
Sarah ternyata benar – benar tertidur ketika
sampai dikantor. Daniel dengan sabar menunggu Sarah yang sedang tidur dengan
lelap dipundaknya. Tadi malam mereka tidur sampai tengah malam, Daniel juga
mengetahui Sarah sempat terbangun pada malam hari dan duduk di pohon Gingko
Biloba didepan kamarnya, ia baru kembali tidur menjelang subuh.
James dan supir Daniel memilih menunggu diluar
mobil. Karena tidak ingin menganggu suasana romantis pengantin baru.
Andy yang merasa penasaran melihat mobil Daniel
ada didepan lobby tapi masih tidak keluar dari dalam mobil, memilih menjemput
menantunya. Dengan cepat ia turun kelantai dasar dengan menggunakan lift dan
kemudian berjalan kearah mobil Daniel dan membuka pintu mobil.
“kenapa….. “ belum selesai Andy Li bicara ia
melihat putrinya tertidur dengan lelap dipundak Daniel.
“maaf pa…. Sarah tertidur. Aku tidak bisa keluar
sekarang, jika dia sudah bangun aku akan segera menemui papa.” kata Daniel
Tanpa menjawab Andy Li mengangguk dan tersenyum
melihat Sarah dan Daniel secara bergantian. Kemudian melambaikan tangannya dan
meninggalkan mobil Daniel. Sayangnya ketika Andy Li menutup pintu mobil tidak
sengaja menutup dengan kuat sehingga mengejutkan Sarah.
Dengan cepat ia mengangkat kepalanya dan melihat
daerah sekitar. Sarah mengenali kalau ini adalah Perusahaan Li.
“kita sudah sampai?? kenapa kamu tidak
membangunkanku kalau sudah sampai?”
“tidur kamu sangat lelap. Aku merasa ingin
menganggu tidurmu.”
Sarah mengusap matanya dengan tisu yang terlihat
sembab karena banyak menangis tadi pagi.
“terima kasih, aku tutun dulu.” kata Sarah dengan
cepat memakai ranselnya dan keluar dari dalam mobil.
James terlihat berdiri didepan pintu mobil Daniel
dan begitu melihat Sarah keluar dari dalam mobil ia langsung berdiri dengan
tegak.
“selamat siang nona…. maksud ku nyonya Daniel
Long.” James merasakan ada udara berbahaya dibelakang dirinya dan Sarah. Lebih
baik dengan cepat mengkoreksi perkataanya sebelum berakhir dengan duel maut
dengan sahabat yang merangkap sebagai atasannya.
Sarah tersenyum dan berjalan dengan cepat kearah
kantor. Daniel dengan cepat mengikuti Sarah.
“sayang…. “ Daniel memanggil Sarah yang terkesan
tidak memperdulikan panggilan Daniel.
Daniel mempercepat jalannya dengan setengah
berlari. “sayang… kamu lupa dengan ponsel kamu.”
Sarah melihat ponselnya ditangan Daniel. “maaf..
aku lupa. Terima kasih.” Sarah mengambil ponselnya dan berjalan lagi.
Langkahnya terhenti melihat layar televisi LED di lobby kantor dengan ukuran
besar. Dan menyiarkan video pernikahan mereka berdua tadi pagi. Sarah sangat
terkejut melihat semuanya bisa dengan cepat diseberakan kesemua orang.
__ADS_1
Sarah berbalik arah dan menatap Daniel, semua
karyawan di perusahaanya menatap mereka berdua sambil tersenyum. Menyapa Sarah
dengan mengucapkan selamat berbahagia. Sarah tersenyum kepada semua orang yang
menyapa dirinya dan Daniel.
Jika saat ini dia mengabaikan Daniel maka akan
sangat terlihat ia menikah bukan karena ketulusan hatinya. Sarah masih melihat
kearah Daniel, dan kemudian berjalan menghampirinya.
Jujur dalam hati Sarah belum siap mendengar
ucapan selamat dengan pernikahan mereka. Sarah menarik tangan Daniel dan
mengajaknya masuk kedalam lift khusus eksekutif. Sarah dengan cepat menekan
angka 15 menuju ruangannya.
“apakah tadi kamu yang merekam??” tanya Sarah
langsung ke inti masalah
“bagaimana mungkin aku bisa merekam itu jika
orang yang direkam adalah kita berdua...” jawab Kevin dengan tenang.
“kamu yang meminta salah seorang anggota mu untuk
merekam semuanya??” Sarah menaikkan intonasi suaranya.
“sayang... pernikahan adalah berita bahagia.
Apakah salah jika ada orang yang mendokumentasikannya dan membagikan cerita
bahagia kita??” tanya Kevin
Sarah memejamkan matanya cukup lama sambil
menarik nafas panjang. “berita pernikahan tidak perlu di siarkan dikantor
tuan muda LONG.” penekanan pada kata Long sudah sampai pada tahap kesal.
