
Selama tiga hari Sarah bekerja dirumah, Nana
setiap hari datang kerumah untuk memberikan dokumen yang harus diperiksa oleh
Sarah. Hari pertama Nana datang kerumah, ia meminta bantuan Alex untuk membawa
tumpukan dokumen yang harus diperiksa oleh Sarah. Sarah sangat terkejut dengan
tumpukan dokumen itu.
“kamu ingin membunuhku dengan semua berkas
ini??” Protes Sarah
“maaf nona ketiga Li, ini adalah pekerjaan anda
selama satu minggu yang tertunda. Semua harus anda periksa dengan benar. “
Sarah menarik nafas panjang. Sarah memijat
keningnya, belum melihat berkas saja kepalanya sudah pusing. Ini pertama
kalinya ia melihat berkas sebanyak ini yang harus diselesaikan. Padahal sudah
beratus tahun ia hidup dan bekerja. Ini pertama kali, sekertarisnya menyiksa
dirinya dengan dokumen sebanyak ini.
Sarah membuka satu persatu dokumen dan membacanya.
Nana dengan setia duduk disebelah Sarah dan mencatat apabila ada hal yang perlu
dirubah dari dokumen yang sedang diperiksa Sarah.
“Bu, saya sudah bicara dengan James semalam, ia
merasa kita tidak memiliki keseriusan untuk bekerja sama dengan perusahaan
Long. Mereka katakan seharusnya kita mengganti opsi lain untuk kerja sama
dengan mereka. Ia sangat ingin bertemu dengan anda, sebagai bentuk keseriusan
perusahaan Li dalam bekerja sama dengan perusahaan Long. Mereka akan datang
kekantor 3 hari kedepan.”
“bukan kah 3 hari lagi ada pertemuan dengan
investor pertambagan?” tanya Sarah
“yaa.. anda benar sekali. “ jawab Nana sambil
tersenyum tipis kepada Sarah
“baiklah, atur saja. Janjikan sore untuk
pertemuan dengan perusahaan Long.”
Pikiran Sarah terbang ke Daniel Long, kenapa dia
mempersulit seperti ini. Bukankah ia adalah calon suaminya, kenapa begitu
perhitungan. Sebenarnya, Sarah bukannya tidak memiliki opsi lain untuk
mengganti materi kerja sama antara kedua perusahaan. Hanya saja, mengingat ada
nama besar Daniel Long dibelakang James membuat Sarah jadi bekerja setengah
hati untuk proyek ini.
“Nona, cara seperti ini sepertinya bukan seperti
diri anda. Anda yang biasa selalu optimis dan selalu memiliki ide – ide segar
apabila ada salah satu opsi dalam poin kerja sama yang ditolak. Kali ini anda
sepertinya tidak memiliki niat untuk bekerja sama dengan perusahaan Long. Anda
jangan lupa, perusahaan Long adalah perusahaan terbesar yang sudah memiliki
akses ke luar negeri. Pak Andy Li sangat berharap kita bisa menjalin kerja sama
dengan perusahaan Long dalam jangka panjang.” jelas Nana panjang lebar.
“lantas apa yang harus aku lakukan? Aku
__ADS_1
benar – benar tidak suka menjalin kerja sama apabila ada Daniel Long
didalamnya. “ keluh Sarah sambil terus membaca dokumen ditangannya.
“kamu kenal dengan Daniel Long?” tanya Nana
sambil mendekatkan kursi kesebelah tempat tidur Sarah.
Sarah bingung bagaimana menjelaskan kepada Nana
dari awal. Tapi jika tidak menjelaskan kepada sahabatnya ini, akan
berakhir dengan perdebatan mereka berdua.
“cepat kata kan…” Nana memaksa Sarah untuk
berbicara sambil menaikkan wajahnya menatap Sarah.
Sarah menarik nafas panjang.
“hai… nona ketiga Long. Kenapa kamu selalu
menghela nafas, kamu ada masalah…. Apa kamu berkelahi lagi dengan mama kamu?” Tanya
Nana
“tidak… tidak…. hubungan kami baik – baik saja.”
Nana menatap dengan penuh harap.
“aku dan Daniel Long akan segera menikah.” jawab
Sarah pasrah
“benarkah?? “ Nana tidak mempercayai perkataan
Sarah. Ia bahkan tidak pernah bertemu dengan Daniel Long, bagaimana ceritanya
bisa langsung akan menikah?
