Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 143


__ADS_3

Mendegar perkataan Andy Li semua tamu tertawa dan Sarah semakin merasa malu karenanya..


“papa….” protes Sarah


“bukan salah papa…. karena aku memang mencintaimu…” Daniel kembali merayu Sarah Li


Andy Li yang tadi mendengar Sarah Li memanggil namanya berbalik arah dan melihat putrinya yang masih digoda oleh Daniel. Mic yang dipegangnya tidak sengaja mengarah kepada Daniel yang berdiri tepat dibelakangnya. Semua tamu yang mendengar perkataan Daniel, ada yang tersenyum simpul da nada yang tertawa mendengarnya.


“papa…. micnya…” protes Sarah Li lagi.


“maaf….” Andy Li tersenyum menatap para tamu. Beginilah keluarga kami. Sayangnya istri ku sedang bergi


keluar negeri untuk urusan bisnis. Jika tidak, pasti akan lebih ramai. Silahkan nikmati jamuan makan siangnya, dan besok kita akan mulai untuk diskusi dengan pak Gubernur dikota kita ini.” Kata Andy Li sambil menunjuk kearah Gubernur kota mereka begitu juga arah lampu sorot yang mengarah kepadanya.


Sarah Li menatap Daniel Long dengan kesal


“kamu sudah membuat malu diriku… kamu sudah puas…. “


“aku tidak membuat dirimu malu sayang,, bukan kah wajar jika seorang suami mengatakan mencintai istrinya.


Wanita lain dibelahan dunia lain sangat jarang mendengarkan kata itu setelah menikah dengan suaminya bertahun – tahun lamanya.”


“kamu menikahiku hampir setengah tahun. Sudah bisa diambil kesimpulan sebentar lagi syukurnya aku tidak perlu mendegarkan  kata – kata itu.”


“tidak,, kamu salah… setiap hari aku akan terus mengatakan kepadamu…”


“kamu sangat menyebalkan tuan muda long… sangat menyebalkan..” kata Sarah Li dengan gigi rapat.


Daniel menghela nafas, ia tidak mau kemarahan Sarah berdampak dengan acara ini dan hubungan mereka. Daniel memutuskan berdiam diri dan memperhatikan temannya yang juga gubernur kota mereka memberikan kata sambutan dalam acara tersebut.


“kamu kenapa tidak mengatakan mengenal baik gubernur kota kita??” tanya Sarah Li yang mendadak canggung


ketika Daniel berdiam diri dan tidak mengatakan apapun.


“untuk apa gunanya?? Lebih baik aku mengatakan aku mencintaimu dan kamu sangat cantik hari ini dari pada aku sibuk dengan orang lain.”


“Daniel Long… kenapa kamu sangat menyebalkan hari ini??”


“aku tidak menyebalkan,,, aku hanya tergila – gila pada istriku aku semakin mencintaimu.”


“suamiku, rasanya aku sangat mual mendengar perkataan adik ipar” sindir Serena Li.


Sisca hanya tersenyum mendengar kedua adiknya dan juga suaminya menyindir Daniel Long yang terlihat seperti anak muda yang baru jatuh cinta.


Untungnya begitu mereka berdebat, Gubernur sudah selesai berpidato sehingga ia tidak perlu mendengarkan

__ADS_1


perkelahian antar suami istri dibelakangnya. Selesai mendengarkan Gubernur berpidato masing –masing sibuk dengan ramah tamah dengan tamu undangan. Sarah merasa kakinya sudah pegal padahal baru 1 jam dia berdiri dilokasi ini. Sarah pun keluar sejenak mencari udara segar.


“sepertinya yang tadi bukan kamu… “


“dia memang selalu membuatku jatuh cinta setiap hari. Rasanya aku ingin membalas waktu yang tidak kami


habiskan bersama.”


“kamu ini seperti orang yang baru mengenal cinta saja…”


“ya.. dia cinta pertama ku….  Sama seperti dirimu dan Sisca Li. Kita sama – sama mengejar cinta pertama kita. “


“tidak seperti dirimu yang jatuh bangun demi cinta mu.”


“tidak juga, kamu juga melakukan hal yang sama hanya saja dengan cara yang berbeda.”


“apa kamu tidak sedih ketika ia melupakanmu??”


“butuh waktu setegah tahun menjadi orang gila. Bahkan aku terbiasa melihat dirinya dari kejauhan saat aku ada waktu kembali kekota ini. Bukan kah kita sama??” David tersenyum menatap Jackie.