Daniel berusaha keras menahan emosinya dan tetap
berusaha memahami keinginan istrinya.
dengan suara penuh pengertian
“tidak perlu kamu tanyakan lagi, kamu adalah tuan
pembuat keputusan. Jika aku sudah mengatakan hal ini kamu tidak perlu
menanyakan lagi.” rasa kesal Sarah semakin menjadi.
“baiklah, aku akan meminta ijin kepada papa untuk
menghapus video itu.” Daniel mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.
Mendengar nama papa, Sarah merasa ada yang salah.
Jika pria ini benar – benar membawa papanya dalam masalah kecil seperti ini.
Sudah pasti keluarga Li tidak akan mengampuninya.
“tidak perlu, aku saja yang urus.” kata Sarah
sambil mencari nomor personalia diperusahannya. Sarah menghubungi manager
personalia agar tidak memutar video pernikahan dirinya. Manager personalia
segera melakukan perintah Sarah.
“apa kamu benar – benar tidak bisa menerima
pernikahan kita...” kata Daniel yang mulai mengeluarkan rasa kecewanya kepada
Sarah. Nada bicara Daniel terdengar menyayat hati Sarah yang seolah bersikap
kejam dan tidak berperasaan kepada dirinya.
Bersamaan dengan itu pintu lift terbuka dilantai
Andrew masuk kedalam lift dan merasa ada perasaan canggung diantara Daniel
dan Sarah. Mereka bertiga sangat hening didalam lift. Andrew berusaha
memecahkan suasana kaku diantara mereka bertiga.
__ADS_1
“Saya sudah mendengar kabar pernikahan anda
berdua, selamat atas pernikahannya dan semoga selalu berbahagia sampai akhir
hayat.” Andrew tersenyum dengan tulus melihat mereka berdua.
Sarah tersenyum tipis. “ terima kasih.” jawab
Sarah singkat
Daniel terlihat tidak senang dengan sikap Sarah.
Bisanya dia bersikap manis kepada pria lain, sedangkan dengan dirinya tidak
seperti itu.
Pintu lift terbuka dilantai 15. Sarah memegang
tangan Daniel “kami permisi dulu.” kata Sarah sambil tersenyum ramah. Kemudian
Sarah membawa Daniel Long kedalam ruangannya. Sarah menutup pintu ruangannya
dan kemudian mengurung Daniel yang lebih tinggi darinya dengan kedua tangannya.
Ini adalah kedua kalinya ia melakukan hal ini kepada Daniel.
Daniel mengangkat tubuh Sarah dan mendudukannya
dimeja kerjanya. Kedua tangan Daniel berada dimeja tepat disamping kedua kaki
Sarah. Wajahnya mendekat
“apa yang kamu lakukan??” tanya Sarah dengan
gugup. Bukankah awalnya Daniel yang diintimidasi olehnya kenapa malah berganti
posisi? Batin Sarah menolak dengan kekalahan ini.
Sarah mundur kebelakang, tapi sayangnya Daniel
memegang pinggang Sarah dengan kuat, menjebak wanitanya agar tidak pergi jauh
darinya.
“aku hanya ingin bertanya,,, apakah menikah
denganku begitu memalukan bagimu??” wajah Daniel berubah menjadi dingin dan
tidak berperasaan.
“aku tidak mengatakan hal itu.” Sarah menjawab
dengan menggeleng dengan cepat. Wajah ketakutan mulai terpancar diwajahnya.
Daniel memajukan lagi tubuhnya kearah Sarah “kamu
memang tidak mengatakan hal itu, tapi perkataan dan sikapmu tadi didalam lift
menunjukkan kalau kamu memang seperti itu.”
Sarah semakin merasa terancam dengan mendekatnya
tubuh Daniel. ‘bukan.... bukan... “ Sarah menggeleng lagi dengan cepat.
“jadi...” Daniel mulai mendominasi Sarah dan
membuat jantung wnita ini berdetak dengan kencang. Nafas Daniel mulai
terasa berhembus diwajah Sarah.
Sarah menyibak poni didahinya untuk menyamarkan
rasa gugupnya. Sarah menelan ludah dan kemudian berkata “ini adalah kantor,
tempat orang bekerja. Tidak pantas membagikan hal seperti ini.”
Sarah berusaha membela diri tekanan Daniel yang
mendominasi dirinya.
Daniel memejamkan mata dan mengangguk perlahan
“baiklah... jika memang ini yang diinginkan oleh istriku.” Daniel mengambil
kesempatan mencium kening Sarah.
Disaat yang bersamaan Serena dan Sisca masuk
kedalam ruangan Sarah tanpa mengetuk pintu dan mendapatkan kesempatan melihat
keromantisan pasangan baru ini. Sarah mengintip dari samping tubuh Daniel.
__ADS_1
Begitu melihat kedua saudara perempuannya tersenyum malu melihat mereka berdua,
Sarah menyembunyikan wajahnya didada Daniel.