Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 118


__ADS_3

“kamu tahu…. malam itu sangat dingin.. Dia menyuruhku untuk masuk kedalam mobil. Bukannya membuka jacketnya untuk ku. Ketika hal itu terjadi, jujur aku sangat takut. Saat itu aku berpikir apa kamu sudah ingin berpisah denganku, atau kamu sudah memiliki wanita lain. karena seorang pria yang sudah berhasil menikahi wanita yang diincarnya cendrung tidak menjaganya.”


Danile menyentil dahi Sarah Li. “jangan pernah berpikir yang seperti itu. Kamu seperti sedang menceritakan


ceita horror sekarang.”


“sakit…. “ keluh Sarah sambil memegang keningnya dan memukul pelan dada Daniel dengan kesal.


“maafkan aku,” Daniel mencium kening Sarah yang tadi disentilnya.


“itu lah kamu keras kepala tapi sangat lembut disini,….” Sarah menunjuk dada Daniel


Daniel tersenyum mendengar pujian istrinya.


“kamu tahu… waktu itu aku rasa angin bertiup sangat dingin. Kalau disitu kamu, pasti akan segera membuatku


merasa hangat, dia tidak.  Mungkin kalian berdua sama – sama perhatian kepadaku. Hanya saja caranya berbeda. Dan pada saat beberapa kali kami bertengkar, dia sama sekali tidak ada perlawanan kepadaku. Selalu mengiyakan perkataanku. “


“apa kamu senang dengan pria seperti itu???” tanya Chandra.


“ketika sedang lelah, tentu saja senang. Setiap wanita ingin didengarkan oleh pasangannya tanpa banyak bicara


dan perlawanan. Tapi jika orang itu melawan seperti orang yang disampingku ini.” kata Sarah sambil melirik Daniel dan kemudian kembali tersenyum.


Daniel membesarkan matanya ketika istrinya berani menjelek – jelekan suaminya dihadapannya sendiri.


“kamu….” kata Daniel kesal.


“kenapa??? harusnya kamu bersyukur aku menceritakan keburukanmu dihadapanmu. Bukan dibelakang mu seperti seorang pengecut.”  jelas Sarah tanpa beban.


Semua orang diruangan itu tertawa mendengar Sarah yang berani melawan seorang Daniel Long yang terkenal keras kepala dan tidak mau mengalah.


Daniel menggelengkan kepalanya mendengar Sarah yang berceloteh seperti anak kecil.


“kenapa cincin ini bisa bersinar tapi orang itu tidak mengetahui kalau energinya dari ini???” Sarah menaikkan


jari kirinya keatas kearah langit yang gelap. Warna hijau toscanya terlihat berkilau dengan indah dimalam hari.


“karena didalamnya ada energi keluarga Long yang akan melindungi pemiliknya.” jelas Daniel

__ADS_1


“waktu aku sedang berlari ke arah lubang cahaya, dan tubuhku terluka, aku tiba – tiba mengingat sesuatu.


Peristiwa yang hampir sama. Kamu menyuruhku pergi untuk berlari, dan demi menyelamatkan ku…. kamu dikelilingi orang berjubah hitam dan mereka menghunuskan pedangnya kearahmu.”


Sarah kembali memiringkan tubuhnya kearah Daniel untuk mendapatkan jawaban yang diinginkannya.


“aku sering bermimpi seperti ini, aku berlari dikejar banyak orang berjubah hitam dihutan dan ada kamu disitu.


Walau rambutnya berbeda, tapi aku yakin itu kamu. Pasti kamu.” Sarah meyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya dalam pikirannya adalah nyata.“kamu orangnya kan??” tanya Sarah lagi.


Semua orang dibalkon itu terdiam, para orang tua bertukar pandangan satu sama lain.


“bukan kah sudah jelas??” jawab Daniel dengan tenang


“apanya yang jelas??” tanya Sarah balik


“baik itu dialam bawah sadar mu dan didunia nyata hanya aku yang akan menyelamatkan dirimu.” jawab Daniel


dengan bangga.


Sarah memutar bola matanya, mendengar Daniel memuji dirinya sendiri cukup membuat Sarah malas untuk melihat pria yang satu ini.


“kakak pertama dan kakak kedua, apakah aku pernah mengalami masalah yang tiba – tiba aku melupakannya??” tanya Sarah sambil berpaling menatap Sisca yang ada disebelahnya dan memunggungi Daniel.


