
Dengan seluruh kekuatan yang ada Sarah memukul Daniel dengan kedua tangannya dan tidak bergerak sama sekali. Hanya diam, membiarkan Sarah memukuli dirinya. Setiap satu kalimat yang terucap, satu pukulan mendaran dilengan Daniel.
“lain kali kamu berani membentakku… aku akan laporkan kepada orang tuamu.”
“berani kamu melawan semua perkataanku, kamu akan aku pukul lagi tanpa ampun.”
“berani kamu menyimpan rahasia dibelakangku, aku akan memberikanmu pelajaran dan menggantung tubuhmu diatas pohon Gingko biloba.”
“jika kamu membuat ku marah lagi. Selama seminggu kamu tidur sendiri saja. Aku tidak mau melihat wajahmu walau hanya 1 detik.”
Ketika Sarah mengucapkan kalimat terakhirnya, Daniel melihat kewajahnya sambil berkata :
Tidak mau peraturan seperti itu, kamu pukul saja aku dari pada tidak melihatmu selama 1 minggu. Aku tidak mau”
“kamu berani sekali melawan perkataanku…” Sarah membesarkan bola matanya melihat Daniel
“aku tidak melawan, hanya memberikan saran.” Daniel berusaha membela dirinya dihadapan istrinya.
“saran kamu tidak aku terima.” Sarah mau membalikkan badannya, Daniel menahannya sambil memeluk dirinya.
“aku tidak bisa tidak melihatmu dalam waktu satu hari hari saja.”
“bohong” jawab Sarah dengan cepat.
“kenapa kamu tidak percaya….” Sarah mendorong Daniel agar melepaskannya dirinya.
“karena kamu sudah dinas diluar kota selama 1 minggu dan tidak pernah menghubungi ku walau hanya 1 kali saja.” jawab Sarah sambil mengangkat wajahnya.
“aku tahu aku salah,,, bukankah sudah minta maaf… aku akan memperbaikinya kedepannya.” Daniel menjawab dengan santai.
__ADS_1
“walau kamu sudah mengatakan maaf, tapi bagi ku semuanya masih teringat jelas dihati dan pikiranku.”
Mereka berdua sibuk dengan pertengkaran sebagai suami istri dan menjadi konsumsi tontonan bagi semua orang yang ada dilokasi tersebut. Mereka menatap dengan serius, terkadang tersenyum dan terkadang menahan tawa.
Sarah melihat kearah Jackie yang memunggungi mereka, dari gambaran punggungnya sangat terlihat jelas pria ini sangat sedih dan kesepian. Mungkin hal ini juga yang dirasakan Daniel yang saat ini sedang berusaha keras menutupi kesedihannya. Mungkin dengan cara seperti ini, dia bisa meluapkan sedikit rasa sedihnya. Sama dengan dirinya, berteriak kearah Daniel mungkin terdengar sangat kasar. Tapi hatinya sedikit lega ketika melakukan hal itu.
Apakah dirinya sangat kejam kepada Daniel saat ini, atau malah sebaliknya?? Bisa saja saat ini mereka berdua sama – sama saling menyakiti demi ketenangan masing – masing orang. Emosi Sarah sudah mulai redah, perlahan – lahan hatinya sudah mulai tenang.
“kamu tidak makan??” tanya Sarah lagi
“sebentar lagi….” jawab Daniel yang masih memeluk Sarah.
Sisca berjalan melewati kedua pasangan suami istri yang saling berpelukan itu dan duduk disamping Jackie. Ia
pun ingin menghibur suaminya yang sedang sedih karena ditinggal oleh sahabat dekatnya.
Daniel mengajak Sarah Li duduk lagi ditepi pantai menikmati malam yang menyedihkan hari ini. Ia ingin mengenang sahabat terbaiknya dalam malam yang gelap dan sunyi. Sarah mengikuti Daniel dan memilih duduk dihadapannya. Daniel duduk sambil memeluk Sarah Li dari belakang.
“tahukah kamu?? Nana itu adalah gadis yang cantik….” Sarah memulai pembicaraannya kepada Daniel sambil
membayangkan wajah sahabatnya.
Sarah menceritakan kepada Daniel kalau Nana adalah gadis yang selalu tidak percaya diri karena memiliki warna kulit yang lebih gelap dibandingkan orang – orang disekitarnya. Diantara rasm ongolid disetiarnya, ia menyadari kalau ia sepertinya memiliki ras negroid. Ia dan Sarah sama, tidak memiliki banyak teman. Bagi mereka berdua, sendiri lebih baik dari pada berdua.
