Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 29


__ADS_3

Sarah menggeleng – gelengkan kepalanya. Sambil


menarik nafas panjang, Sarah turun dari tempat tidur berjalan kearah Daniel


yang berberdiri didepan kaca untuk mengobati punggungnya yang penuh luka lebam.


Lagi – lagi Sarah menarik nafas panjang, Daniel


bisa mendengarkan ******* nafas penuh kekesalan yang dikeluarkan Sarah.


“kakak Daniel… Sini aku bantu untuk mengobati


lukamu.” kata Sarah sambil senyum terpaksa melihat Daniel dan menarik dengan


paksa obat ditangannya.


Dengan penuh kekesalan Sarah mengobati luka


Daniel.


“tidak bisakah kamu pelan sedikit…”protes Daniel.


“maka dari itu jangan membuat aku marah.” kata


Sarah dengan penuh kemarahan.


Daniel hanya terdiam, memang dia yang memancing


Sarah menjadi marah. Tidak ada jalan lain baginya. Diam saja. Diluar dugaan,


Sarah mengobati dengan perlahan dan sangat lembut. Dalam waktu singkat tubuh


Daniel sudah selesai diobati, dan Sarah berkata


“tidur lah….” aku tidak akan menganggumu lagi.”


Kata Sarah sambil menggerakkan kepalanya kearah tempat tidur.


Daniel mengikuti perkataan Sarah tanpa banyak


bicara. Ia tidak mau luka ditubuhnya jadi korban kemarahan nona ketiga Li.


Sarah menutup tirai jendela sehingga suasana


menjadi sangat redup. “aku akan segera kembali dengan membawa air minum. Kamu


istirahat saja.”


Daniel tidak bereaksi apapun. Ia langsung


memejamkan mata dan tertidur dengan pulas begitu Sarah membuka pintu untuk


keluar kamar, Sarah sudah bisa mendengar nafas yang tenang dari tubuh Daniel.


Sarah tersenyum tipis menoleh kearah samping.


Ternyata ia adalah seorang yang penurut.


Sarah berjalan kearah ruang makan dengan wajah


yang berseri. Semua orang masih berkumpul diruang makan karena sedang


menceritakan peristiwa yang mereka alami. Wajah Sarah yang terlihat bahagia


membuatmereka yang sedang bercerita terhenti dan beralih melihat kearah Sarah.


Dari wajahnya sudah bisa ditebak, terjadi hal yang menarik didalam sana.


“adik…. apa yang terjadi?” tanya Serena


“tidak ada…” jawab Sarah dengan singkat sambil


menahan senyum dibibirnya.


“benar – benar tidak ada??” tanya Serena


penasaran sambil menarik wajah kearah belakang.


“ ya,,,, hanya berhasil menyiksa sedikit seorang


Daniel Long yang keras kepala.” Sarah tersenyum dengan penuh kemenangan sambil

__ADS_1


memainkan alisnya melihat kearah Serena


Serena dan Sisca saling melirik kemudian melihat


kearah Sarah. Sarah terlihat sibuk lagi di dapur mempersiapkan air hangat untuk


Daniel,


“rasanya mama sudah sedikit tenang melihat


akhirnya ada wanita sebaik Sarah yang menjaga putra kita.” Huanran melihat


kearah David, senyum kebahagian tidak bisa ditutupi. Selama beberapa tahun


belakangan, bukan tanpa usaha mereka menjodohkan Daniel kepada banyak wanita.


Semua ditolak, ketika pertama kali bertemu putra mereka langsung mengatakan


kalau dia tidak menyukai wanita yang dijodohkan kepadanya. Sudah cukup banyak


wanita yang sakit hati dibuat putranya.


Huanran pun sudah lelah, mulai dari marah sampai


membujuk dengan segala cara tidak pernah membuat putranya bisa menuruti


perkataanya untuk hal yang satu ini. Tapi ketika bertemu dengan Sarah, dengan


mudahnya ia mengatakan kepada kedua orang tuanya untuk melamar Sarah untuknya.


Hati orang tua mana yang tidak senang, Daniel sudah hidup sendirian selama ini,


dan memutuskan dengan sangat mudah untuk menikah dengan seorang wanita. Benar –


benar diluar dugaan.


