
Hampir 2 jam Sarah berolah raga di hotel dan begitu ia selesai masih jam 6 pagi. Sarah kembali kedalam kamar
hotel dan langsung mandi. Ia melihat Daniel masih tertidur. Ia pun segera mandi dan mengganti pakaian dan turun ke restoran seorang diri.
Pengawal wanita Sarah sudah bersiap mengikutinya untuk sarapan pagi. Selama sarapan Sarah lebih sering
melamun. Seorang pria meminta ijin untuk duduk dihadapan Sarah karena semua kursi sudah penuh. Sarah melihat kearah pengawalnya yang sedang mengartikan perkataan pria tersebut dan Sarah menjawab semua perkataan pria tersebut dengan sangat ramah.
Daniel datang dengan gaya rambut yang berbeda. Rambut berponi dan terkesan tidak rapi dengan wajah berjangutnya membuat pria ini semakin terlihat gagah dan terlihat lebih jantan. Wanita yang melihat Daniel berjalan mengambil sarapan, memperhatikan dirinya yang terlihat sangat luar biasa. Mereka saling berbisik dan di telinga Sarah ia mendengar dengan jelas, wanita itu sangat tertarik dengan dirinya dan berniat meminta nomor telepon atau kontak chatnya.
Bahkan ada yang mengatakan kalau Daniel mirip dengan artis terkenal. Sarah berusaha keras meredam rasa kesalnya dan fokus dengan makanan dihadapannya. Pria didepan Sarah terlihat memperhatikannya dan tidak begitu dengan dirinya.
Daniel duduk disamping Sarah dan membuat orang disekitarnya mulai berbisik membahas hubungan mereka berdua.
“pagi sayang...” kata Daniel sambil mencium pipi Sarah.
Sarah tersenyum seolah tidak ada masalah diantara mereka berdua. Terlalu banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua saat ini. Sarah menyandarkan kepalanya dipundak Daniel sesaat.
“kamu masih tidur disaat aku sudah lapar. Kamu terlalu lelah tadi malam, jadi aku tidak mau mengganggu dirimu yang sedang tidur” kata Sarah Li
Pria yang duduk dihadapan Sarah bertanya kepada Daniel apa hubungan mereka berdua, Daniel menjelaskan kalau mereka adalah pasangan suami istri yang sedang menikmati bulan madu mereka dinegera ini. Daniel juga menjelaskan kalau ia bisa bicara dengan fasih beberapan negara. Tapi, istrinya tidak bisa bebahasa negara ini, maka dari itu ia selalu ditemani oleh pengawal wanita yang akan menjaga dirinya dan membantu mengatasi masalah komunikasi istrinya.
Pria dihadapan Sarah mengatakan kalau mereka adalah pasangan serasi dan mendoakan mereka agar hidup
berdampingan selamanya.
Sarah permisi kepada Daniel karena ingin berjalan – jalan disekitar hotel. Daniel memutuskan untuk menemani
Sarah berkeliling sekitar hotel dan berpamitan dengan pria tersebut.
“pantas saja kamu merasa sulit hidup bersamaku. ternyata kamu ingin bersama pria lain.”
Sarah membentuk huruf O, ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya kali ini. Bisa – bisanya Daniel membalikkan keadaan seolah kesalahan ada pada dirinya. Masalah mereka berdua tidak ada kaitannya dengan pria tadi atau pun dengan yang lain. Murni hanya mereka berdua.
“Moon…..” Sarah melirik dan segera mengkoreksi perkataannya
“maaf…. tuan muda Long, jangan membawa orang lain dalam masalah kita. Semua yang terjadi hanya antara dirimu dan aku..”
__ADS_1
Daniel tersenyum dengan licik berusaha mendekati Sarah yang tersudut di dinding pilar hotel.
“sepertinya ada rahasia yang disembunyikan nona Shuwan sekarang ini. Aku benar – benar curiga kamu sedang
menyembunyikan sesuatu dari ku.”
Sarah berusaha menatap Daniel tanpa rasa takut. Ketika mata mereka saling berjumpa, jantung Sarah berdetak
lebih cepat. Ada perasaan yang sulit dijelaskan oleh Sarah. Karena ada merasa yang aneh Sarah mengalihkan pandangannya diantara pepohonan diseberang hotel. Ia merasa ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dirinya.
“jangan melihat kearah sana. Fokus saja dengan diriku. Anggap mereka sebagai lalat penganggu hubungan kita.”
