
Daniel mengangkat kepala Sarah Li dan meletakkannya diatas pangkuannya. Sarah sudah tertidur dengan pulas.
Huanran dan Mayeleen memeriksa keruangan ganti karena kedua pengantin tidak kembali ketempat acara.
Mereka berdua tersenyum melihat kedua pengantin tertidur karena kelelahan.
Daniel terbangun degan posisi Sarah Li memeluk dirinya seperti guling.
Daniel membuka mata dan melihat sekeliling, ia sudah ada dikamar tidur rumahnya. Daniel Long memejamkan matanya dan ternyata yang memindahkan mereka berdua kembali kerumah adalah Mayleen dan Huanran.
Sarah Li tiba - tiba terbangun. Matanya melihat kulit manusia, Sarah Li merasa masih berada dalam gedung acara pernikahannya, kenapa dia bisa tidur bersama orang lain.... Sarah Li segera membuka selimut dan melihat kimono yang digunakannya sudah tidak rapi lagi, beberapa bagian pribadi tubuhnya terekspose.
Sarah berbalik arah dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Benar - benar memalukan.... kenapa bisa terjadi hal seperti ini... Sarah Li kamu benar - benar bodoh. Umpat
Sarah kepada dirinya sendiri.
"aku lapar, mu makan tidak??" kata Daniel.
Sarah terkejut mendengar suara Daniel yang tiba - tiba dari arah belakang, Suara Daniel sangat dekat, nafasnya bisa dirasakan Sarah dibagian lehernya.
"tidak... aku mengantuk.. Kamu saja." jawab Sarah gugup.
Selesai berbicara suara dari lambung Sarah berkata hal yang sebaliknya. Daniel tersenyum tipis, untung Sarah
Li tidak melihatnya, jika ia melihat Daniel mentertawakan dirinya sekarang, ia pasti akan marah kepadanya.
"baiklah jika kamu mau tidur, aku akan pergi untuk cari makan dulu." Daniel mencium leher Sarah, membuat
dirinya menaikkan pundaknya untuk menutupi lehernya.
Daniel berdiri dan berjalan kearah ruang pakaian, Sarah bisa melihat pria ini hanya mengenakan celana pendek tanpa
atasan karena ia berjalan kearah sisi ruangan dihadapan Sarah.
Sarah menutup wajahnya dengan selimut. Pria ini menganggapnya seperti tidak ada diruangan sama sekali.
"kamu yakin tidak mau ikut???" Kata Daniel sambil mengenakan baju.
Sarah Li yang mendengar Daniel berbicara kepadanya menurunkan selimutnya, pintu ruangan ganti tidak ditutup sehingga Sarah bisa menyaksikan apa yang dilakukan Daniel diruangan itu.
Daniel mengenakan jam tangan digitalnya sambil keluar dari ruangan ganti pakaian.
Sarah menggeleng perlahan dari dalam selimut, hanya keningnya yang terlihat bergeleng.
__ADS_1
Lagi - lagi suara lambung Sarah terdengar memenuhi ruangan kamar. Sarah Li semakin merasakan udara panas
dibawah selimut yang dikenakannya.
"aku tidak suka keluar malam hari seperti pria yang tidak beristri, ku mohon temani lah aku." Kata
Daniel dengan senyum tipis diwajahnya.
Sarah Li bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Jika ia tetap keras kepala maka semalaman ia akan
kelaparan.
"aku tidak suka dipaksa,,,,," Sarah Li bicara sambil menghempaskan selimut ditubuhnya dan
memegang kuat kimono yang digunakannya.
Daniel tidak berekspresi sama sekali. Sarah Li berlari dengan cepat kedalam ruangan ganti dan menutup pintu
dengan kuat dan cepat.
Daniel mengetuk pintu ruangan kamar dan berkata "sayang.... aku akan siapkan mobil. Kamu langsung kebawah ya..." Kata Daniel sambil tersenyum membayangkan wajah Sarah Li yang lucu.
"hmmm.." jawab Sarah Li dengan singkat.
Daniel keluar dari dalam kamar dan menuruni anak tangga dengan cepat. Dan masuk ke garasi mobil. Daniel memilih menaiki mobil sport berwarna putih.
"kamu mau makan apa??? " Daniel yang sedang fokus mengemudi menyempatkan diri untuk melihat kearah Sarah sejenak kemudia kembali fokus melihat jalan raya.
"aku ingin makan yang berkuah, kemudian pedas dan gurih." Sarah tersenyum sambil menaikkan alisnya
melihat Daniel.
