“aku malas pindah kamar, besok saja. Aku mau tidur lagi.” Sarah menjawab dengan posisi tubuh yang masih


bersandar pada pintu kamar.

__ADS_1


Pandangannya mulai kabur, Sarah merasa tubuhnya semakin lemah. Ia butuh tidur. Sarah melihat cincin yang


bermata zamrut bersinar dijari manisnya. Sarah tidak mengerti kenapa hal itu bisa terjadi.  Ia hanya menatapnya sambil berjalan kearah tempat tidur.


__ADS_2