Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 69


__ADS_3

“kita sudah menikah, aku akan menjagamu dengan


baik. Percayalah padaku.” Daniel mengusap perlahan pipi Sarah.


Sarah mendengarkan setiap kata yang diucapkan


Daniel, setiap kata yang diucapkannya seperti pisau yang menyayat hati.


Kesedihan yang tidak diketahui alasannya tapi terlalu nyata rasa sakitnya.


Sarah masih mematung menatap Daniel, mengikuti perasaan hatinya yang sedang


menikmati rasa rindu. Sarah membiarkan air matanya mengalir di pipi sambil


menatap pria dihadapannya sampai puas.


“aku merindukanmu... sangat merindukanmu hingga


aku mau gila rasanya.” Bibir Sarah mulai mengucapkan kata – kata dibawah alam


sadarnya.


“aku juga sayang, aku juga... percayalah” mata


Daniel berkaca – kaca dan mulai memeluk Sarah.


Sarah menangis seperti anak kecil, salah satu


pikirannya masih menanyakan alasan hatinya menjadi irasional seperti ini disisi


lain ia juga berusaha sadar kembali.


“aku selalu menantikan kita bersama lagi.” Daniel


melepaskan pelukannya da memegang kedua tangan Sarah “ aku harap kali ini kamu


percaya padaku dan jangan melepaskan tangan ku lagi ya..” Sambung Daniel,


tatapan mata yang dalam sangat berbeda dengan Daniel yang biasanya memiliki


tatapan mata dingin dan tegas.


Sarah mengangguk dan kembali memeluk Daniel. Baru


satu hari menikah dan anehnya setelah menikah Sarah merasa sangat nyaman jika


berada disamping suaminya. Orang yang awalnya tidak ingin dimilikinya.


Penolakan dipikirannya tapi dalam hatinya menerima dengan sepenuh hati. Benar –


benar bertolak belakang.


“Aku kenapa??”


“tidak apa – apa, mungkin saat ini kamu sedang


menikmati hubungan baru kita.” hibur Daniel


Sarah menggeleng dengan cepat “bukan seperti itu.


sepertinya bukan seperti itu.”


“kalau begitu mari kita mencari jawabannya


bersama, jangan paksakan dirimu untuk mendapatkan jawabannya sekarang. Kita


masih punya banyak waktu, mari perlahan – lahan mencari jawabannya ya...” bujuk


Daniel.


Pria ini ada benarnya, jika ia juga tidak


mengetahui alasannya kenapa perasaan aneh ini selalu ada dipikiran Sarah


setidaknya mari perlahan mencari jawaban bersama. Masih banyak waktu untuk


menjawab pertanyaan yang belum terjawab. Sarah mengusap air matanya.


“aku masih mau makan” Sarah membuka mulutnya


bersiap menerima suapan sarapan dari Daniel.


Daniel tersenyum melihat istrinya yang sudah


kembali seperti biasa. Ponsel Daniel berbunyi dan panggilan masuk itu dari


James.


“ya... “ jawab Daniel sambil menyupi Sarah yang


kembali menyibukkan diri dengan tab ditangannya.

__ADS_1


“bos, bus akan segera berangkat kalian tidak ikut


bersama kami??”


“tidak, aku sedang menyuapi istriku makan, nanti


saja kami pergi sendiri. Begitu saja ya... “ Daniel menutup panggilannya.


Sarah masih sibuk membaca dan bicara  “apa


yang terjadi??”


“kamu lihat email diatas?? hari ini kita akan


jalan – jalan dengan karyawan kita. Ada dibagi beberapa tujuan sesuai dengan


keinginan mereka. Total 5 tempat tujuan untuk mereka, dan James menanyakan


apakah kita akan ikut mereka atau tidak.....”


“kenapa kamu tidak bilang dari tadi??? aku mau


ikut.” protes Sarah


Daniel mengerutkan keningnya. “bus terakhir baru


saja pergi.” kata Daniel tanpa merasa bersalah.


“aku mau ikut, apakah semua pergi??’ keluh Sarah


dengan bibir mengerucut.


“ia,,, keluarga ada bus terakhir.”


“baguslah jika begitu. Kamu gunakan kemampuan


teleportasi kamu untuk kita kesana.”Wajah Sarah menjadi bersemangat.


“kita akan kemana?” tanya Sarah yang sudah


berdiri bersiap untuk mandi


“kegunung....” Daniel memastikan apa yang ada


dipikiran Sarah.


