Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 132


__ADS_3

Pagi sudah menyambut dan Sarah bangun lebih awal. Walau dirinya sudah merasa bangun paling cepat, Daniel tetap orang yang lebih dahulu bangun. Ia sudah duduk ditempat tidur sambil memegang tab  dan mengenakan kaca mata dengan bingkai berwarna emasnya.


“kamu sudah bangun?? tidurlah lagi sekarang masih jam 5.” kata Daniel sambil mencium kening Sarah.


“tidak, hari ini aku akan rapat dengan naga hijau. Jika terlambat datang, ia akan menyemburkan api dari dalam


mulutnya.” jawab Sarah sambil mengusap – ngusap matanya yang masih mengantuk.


“siapa kamu katakan tadi??” tanya Daniel ulang. Ia merasa kata – kata itu ditujukan kepada dirinya.


“apa…” tanya Sarah yang merasa tidak ada yang salah dengan perkataannya.


“kamu jelas – jelas mengatakan naga hijau yang menyemburkan api dari mulutnya. Itu yang kamu katakan.” Daniel kesal meletakkan tab nya dipangkuannya.


Sarah memutar bola matanya dan menyadari kesalahannya “aku mau mandi….” kata Sarah sambil berlari dengan cepat  kearah kamar mandi. Sarah memakai dress polkadot berwarna ungu dengan corak putih. Sarah mengingat pakaian ini adalah baju yang dibelikan kakak ipar  pertamanya ketika mereka fitting baju. Dan kemudian ia mengikat rambutnya dengan model yang sama hampir setiap hari yaitu mode ekor kuda.


Daniel masuk dan langsung memilih setelan jas berwarna silver dengan kemeja hitam didalamnya.


“kamu tidak menanyakan aku ingin sarapan apa??” tanya Daniel yang menyodorkan dirinya kepada Sarah untuk


memakaikannya dasi.


“tidak mau masak.” jawab Sarah dengan santai.


“bukankah semalam kamu masak…” tanya Daniel penuh harap.


“kakak Daniel, aku wanita karir. Waktu ku sudah sangat lelah untuk bekerja, kamu memintaku untuk memasak setiap hari apa tidak keterlaluan??” Sarah membesarkan matanya menatap Daniel yang lebih tinggi 10 cm darinya.


 Daniel mengangguk dengan cepat.. “memang sangat keterlaluan. Tidak masalah kita punta asisten rumah tangga yang akan memasak untuk kita.”


“begitu baru benar.” Sarah mengusap pundak Daniel dan berkata lagi “tidak ada salahnya juga jika suami


yang memasak untuk istri.” Sarah mengedipkan matanya sebelah dan tersenyum dengan manja.


“baiklah… apapun yang kamu


katakan akan segera dilaksanakan tuan putri,” Daniel membungkukkan tubuhnya


melihat kearah Sarah.


Sarah tersenyum senang melihat Daniel yang begitu menuruti semua perkataannya.


“mari kita sarapan…” Daniel memberikan tangan kanannya dan Sarah menyambutnya sambil tersenyum

__ADS_1


“ternyata tidak buruk juga berpacara setelah menikah… “ jawab Sarah sambil melihat Daniel.


“kamu istriku, bukan pacarku. “Daniel mempertegas hubungan mereka kepada Sarah sambil menuruni anak tangga.


*****


Selesai sarapan,mereka berdua langsung turun dan menuju parkiran. Supir Daniel sudah siap dengan mobil mpv


premium warna coklat yang biasanya digunakan ketika berlibur.


“kita akan pergi kerja bukan??” tanya Sarah ragu.


“tentu saja.” jawab Daniel.


“kenapa naik mobil ini??” tanya Sarah sambil naik  kedalam mobil


“karena kamu akan lebih nyaman jika tertidur selama diperjalan kekantor dengan mobil ini.”


“apa aku kelihatan mengantuk??”


“kamu kurang tidur tadi malam…” Daniel mengedipkan sebelah matanya bertepatan dengan supir Daniel melihat


kearah kaca spion tengah.


Daniel tersenyum dengan bahagia. Biasanya setiap hari wajah Daniel dengan ekspresi datar dan tidak pernah tersenyum.


Kemudian ia melihat kearah Sarah yang mengenakan pakaian yang dibeli Daniel ketika di luar negeri. Ia pun


tersenyum melihat Sarah, Sarah menatap supir Daniel dan menyapanya..


