Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 59


__ADS_3

Sarah ternyata benar – benar tertidur ketika


sampai dikantor. Daniel dengan sabar menunggu Sarah yang sedang tidur dengan


lelap dipundaknya. Tadi malam mereka tidur sampai tengah malam, Daniel juga


mengetahui Sarah sempat terbangun pada malam hari dan duduk di pohon Gingko


Biloba didepan kamarnya, ia baru kembali tidur menjelang subuh.


James dan supir Daniel memilih menunggu diluar


mobil. Karena tidak ingin menganggu suasana romantis pengantin baru.


Andy yang merasa penasaran melihat mobil Daniel


ada didepan lobby tapi masih tidak keluar dari dalam mobil, memilih menjemput


menantunya. Dengan cepat ia turun kelantai dasar dengan menggunakan lift dan


kemudian berjalan kearah mobil Daniel dan membuka pintu mobil.


“kenapa….. “ belum selesai Andy Li bicara ia


melihat putrinya tertidur dengan lelap dipundak Daniel.


“maaf pa…. Sarah tertidur. Aku tidak bisa keluar


sekarang, jika dia sudah bangun aku akan segera menemui papa.” kata Daniel


Tanpa menjawab Andy Li mengangguk dan tersenyum


melihat Sarah dan Daniel secara bergantian. Kemudian melambaikan tangannya dan


meninggalkan mobil Daniel. Sayangnya ketika Andy Li menutup pintu mobil tidak


sengaja menutup dengan kuat sehingga mengejutkan Sarah.


Dengan cepat ia mengangkat kepalanya dan melihat


daerah sekitar. Sarah mengenali kalau ini adalah Perusahaan Li.


“kita sudah sampai?? kenapa kamu tidak


membangunkanku kalau sudah sampai?”


“tidur kamu sangat lelap. Aku merasa ingin


menganggu tidurmu.”


Sarah mengusap matanya dengan tisu yang terlihat


sembab karena banyak menangis tadi pagi.


“terima kasih, aku tutun dulu.” kata Sarah dengan


cepat memakai ranselnya dan keluar dari dalam mobil.


James terlihat berdiri didepan pintu mobil Daniel


dan begitu melihat Sarah keluar dari dalam mobil ia langsung berdiri dengan


tegak.


“selamat siang nona…. maksud ku nyonya Daniel


Long.” James merasakan ada udara berbahaya dibelakang dirinya dan Sarah. Lebih


baik dengan cepat mengkoreksi perkataanya sebelum berakhir dengan duel maut


dengan sahabat yang merangkap sebagai atasannya.


Sarah tersenyum dan berjalan dengan cepat kearah


kantor. Daniel dengan cepat mengikuti Sarah.


“sayang…. “ Daniel memanggil Sarah yang terkesan


tidak memperdulikan panggilan Daniel.


Daniel mempercepat jalannya dengan setengah


berlari. “sayang… kamu lupa dengan ponsel kamu.”


Sarah melihat ponselnya ditangan Daniel. “maaf..


aku lupa. Terima kasih.” Sarah mengambil ponselnya dan berjalan lagi.


Langkahnya terhenti melihat layar televisi LED di lobby kantor dengan ukuran


besar. Dan menyiarkan video pernikahan mereka berdua tadi pagi. Sarah sangat


terkejut melihat semuanya bisa dengan cepat diseberakan kesemua orang.

__ADS_1


Sarah berbalik arah dan menatap Daniel, semua


karyawan di perusahaanya menatap mereka berdua sambil tersenyum. Menyapa Sarah


dengan mengucapkan selamat berbahagia. Sarah tersenyum kepada semua orang yang


menyapa dirinya dan Daniel.


Jika saat ini dia mengabaikan Daniel maka akan


sangat terlihat ia menikah bukan karena ketulusan hatinya. Sarah masih melihat


kearah Daniel, dan kemudian berjalan menghampirinya.


Jujur dalam hati Sarah belum siap mendengar


ucapan selamat dengan pernikahan mereka. Sarah menarik tangan Daniel dan


mengajaknya masuk kedalam lift khusus eksekutif. Sarah dengan cepat menekan


angka 15 menuju ruangannya.


“apakah tadi kamu yang merekam??” tanya Sarah


langsung ke inti masalah


“bagaimana mungkin aku bisa merekam itu jika


orang yang direkam adalah kita berdua...” jawab Kevin dengan tenang.


“kamu yang meminta salah seorang anggota mu untuk


merekam semuanya??” Sarah menaikkan intonasi suaranya.


“sayang... pernikahan adalah berita bahagia.


Apakah salah jika ada orang yang mendokumentasikannya dan membagikan cerita


bahagia kita??” tanya Kevin


Sarah memejamkan matanya cukup lama sambil


menarik nafas panjang. “berita pernikahan tidak perlu di siarkan dikantor


 tuan muda LONG.” penekanan pada kata Long sudah sampai pada tahap kesal.