Nana menutup diri dari pergaulan diluar sana karena menyadari dirinya berbeda dan tidak cantik seperti wanita
disekitarnya yang memiliki kulit putih / kulit kuning dan rambut lurus. Ia memiliki kulit gelap berwarna coklat tua
dengan rambut keriting – keriting kecil, hidungnya lebar dan rata. Ia selalu merasa tidak percaya diri ketika sedang berada ditempat keramaian ada orang yang melihat dirinya dan kemudian berbisik sambil menatap dirinya.
__ADS_1
Nana tidak suka berada diluar untuk sekedar berjalan – jalan. Jika ingin membeli pakaian dan kebutuhan sehari
– hari, ia lebih memanfaatkan belanja online. Agar ia tidak bertemu dengan banyak orang. Sarah selalu kesal dengan sikap Nana yang seperti ini. Baginya, Nana adalah wanita yang sangat cantik dan ramah. Jika ia tersenyum semua orang akan sangat menyukai. Orang yang ramah dan sangat nyaman jika diajak bertukar pikiran.
Wanita yang sangat pintar dan terpelajar. Sarah sangat menyukainya saat pertama kali bertemu dengannya ketika wawancara kerja. Kala itu Sarah menyamar menjadi karyawan biasa yang menjatuhkan semua dokumen yang ada ditangannya. Ketika itu hanya Nana yang bergerak paling cepat membantunya dan merapikan dokumen dengan sangat baik. Ia hanya melihat sekilas, kemudian merapikan sesuai halaman dan memberikan kepada Sarah dengan senyuman manisnya. Waktu itu, Sarah tidak memerlukan waktu lama, langsung memutuskan memilih Nana sebagai seketarisnya.
Waktu itu, Sarah Li yang pada awalnya membatalkan mengikuti wawancara karena melihat Nana, ia tertarik
mengikuti wawancara. Dan benar saja, ketika satu persatu ditanya alasan bekerja diperusahaan Li. Nana memberikan jawaban yang mengejutkan, Sarah tersenyum tipis mengingat semuanya.
“aku sadar untuk menjadi seketaris seorang direktur haruslah berwajah cantik. Jika itu persyaratan utamanya, maka ijinkan aku meminjam uang untuk melakukan operasi wajah dan kulit agar lebih menarik. Kalian bisa memotong dari gaji dan bonus yang aku dapatkan setiap bulannya.”
Sarah tidak menyangka Nana akan mengatakan hal itu, ini pertama kalinya ia mendengar secara langsung seorang calon karyawan yang baru pada tahap wawancara berani mengatakan meminjam uang perusahaan untuk operasi pada kulit dan wajahnya. Benar – benar diluar pikiran semua orang. Tapi justru itu yang disukai Sarah. Wanita ini berani berterus terang dengan kelemahannya dan melakukan negosiasi.
Walau pada awalnya, semua menolak Nana dengan berbagai alasan. Salah satunya disamping penampilan juga
perkataannya yang terlalu terus terang dan tidak memiliki etika dengan baik. Bagaimana mungkin berpikir meminjam uang perusahaan untuk membiayai operasi kecantikannya?? Benar – benar orang aneh.
Sarah bersikeras dengan pilihannya, dengan alasan bagaimana pun ia adalah tangan kanannya dan akan
melatihnya menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Semua orang tidak bisa menolak ketika direktur sudah memilih sendiri seketarisnya sendiri.
Pilihannya ternyata tidak salah. Hari pertama bekerja, Nana sudah menunjukkan keistimewaannya. Sarah mulai
memberikan tanggung jawab yang lebih kepada Nana selangkah demi selangkah dan ia berhasil melakukannya. Bahkan Sarah Li berhasil meyakinkan Nana kalau ia adalah wanita cantik yang tidak perlu melakukan operasi apapun pada tubuhnya yang sudah terlihat istimewa. Walau pada awalnya Nana sangat tidak percaya diri, tapi dengan kepribadiannya yang luar biasa kepada relasi perusahaan dan kepada semua rekan kerja bahkan kepada atasannya… ia menjadi orang yang lebih percaya diri dengan bentuk tubuhnya.
Karena bagaimanapun setiap orang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki orang lain, selama kita tetap
berusaha dan memiliki hati yang tulus kepada semua orang.
__ADS_1