“selamat pagi pak…”


“selamat pagi nona muda Long, anda terlihat cantik dengan gaun itu. Itu adalah pertama kalinya tuan muda kami


membeli pakaian untuk wanita. Bahkan tuan muda long tidak pernah membelikan baju untuk nyonya Long.”


Sarah terkejut mendengar perkataan supir Daniel dan kemudian melihat kearah Daniel


“kamu yang membeli pakaian ini??”


Daniel mengangguk tanpa menjawab apapun.


“kapan??” tanya Sarah penasaran

__ADS_1


“waktu itu Jackie menghubungiku untuk mencoba pakaian sebagai pendamping pria pada pernikahannya. Saat itu kebetulan aku ada di Paris sedang berjalan – jalan setelah selesai bekerja. Dan dia berkata semua keluarga Li akan melakukan fitting baju bersama pada hari itu. Aku berhenti tepat disebuah toko pakaian dan kebetulan baju ini dipajang. Tanpa pikir panjangn aku membelinya karena aku tahu kamu sangat menyukai warna ungu.”


Sarah terdiam…. “bagaimana kamu bisa mengetahui aku menyukai warna ungu?” Sarah merasa ada yang aneh dari cerita Daniel terhadap dirinya.


Daniel terdiam, ia merasa terjebak dengan perkataannya sendiri…  Daniel melihat coffee shop dan langsung berkata “pak…. tolong pinggir. Aku perlu kopi pagi ini.”


Supir Daniel ingin membantu membelikan kopi, tapi Daniel menolaknya, ia lebih memilih membelinya sendiri.


Kerena ini adalah hal baik bisa menghindar dari pertanyaan Sarah Li. Daniel keluar dari dalam mobil dan menuju ke coffee shop, tidak perlu waktu lama Daniel sudah kembali.


Sementara melihat Daniel masuk delam coffee shop Sarah bertanya kepada supir Daniel.


“bapak sudah lama bekerja dengan tuan muda Long??”


“iya... sudah sangat lama.” supir itu mengangguk sambil menjawab pertanyaan Sarah.


“benar baju ini dia yang membelikan??”


“kalau saya tidak salah ingat memang seperti itu. Waktu itu, tuan muda Long pulang dari luar negeri membawa


ini. Sedangkan kopernya dipegang oleh asisten pribadinya yang lain,. Semua orang yang menawarkan diri untuk membawakan tas pakaian ditolak beliau. Kemudian ketika akan pergi dari bandara, tuan muda long meminta agar dirinya yang membawa mobil. Jadi saya duduk disamping tuan muda long sambil memgang tas berisi pakaian.”


Sarah menagngguk dan melihat pakaian yang dikenakannya.


“kemudian, kami sampai di toko pakaian ia melihat nona,,, waktu itu tuan muda berkata ‘dia selalu cantik,


bagaimana mungkin ia berkeliaran keluar rumah dengan pakaian seperti itu....’ “ Supir Daniel menahan tawa mengingat tuan mudanya yang marah melihat wanita yang disukainya memakai pakaian yang terbuka.


Sarah mengangguk kemudian  melihat kearah toko, Daniel sepertinya sudah hampir selesai membeli kopi.


“terima kasih informasinya pak. Kapan – kapan kita sambung lagi. Aku mau tidur sejenak. Oh ya, tolong jangan


beritahukan apa yang kita bicarakan tadi kepada tuan muda Long.” Sarah bicara sambil melepaskan ikatan rambutnya dan merubah sandaran lebih kebelakang dan kemudian memejamkan matanya.


Daniel selesai di coffee shop dan langsung keluar dan masuk kedalam mobil. Sambil menutup pintu ia berkata :


“mari kita lanjutkan perjalanan..” kata Daniel kepada supirnya kemudian melihat kearah Sarah yang sudah tertidur dengan melepas ikatan rambutnya. Daniel memperhatikan wajah Sarah yang tidur dengan tenang.


“ini untuk bapak.” Daniel memberikan kopi kepada supirnya dan tidak lama kemudian mobil tersebut berjalan


kearah perusahaan Li.


Mereka pergi lebih awal dan sampai dikantor jam 7 pagi. Daniel membiarkan Sarah tetidur lebih lama didalam

__ADS_1


mobil karena waktu masuk kerja yang masih 1 jam lagi baru dimulai.


__ADS_2