Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 105


__ADS_3

Pintu kamar Sarah kembali diketuk.


“buka pintunya” kata Daniel dengan suara memaksa.


Sarah terdiam sesaat ia, tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.


“Sarah, cepat buka pintunya.” Suara ketukan semakin kuat membuat Sarah tidak ada pilihan selain kembali


berjalan kearah pintu dan membukanya.


“ada apa??” tanya Sarah kesal.  Daniel menerobos kedalam kamar dan memeriksa semua sudut kamar dan lemari. Tidak ada satu sudut ruangan yang tidak diperiksa olehnya dan para pengawal. Sarah hanya memperhatikannya dengan mata sayu.


Lingkaran hitam dimata Sarah sudah membuatnya mirip dengan panda. Pipinya semakin tirus dan tubuhnya lemas tidak berdaya. Tapi mulutnya tetap berbicara dengan tajam.


“kalian mencari apa??? “ tanya Sarah yang terus memperhatikan mereka semua bergerak keseluruh ruangan. Bahkan sampai kebalkon kamar.


“kamu kira aku selingkuh??” kata Sarah dengan kesal.


“kamu kira aku menyimpan laki – laki lain dikamar ini..” lanjut Sarah dengan suara keras berbicara kepada


Daniel yang terkejut melihat Sarah marah.


Ketika ia marah energinya kembali pulih. Semangatnya muncul dan rasa sakit kepalanya langsung hilang.


“bukan … bukan begitu.” Jawab Daniel dengan terbata – bata.


“kamu kira aku wanita murahan??” Sarah berjalan kearah Daniel sambil menunjuk – nunjuk dadanya.


“walau aku tidak mencintaimu, setidaknya kamu  tahu…. aku tidak semudah itu selingkuh dengan pria mana pun. Kamu boleh periksa ponsel ku. Lihat semua daftar panggilan masuk dan pesan masuknya. Semua urusan pekerjaan. Kalau pun ada pesan biasa yang masuk itu dari kedua saudariku.  Cara yang kamu lakukan sangat rendahan dan sangat merendahkan..”  Sarah terus mengomel dan menujuk – nujuk kearah Daniel dan membuat dirinya tersudut di dinding.


“apa…” tanya Sarah dengan lantang sambil menaikkan wajahnya menatap Daniel sambil menantangnya.


“aku… aku mendengar ada suara didalam ruanganmu tadi… Aku merasa perlu memeriksanya.” jawab Daniel dengan sangat hati – hati.


“mundur kalian….” teriak Sarah diwajah Daniel yang ditujukan kepada pengawal yang ada dibelakangnya.


Pengawal itu menatap Daniel dan Daniel terlihat memejamkan matanya, memberi kode agar mereka mendegarkanperkataan Sarah Li.


Perlahan – lahan mereka mundur beberapa langkah.


“keluar dari kamarku. “ bentak Sarah


“cepat kalian keluar” perintahDaniel kepada pengawalnya.


Pengawal itu bergerak akan  meninggalkan kamar dan Sarah Li berbicara “diam ditempat.” jelas tapi sangat

__ADS_1


tegas.


Pengawal itu tidak mendegarkan perkataan Sarah dan seolah memang tidak ada niat mendengarkan Sarah. “DIAM DITEMPAT” Teriak Sarah


Daniel memejamkan matanya,terlihat jelas pria dihadapan Sarah terintimidasi dengan perbuatan istrinya.


“kalian dengarkan perkataannya.”Daniel berbicara dengan gugup. Suaranya terdengar bergetar.


Para pengawal menghentikan langkahnya dan berbalik arah melihat mereka berdua.


“mulai sekarang, apa yang aku katakan, kalian harus dengarkan. Jika kalian membantah perkataanku. BAKAR


MEREKA” ketika Sarah menyebutkan kata ‘bakar mereka’ matanya berkilat merah sambil menatap penuh kebencian kearah Daniel.


“aku… aku rasa… tidak perlu sekeras itu kepada mereka.” kata Daniel dengan wajah ketakutan.


“bukankah kamu yang mengajarkan aku masalah ini. Kita sudah membakar 100 manusia klan selama 1 bulan kita menikah. Apa kamu lupa?? Jangan – jangan kamu lupa.” Senyum yang dingin diwajah Sarah yang pucat membuatnya terlihat seperti mayat hidup yang menakut – nakuti orang hidup.


“ada masalah??” tanya Sarah yang semakin mengintimidasi Daniel Long.


“jangan – jangan kamu selingkuh?? Sehingga kamu melupakan semua hal tentang kita??” kata Sarah sambil menendang kursi disampingnya dan hancur setelah membentur dinding. Salah satu pengawal berhasil menghindar dan terlepas dari bahaya.


