
Liburan sudah selesai, Sarah kembali kepada kesibukannya. Hari ini dia, Nana, Edward dan Jackie pergi
bersama untuk melihat langsung kantor yang terbakar. Daniel yang pada awalnya berniat untuk ikut pergi bersama Sarah mengurungkan niatnya karena ada urusan bisnis yang tidak bisa ditunda. Ia berjanji akan menyusul Sarah begitu urusannya selesai hari ini.
Sarah dan Nana masuk kedalam ruangan yang terbakar, aroma hangus langsung menyambut hidung mereka. Ternyata kerusakannya sangat parah, semua peralatan mesin baru yang dibeli, hanya bersisa puing berwarna hitam saja. Sarah berjalan dengan sepatu botsnya dan rambut yang diikat ekor kuda. Baju kemeja hitam dengan perpaduan celana jeans menjadi pilihan Sarah untuk berkunjung ke tempat yang seperti ini.
Nana memegang lehernya berkali – kali. Sambil sesekali melihat kearah sekeliling.
“ada apa?” tanya Sarah
“apa kamu tidak merasa, sepertinya ada yang sedang mengawasi kita?” kata Nana sambil terus melihat
kearah sekeliling dengan waspada.
Sarah mengikuti arah pandangan Nana, tapi tidak merasa ada yang aneh disekitarnya.
“aku rasa tidak ada masalah.” Sarah menaikkan pundaknya dan tetap berjalan mengelilingi sisa puing kebakaran.
Nana menarik tangan Sarah, wajah takut tidak bisa disembunyikannya “aku rasa sebaiknya kita menunggu anggota kita yang lain. Sangat berbahaya disini.” Nana lagi – lagi memegang lehernya dengan satu tangan dan tangan yang lain menggenggam tangan Sarah.
“kalau kamu merasa takut sebaiknya kamu kembali saja. Atau sebaiknya kamu menunggu diluar saja. Aku masih harus memeriksa didalam bangunan ini.” Sarah memegang kamera DSLR dan terlihat sibuk memotret seluruh bagian bagunan.
“bukankah petugas keamanan tadi sudah mengatakan hati – hati didalam bangunan banyak bahan yang sudah rapuh karena terbakar.” Nana tidak putus asa membujuk Sarah agar mau meninggalkan bangunan ini.
“ya…. aku akan berhati – hati. Kamu tenang saja.” Jawab Saran dengan santai. Sarah memeriksa setiap detail
bangunan dan mengambil gambar dengan kameranya.
“aku masih lama didalam sini, jika kamu takut keluar saja dahulu.” sambung Sarah lagi sambil melihat seketarisnya yang memegang kuat ujung bajunya.
Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya “tuan muda Long menyuruhku tidak boleh meninggalkan dirimu sendiri. Aku harus tetap bersama dengan mu. Wajahnya dan bangunan ini sama seramnya. Aku tidak mau ada masalah denganya.” Nana bicara sambil menoleh kearah kiri, kanan dan belakang secara bergantian.
“kamu hubungi saja dia sekarang, katakan kalau istrinya tidak mau mendengarkan perkataanmu. Aku yakin dia akan langsung datang.” Sarah bicara degan penuh percaya diri sambil mengatur fokus kameranya.
__ADS_1
“aku tidak habis pikir dengan mu. Biasanya kamu selalu waspada didaerah baru kita kunjungi, kenapa kamu terlihat lebih santai?? Bahkan aura mistis seperti ini kamu tidak bisa rasa….. “ Belum selesai Nana bicara dari atas jatuh rangka atap bangunan. Suara nyaringnya memenuhi ruangan dan membuat Nana wajah Nana pucat karena terkejut.
“apa itu??” Sarah membalikkan tubuhnya bersama dengan Nana dan melihat rangka atap yang terbuat dari baja
ringan jatuh tidak jauh dari dari mereka.
“kamu … kamu…. kamu… lihaat itu…” Nana bicara dengan terbata – bata. Terlihat jelas dia sedang ketakutan. Tanganya bergetar menunjuk benda yang jatuh tadi.
“ya… aku sudah melihatnya.” Sarah menjawab dengan santai dan melanjutkan kegiatannya.
