Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 110


__ADS_3

“BANGUN….” suara itu berdenging ditelinga Sarah Li. Sarah tersadar dengan suara yang bergema dalam dirinya itu.


Sarah merasa tubuhnya diseret diatas tanah. Pundaknya terkena batuan ketika orang – orang ini menarik dirinya


dengan paksa.  Sarah membuka matanya perlahan. Rasa sakit pada pundak dan kedua tangannya yang ditarik paksa benar – benar menyiksa dirinya.


Sarah melihat masih gelap, cahaya kuning keemasan semakin menjauh darinya.


Wajah makhluk itu mendekat ke wajah Sarah membuat Sarah menoleh kearah samping menghindari wajah orang tersebut.


“sudah bangun sayangku….” suara yang menjijikan bagi Sarah itu terdengar lagi.


“jaga lidahmu.” umpat Sarah.


“Tidak lama lagi kita akan sampai kerumah kita, bersabar la sejenak.” senyuman diwajah makhluk mengerikan tanpatubuh itu membuat Sarah merasa harus segera melakukan sesuatu. Ia tidak mau lagi terjebak dalam semua hal ini selamanya.


‘sekarang atau tidak sama sekali.’ itu yang ada dibatin Sarah Li. Cahaya putih mengalir ditubuh Sarah. Sangat terang sehingga ia bisa melihat daun kering yang ada disampingnya berwarna coklat tua.


“sudah cukup bermain – mainnya.” Sarah bicara sambil memegang tangan kedua pengawal yang menarik tubuh Sarah. Ia menarik tubuh orang tersebut sehingga mereka jatuh ketanah. Sarah memukul mereka tanpa rasa ampun membuat mereka terkapar ditanah. Sarah tidak ingat berapa orang yang dihadapinya. Puluhan orang datang dan tidak berhenti datang dihadapannya. Seolah seperti daun yang jatuh dari atas pohon.


Sarah diam sesaat, matanya melihat keatas dahan pohon. Mungkin ini maksud dari orang tadi. Ia harus tetap


diatas dahan pohon dan menghindari tanah karena mereka memiliki kemapuan regenerasi yang luar biasa ketika menginjak tanah.


Sarah memanjat batang pohon dan terus memanjat, hingga dia berdiri dengan kokoh diatas sebatang dahan ang


berdiameter cukup besar. Sarah kembali melompat satu dahan ke dahan yang lain. Bahkan ia sendiri sulit memahami apakah memang dari klan manusia ular atau klan manusia monyet.


Wajah itu kembali berubah. Kali ini wajahnya penuh luka dan darah ada rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Bola matanya berubah dari warna merah menyala menjadi warna abu – abu muda. Tanpa ada pupil mata.


Mirip seperti zombie yang pernah ditonton Sarah. Ia memang paling menakuti film tentang zombie atau mayat yang hidup kembali. Makhluk ini mencoba menakut – nakuti Sarah Li. Mulutnya berdarah seolah baru menggigit tubuh seseorang.

__ADS_1


Makhluk itu berjalan dihadapan Sarah. Wajah bertemu dengan wajah. Bulu kuduk Sarah berdiri melihat makhluk


yang ada dihadapannya ini. Sarah merasa ketakutan melihat wajah yang ada dihadapannya. Bibir Sarah pucat pasih, keringat didahinya keluar semakin banyak. Bukan karena ia lelah melompati dan bergelatungan di satu dahan ke dahan yang lain. Tapi karena rasa lelah ditambah lagi rasa takut membuat tubuhnya yang tadi bersemangat menjadi gemetar seolah kehabisan tenaga.


“aku tidak sanggup lagi,,,,” batin Sarah kembali mengeluh dengan keadaan sekarang.


“aku bersama denganmu. Makhluk itu hanya bayangan yang dikendalikan dari jarak jauh oleh tuannya yang sedang berada disuatu tempat tertentu. Kamu hanya perlu dengarkan aku. Anggap yang dihadapanmu adalah wajahku. Dan aku sedang menunggu dirimu di cahaya itu.”


Sarah menarik nafas panjang “berbicara memang sangat mudah. Tahu kah kamu betapa menyeramkannya wajah orang ini. Aku takut...” kata Sarah Lirih. Air matanyaa mengalir karena ketakutan dan frustasi dengan keadannya sekarang.


