
Sarah menggeleng – gelengkan kepalanya. Sambil
menarik nafas panjang, Sarah turun dari tempat tidur berjalan kearah Daniel
yang berberdiri didepan kaca untuk mengobati punggungnya yang penuh luka lebam.
Lagi – lagi Sarah menarik nafas panjang, Daniel
bisa mendengarkan ******* nafas penuh kekesalan yang dikeluarkan Sarah.
“kakak Daniel… Sini aku bantu untuk mengobati
lukamu.” kata Sarah sambil senyum terpaksa melihat Daniel dan menarik dengan
paksa obat ditangannya.
Dengan penuh kekesalan Sarah mengobati luka
Daniel.
“tidak bisakah kamu pelan sedikit…”protes Daniel.
“maka dari itu jangan membuat aku marah.” kata
Sarah dengan penuh kemarahan.
Daniel hanya terdiam, memang dia yang memancing
Sarah menjadi marah. Tidak ada jalan lain baginya. Diam saja. Diluar dugaan,
Sarah mengobati dengan perlahan dan sangat lembut. Dalam waktu singkat tubuh
Daniel sudah selesai diobati, dan Sarah berkata
“tidur lah….” aku tidak akan menganggumu lagi.”
Kata Sarah sambil menggerakkan kepalanya kearah tempat tidur.
Daniel mengikuti perkataan Sarah tanpa banyak
bicara. Ia tidak mau luka ditubuhnya jadi korban kemarahan nona ketiga Li.
Sarah menutup tirai jendela sehingga suasana
menjadi sangat redup. “aku akan segera kembali dengan membawa air minum. Kamu
istirahat saja.”
Daniel tidak bereaksi apapun. Ia langsung
memejamkan mata dan tertidur dengan pulas begitu Sarah membuka pintu untuk
keluar kamar, Sarah sudah bisa mendengar nafas yang tenang dari tubuh Daniel.
Sarah tersenyum tipis menoleh kearah samping.
Ternyata ia adalah seorang yang penurut.
Sarah berjalan kearah ruang makan dengan wajah
yang berseri. Semua orang masih berkumpul diruang makan karena sedang
menceritakan peristiwa yang mereka alami. Wajah Sarah yang terlihat bahagia
membuatmereka yang sedang bercerita terhenti dan beralih melihat kearah Sarah.
Dari wajahnya sudah bisa ditebak, terjadi hal yang menarik didalam sana.
“adik…. apa yang terjadi?” tanya Serena
“tidak ada…” jawab Sarah dengan singkat sambil
menahan senyum dibibirnya.
“benar – benar tidak ada??” tanya Serena
penasaran sambil menarik wajah kearah belakang.
“ ya,,,, hanya berhasil menyiksa sedikit seorang
Daniel Long yang keras kepala.” Sarah tersenyum dengan penuh kemenangan sambil
__ADS_1
memainkan alisnya melihat kearah Serena
Serena dan Sisca saling melirik kemudian melihat
kearah Sarah. Sarah terlihat sibuk lagi di dapur mempersiapkan air hangat untuk
Daniel,
“rasanya mama sudah sedikit tenang melihat
akhirnya ada wanita sebaik Sarah yang menjaga putra kita.” Huanran melihat
kearah David, senyum kebahagian tidak bisa ditutupi. Selama beberapa tahun
belakangan, bukan tanpa usaha mereka menjodohkan Daniel kepada banyak wanita.
Semua ditolak, ketika pertama kali bertemu putra mereka langsung mengatakan
kalau dia tidak menyukai wanita yang dijodohkan kepadanya. Sudah cukup banyak
wanita yang sakit hati dibuat putranya.
Huanran pun sudah lelah, mulai dari marah sampai
membujuk dengan segala cara tidak pernah membuat putranya bisa menuruti
perkataanya untuk hal yang satu ini. Tapi ketika bertemu dengan Sarah, dengan
mudahnya ia mengatakan kepada kedua orang tuanya untuk melamar Sarah untuknya.
Hati orang tua mana yang tidak senang, Daniel sudah hidup sendirian selama ini,
dan memutuskan dengan sangat mudah untuk menikah dengan seorang wanita. Benar –
benar diluar dugaan.
