
Sepanjang perjanan menuju apartemen, Daniel tidak berhenti mengungkapkan rasa keberatannya terhadap Jun.
Ia meminta Sarah menggantinya dengan asisten pribadi wanita yang dimilikinya dan Jun digantikan menjadi asisten dirinya. Sarah yang sudah menolak mentah – mentah tawaran Daniel, tapi pria ini tidak menyerah. Ia membujuk dengan sekuat tenanganya agar Sarah Li mau berubah pikiran. Tapi sayangnay Sarah tetap dengan keputusannya.
Daniel yang sudah sampai apartemen terlihat murung dan cemberut karena keinginanya yang tidak terpenuhi.
Ia naik kelantai 2 langsung untuk mandi dan Sarah menuju kearah dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk Daniel.
Pria ini sangat tidak pemilih dalam makanan. Ia sangat suka mie instan, telur dadar dan nasi goreng. Tapi
kali ini Sarah memasak banyak masakan, ada tumis daging dan sayuran, sup, telur dadar dan roti kukus. Sarah sudah mempersiapkan semuanya didalam kulkas dari tadi pagi dengan bantuan asisten apartemen Daniel.
Ia hanya tinggal menumis dan memanaskan roti kukus saja. Daniel yang turun tangga dengan tidak bersemangat begitu mencium aroma makanan, ia dengan cepat turun tangga dan mendapati Sarah sedang memasak sekaligus menghidangkan makanan dimeja makan. Sungguh pemandangan yang langkah.
Sarah Li jarang sekali memasak, jika masak pun ia lebih suka memasak mie instan, nasi goreng dan mie goreng saja. Alasannya mudah, ia selalu mengatakan tidak suka sesuatu yang membuat dirinya repot.
Wajah Daniel yang murung menjadi senang, melihat istrinya masak untuk dirinya. Pernikahan mereka sudah berjalan dibulan keempat dan diangka 4 ini ia mendapat hadiah yang istimewa.
“kamu sudah selesai mandi?? Bantu aku membawa piring dan mangkuk.” kata Sarah kepada Daniel yang terlihat memantung menatap dirinya yang sibuk didapur.
“baik…” jawab Daniel dengan gerakan cepat ia mengambil piring, mangkok dan sendok dimeja makan.
Daniel menyusun meja makan untuk mereka berdua dan kemudian duduk dimeja makan sambil menopang dagu
memperhatikan Sarah memasak. Rambut panjangnya digulung tinggi dan ia hanya mengenakan kemeja berwarna putih lengan pendek dengan celana panjang berwarna cream. Dimata Daniel, Sarah yang sedang memasak terlihat sangat sexy dan cantik.
“bisa kah kamu jangan memperhatikan ku seperti itu??” Sarah bicara tanpa melihat kearah Daniel sama
__ADS_1
sekali. Walau tidak melihat secara langsung, cara Daniel menatapnya membuat dirinya malu dan tidak nyaman dalam bergerak. Hidangan terakhir sudah selesai dimasak. Sarah meletakkannya dimangkuk besar dan kemudian meletakkannya dimeja.
“bagaimana kamu bisa tahu aku memandangimu??” tanya Daniel
“walau aku sudah menjadi seorang manusia, bagaimana pun aku pernah menjadi seekor ular. Aku sudah terbiasa dengan mengamati dan diamati.” jawab Sarah santai dan kemudian duduk dihadapan Daniel.
“bagaimana keadaanmu selama hampir 2 minggu tanpaku??” tanya Daniel
“biasa saja.. aku bisa menginap dimana pun yang aku inginkan.” jawab Sarah dengan santai sambil menggeser kursi makan keluar dan duduk dengan tenang.
Tapi tidak dengan Daniel yang mengharapkan istrinya menjawab dengan perkataan yang menyenangkan hatinya.
Wajah Daniel berubah menjadi kesal.
“mari makan…” kata Daniel tanpa semangat diwajahnya.
“aku naik dahulu…” Sarah memegang perutnya yang terasa tidak nyaman.
“kamu sakit??” Daniel berdiri sambil melihat kearah perut Sarah
“mungkin karena sudah lama tidak makan hot pot yang pedas semalam, jadi aku rasa perutku terasa sakit.” keluh Sarah.