“ya,,, pesona nya sangat luar biasa. Menatap dari kejauhan sudah sangat luar biasa. Bisa berbicara adalah suatu keberuntungan.” Mata Jackie melihat kearah luar jendela mengingat perjalanan cintanya dengan Sisca Li.


“Sebenarnya tadi aku tidak menyangka wanita yang bersama papaku ada Sarah Li. Aku mendengar seseorang berbicara katanya papaku sangat berani membawa wanita lain bersama dengan dirinya saat mamaku sedang tidak ada. Hampir saja aku percaya. Begitu melihatnya…. aku merasa menjadi orang bodoh yang tidak mengenali wanitanya sendiri” Daniel tersenyum menertawai kebodohannya.


“mereka bertiga memang berbeda hari ini, sangat cantik dan menarik.”


Sarah Li mendengar semua pembicaraan antar pria itu. Bibirnya tidak berheti tersenyum mendengar


perkataan Daniel dan Jackie yang membahas dirinya dan kakak pertamanya.


“kenapa kalian tidak mengajak Sarah Li bergabung dengan kalian??” Chandra datang menemui Daniel dan Jackie setelah dari kamar mandi.


“Sarah Li disini??” tanya Daniel yang langsung berdiri tegak sambil melihat kearah kanan. Lokasi yang


ditunjukkan Chandra tadi.


Chandra hanya mengangguk sambil melihat kearah Sarah tadi yang sudah pergi meninggalkan mereka.


“kenapa?? apakah ada masalah??” tanya Chandra.


Daniel memegang dahinya dan ia


terlihat pusing dan serba salah. Jackie menertawakannya sambil berkata


“sepertinya kamu harus lebih keras berusaha ya tuan muda Long.”

__ADS_1


Sarah Li menghubungi supir Daniel


yang ternyata masih menunggu debasement. Sarah mendatanginya dan masuk kedalam


mobil untuk berisirahat sejenak.


“anda mau pulang sekarang nona???” tanya Supir Daniel


“tidak pak,,, saya hanya perlu beristirahat sejenak.” Sarah naik kedalam mobil dan duduk sambil merebahkan kursi kearah belakang dan menaikkan kakinya.


Supir Daniel memberikan selimut kepada Sarah karena mengenakan rok pendek.


“terima kasih” kata Sarah sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


“aku sering berbicara dengan anda, tapi aku tidak mengetahui nama anda..” Sarah Li berbicara ketika supir Daniel itu akan keluar dari dalam mobil.


“nama saya Jiang..” jawabnya dan kemudian keluar dari dalam mobil.


Pria paruh bayah itu segera menutup pintu mobil setelah ia selesai bicara pada Sarah Li.


“saya akan menghidupkan pendingin mobil untuk anda..”


“tidak perlu, cukup buka sedikit kaca mobil.” jawab Sarah Li


“baik nona….” Jiang naik kedalam mobil dan membuka kaca pintu mobil sedikit.


“apakah cukup nona??” tanya Jiang kepada Sarah Li


“ya sudah cukup terima kasih… tolong kunci pintu,, aku takut ada orang asing yang tiba –tiba masuk.


“baik nona muda Long. Menurut saya lebih baik menutup kaca mobil agar anda lebih aman dan terlindungi.”


“baiklah pak… lakukan saja yang menurut pak Jiang baik.” Sarah mengangguk lemah mendengar perkataan Jiang.


“ada yang ingin  aku tanyakan kepada bapak berhubungan dengan masalah tadi pagi.” sambung Sarah Li.


Jiang melihat Sarah Li dari kaca spion tengah yang sudah memejamkan matanya.


“bapak sudah berapa lama kerja dengan Daniel??”


“sudah 50 tahun lebih nona,….”


Sarah mengangguk dan kemudian berkata “apakah ia dari dahulu mempunyai kebiasaan melihat diriku dari jauh??”


“Tidak disangka anda juga mengetahuinya…. padahal sudah lama saya berkata, nanti nona ketiga Li akan mengetahui kalau anda suka mengikuti dan melihatinya dari jauh.. Tapi tuan muda tidak percaya… ia tetap saja melakukannya saat ia pulang kembali kekota ini. Bahkan kadang tidak pulang kerumah, hanya untuk melihat anda dari depan rumah.” Jiang berbicara dengan semangat sambil tersenyum mengingat perjuangan cinta bos besarnya.

__ADS_1


“benarkah sampai seperti itu?? “ Sarah Li membuka matanya saat mendengar cerita Jiang.


“benar nona… saya tidak berani berbohong dan melebih – lebihkan cerita.” Jiang berubah serius menatap Sarah Li.


__ADS_2