“Sarah terlihat sangat perhatian, dia merawat
putra kita dengan sangat baik. Dan bisa menjadi lawan yang imbang untuk Daniel
yang keras kepala.” David berkata sambil memijat dagunya. Senyum tipis
diwajahnya sambil memandang istrinya.
kalau Sarah juga keras kepala. Apa mereka tidak masalah bersama jika sama –
sama keras?” tanya Mayleen sambil melihat Sarah yang masih sibuk di dapur
bersama pelayan
“papa rasa tidak masalah. Putri ketiga kita,
memang keras kepala tapi ketika ia bukan hati yang keras. Buktinya belakangan
ini sifatnya dengan mama jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Ia sangat
sensitive, ketika mengetahui dirinya salah…maka dengan cepat ia akan berubah.”
Andy Li berbicara sambil memperhatikan putrinya.
“aku sudah selesai…” kata Sarah dari dapur sambil
berjalan keruang makan. Sarah terlihat membawa termos minuman dan satu piring
berisi buah.
“kamu tidak sarapan??” tanya Huanran
“tidak tante, tadi malam kita hanya tidur satu
jam saja. Aku mau tidur dulu… Permisi semuanya…” Sarah membungkukkan tubuhnya
kearah semua orang yang sedang duduk di meja makan dan kemudian berlalu kearah
kamarnya.
Sarah masuk dahulu kedalam kamarnya untuk mandi,
kemudian mengganti pakaian tidur dengan model romper bermotif bunga mawar.
Model baju tidur ini adalah kesukaan Sarah, mirip dengan pakaian
__ADS_1
jumpsuit. Sekilas melihatnya akan terlihat seperti mengenakan Celana
pendek dan tanktop. Dengan sembarang Sarah menggulung rambutnya menjadi satu
keatas.
Sarah berjalan keluar kamar dan kemudian masuk
kedalam kamar Daniel, kemudian meletakkan air minum dan buah apel segar dimeja
sebelah tepat tidur. Sarah berdiri memperhatikan wajah Daniel. Potongan rambut
militernya selalu membuat pria ini terlihat bersih dan rapi. Alisnya tebal
memberi kesan tegas. Bibir tipis sangat cocok untuk seorang Daniel yang
memiliki mulut yang tajam.
Ujung bibir Sarah terangkat, senyum tipis dari
bibirnya sambil memperhatikan Daniel yang tertidur dengan pulas.
“kamu memang lebih tampan kalau sedang tidur,
jika sudah bicara benar – benar bermulut tajam. Menyebalkan.” kata Sarah sambil
melihat wajah penuh kedamaian.
Sebenarnya Sarah sangat penasaran dengan apa yang
terjadi dengan mereka diluar sana, keadaan tidak memungkinkan bagi Sarah untuk
ikut mendengarkan pembicaraan mereka dimeja makan tadi. Karena merawat Daniel,
Sarah mengabaikannya. Cukup banyak kesalahan yang dibuatnya kepada Daniel. Ia
adalah orang yang banyak mendapingi dan menolong Sarah ketika ia
mengalami masa sulit dulu. Seorang yang dengan sabar mendengarkan keluhan
tentang tidak mudahnya menjadi seorang manusia.
Seingat Sarah, Daniel dahulu adalah seorang yang
sangat hangat dan menyenangkan. Tidak hanya wajah yang tampan, lesung pipinya
saat tertawa membuat wajahnya semakin menarik untuk dilihat. Saat ini
pria ini berubah 180 derajat. Daniel menjadi seorang pria yang dingin dan
menyebalkan. Padahal seingat Sarah ia tidak memiliki kesalahan yang fatal
ketika berinteraksi kepada Daniel, kenapa pria ini bisa begitu dingin
kepadanya hanya dalam hitungan detik.
Sarah sebenarnya bukan tidak mau menerima
perasaan Daniel pada saat itu, ia hanya ingin pria yang bersimpuh dihadapannya
waktu itu memberinya sedikit waktu untuk mempertimbangkan semuanya.
Perlahan Sarah duduk dipinggir tempat tidur
Daniel perlahan dan memegang wajahnya. Kumis dan janggut tipis sudah terlihat
tumbuh diwajahnya. Kulit pria ini sangat mulus, tidah terlihat pori –
pori diwajahnya sama sekali.
Rasa kantuk tidak bisa lagi ditahan, klopak mata
Sarah menutup dengan sendiri. Dalam hitungan detik, Sarah sudah tertidur dengan
lelap. Ini salah satu kebiasaan buruk Sarah, ia bisa tidur dimana pun ketika ia
mengantuk. Tubuhnya langsung tertidur disamping Daniel sambil memeluknya
seperti guling besar. Mereka berdua tidur dengan pulas. Sarah terjaga semalaman
karena menunggu para pria kembali, sedangkan para pria harus mengalami hal
__ADS_1
menegangkan diluar sana.