Sisca sambil berpikir


Kedua orang tua Sarah membesarkan pandangannya kearah Sisca. Sayangnya Sisca tidak melihatnya karena kedua orang tuanya duduk disofa panjang sebelah  kanannya. Posisi sedikit jauh jadi Sisca tidak terlalu melihat kedua orang tuanya.


“waktu kamu kabur karena tidak mau makan ya….” jawab Serena dengan cepat.


“kemudian kamu lari dari rumah, kami berdua mengejar kamu. Kemudian…… “ Serena juga terdiam ada ingatan yang terlupakan mereka bertiga.


“kemudian kita ditemukan paman Alex, dipinggir sungai dengan wajah penuh luka dan berlumpur.” sambung Sisca


“dan kemudian…. walau sudah dalam keadaan terluka, kita dimarahi habis – habisan oleh kedua ornag tua kita.” Kata Sisca lagi.


Mereka tertawa bersama mengingat kenakalan mereka diwaktu kecil.


“tapi…. aku selalu merasa ada yang aneh. Kita keluar kemudian masuk kedalam hutan dibelakang rumah. Setelah itu apa yang terjadi sehingga kita semua pingsan ya….” Sarah selalu berusaha mengingat hal ini tapi tidak pernah berhasil menemukan jawabannya.

__ADS_1


“benar juga.. terkadang aku juga penasaran” sambung Serena.


“mungkin pada saat itu kalian bertemu dengan babi hutan atau singa atau bahkan harimau yang mengejar kalian


sehingga kalian lari ketakutan.” Daniel berusaha menjawab sembarangan untuk


pertanyaan mereka yang tidak terpecahkan.


“jika hewan buas yang mengejar kami, kenapa mereka tidak memakan kami ketika kami jatuh pingsan??” tanya Sarah


“bukankah sangat mudah?” jawab Daniel


“karena daging ditubuh kalian tidak bisa membuat mereka kenyang. Jadi untuk apa buang – buang energi mencerna makanan seperti kalian.” Daniel menjawab seadanya membuat ketiga bersaudari Li mengangkat kepala bersamaan melihat kearah Daniel dengan tatapan tajam.


“aku rasa bisa diterima. Seorang pemburu biasanya melihat hasil buruannya, apakah pantas untuk dimakan atau


tidak.”  Jackie berbicara sambil melihat Sisca


“waah…. kakak ipar, kamu sepertinya ahli dalam berburu.” sahut Serena


“tidak juga…. aku justru paling sering diburu..” jawab Jackie


“benarkah??” Sarah kembali memiringkan tubuhnya kearah Sisca.


“diburu mengejar cinta Sisca Li yang membuat aku gila…” Jackie tertawa  begitu berbicara dengan adik iparnya.


Sarah dan Serena yang mendengar perkataan Jackie langsung berbalik badan dan tidak menanggapi kakak iparnya dan kakak pertamanya yang tersenyum menebar kemesraan diantara mereka.


Sarah tersenyum senang, berkumpul lagi bersama keluarga adalah hal yang menyenangkan. Bersama orang – orang yang dicintai ternyata membuat dirinya berbahagia. Hal yang dirindukannya setiap hari ketika dikurung dirumah itu, bisa bercanda dengan kedua orang tuanya dan kedua saudaranya. Merindukan orang yang sudah menjadi suaminya.


Ternyata ketika berjauhan, orang yang menyebalkan menjadi sangat dirindukan.


“tahukah kalian…. ketika malam hari aku melihat cahaya kuning keemasan dari jauh…Melihat itu rasanya aku


merindukan kalian semua. Tidak memiliki ponsel untuk menghubungi kalian membuat aku nyaris gila karenanya. Aku merindukan kalian sama seperti merindukan cahaya itu. Hingga akhirnya aku rasa, aku tidak tahan lagi hidup tanpa kalian. Walau aku berakhir pada kematian karena keluar dari rumah itu, aku pikir tidak masalah. Karena setidaknya aku sudah mencoba. “


Mendengar perkataan Sarah Li, hati Daniel menjadi sedih. Bagaimana pun ia juga sangat merindukan dirinya


sepeti orang gila. Daniel menarik Sarah Li ke pelukannya dan mencium keningnya.

__ADS_1


“semua sudah berlalu, mari belajar dari pengalam yang sudah terjadi agar tidak melakukan kesalahan yang


sama.” kata Daniel dengan suara yang pelan tapi sangat jelas terdengar ditelinga Sarah.


__ADS_2