“bagus, aku akan segera mandi, katakan kepada


James sisakan kursi untuk kita.”


James  “nona muda ingin ikut, siapkan kursi kosong untuk kami berdua.”


“baik pak...” James yang ada diujung telepon sana


merasa aneh. Ini pertama kalinya seorang Daniel berubah pikiran. Tadi kalau


tidak salah ia mengatakan sedang...


“ia, aku sedang mengurus istriku, apakah didalam


bus ada orang lain?”


James menaikkan ujung bibirnya, memang sulit


untuk berbohong kepada bosnya apalagi menyembunyikan isi hatinya.


“ada, beberapa petinggi perusahaan ada dibus yang


sama. Semua keluarga Li dan keluarga Long sudah ada didalam bus pak.”


“baiklah kami akan menyusul bus kalian, siapkan


kendaraan kami ya.. “  Daniel langung mematikan ponsel dan menyiapkan tas


ranselnya dan memasukkan pakaiannya.


Bersamaan dengan itu, Sarah kelur dari dalam


kamar mandi  “aku sudah selesai.’


“Baik, kamu tidak bawa pakaian ganti? Masaukkan


saja pakaian kedalam tas ini ya jika kamu mau membawanya..” kata Daniel sambil


berjalan kearah Sarah. Ia meluangkan waktunya mengusap rambut Sarah sebelum


masuk kedalam kamar mandi.


Sarah tidak menjawab dan hanya memperhatikan


Daniel bicara. Dengan cepat Sarah membuka koper tas dan memilih pakaian dan

__ADS_1


membawa dua pakaian ganti kedalam tas Daniel.


Sarah memakai jump suit berwarna gelap dengan


long coat berwarna coklat. Sarah sudah bersiap untuk berangkat sepatu kets


berwarna coklat sudah dipakainya.


Daniel tidak kalah cepat dari dirinya, begitu


Sarah selesai memakai sepatu, Daniel sudah berpakaian lengkap dengan sepatu


sportnya. Dua laptop yang tadi masih berada didepan Sarah sudah tersusun rapi


didalam tas jinjing milik Daniel. Pria ini benar - benar luar biasa


kecepatannya. Jangan - jangan dia memakai kekuatannya. Bantin Sarah protes


dengan kehebatan pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Daniel membawa tas ransel yang berisi pakaian


mereka berdua dan juga dengan laptop kerja Daniel. Mereka berjalan keluar hotel


dan diluar sudah menunggu supir Daniel.


“bantu kejar bus yang tadi sudah diinfo oleh


James.” Daniel memberikan instruksi kepada supir sambil naik kedalam mobil.


“baik pak.” supir Daniel mengangguk dan menutup


pintu Sarah dan Daniel.


Supir Daniel akhirnya bisa mengejar bus yang


didalamnya ada keluarga mereka berdua serta beberapa orang manager dari


perusahaan Li.


Sarah menatap Daniel dengan ragu, peristiwa waktu


Sisca menikah menganggu pikirannya.


“ada masalah??”  tanya Daniel


“apakah kita akan naik bus itu???” Sarah melihat


Daniel sambil melihat bus secara bergantian.


“kamu tidak mau naik bus??” Daniel bertanya


kepada Sarah dengan wajah tidak yakin


“ya…. aku tidak mau mereka menggoda kita karena


terlambat bangun. Kamu tahu bagaimana kedua saudara perempuanku.”


Daniel tersenyum tipis dibibirnya “baiklah…


apapun kamu inginkan akan terlaksana.”


Daniel menatapa kearah depan “pak… bawa kami


sesuai arah bus tersebut ya… “ perintah Daniel


“baik pak.” jawab supir tadi sambil melihat spion


tengah kearah Daniel. Selesai bicara, Daniel menaikkan kaca tengah antara supir


dan dirinya.


“terima kasih. “ Sarah tersenyum lebar melihat


Daniel.


“tidak masalah, jika kamu merasa


lelah kamu sebaiknya tidur saja”


“ya… “


Sarah melihat kearah luar


jendela. Ia mengira hari ini akan pergi kerperusahaan untuk observasi ternyata


tawaran untuk berlibur lebih menyenangkan.


Keheningan diantara keduanya


terjadi selama perjalanan menuju ketempat tujuan. Tidak ada pembicaraan sama

__ADS_1


sekali selama 5 jam perjalanan. Sarah hanya menatap keluar jendela sedangkan


Daniel sesekali menatap kearah Sarah yang seolah tidak memperdulikan dirinya.


__ADS_2