Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 133


__ADS_3

Sarah terbangun dan melihat diatas tubuhnya sudah ada jas Daniel. Pria itu sudah tidak ada didalam mobi,


sepertinya sudah masuk kedalam. Pikir Sarah. Ia melihat jam tangannya sudah jam 9 pagi. Tertidur selama 2 jam membuat tubuhnya lebih nyaman. Kursi dan penyangga kakinya benar – benar sempurna untuk beristirahat selama perjalanan.


Sarah melihat disamping pintunya berdiri 3 orang pria yang memakai jacket coklat begitu juga disisi kanan pintu


mobil. Jantung Sarah berdetak dengan cepat. Apakah ia berada dalam mimpi itu lagi??


Suara dering ponsel mengejutkannya. Sarah terkejut melihat wallpaper ponselnya berubah dengan foto


pernikahannya dengan Daniel. Bukan kah tidak ada yang mengetahui kode ponselnya?? Bagaimana mungkin bisa berubah hanya dalam hitungan jam?? Batin Sarah mulai berbicara sendiri dan mulai menatap curiga setiap orang yang ada disekitarnya.


“kamu sudah bagun sayang?? Rapat internal akan dimulai 30 menit lagi. Segera naik keatas.” suara Daniel tanpa basa basi langsung memberi instruksi kerja kepada Sarah kemudian mematikan panggilannya.


Sarah masih terkejut dengan tingkah seperti seorang atasan. Apa pria ini tidak memiliki hati?? Padahal bagaimana pun ia adalah istrinya, pria ini memang keras kepala. Bagaimana bisa dia berbicara seperti itu kepada direktur pelaksana? Bagaimana pun ini adalah perusahaan Li. Bukan perusahaan Long, dimana ia bisa dengan berbicara dengan nada perintah seperti itu.....


Sarah menggenggam erat ponselnya. “pria menyebalkan...” teriak Sarah dari dalam mobil. Pengawal yang


mendengarkannya langsung menatap karah dalam mobil.


“minggir” kata Sarah dengan kesal kepada pengawal yang menjaga dirinya didalam mobil. Mengawal menatapnya dengan bingung.


“katakan kepada bos kalian, jangan memerintahku seolah aku adalah bawahannya.” Sarah bicara sambil menunjuk – nunjuk dada salah satu  pengawal.


Pengawal itu terlihat diam saja sambil berdiri dengan posisi tegak.  Melihat pengawal itu hanya diam, Sarah semakin emosi. “telepon dia sekarang....” bentak Sarah.


Mobil yang terparkir di didepan kantor ditambah suara Sarah yang kuat membuat orang memperhatikan dirinya dan para pengawal yang mengenakan jacket kulit berwarna coklat yang sedang mengelilinginya.


Sarah satu pengawal terlihat menghubungi Daniel dan pengawal yang ada dihadapan Sarah hanya diam tidak


bergeming sama sekali. Sarah menggelengkan kepalanya, ia sangat kesal dibuat Daniel Long.


Petugas kemanan kantor mendatangi Sarah Li dan berkata “ada yang bisa kami bantu Direktur Sarah Li??”


“Tidak ada masalah pak, mereka pengawal pibadi tuan muda Long. Aku hanya tidak suka dijaga seperti ini.” Sarah menatap mereka satu persatu dengan wajah kesal.

__ADS_1


“baik Direktur Sarah Li, kedepannya jika anda merasa tidak nyaman dengan kehadiran mereka... kami akan


meminta mereka tidak masuk kekawasan kantor.””


“jika bisa begitu sudah aku usirdari tadi. Tapi mengingat mereka juga orang  dari perusahaan Long. Bisa – bisa Daniel Long akan mencabut investasinya dengan perusahaan kita.’


Sarah menarik nafas panjang karena menahan kesal. Bagaimana pun mereka tidak bisa disalahkan. Daniel lah


yang salah dan yang harus bertanggung jawab dengan rasa marahnya sekarang.


“terima kasih atas perhatiannya, sudah kita kembali bekerja saja.” kata Sarah Li yang sudah mulai reda emosinya mencoba tersenyum dihadapan karyawannya. Ia berjalan dengan mengepalkan tangan. Emosinya belum redah kepada Daniel.


‘awas kamu naga hijau.... tunggu saja balasan dariku’ gumam Sarah Li sambil berjalan kearah lift eksekutif dan


menekan tombol lantai 15.


Sarah sampai dilantai 15 dan Jun langsung menyapanya didepan pintu lift.


“selamat pagi nona ketiga Li, semoga hari anda menyenangkan..” katanya sambil menganggukkan kepalanya sekali. Sarah membalasnya dengan hal yang sama dan langsung masuk keruangannya.


