Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 122


__ADS_3

“Sarah Li, kenapa kamu tidak membantuku…. aku kesakitan sekarang..” Nana memegang perutnya yang tadi


ditendang oleh Daniel Long.


Hati Sarah Li tidak tega melihat sahabatnya seperti itu.


“bagaimana kalau dia hanya disihir dan kehilangan kesadaran…” bisik Sarah lagi.


“dari matanya tidak seperti itu.  “ jawab Sisca.


“ Cara dia berbicara kepadamu seperti sedang berbohong.” sambung Sisca


“HAHAAAA….” suara tertawa yang sangat kuat bukan membuat suasana ceriah tapi membuat semua seorang waspada dan merinding ketakutan.


“kenapa kamu berada diantara mereka semua.” Nana bicara sambil menunjuk semua orang dihadapannya satu


persatu. Ia berjalan mendekat kearah mereka dan mereka pun bergeser sambil memperhatikan situasi.


“kalian tahu… Dia mengatakan akan melindungiku. Tapi kalian lihat sendiri, James sudah tidak bernyawa lagi.


Bagaimana manusia lemah seperti itu bisa menjaga diriku….” Nana berbicara sambil membesarkan matanya dan menunjuk tubuh yang sudah tidak utuh lagi. Daniel Long tidak bisa memastikan apakah itu James atau bukan. Energi James memang hilang dari indera keenamnya. Tapi apa mungkin seorang James yang memiliki kekuatan hebat bisa kalah oleh orang seperti Nana?? Batin Daniel berdebat dengan hal ini.


Mata Sarah terus memperhatikan semua hal yang ada disekitarnya. Jika Nana adalah makhluk yang sama seperti Andrew, sudah pasti ia memiliki benda yang menyimpan kekuatannya.


“Nana…. Sadarlah….” Sarah memberanikan diri berdiri dihadapan Daniel dan menatap Nana dengan tulus.


“aku sangat sadar sahabatku…. kita bersahabat dari dulu. Tidak mudah bagiku menjadi bagian dari kalian. Dan


ternyata, aku mampu mengelabui kalian semua. Termasuk James, ia begitu tergila – gila denganku….” Nana bicara dan diakhiri dengan suara tawa yang membuat Sarah semakin ketakutan.


Sarah melihat warna kulit Nana yang berubah dari gelap menjadi lebih putih pucat.

__ADS_1


“apa yang…. kamu inginkan…” tanya Sarah Li dengan terbata – bata.


Daniel menarik Sarah agar kebelakangnya, tapi ia menolaknya. Daniel merasa emosi melihat Sarah yang walau sekarang sedang ketakutan, masih saja memaksakan diri untuk menghadapi semuanya. Dia sendiri tidak bisa memastikan keadaan dirinya, bagaimana mungkin bisa membiarkan istrinya sebagai pancingan musuh dihadapannya.


“semuanya… semua yang ada pada diri kamu dan orang – orang disekitar kamu selalu membuatku iri. Kamu menikah dengan orang yang kaya, tampan dan juga kuat. Padahal kamu sendiri sudah memiliki banyak usaha dan dan kekayaan yang melimpah. Kamu cantik dan pintar, semua orang mengagumimu. Kenapa semua kesempurnaan ada padamu??”


Nana menggerak – gerakkan jari telunjuknya. Ia seperti memberikan kode ia tidak suka dengan semua yang


dimiliki Sarah.


“kamu salah… aku manusia biasa yang tidak seperti yang kamu katakan. Aku pintar karena aku belajar. Aku kaya karena aku bekerja. Tidak ada yang aku dapatkan secara gratis didunia ini.” kata Sarah sambil mendekat satu langkah kearah Nana.


“diam ditempat…..” teriak Nana.


“hati – hati adik pertama.” kata Sisca Li


“nona pertama Li, “ Nana tersenyum melihat Sisca Li.


“sebaiknya kamu jangan menyapaku dengan kondisi seperti ini,,,” jawab Sisca Li dengan jujur. Ia berusaha keras


menahan mual diperutnya. Siang tadi menghadapi manusia zombie seperti Andrew  dan kali ini melihat manusia kalibal. Benar – benar hari yang tidak diharapkan.