Nana masih mengatur nafasnya yang naik turun, berkali – kali ia mengatur nafas agar detak jantungnya kembali
normal.
“aku rasa sebaiknya kita keluar dari sini.” kata Nana yang tidak menyadari kalau Sarah sudah menghilang dari sampingnya.
“Sarah…. jangan membuatku takut. Kenapa ruangan ini menjadi sangat hening.” Nana membalikkan badan dan tidak menemukan Sarah disampingnya. Tidak ada jejak dari Sarah sama sekali.
“Sarah… Sarah Li…. “ air mata Nanan mulai menetes, jantungnya berdetak dengan cepat karena Sarah hilang didepan matanya. Dengan tangan bergetar Nana mengeluarkan ponsel dari saku blazer hitam miliknya. Keringat mengalir didahinya dan dengan gerakan cepat Nana mengusap keringat dan memperbaiki rambut ikalnya yang panjang.
Nana menghubungi Sisca Li dan panggilan langsung tersambung.
“Nona pertama Li, tolong… Sarah Li….. “ Suara Nana terputus
“halo, Nana… Nana… apa kamu masih disitu?? “
“nana…. “ Sisca Li langsung berdiri dari kursinya dan menyebutkan nama Nana dengan sangat kuat membuat peserta rapat yang sedang berada diruangannya terkejut mendengar suara Sisca Li.
Panggilan dari Nana langsung terputus dan ketika mencoba menghubunginya lagi sudah tidak aktif. Nomor ponsel Sarah Li juga tidak aktif. Sisca Li menghubungi suaminya yang seharusnya ada didekat adiknya. Tiga kali nada sambung terdengar, langsung diangkat oleh Jackie
“suami, apa kamu berada didekat Sarah?”
“tidak, aku sedang rapat di kantor utama, Sarah Li pergi melihat kantor yang terbakar bersama dengan Nana.”
__ADS_1
“pergi ketempat itu sekarang, sesuatu terjadi dengan Sarah.”
Jackie langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggal rapat yang sedang diikutinya menuju
bangunan terbakar tersebut. Ponsel masih menempel ditelinganya dan panggilan tidak diputus Jackie.
Sambil berlari Jackie memakai handsfree blue tooth ditelinganya dan memasukkan ponsel kedalam saku jasnya.
Jarak bangunan memang tidak terlalu jauh. Jackie berlari sekuat tenaga, ia tidak mungkin menggunakan energi miliknya dikondisi banyak orang seperti ini.
“aku matikan panggilannya dahulu. Aku harus menghubungi Daniel Long, hubungi aku kembali setelah sampai
dibangunan itu.”
“ya…. kamu tenanglah.. “ Jackie mematikan panggilannya dan didepannya sudah terlihat bangunan yang
terbakar. Ia melihat Nana sudah dibawa petugas keamanan keluar dari bangunan. Dengan nafas terengah – engah Jackie mendekati petugas itu yang sedang menggendong Nana.
“kemana adik iparku? Apa kalian melihatnya??” tanya Jackie
“kami hanya menemukan nona ini pak, nona ketiga Li tidak ada didalam bangunan.”
“kamu sudah pastikan???” Jackie
“sudah pak, anggota kami yang lain masih didalam mencari keberadaan Nona ketiga Li”
“aku akan masuk kedalam. “
“sebaiknya bapak hati – hati karena bangunan sudah sangat rapuh. Kami mengetahui ada terjadi sesuatu setelah mendengar ada suara dentuman dari dalam bangunan, ternyata rangka atap baja jatuh.”. Salah satu petugas keamanan memberikan pelindung kepala kepada Jackie
“terima kasih infomasinya” Jackie menepuk pelan pundak petugas keamanan dan masuk kedalam bangunan setelah memakai pelindung kepala.
Begitu masuk kedalam bangunan terdengar suara beberapa orang memanggil nama Sarah Li. Jackie menggunakan tenaganya untuk melacak keberadaan energi Sarah tapi tidak terdeteksi sama sekali. Tidak ada terdeteksi energi sama sekali didalam sini. Kenapa aku tidak bisa merasakan energi Sarah Li? Batin Jackie.
__ADS_1