Sarah melepaskan tangannya dari kerah baju Daniel dan berbalik arah melihat kearah pengawal tadi.


“kembali kemari…” kata Sarah


“sudah.. sudah… sudah…. aku salah… aku salah… aku mohon jangan marah lagi,” bujuk Daniel


Sarah menggelengkan kepalanya seolah dengan tegas berkata aku tidak peduli kepada Daniel. Sarah menapar


pengawal yang mengindar tadi dan tubuhnya melayang dan membentur tembok kamar.


“itu hukuman untuk kalian yang tidak mendengarkan perkataan ku. PAHAM” kata paham ditekan dengan sangat kuat seperti seorang komandan perang yang sedang memberikan instruksi kepada anggotanya.


“paham” kata mereka tiba – tiba secara bersamaan.


“bagus” kata Sarah memukul pelan pipi ke tiga pengawal yang ada dihadapannya secara bergantian.


“Aku dan suamiku sangat tidak murah hati. Bukankah begitu suami??” tanya Sarah melihat kearah samping.


“tentu saja.. perhatikan apa yang dikatakan istriku.” Daniel Long berkata dengan ketakutan.


Sarah mendekati tubuh pengawal yang terpental kedinding tadi, dengan kaki kirinya ia membalikkan tubuhnya dan tidak bergerak sama sekali.


“suamiku,,, ini  adalah korban ke 101. Hari ini aku sangat bersemangat. Tolong belikan perawatan kecantikan ku yang seperti biasa dirumah. Sekarang.” Sarah berbicara dengan santai tapi keempat pria yang masih sadar

__ADS_1


diruangan malah menjadi ketakutan karenanya.


“baik istriku. Aku akan membelinya. Kamu mau merek apa??”


“sepertinya kamu memang selingkuh, bagaimana mungkin kamu tidak mengetahui apapun tentang istrimu.”Sarah berbalik arah menatap dingin kearah Daniel


“tidak… tidak… aku hanya sedikit lupa karena terlalu banyak bekerja dari pagi sampai malam ini.” jawab Daniel


dengan gugup.


“sepertinya satu pukulan dikepala akan membuatmu mengingat semuanya tentang aku…” Sarah berbalik arah sambil tersenyum dingin.


Daniel yang menghadapinya ketakutan setengah mati. Para pengawal mundur selangkah demi selangkah untuk


menghindari masalah dengan nona ketiga Li.


Sarah mulai melangkah dan wajah tertekan mulai terlihat jelas diwajah Daniel. Sarah menghentikan langkah


kakinya dan berputar arah kearah salah satu pengawal. Sarah memegang lehernya dan mengangkatnya tinggi. Suara tercekik membuat semua pria diruangan itu ketakutan.


“tenanglah,,,,, nona ketiga Li… tenanglah… “ kata Daniel Long.


“apa kamu masih berani menanyakan kepadaku merek dan makanan apa yang mau aku makan sekarang??” ncam Sarah  sambil terus mengangkat pengawal itu. Sarah mengankatnya dengan mudah seolah tidak ada berat yang dirasakan dirinya.


“aku tahu,,, aku tahu…. turunkan dia segera.” kata Daniel


Sarah mencampakkan tubuh pengawal tadi dan berdiri didepan pengawal ketiga sambil menaikkan alisnya dan tersenyum dengan senang.


Sarah membunyikan satu persatu jari tangannya dan memutar lehernya sampai terdengar suara ‘krtak… krtak..


krtak..’ dari tubuh Sarah.


“sejak kita menikah, aku jadi malas berolah raga. Hari ini sungguh menyenangkan, bisa menggerakkan seluruh


tubuhku dengan leluasa.” Sarah melihat kedua pengawal  yang masih berdiri dihadapan Sarah dengan


wajah ketakutan.


“suami,,,, segera lah pergi dan beli semua yang aku mau. Aku harap kamu kembali paling lama 1 jam. Lewat dari situ, satu persatu anggotamu akan….. Sarah menggerakkan jari telunjuknya dileher. Mencoba menekan bahwa kalau Daniel berani membuat masalah maka ia atau pengawalnya akan berakhir sama dengan kedua orang yang sudah diberikan pelajaran.


Daniel mengangguk dengan cepat dan berlari keluar ruangan. Begitu juga dengan pengawalnya


“bawa orang ini,,,, atau kalian mau melihat aku menelan mereka hidup – hidup”


Pengawal Daniel Long berbalik arah dan membopong rekannya keluar dari ruangan kamar Sarah dengan terburu – buru.

__ADS_1


__ADS_2