Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 81


__ADS_3

Sarah melihat Daniel yang duduk disebelah kanannya.


“sudahlah… biar mereka berdua yang memutuskannya.” kata Daniel dengan suara pelan. Tapi bisa didengar oleh


semua orang yang ada didalam bus.


Sarah seolah akan mengatakan sesuatu, tapi ia tidak jadi mengatakan apapun dari mulutnya. Sarah menarik


nafas panjang dan menghela nafasnya dengan kasar.


“tidak kah kau merasa kalian sangat mirip??” Sarah menunjuk Daniel dan James secara bergantian.


“tidak… tentu saja tidak.” jawab Daniel dan James bersamaan. Nana dan Sarah saling berpadangan dan kemudian secara bersamaan menaikkan pundaknya.


Sarah menyandarkan kepalanya dipundak Daniel.


“kita mau kemana???” tanya Sarah


“kembali kekota.”


“pekerjaanku belum selesai.” protes Sarah


“keselamatan mu diatas segalanya. Sudah mengalami hal buruk pagi ini, masih berani memiliki niat untuk tetap


dikota ini. Apa kamu tidak merasa mereka sudah berani mengancam dirimu secara terang – terangan??” Daniel kesal menjawab perkataan Sarah.


“kamu tahu, sekarang tidak ada satu pun pekerjaan yang aku tangani. Kamu mau aku makan tidur saja dirumah??”


Daniel menyandarkan kepalanya pada kepala Sarah.


“bukan seperti itu istriku, sudah aku katakan... biarkan Jackie yang mengurus dilapangan. Kamu hanya memantau laporan dari dia dan Andrew. “


“sangat membosankan hanya dikantor saja seharian. Biasanya aku akan berkeliling proyek mana pun yang akan aku kunjungi.” keluh Sarah sambil menatap kedua pergelangan tangannya yang berwarna kemerahan seperti bekas ikatan tali.


Sarah langsung menegakkan kepalanya dan menunjukkan pergelangan tangannya kepada Daniel.


“aku rasa mereka sudah bosan hidup..” Daniel bicara dengan mengatupkan giginya dengan rapat.


Awan gelap mulai datang, cuaca yang cerah menjadi mendung dan hujan deras turun. Sarah melihat mata Daniel, hijau zambrut berkilat dimatanya. Sarah dengan susah payah menelan ludah karena melihat Daniel yang sedang marah membuat dirinya kehilangan nyali untuk mendekatinya.


Daniel memegang tangan Sarah, Sarah menjerit kesakitan. Seperti api yang sedang membakar kulit dirasakan olehnya ketika Daniel menyentuh pergelangan tangannya.


“sakit…..” teriak Sarah


Mata Daniel semakin berkilat kehijauan, dia sedang memutuskan ikatan yang dibuat oleh klan elang kepadanya.

__ADS_1


Daniel melihat pergelangan kaki Sarah yang ternyata sudah berwarna kebiruan. Daniel memegang kaki Sarah.


Teriakan Sarah semakin kuat. Rasa sakit seperti seluruh tubuhnya terbakar api.


“sakit…” air mata Sarah mengalir..


“maaf sayang… tahan lah sedikit lagi.” Daniel menggunakan energinya lagi. Nana ketakutan melihat Sarah yang


menjerit histeris tanpa diketahuinya apa alasannya ia seperti itu.


“aku tidak tahan lagi…. “


“bertahan lah… sedikit lagi….” kata Daniel.


James menarik wajah Nana kearah dadanya. Bagaimana pun hal seperti ini tidak mungkin ditunjukkan kepada manusia asli seperti dirinya.


“jangan lihat.” bisik James


Walau James mengatakan hal itu, sebagai seorang sahabat. Tidak ada yang tega melihat sahabatnya terluka dan menjerit kesakitan seperti itu. Daniel menaikkan tangannya seolah ia melihat sesuatu ditangannya. Kemudian ia mengangkat tangannya, James mengangguk melakukan hal yang sama seperti Daniel.