Tiba tiba Sarah merasa tangan, leher, dan jari – jarinya menyebarkan rasa hangat yang menjalar sampai kedalam hati Sarah. Tidak ada kata – kata yang terucap lagi tapi Sarah bisa merasakan hangat ditubuh Sarah, mirip ketika Sarah berada ditempat bersalju dan Daniel sedanag menggendongnya. Sarah kembali mengingat kejadian tersebut.


Saat ketika ia cemburu dengan sepupunya yang terlihat sangat akrab dengan Daniel membuat Sarah kesal bukan main. Waktu itu Daniel membujuknya dengan membawanya ke beberapa tempat yang belum pernah dikunjunginya.


Bibir Sarah mulai melengkung keatas, membentuk senyuman manis dibibirnya. Ia tetap melanjutkan melompat dan bergelantungan dari satu dahan ke dahan yang lain. Tapi kali ini ia merasa Daniel Long sedang bersama dengannya, ikut melompat bersamanya dan memeluk dirinya dari belakang. Memberikan rasa aman yang dirindukan Sarah selama beberapa waktu ini.


“terima kasih..” kata Sarah perlahan didalam hati.


Mereka berdua tetap berkomunikasi dengan cara telepati. Awalnya Sarah tidak mempercayai suara yang didengarnya. Kenapa harus berbicara didalam hati? Setelah ia mengalami apa yang tadi terjadi  ketika ia bertarung dengan para pengawal yang tidak ada henti memberikan perlawanan kepadanya. Dari situ Sarah belajar untuk mempercayai orang yang sedang berbicara dengannya saat ini melalui telepati.


“aku rasa setelah keluar dari sini aku akan memberimu pelajaran. “


“kenapa??’


“perkataanmu terkesan bukan


memberikan dukungan. Tapi seolah membuat aku sebagai orang yang menyulitkanmu. Ah,,, bukan hanya itu.. lebih tepatnya kamu seperti tidak menganggapku sebagai istrimu.”


“apakah aku sekejam itu....”


“kamu selalu kejam kepada siapa pun termasuk pada istrimu sendiri. Kalau kamu tidak percaya, kamu tanyakan

__ADS_1


kepada orang disekitarmu.” komplain Sarah kepada Daniel Long


“apa kamu keberatan??”


“entah lah. Hanya saja kalau aku rasa aku sudah lelah dan tidak sanggup menghadapimu... mungkin aku akan


meninggalkanmu.” jawab Sarah santai bercampur tidak berperasaan.


“berani sekali kamu....”


“tentu saja berani. Kamu hanya tuan muda Long. Aku akan minta dukungan dari senior keluarga Long dan juga


senior keluarga Li. Aku mempunyai dua kekuatan tidak tertandingi oleh kamu. Apa masih berani melawanku tuan muda Long??”


“ahahhaaa... kamu belajar dari mana menekan orang seperti itu...” Suara tawa Daniel membuat Sarah ikut tersenyum. Hati Sarah menjadi senang walau berdebat dengan Daniel.


“kamu tidak perlu menanyakan dari siapa, karena aku sangat pintar dalam menganalisa dan beradaptasi dengan keadaanku. Kapanpun dan dimana pu aku berada.” jawab Sarah dengan bangga.


Perlahan tapi pasti Sarah menganggap makhluk mengerikan dihadapannya tidak ada. Ia mulai menikmati  perjalanan untuk kabur dari lokasi ini bersama Daniel Long yang asli. Walau hanya banyangan dalam khayalan Sarah Li. Tapi Sarah bisa melihat cahaya kuning keemasan ada bersama dirinya. Serbuk emas bertaburan disekitarnya seperti kunang – kunang yang menyinari dimalam yang gelap tanpa bulan dan bintang.


Sarah merasa ada sesuatu yang menariknya lagi kearah belakang.


“ada sesuatu yang menarikku.” keluh Sarah sambil melirik kesamping.


“jangan melihat kebelakang seperti tadi. Jika kamu bisa bertahan dengan semua rasa itu, kita akan sampai


ditempat tujuan sesaat lagi.”


“tapi tenaganya kuat sekali.” Sarah semakin lambat karena tenaga yang menarik dirinya semakin kuat.


“jangan menyerah....”

__ADS_1


“AAAA......” Sarah Li diluar kendali. Ia mengeluarkan suaranya dengan sangat kuat dan lantang. Tenaganya


nyaris habis melompat dan bergelatungan. Ditambah lagi makhluk lain yang menarik tubuhnya dengan paksa agar kembali ketempat gelap itu.


__ADS_2