“aku tidak apa – apa. Hanya sekit tidak nyaman, aku sudah minum obat. kamu tenang saja.” Kata Sarah sambil
menepuk pundak Daniel dan berjalan kedalam kamar.
Sarah mandi dan berendam air hangat untuk menenangkan dirinya. Perutnya masih terasa kurang nyaman ditambah lagi rasa mual. Ia sudah memeriksakan dirinya kedokter, lambungnya sedang bermasalah saat ini karena makan tidak teratur dan stress membuat kesehatannya menurun.
__ADS_1
Sarah masih sering memikirkan Nana, ia juga masih sering mimpi buruk tentang kejadian yang dialaminya. Ia
menyimpannya sendiri agar tidak membuat keluarganya khawatir. Sarah tetap berusaha menutupi semua ketakutan dan kesedihan dari dalam hatinya. Ia menyibukkan diri dengan pekerjaan. Kemudian Sarah tetap bersosialisasi dengan rekan kerja dan bermain dengan kedua saudaranya.
Ketika ia merasa kesepian dan rasa takut itu kembali datang, Sarah menghabiskan waktunya berbelanja pakaian baru bersama para ibu. Hal yang tidak suka dilakukannya, mendadak menjadi suatu hal yang biasa dilakukannya. Sarah yang tidak suka berjalan – jalan, dalam waktu singkat menjadi orang yang suka berjalan – jalan. Ketika pulang kerja, ia tidak naik mobil untuk pulang kerumah. Ia lebih memilih berjalan kaki dan
menikmati udara segar.
Ia sengaja membuat dirinya lelah agar ketika sampai dirumah, ia langsung tertidur dengan pulas. Tapi, apa yang
direncanakan tidak selalu berjalan sesuai dengan yang terjadi. Begitu Sarah sampai dirumah keluarga Long ataupun dirumah keluarganya, ia akan langsung makan dan mandi. Walau memang langsung tertidur, tapi mimpi buruk it uterus hadir dalam pikirannya dan tidak mudah disingkirkan dengan mudah.
Sarah sudah memakai pakaian tidur dengan celana pendek kesukaannya. Daniel terlihat belum ada dikamar tidur, padahal Sarah sudah menghabiskan waktu yang cukup lama didalam kamar mandi. Setelah memastikan rambutnya kering, Sarah naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya diatas seprai berwarna putih bersih.
Sarah bisa mencium wangi seprai yang baru diganti dan merasakan nyaman ketika kulitnya menyentuh kain. Sarah mulai mengantuk dan tertidur dengan lelap.
Daniel menunggu dibawah, berharap Sarah akan kembali turun dan berbicara kepadanya. Ternyata Sarah tidak kunjung turun setelah 1 jam lebih. Daniel berinisiatif naik kelantai 2 dan memeriksa keadaan Sarah. Kedua sudut bibir Daniel terangkat keatas dengan sempurna. Wanita ini memang mempunyai kegemaran yang tidak biasa. Kapan pun dan dimana pun saat ia merasa mengantuk maka ia akan langsung tertidur.
“aku menunggumu dibawah, dan kamu tertidur disini…. benar – benar … “ kata Daniel dengan suara perlahan.
Daniel masuk kekamar mandi setelah selesai menggosok gigi, Daniel berbaring disamping Sarah dan menatap
dirinya. Awalnya Daniel terlihat ragu, tapi akhirnya bibirnya berbicara juga.
“apa kamu tahu ketika berada diluar negeri aku sangat merindukanmu. Banyak hal yang aku urus, terutama
mengenai masalah James dan Nana. Karena mereka meninggal diluar negeri. Abu yang kita tanam waktu itu bukan abu milik mereka. Maafkan aku, aku tidak bermaksud membohongimu saat itu. Jenazah mereka bertiga dikremasi tepat 3 hari setelah kematian mereka setelah pihak polisi melakukan uji forensic terhadap mereka. Maafkan aku….” Daniel menatap Sarah dengan wajah bersalah.
__ADS_1
“hari ini, begitu pesawat mendarat aku mendatangi makam mereka dan memasukkan abu mereka kedalam sana. Jadi aku tidak bisa mengatakan membohongi dirimu. Hanya saja sedikt lebih lama menguburkan mereka berdua ketempat peristirahatan terakhir mereka. Seandainya kamu belum tidur, aku ingin membicarakan tentang hal ini.”