James memegang leher Nana yang kebiruan, mereka berdua seperti terhubung dengan sesuatu yang tidak kasat mata. Nana mulai berteriak kesakitan sama seperti Sarah. Tangan kanan Daniel melepaskan sesuatu, serbuk keemasan berterbangan didalam mini bus itu dan tiba – tiba seperti tali yang terbakar dari tangan dan kaki Sarah Li menjalar keleher Nana. Dari tubuh keduanya keluar bola api. Satu tangan Daniel memeluk Sarah LI dan tangan yang lain seolah menangkap bola api tersebut dan meremasnya ditangannya. Bola api itu hilang dan cuaca kembali terang seperti tidak terjadi apa pun.


Para pengawal dan supir mini bus adalah orang Daniel Long sehingga mereka tidak sudah paham dengan keadaan yang terjadi.


Daniel masih memeluk Sarah. Hati kecilnya menyalahkan dirinya sendiri, kenapa hal seperti ini lagi – lagi luput


dari pegawasannya.


“maafkan aku…” bisik Daniel.


“yang akan kita hadapi sepertinya memiliki energi yang luar biasa. Hal seperti aku yakin mereka berdua tidak akan sanggup menghadapinya.” kata Jackie yang juga memeluk tubuh Nana.


“seharusnya dia disana juga merasakan hal yang sama dengan yang dialami oleh Sarah dan Nana. Aku sudah


mengirim balik semua hal jahat yang dilakukan mereka kepada istriku. Aku sudah


membalas berkali – kali lipat. Bisa bertahan hidup setelah menerima seranganku.


Aku rasa hal yang mustahil bisa terjadi.” Tatapan mata penuh kebencian Daniel


ditunjukkannya kepada James yang sedang menatapnya dengan perasaan yang sama.


Daniel memberikan energinya kepada Sarah dan membuat dirinya perlahan – lahan sadar.


“apa yang terjadi??” tanya Sarah yang masih merebahkan kepalanya dipundak Daniel.

__ADS_1


“semua sudah berlalu sayang…. tenanglah.” kata Daniel sambil mengusap pundak Sarah Li.


“Nanaa…..” Sarah Li mengingat Nana tadi juga ikut berteriak kesakitan bersama dirinya.


James menggelengkan kepalanya.


“aku akan mengobatinya…” Sarah meletakkan tangannya dipundak Nana. Ia bisa merasakan detak jantung Nana  semakin melemah. Manusia biasa tidak akan sanggup menghadapi terror energi dari manusia klan. Tubuh mereka bisa berubah menjadi abu apabila menerima serangan seperti ini.


Sarah Li melihat James, ia sudah bisa menebak James memberikan energinya kepada Nana sehingga ia bisa bertahan. Ditambah lagi perisai energi dari Daniel Long membuat Nana bisa melewati semuanya dengan baik. Luka yang dalam yang dialaminya sangat parah. Perlahan – lahan energi Sarah mulai memperbaiki tubuh Nana yang terluka dalam.


“apakah dia akan baik – baik saja?” tanya James


“aku usahakan.” jawab Sarah singkat.


“jangan khawatir, kemampuan energi penyembuh istriku diatas rata – rata. Dia tidak akan menyembuhkan Nana


dengan kemampuannya.” Daniel Long berbicara sambil memberikan energinya kepada Sarah Li.


Nana perlahan – lahan sadar.


“dimana aku??” kata Nana sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


“kita masih dalam perjalanan kembali pulang.”jawab James.


Nana menggerak – gerakkan lehernya yang terasa lebih ringan dari pada beberapa waktu yang lalu.


“apa yang terjadi??” tanya Nana…


“tidak ada apa – apa. Sepertinya tadi kami mengalami mimpi buruk.”  jawab Sarah Li sambil tersenyum.


“benarkah??” Nana berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Ingatannya terputus setelah ia


mendengar James ingin menikahinya.


Tangan James masih melingkar di pundaknya dan menatap Nana dengan lembut. Tapi sepertinya itu hanya mimpi. Tidak mungkin pria disampingnya mengajaknya menikah tanpa berkenalan lebih dalam terlebih dahulu. kata Nana dalam hati.


“aku akan menunggu jawaban kamu sampai besok pagi. “ kata James


Nana terlihat bingung, “jawaban apa??” tanya nya


“apakah kamu bersedia menikah denganku…”


Mulut Nana membentuk huruf O ia tidak percaya kalau yang tadi dikatakan James adalah kenyataan. Sarah Li


menyandarkan kepanya didada Daniel. Sarah turut senang jika itu memang yang terbaik buat sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2