Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 43


__ADS_3

Selama tiga hari Sarah bekerja dirumah, Nana


setiap hari datang kerumah untuk memberikan dokumen yang harus diperiksa oleh


Sarah. Hari pertama Nana datang kerumah, ia meminta bantuan Alex untuk membawa


tumpukan dokumen yang harus diperiksa oleh Sarah. Sarah sangat terkejut dengan


tumpukan dokumen itu.


“kamu ingin membunuhku dengan  semua berkas


ini??” Protes Sarah


“maaf nona ketiga Li, ini adalah pekerjaan anda


selama satu minggu yang tertunda. Semua harus anda periksa dengan benar. “


Sarah menarik nafas panjang. Sarah memijat


keningnya, belum melihat berkas saja kepalanya sudah pusing. Ini pertama


kalinya ia melihat berkas sebanyak ini yang harus diselesaikan. Padahal sudah


beratus tahun ia hidup dan bekerja. Ini pertama kali, sekertarisnya menyiksa


dirinya dengan dokumen sebanyak ini.


Sarah membuka satu persatu dokumen dan membacanya.


Nana dengan setia duduk disebelah Sarah dan mencatat apabila ada hal yang perlu


dirubah dari dokumen yang sedang diperiksa Sarah.


“Bu, saya sudah bicara dengan James semalam, ia


merasa kita tidak memiliki keseriusan untuk bekerja sama dengan perusahaan


Long. Mereka katakan seharusnya kita mengganti opsi lain untuk kerja sama


dengan mereka. Ia sangat ingin bertemu dengan anda, sebagai bentuk keseriusan


perusahaan Li dalam bekerja sama dengan perusahaan Long. Mereka akan datang


kekantor 3 hari kedepan.”


“bukan kah 3 hari lagi ada pertemuan dengan


investor pertambagan?” tanya Sarah


“yaa.. anda benar sekali. “ jawab Nana sambil


tersenyum tipis kepada Sarah


“baiklah, atur saja. Janjikan sore untuk


pertemuan dengan perusahaan Long.”


Pikiran Sarah terbang ke Daniel Long, kenapa dia


mempersulit seperti ini. Bukankah ia adalah calon suaminya, kenapa begitu


perhitungan. Sebenarnya, Sarah bukannya tidak memiliki opsi lain untuk


mengganti materi kerja sama antara kedua perusahaan. Hanya saja, mengingat ada


nama besar Daniel Long dibelakang James membuat Sarah jadi bekerja setengah


hati untuk proyek ini.


“Nona, cara seperti ini sepertinya bukan seperti


diri anda. Anda yang biasa selalu optimis dan selalu memiliki ide – ide segar


apabila ada salah satu opsi dalam poin kerja sama yang ditolak. Kali ini anda


sepertinya tidak memiliki niat untuk bekerja sama dengan perusahaan Long. Anda


jangan lupa, perusahaan Long adalah perusahaan terbesar yang sudah memiliki


akses ke luar negeri. Pak Andy Li sangat berharap kita bisa menjalin kerja sama


dengan perusahaan Long dalam jangka panjang.” jelas Nana panjang lebar.


“lantas apa yang harus aku lakukan?  Aku

__ADS_1


benar – benar tidak suka menjalin kerja sama apabila ada Daniel Long


didalamnya. “ keluh Sarah sambil terus membaca dokumen ditangannya.


“kamu kenal dengan Daniel Long?” tanya Nana


sambil mendekatkan kursi kesebelah tempat tidur Sarah.


Sarah bingung bagaimana menjelaskan kepada Nana


dari awal. Tapi jika tidak menjelaskan kepada sahabatnya ini,  akan


berakhir dengan perdebatan mereka berdua.


“cepat kata kan…” Nana memaksa Sarah untuk


berbicara sambil menaikkan wajahnya menatap Sarah.


Sarah menarik nafas panjang.


“hai… nona ketiga Long. Kenapa kamu selalu


menghela nafas, kamu ada masalah…. Apa kamu berkelahi lagi dengan mama kamu?” Tanya


Nana


“tidak… tidak…. hubungan kami baik – baik saja.”


Nana menatap dengan penuh harap.


“aku dan Daniel Long akan segera menikah.” jawab


Sarah pasrah


“benarkah?? “ Nana tidak mempercayai perkataan


Sarah. Ia bahkan tidak pernah bertemu dengan Daniel Long, bagaimana ceritanya


bisa langsung akan menikah?