“pagi ini ada rapat dengan hasil investigasi terhadap insiden perusahaan kita beberapa waktu yang lalu. Kemudian pak Jackie akan menyampaikan laporan kerja di pertambangan. Siang ini juga ada jadwal makan siang bersama dengan Direktur Daniel Long bersama para direktur perusahaan Li. Demikian jadwal anda hari ini.” Jun membacakan jadwal kerja dan kemudian menyerahkan berkas yang perlu ditanda tangani Sarah Li. Setelah selesai membaca sejenak dan menanyakan garis beras dari berkas yang diberikan Jun Sarah mengangguk dan menandatangani berkas tersebut.


penanya. Kemudian Jun mengambil dari tangannya “biar saya saja...” sambil tersenyum


“terima kasih... jawab Sarah tersenyum ramah kepada Jun.


“aku lupa menanyakan kepadamu Jun, bagaimana dengan perkembangan perusahaan fashion kita?? Sudah hampir satu bulan ini aku lupa meminta updatenya.”


Jun menekan tombol lift dan kemudian mempersilahkan Sarah naik terlebih dahulu dan kemudian dirinya ikut


masuk kedalam lift.


“mengenai perusahaan fashion yang sedang dikerjakan ...” Jun mengehentikan pembicaraannya karena Daniel


menghalangi pintu lift tertutup dan masuk bersama asisten pribadinya.

__ADS_1


“lanjutkan” kata Sarah sambil mengabaikan kehadiran Daniel.


“ohh... baik...” Jun terlihat gugup karena Daniel meilhat dirinya seperti melihat makanan lezat yang akan ditelannya bulat – bulat.


“perusahaan  fashoin kita akan bekerja sama dengan perusahaan Long yang sudah bekerja sama dengan perusahaan Long. Pak Chandra besok akan hadir dan menyampaikan laporan kerja kepada anda untuk lengkapnya.”


“kenapa harus perusahaan Long??” tanya Sarah dengan santai seolah tidak ada Daniel didalamnya


“karena... karena...” Jun ragu menjawab pertanyaan Sarah. Ia takut akan menyinggung perasaan Daniel Long.


Sarah menatap wajah Daniel dan kemudian melihat kearah Jun. “ kamu cukup katakan kepadaku apabila dia melakukan intimidasi kepada dirimu.”


Sarah terlihat serius dan ternyata kedua suami istri ini mempunyai sikap dan sifat yang hampir sama yaitu


seorang yang suka menekan tanpa kata – kata.


Pintu lift terbuka dilantai 8. “sore hari jadwal ku kosong???” tanya Sarah kepada Jun sambil keluar dari dalam


lift.


“benar sekali nona ketiga Li. Setelah makan siang jadwal anda kosong” jawab Jun


“kita keluar sebentar.” Kata Sarah sambil terus berjalan keruangan rapat dan Jun mengikutinya dari belakang


sambil mengangguk.


“sepertinya nona muda Long sangat sibuk hari ini.” kata Daniel sambil mempercepat langkahnya agar bisa berjalan berdampingan dengan Sarah.


“tuan muda Long terlalu memuji, Saya rasa anda adalah orang yang paling sibuk yang hidup didunia ini.” Sarah mengangkat ujung bibirnya dan kemudian masuk kedalam ruangan rapat.


Ini adalah pertama kali dirinya masuk keruangan ini setelah kejadian Andrew waktu itu. Semua karpet, meja, kursi dan wallpaper dinding ruangan terlihat sudah diganti. Tapi Sarah masih merasa takut setiap mengingat peristiwa itu. Sarah menghentikan langkah kakinya di pintu ruangan yang sudah terbuka lebar. Kakinya terlihat enggan masuk kedalam.


“anda tidak apa – apa  direktur??” tanya Jun yang cemas wajah Sarah yang berubah menjadi ketakukan.


“kalian masuk saja lebih dahulu, biar aku bersama direktur Sarah.” jawab Daniel.

__ADS_1


Ketika Jun akan masuk kedalam, Sarah memegang jas Jun “tunggu...” Sarah mengatur nafasnya dan kemudian menggoyangkan kepalanya, setelah ia merasa sudah cukup berani... Sarah masuk kedalam dan Daniel menggengam tangan Sarah yang sudah dingin sepeti es.


Sarah ingin melepaskan tangan Daniel, karena bagaimana pun pria ini masih terlihat sangat menyebalkan dimatanya. Tapi pria ini memberikan energi yang membuat Sarah merasa lebih hangat dan tenang.


__ADS_2