"jam seperti ini sudah sedikit rumah makan yang buka. Bagaimana kalau rumah makan korea??? Samgyetang,
tteokkboki, atau ...." Daniel masih sibuk menerangkan Sarah memotong pembicaraan Daniel
"baiklah... " jawab Sarah dengan suara lantang, ia merasa mulutnya sudah panas. Perlahan - lahan air liurnya terasa membasahi rongga mulutnya.
"baiklah kita kesana." Daniel memacu kendaraannya dijalanan yang sunyi. Malam yang semakin larut tidak
membuat kota ini mati suri. Suasana tetap ramai walau di jam istirahat seperti sekarang ini.
"kamu sering keluar malam??" tanya Sarah memecah kesunyian diantara mereka.
"aku sering pulang malam. Jadi terkadang aku mencari makan malam."
__ADS_1
"bukankah setahu ku kamu sangat memperhatikan penampilan??? Aku perhatikan kami setiap pagi selalu berolah raga." Sarah melihat kearah perut Daniel yang rata.
Sangat bertolak belakang dengan dirinya yang memiliki lipatan lemak diperutnya.
"tentu saja aku harus tetap menjadi orang kuat agar bisa menjaga istriku dengan baik." Daniel mengedipkan
matanya menatap Sarah Li.
Sarah menoleh kearah Daniel dan menahan senyumnya.
"apa kamu menyesal punya istri hiper aktif seperti aku ini??
"tidak, justru aku merasa menjadi punya motivasi untuk menjadi yang lebih dan lebih baik lagi."
Sarah Li tidak menjawab hanya mempermainkan bibirnya dengan membentuk kerucut sambil menaikkan alisnya.
"oh ya,,, aku lupa memberitahukan kepadamu, kalau sekarang aku sedang membuat rumah untuk kita semua. Aku tidak mau kamu kesepian dan terlalu jauh untuk bisa bersama kedua orang tuamu dan juga kedua saudarimu. Sekarang masih tahap pencarian lahan. Aku akan memberikan informasi perkembangan pembangunan kompleks perumahan kita."
Mata Sarah berkilat bahagia, dengan cepat ia memutar posisi duduknya dan melipat satu kakinya sambil melihat kearah Daniel dengan wajah bahagia "benarkah...."
Sarah berbicara sambil mengaitkan kedua jemari tangan kanan dan kirinya.
"tentu saja, aku sudah berjanji akan membuat mu bahagai. Apapun yang kamu inginkan katakan saja. Nanti akan ada team yang merancang masing - masing rumah sesuai dengan keinginan mereka. Jika kamu ada ide untuk rumah kita, aku akan meminta arsitek untuk menemui dirimu secara langsung."
"ya.... aku mau....." Sarah bertepuk tangan tanpa mengeluarkan suara, perasaan hatinya sangat senang.
Ia tidak perlu jauh - jauh menenemui kedua saudaranya hanya untuk mengobrol. Kemudian ia juga akan sangat leluasa menjumpai kedua orang tua nya hanya dengan berjalan kaki. Semua hal menyenangkan itu sudah berputar - putar dipikiran Sarah Li.
Sarah Li masih mengkhayalkan tinggal berdekatan dengan saudara dan kedua orang tuanya, Daniel Long berkata "kita sudah sampai. kamu turun saja lebih dahulu. Aku akan mencari tempat parkir."
Sarah mengangguk sambil melepaskan sabuk pengamannya. Begitu ia keluar dari dalam mobil 4 orang berjacket kulit berwarna hitam sudah ada disamping kiri, kanan, depan dan belakangnya,
Sarah mengenali mereka adalah pengawal yang pernah bersama dengannya ketika ia berada dipertambangan bersama Nana, Daniel dan James.
"kalian dari tadi sudah mengikuti kami??" tanya Sarah penasaran
Salah satu dari mereka mengangguk dan tidak mengeluarkan satu patah katapun dari mulutnya. Wajah tegang dan fokus mereka melihat kearah sekitar membuat Sarah juga merasa ikut tegang diantara mereka. Sarah menjadi khawatir, ia ikut melihat sekelilingnya dengan waspada.
"apa ada orang jahat disekitarku??"
Lagi - lagi mereka hanya menggeleng, tapi matanya tetap mengawasi dengan tajam disekitar Sarah.
"jika tidak ada masalah, kenapa kalian menakuti aku seperti ini...." keluh Sarah sambil menghela nafas
panjang.
__ADS_1
"sikap kalian yang seperti ini malah membuat aku sangat mencolok diatara orang - orang ini." Sarah
menyipitkan matanya menatap para pegawal dirinya.