Sarah mengangguk lesu. “keluarga kami ternyata


sudah mengenal dengan cukup lama. Pada saat aku cuti semalam, kedua keluarga


sudah membahas mengenai hal ini.”


lebih bersemangat setelah mendengarkan perkataan Sarah.


“lantas ???” tanya Nana lagi.


“apanya yang lantas?? “ protes Sarah


“bukan kah hal ini akan mempermudah perusahaan


kita…. “


Sarah menyentil pelan kening sahabatnya itu


“apanya yang mempermudah, kerja ya kerja. Menikah ya menikah. Tidak bisa


disatukan. “ Sarah yang sedang kesal berusaha menjelaskan kepada Nana.


“kamu kan tinggal bilang kepada Daniel Long,


mohon keringanannya. “ Nana berusaha menjelaskan semuanya dengan cara


pikirannya yang simple.


“kamu tidak mengenal Daniel Long..” Sarah


menggelengkan kepalanya sambil memberikan dokumen yang sudah ditanda tanganinya


kepada Nana.


“tentu saja tidak. Aku tidak pernah bertemu


dengannya. Aku hanya pernah mendengar kalau Daniel Long adalah orang bertangan


dingin, berwajah dingin dan berhati dingin. Mungkin dia manusia salju.” Kata


Nana sambil mengerucutkan bibirnya dan memegang dagunya seolah sedang


menghayalkan sesuatu.


“kira – kira seperti itu.” jawab Sarah

__ADS_1


“benarkah?? “ Nana mengerutkan keningnya.


“kenapa kamu tidak mencoba menghubungi dia saja


untuk mendiskusikan hal ini….”


“aku tidak mempunyai nomor teleponnya.”


“nona ketiga Li, kamu mengatakan kalau ia adalah


calon suami kamu. Tidak menyimpan nomor teleponnya terdengar sangat tidak masuk


akal.” Nana menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“aku serius.”  Sarah menatap Nana tanpa


berkedip.


“baiklah… aku percaya… “ Nana kembali memegang


dagunya dan berpikir.


“cobalah berdiskusi dengan tuan Li.”


sambung Nana.


“papaku, tepatnya kedua orang tuaku sangat menyukai


dirinya. Jika aku membuat satu kesalahan, maka aku lah yang akan disalahkan


oleh keluarga Li. apa kamu paham??”


“jika begitu…. cobalah berbicara dahulu dengan


James. Ia pasti tidak akan berani menolakmu, karena bagaimana pun kamu adalah


calon istri bosnya.”


Sarah mengangguk, ide dari Nana tidak buruk.


Setidaknya ia harus bergosiasi dengan asisten pribadi Daniel terlebih dahulu.


****


Tiga hari sejak kepergian Daniel, kesehatan Sarah


sudah kembali pulih. Ia sudah bekerja kembali kekantor hari ini. Jump suit


celana pendek berwarna hitam selutut menjadi pilihan Sarah kekantor hari ini


dipadukan dengan long coat blaser berwarna kuning cerah. Rambut messy bun


dengan poni tipis dikening Sarah memberikan kesan segar dan muda. Sepatu kets


berwarna hitam dengan corak kuning menjadi pilihannya.


Beberapa karyawan terkejut dengan perubahan gaya


dari seorang Sarah Li. Jika bicara tentang seorang Sarah Li, ia selalu tidak


akan lepas dengan gaya sporty. Celana panjang, kemeja, sepatu sport adalah tiga


hal yang tidak terlepaskan jika membahas tentangnya. Sehari – hari selalu


mengenakan celana jeans. Sarah Li hanya akan mengenakan celana panjang dengan


bahan kain dan flat shoes jika menemui investor atau klien kantor.


Sarah merasa nyaman dengan gaya busana seperti


ini. Sejak mamanya mengganti semua pakaian dari dalam pakaiannya, ia mulai


belajar beradaptasi dengan gaya baru berpakaian dalam waktu hampir dua minggu


ini. Sarah belajar banyak menjadi seorang wanita, baik itu cara berpakaian dan


berjalan. Walau belum 100 %, setidaknya ia berusaha 50% untuk merubah dirinya


dari cara berpakaian. Sarah Li memang belum bisa seperti kedua kakak


perempuannya yang mengenakan rok ketika pergi kekantor atau mengenakan dress


dalam keseharian mereka.


Mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.

__ADS_1


Itu yang ada dipikiran Sarah ketika memulai kesibukan diawal pasca cuti


panjangnya.


__ADS_2