“Sarah terlihat sangat perhatian, dia merawat


putra kita dengan sangat baik. Dan bisa menjadi lawan yang imbang untuk Daniel


yang keras kepala.” David berkata sambil memijat dagunya. Senyum tipis


diwajahnya sambil memandang istrinya.


kalau Sarah juga keras kepala. Apa mereka tidak masalah bersama jika sama –


sama keras?” tanya Mayleen sambil melihat Sarah yang masih sibuk di dapur


bersama pelayan


“papa rasa tidak masalah. Putri ketiga kita,


memang keras kepala tapi ketika ia bukan hati yang keras. Buktinya belakangan


ini sifatnya dengan mama jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Ia sangat


sensitive, ketika mengetahui dirinya salah…maka dengan cepat ia akan berubah.”


Andy Li berbicara sambil memperhatikan putrinya.


“aku sudah selesai…” kata Sarah dari dapur sambil


berjalan keruang makan. Sarah terlihat membawa termos minuman dan satu piring


berisi buah.


“kamu tidak sarapan??” tanya Huanran


“tidak tante, tadi malam kita hanya tidur satu


jam saja. Aku mau tidur dulu… Permisi semuanya…” Sarah membungkukkan tubuhnya


kearah semua orang yang sedang duduk di meja makan dan kemudian berlalu kearah


kamarnya.


Sarah masuk dahulu kedalam kamarnya untuk mandi,


kemudian mengganti pakaian tidur dengan model romper bermotif bunga mawar.


Model baju tidur ini adalah kesukaan Sarah,  mirip dengan pakaian

__ADS_1


 jumpsuit. Sekilas melihatnya akan terlihat seperti mengenakan Celana


pendek dan tanktop. Dengan sembarang Sarah menggulung rambutnya menjadi satu


keatas.


Sarah berjalan keluar kamar dan kemudian masuk


kedalam kamar Daniel, kemudian meletakkan air minum dan buah apel segar dimeja


sebelah tepat tidur. Sarah berdiri memperhatikan wajah Daniel. Potongan rambut


militernya selalu membuat pria ini terlihat bersih dan rapi. Alisnya tebal


memberi kesan tegas. Bibir tipis sangat cocok untuk seorang Daniel yang


memiliki mulut yang tajam.


Ujung bibir Sarah terangkat, senyum tipis dari


bibirnya sambil memperhatikan Daniel yang tertidur dengan pulas.


“kamu memang lebih tampan kalau sedang tidur,


jika sudah bicara benar – benar bermulut tajam. Menyebalkan.” kata Sarah sambil


melihat wajah penuh kedamaian.


Sebenarnya Sarah sangat penasaran dengan apa yang


terjadi dengan mereka diluar sana, keadaan tidak memungkinkan bagi Sarah untuk


ikut mendengarkan pembicaraan mereka dimeja makan tadi. Karena merawat Daniel,


Sarah mengabaikannya. Cukup banyak kesalahan yang dibuatnya kepada Daniel. Ia


adalah orang yang banyak mendapingi  dan menolong  Sarah ketika ia


mengalami masa sulit dulu. Seorang yang dengan sabar mendengarkan keluhan


tentang tidak mudahnya menjadi seorang manusia.


Seingat Sarah, Daniel dahulu adalah seorang yang


sangat hangat dan menyenangkan. Tidak hanya wajah yang tampan, lesung pipinya


saat tertawa  membuat wajahnya semakin menarik untuk dilihat. Saat ini


pria ini berubah 180 derajat. Daniel menjadi seorang pria yang dingin dan


menyebalkan. Padahal seingat Sarah ia tidak memiliki kesalahan yang fatal


ketika berinteraksi  kepada Daniel, kenapa pria ini bisa begitu dingin


kepadanya hanya dalam hitungan detik.


Sarah sebenarnya bukan tidak mau menerima


perasaan Daniel pada saat itu, ia hanya ingin pria yang bersimpuh dihadapannya


waktu itu memberinya sedikit waktu untuk mempertimbangkan semuanya.


Perlahan Sarah duduk dipinggir tempat tidur


Daniel perlahan dan memegang wajahnya. Kumis dan janggut tipis sudah terlihat


tumbuh diwajahnya.  Kulit pria ini sangat mulus, tidah terlihat pori –


pori diwajahnya sama sekali.


Rasa kantuk tidak bisa lagi ditahan, klopak mata


Sarah menutup dengan sendiri. Dalam hitungan detik, Sarah sudah tertidur dengan


lelap. Ini salah satu kebiasaan buruk Sarah, ia bisa tidur dimana pun ketika ia


mengantuk. Tubuhnya langsung tertidur disamping Daniel sambil memeluknya


seperti guling besar. Mereka berdua tidur dengan pulas. Sarah terjaga semalaman


karena menunggu para pria kembali, sedangkan para pria harus mengalami hal

__ADS_1


menegangkan diluar sana.


__ADS_2