Daniel berusaha keras menahan emosinya dan tetap


berusaha memahami keinginan istrinya.


dengan suara penuh pengertian


“tidak perlu kamu tanyakan lagi, kamu adalah tuan


pembuat keputusan. Jika aku sudah mengatakan hal ini kamu tidak perlu


menanyakan lagi.” rasa kesal Sarah semakin menjadi.


“baiklah, aku akan meminta ijin kepada papa untuk


menghapus video itu.” Daniel mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.


Mendengar nama papa, Sarah merasa ada yang salah.


Jika pria ini benar – benar membawa papanya dalam masalah kecil seperti ini.


Sudah pasti keluarga Li tidak akan mengampuninya.


“tidak perlu, aku saja yang urus.” kata Sarah


sambil mencari nomor personalia diperusahannya. Sarah menghubungi manager


personalia agar tidak memutar video pernikahan dirinya. Manager personalia


segera melakukan perintah Sarah.


“apa kamu benar – benar tidak bisa menerima


pernikahan kita...” kata Daniel yang mulai mengeluarkan rasa kecewanya kepada


Sarah. Nada bicara Daniel terdengar menyayat hati Sarah yang seolah bersikap


kejam dan tidak berperasaan kepada dirinya.


Bersamaan dengan itu pintu lift terbuka dilantai



Andrew masuk kedalam lift dan merasa ada perasaan canggung diantara Daniel


dan Sarah. Mereka bertiga sangat hening didalam lift. Andrew berusaha


memecahkan suasana kaku diantara mereka bertiga.

__ADS_1



“Saya sudah mendengar kabar pernikahan anda


berdua, selamat atas pernikahannya dan semoga selalu berbahagia sampai akhir


hayat.” Andrew tersenyum dengan tulus melihat mereka berdua.


Sarah tersenyum tipis. “ terima kasih.” jawab


Sarah singkat


Daniel terlihat tidak senang dengan sikap Sarah.


Bisanya dia bersikap manis kepada pria lain, sedangkan dengan dirinya tidak


seperti itu.


Pintu lift terbuka dilantai 15. Sarah memegang


tangan Daniel “kami permisi dulu.” kata Sarah sambil tersenyum ramah. Kemudian


Sarah membawa Daniel Long kedalam ruangannya. Sarah menutup pintu ruangannya


dan kemudian mengurung Daniel yang lebih tinggi darinya dengan kedua tangannya.


Ini adalah kedua kalinya ia melakukan hal ini kepada Daniel.


Daniel mengangkat tubuh Sarah dan mendudukannya


dimeja kerjanya. Kedua tangan Daniel berada dimeja tepat disamping kedua kaki


Sarah. Wajahnya mendekat


“apa yang kamu lakukan??” tanya Sarah dengan


gugup. Bukankah awalnya Daniel yang diintimidasi olehnya kenapa malah berganti


posisi? Batin Sarah menolak dengan kekalahan ini.


Sarah mundur kebelakang, tapi sayangnya Daniel


memegang pinggang Sarah dengan kuat, menjebak wanitanya agar tidak pergi jauh


darinya.


“aku hanya ingin bertanya,,, apakah menikah


denganku begitu memalukan bagimu??” wajah Daniel berubah menjadi dingin dan


tidak berperasaan.


“aku tidak mengatakan hal itu.” Sarah menjawab


dengan menggeleng dengan cepat. Wajah ketakutan mulai terpancar diwajahnya.


Daniel memajukan lagi tubuhnya kearah Sarah “kamu


memang tidak mengatakan hal itu, tapi perkataan dan sikapmu tadi didalam lift


menunjukkan kalau kamu memang seperti itu.”


Sarah semakin merasa terancam dengan mendekatnya


tubuh Daniel. ‘bukan.... bukan... “ Sarah menggeleng lagi dengan cepat.


“jadi...” Daniel mulai mendominasi Sarah dan


membuat jantung  wnita ini berdetak dengan kencang. Nafas Daniel mulai


terasa berhembus diwajah Sarah.


Sarah menyibak poni didahinya untuk menyamarkan


rasa gugupnya. Sarah menelan ludah dan kemudian berkata “ini adalah kantor,


tempat orang bekerja. Tidak pantas membagikan hal seperti ini.”


Sarah berusaha membela diri tekanan Daniel yang


mendominasi dirinya.


Daniel memejamkan mata dan mengangguk perlahan


“baiklah... jika memang ini yang diinginkan oleh istriku.” Daniel mengambil


kesempatan mencium kening Sarah.


Disaat yang bersamaan Serena dan Sisca masuk


kedalam ruangan Sarah tanpa mengetuk pintu dan mendapatkan kesempatan melihat


keromantisan pasangan baru ini. Sarah mengintip dari samping tubuh Daniel.

__ADS_1


Begitu melihat kedua saudara perempuannya tersenyum malu melihat mereka berdua,


Sarah menyembunyikan wajahnya didada Daniel.


__ADS_2