Sarah mengangguk lesu. “keluarga kami ternyata
sudah mengenal dengan cukup lama. Pada saat aku cuti semalam, kedua keluarga
sudah membahas mengenai hal ini.”
lebih bersemangat setelah mendengarkan perkataan Sarah.
“lantas ???” tanya Nana lagi.
“apanya yang lantas?? “ protes Sarah
“bukan kah hal ini akan mempermudah perusahaan
kita…. “
Sarah menyentil pelan kening sahabatnya itu
“apanya yang mempermudah, kerja ya kerja. Menikah ya menikah. Tidak bisa
disatukan. “ Sarah yang sedang kesal berusaha menjelaskan kepada Nana.
“kamu kan tinggal bilang kepada Daniel Long,
mohon keringanannya. “ Nana berusaha menjelaskan semuanya dengan cara
pikirannya yang simple.
“kamu tidak mengenal Daniel Long..” Sarah
menggelengkan kepalanya sambil memberikan dokumen yang sudah ditanda tanganinya
kepada Nana.
“tentu saja tidak. Aku tidak pernah bertemu
dengannya. Aku hanya pernah mendengar kalau Daniel Long adalah orang bertangan
dingin, berwajah dingin dan berhati dingin. Mungkin dia manusia salju.” Kata
Nana sambil mengerucutkan bibirnya dan memegang dagunya seolah sedang
menghayalkan sesuatu.
“kira – kira seperti itu.” jawab Sarah
__ADS_1
“benarkah?? “ Nana mengerutkan keningnya.
“kenapa kamu tidak mencoba menghubungi dia saja
untuk mendiskusikan hal ini….”
“aku tidak mempunyai nomor teleponnya.”
“nona ketiga Li, kamu mengatakan kalau ia adalah
calon suami kamu. Tidak menyimpan nomor teleponnya terdengar sangat tidak masuk
akal.” Nana menggelengkan kepalanya dengan cepat.
“aku serius.” Sarah menatap Nana tanpa
berkedip.
“baiklah… aku percaya… “ Nana kembali memegang
dagunya dan berpikir.
“cobalah berdiskusi dengan tuan Li.”
sambung Nana.
“papaku, tepatnya kedua orang tuaku sangat menyukai
dirinya. Jika aku membuat satu kesalahan, maka aku lah yang akan disalahkan
oleh keluarga Li. apa kamu paham??”
“jika begitu…. cobalah berbicara dahulu dengan
James. Ia pasti tidak akan berani menolakmu, karena bagaimana pun kamu adalah
calon istri bosnya.”
Sarah mengangguk, ide dari Nana tidak buruk.
Setidaknya ia harus bergosiasi dengan asisten pribadi Daniel terlebih dahulu.
****
Tiga hari sejak kepergian Daniel, kesehatan Sarah
sudah kembali pulih. Ia sudah bekerja kembali kekantor hari ini. Jump suit
celana pendek berwarna hitam selutut menjadi pilihan Sarah kekantor hari ini
dipadukan dengan long coat blaser berwarna kuning cerah. Rambut messy bun
dengan poni tipis dikening Sarah memberikan kesan segar dan muda. Sepatu kets
berwarna hitam dengan corak kuning menjadi pilihannya.
Beberapa karyawan terkejut dengan perubahan gaya
dari seorang Sarah Li. Jika bicara tentang seorang Sarah Li, ia selalu tidak
akan lepas dengan gaya sporty. Celana panjang, kemeja, sepatu sport adalah tiga
hal yang tidak terlepaskan jika membahas tentangnya. Sehari – hari selalu
mengenakan celana jeans. Sarah Li hanya akan mengenakan celana panjang dengan
bahan kain dan flat shoes jika menemui investor atau klien kantor.
Sarah merasa nyaman dengan gaya busana seperti
ini. Sejak mamanya mengganti semua pakaian dari dalam pakaiannya, ia mulai
belajar beradaptasi dengan gaya baru berpakaian dalam waktu hampir dua minggu
ini. Sarah belajar banyak menjadi seorang wanita, baik itu cara berpakaian dan
berjalan. Walau belum 100 %, setidaknya ia berusaha 50% untuk merubah dirinya
dari cara berpakaian. Sarah Li memang belum bisa seperti kedua kakak
perempuannya yang mengenakan rok ketika pergi kekantor atau mengenakan dress
dalam keseharian mereka.
Mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.
__ADS_1
Itu yang ada dipikiran Sarah ketika memulai kesibukan diawal pasca cuti
panjangnya.