“sepertinya Nona pertama Li bermulut tajam. Biasanya mulutnya sangat manis dan ramah. Apa karena bertemu


dengan orang seperti ku??” Nana memiringkan wajahnya membuat Sisca Li yang melihatnya menjadi sangat membenci Nana. Sosok Nana yang ramah, pekerja keras, pintar, pendengar yang baik adalah kesan yang selalu tertanam dihati Sisca Li. Melihatnya yang seperti ini, benar – benar  tidak meyakini ini adalah Nana. Ia meyakini Nana sedang berada dialam


bawah sadarnya. Sama seperti yang dialami oleh Sarah.


“seharusnya kami yang bertanya, kamu siapa?? apa kamu kamu yang sebenarnya??” Sisca memberanikan diri menatap Nana yang semakin mirip dengan mayat hidup.


“aku….” Nana menunjuk dirinya sendiri sambil terus berjalan kearah sekitar ruangan rumah.

__ADS_1


“aku sangat ingin Kristal kehidupan yang dimiliki oleh Sarah Li. Jika aku memilikinya, maka aku bisa


menjadi seperti dirinya.” Nana mengibaskan rambut ikalnya yang tergerai. Biasanya ia terlihat cantik ketika melakukannya, kali ini ia terlihat menyeramkan dan jujur tidak ada mata yang ingin melihat pemandangan seperti ini sekarang.


“untuk apa kristal itu untuk dirimu??” tanya Sisca Li


“tentu saja penting, dengan cristal energi itu, kami kaum yang tersisa bisa membalaskan dendam kepada


mereka yang sudah membuat kami hampir hilang dari muka bumi.” Nana bicara sambil menunjuk Daniel dan David ketika menyebutkan kata  ‘mereka’


“bukankah itu terjadi sudah cukup lama….  Kenapa menaruh dendam. Pertarungan antara kaum kalian berdua pasti ada alasannya. Kamu sebagai orang pintar seharusnya bisa menganalisa kenapa semua itu bisa terjadi. Dan sebagai kaum terakhir yang tersisa, harusnya kamu bisa mengambil pelajaran dari semuanya agar tidak mengulangi hal yang sama”


Sisca Li memberikan nasehat tapi bagi Nana hal itu seperti ejekan yang ditujuan kepada dirinya dan kaumnya. Nana menghentakan kakinya dan terdengar suara ledakan yang cukup kuat, entah dari mana asalnya. Sarah dan Sisca menutup telinganya, suaranya membuat telinga berdenging. Tapi bagi keempat pria ini seolah tidak ada pengaruh sama sekali.


Nana berjalan keatas dinding dan atap rumah. Efek gravitasi sepertinya tidak ada pengaruhnya terhadap dirinya.


Sarah membesarkan pandangannya menatap Nana.


“Nana, sadar lah…. jangan mau  dikendalikan oleh siapapun…” Mata Sarah berkaca – kaca. Walau jujur ia terlihat menyeramkan dan mual ketika melihat Nana yang seperti ini, hati kecil Sarah sangat menginginkan Nana bisa kembali seperti biasanya. Nana yang ceriah dan senangi banyak orang.


“tidak ada lagi Nana yang ada dipikiranmu. Ini aku yang sebenarnya. Kenapa?? kamu tidak terima?? ” Nana


berdiri tepat diatas kepala Sarah. Kakinya cecah berdiri diatas plafon rumah. Kepalanya menggantung kearah bawah mirip seperti seekor kelelawar yang bergelantungan didahan pohon atau didalam gua.


“maafkan aku…..” kata Sarah Li yang melompat sambil menarik sesuatu dari kepala Nana. Cahaya berwarna biru gelap, mirip seperti tusukan kecil.


Nana berteriak dengan sangat kuat dan suara ledakan kuat terdengar dan menghancurkan atap rumah. Andy Li, David Long, Jackie dan Daniel Long tidak menyangka Sarah akan melakukan hal itu. Dari mana Sarah bisa mengetahui kelemahan Nana dengan cepat. Mereka semua masih mematung memperhatikan semuanya yang terjadi dengan sangat cepat. Wajah Sarah terluka karena serpihan atap yang hancur.


Rasa sakit diwajahnya tidak sebanding dengan luka dihatinya. Sarah duduk dilantai sambil memeluk kedua


kakinya dan menangis sekuat – kuatnya. Ia sudah menjadi orang yang jahat karena membunuh sahabat terbaiknya dengan kedua tangannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2