
Setahun setelah kepergian Sarah Li, Daniel masih berada dibukit kerinduan. Ia sama sekali tidak pernah
meninggalkan tempat itu sejak peristiwa satu tahun yang lalu. Setiap hari ia berharap yang dialaminya selama ini adalah mimpi buruk dan ia akan segera terbangun dengan Sarah disampingnya.
Daniel yang biasanya berpakaian rapi, penapilannya selalu bersih dan rapi, wajah dan kulitnya semua terawatt.
Kali ini tidak seperti dirinya yang biasa. Ia sama sekali tidak memotong rambutnya dan janggutnya. Bahkan ia sudah tidak pernah mandi sama sekali. Daniel terlihat seperti tunawisma, tidak jarang ketika ada pendaki yang datang memberikannya makanan dan uang.
Pengawalnya selalu bergantian menjaga dengan jarak aman. Karena Daniel tidak mau mereka berada disekitarnya. Daniel pernah mengamuk dan mengeluarkan semua kekuatannya, sehingga membuat pengawalnya terpental jauh akibat energi yang dikeluarkannya. Selama 3 hari langit gelap dan udara terasa tidak nyaman bagi mereka yang hidup sebagai manusia klan. Energi Daniel mengacaukan siklus iklim dibumi.
David bekerja keras selama beberapa hari untuk kembali menyeimbangkan energi dibumi agar putranya tidak
membuat kekacauan bagi banyak orang. Setiap orang bergantian membujuk dirinya untuk tidak lagi menyediri seperti ini. Dia benar – benar kelihatan kacau. Seseorang yang biasanya berpenampilan wibawa kali ini kehilangan aura kepemimpinannya. Hanya satu yang tertinggal yaitu tatapan mata dingin seolah sebilah pisau yang siap menusuk orang yang mengganggunya.
Hari ini cuaca sangat dingin, sama seperti waktu itu. Daniel merasakan dingin menusuk kulitnya, tapi dia
mengabaikannya. Setahun yang lalu, ketika Sarah sedang berada ditempat ini…. ia pun hanya memakai pakaian tipis tanpa jacket atau pakaian tebal yang bisa menghangakan tubuhnya.
Tepat setahun yang lalu dengan tangan ini, aku menyerang dirimu… membuat dirimu terluka parah, dan hingga pergi dari dunia ini. Apakah kamu membenci ku?? Aku tidak tahu kalau aku bisa begitu egois dalam memilih. Seandainya aku bisa, aku tidak ingin memilih menyerangmu. Sayangnya aku tidak bisa. Sekarang aku sangat menyesalinya. Aku bisa menyelamatkan banyak orang tapi kehilangan wanita yang aku sayangi.... tahukah kamu.... aku sangat merindukanmu.
Mata Daniel menatap kelangit, matahari senja kesekian kali ditatapnya. Dan rasa tetap sama, hatinya selalu kesepian dan sangat merindukan wanitanya. Ia bahkan kehilangan keinginan untuk melanjutkan hidupnya.
Daniel tidak menyadari ada ular berwarna hijau dengan garis putih memanjang dari kepala sampai ekor. Menatapnya dengan tajam dan kemudian mematuk kakinya. Daniel terkejut dengan kedatangan ular kecil itu.
__ADS_1
"kamu berani sekali mengganggu diriku.... " Daniel yang awalnya kesal begitu melihat ular yang menatapnya dengan angkuh membuatnya menjadi luluh. Hatinya bergetar begitu melihat ular itu.
"jangan mengganggu ku. Aku sedang menanti kedatangan istriku. " Daniel mengalihkan pandangannya dan kembali menatap langit.
Ular itu semakin menaikkan badannya dan mematuk kembali Daniel.
"hei.... apa salah ku. Aku tidak mengganggu dirimu. " Daniel mengerutkan keningnya menatap ular itu.
Ular itu menatapnya seolah menantangnya untuk berkelahi. Ular ini cukup berani, ukurannya yang kecil tapi memiliki nyali yang besar menantang seorang manusia dengan tubuh tinggi besar darinya.
Daniel mengusir ular itu, tapi ia sepertinya tidak mau mengalah.
"apa yang kamu inginkan.... " tanya Daniel.
Daniel tidak memperhatikan ular ini memintanya untuk pergi dari bukit kenangan ini. Daniel baru menyadari ketika ia melihat wajah pengawalnya di samping mobil sedan hitam. Daniel mengingat ini adalah plat kendaraan milik keamanan keluarganya.
"kamu mengusirku..... " tanya Daniel yang bingung menatap ular itu.
Ular itu kembali menaikkan tubuhnya seolah sedang memberikan perintah kepada Daniel. Pengawal Daniel menatap ular dan Daniel secara bergantian. Kedua orang tuanya dan mereka saja tidak bisa membuat Daniel meninggalkan tempat ini. Ular kecil dengan panjang 50 cm ini bisa menyuruh seorang Daniel turun dengan mudahnya.
"kau mau apa..... " tanya Daniel.
Ular itu menatap mobil dan kemudian kembali melihat kearah Daniel.
__ADS_1
"kau mau aku naik mobil... maksudnya kamu mengusirku.... " Daniel menunjuk dirinya yang diusir seekor ular kecil dengan angkuhnya.
Ular itu kembali melihat kearah mobil dan melihat lagi kearah Daniel kemudian mematuk kakinya. Matanya sangat tajam dan kelihatan ular ini tidak mau bernegosiasi dengannya selain meninggalkan hutan ini sekarang.
Daniel yang merasa berat hati, dipaksa ular itu semakin mendekati kearah mobil. Daniel membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya. Pengawal Daniel segera masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil sambil saling menatap dengan ragu.
Daniel memandang ular itu yang bergerak kembali masuk kedalam hutan begitu suara mesin mobil menyala. Ketika mobil akan berjalan, Daniel berkata
"tunggu sebentar. Ia berani mengusir ku maka aku akan membawanya bersama denganku. " Senyum licik diwajah Daniel membuat pengawalnya merinding dengan keadaan yang sekarang.
Daniel membuka pintu mobil dan mengejar ular itu. Kedua pengawal Daniel. saling bertatapan. Aroma tubuh Daniel yang biasanya harum menjadi sangat bau. Pria ini sudah satu tahun tidak mandi dan mencukur janggut dan memotong rambutnya. Mereka tidak berani mengeluh dan menunjukkan ketidaknyamanan dengan aroma tubuh dan penampilan Daniel.
Sementara Daniel dengan mudah menangkap ular itu.
"kamu berani mengusir ku... maka kamu harus tinggal bersama ku. "
Bagaimanapun ia hanya ular kecil yang lemah. Ia adalah mangsa terlemah saat ini jika berhadapan dengan Daniel. Begitu menangkap ular itu ia langsung berjalan kearah mobil.
"ke apartemen. "
"panggil orang untuk memangkas rambutku. "
Daniel memberikan perintah. Begitu Daniel berkata seperti itu ular itu memaksa melihat kearah Daniel dan membuka mulutnya sedikit.
__ADS_1
Dalam hati Daniel merasa kalau ular ini sangat familiar baginya.