“tidak semudah itu… “
Sarah melihat kesekitar para wanita terlihat berbisik melihat mereka berdua yang memamerkan keromantisannya didepan banyak orang. Sarah menjadi canggung dan mendorong Daniel Long
“aku akan membeli kopi dulu, kamu kamu??”
Daniel melihat Sarah sambil memasukkan tangannya dicoat coklat yang digunakannya. Belakangan ini suhu
dinegara C menurun drastic. Udara menjadi sangat dingin disiang hari bahkan ketika matahari bersinar terang bukannya terasa hangat. Rasa dingin masih terasa menusuk hingga ketulang. Disebelah hotel ada coffee shop dan Sarah masuk kedalam toko itu.
Sarah menoleh kearah pengawal wanitanya “sebenarnya dia artis terkenal atau seorang pengusaha??”
“tuan Hendry adalah pengusaha dan anda adalah seorang programmer dari perusahaan kalian berdua.” kalian berdua sama - sama merintis perusahaan ini sehingga bisa menjadi perusahaan bertaraf internasional.
“benarkah aku sehebat itu….” Sarah tersenyum melihat pengawalnya dan kemudian melihat kearah Daniel
“apakah kamu merasa?? sejak berada dinegara ini, aku merasa ada orang yang sedang memperhatikanku.” Sarah tersenyum sambil menatap Daniel seolah ia tidak khawatir sama sekali.
“nona tidak perlu khawatir, pengawal anda selalu bersiap mengawal anda dan menjaga anda dengan sebaik –
baiknya.”
“terima kasih dan maaf sudah merepotkan kalian.”
Daniel melambaikan tangan kearah Sarah yang sedang tersenyum melihatnya. Walau hatinya masih kesal dengan
__ADS_1
Daniel, dengan identitas sekarang, mereka adalah pasangan suami istri yang
saling mencintai dan pasangan romatis dimata setiap orang.
“aku harus mendatangi suamiku. Mereka sepertinya sudah merasa sepertinya suamiku adalah public figure yang menjadi idola banyak wanita.” Sarah menitipkan kopi miliknya kepada pengawalnya dan berjalan melewati kerumunan orang. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan Sarah. Wanita yang memiliki ambisi lebih kuat dari bayangannya. Sangat sulit untuk menembus kearah suaminya.
“ Kita tidak boleh hanya menggunakan kekuatan, otak juga harus digunakan pada saat sekarang ini.” kata
Sarah sambil tersenyum licik melihat kearah pengawalnya.
Sarah mengambil satu latte panas dari tangan pengawalnya dan berjalan meninggalkan kerumunan. Setelah itu ia pura – pura terjatuh. Sayangnya pengawal wanitanya berhasil menangkap dirinya, sehingga ia tidak terjatuh tapi kopi yang ada ditangannya tupah dan mengenai tangannya.
“aa…” Sarah menjerit karena merasakan panas ditangannya. Ide dirinya, tidak membuahkan hasil. Yang ada
hanyalah sial karena dirinya terkena air panas.
“nona anda tidak apa – apa??” tanya pengawal yang langsung memberikan air dingin pada tangan Sarah.
“tidak…. tidak apa – apa.” Tangan Sarah memerah karena terkena panas.
Daniel diberitahukan pengawalnya kalau telah terjadi sesuatu kepada Sarah. Dan saat ini pengawalnya akan membawa Sarah kerumah sakit. Daniel dengan segera meminta maaf kepada semua orang dan berlari menghindari kerumunan wanita itu menuju kearah Sarah yang sedang berjalan kearah mobil.
Sarah melihat Daniel mendekat dengan segera Sarah mempercepat gerakannya masuk kedalam mobil dan
memerintahkan supir dan pengawalnya pergi kerumah sakit.
Sarah melihat kearah belakang, ia melihat Daniel berlari mengejar dirinya.
“nona, tuan muda…..” kata pengawal wanita Sarah
“aduh…. sakit sekali… cepatlah kerumah sakit… kamu katakan kepada tuan muda untuk segera menyusul.”
“baik nona…” kata pengawal Sarah Suara Daniel terdengar marah karena anggotanya bekerja sama seolah membuat Daniel menjauh dari Sarah.
“jika aku nanti tertidur, tolong katakan kepada dokter kalau alergi ku sepertinya kambuh lagi.” Sarah menaikkan
lengan coat panjangnya dan menunjukkan bintik merah dikulitnya yang kembali muncul.
__ADS_1
Sekertaris Sarah berusaha menjelaskan kepada Daniel kalau keadaan Sarah harus segera dibawa kerumah sakit karena alergi dan kondisinya yang tadi terkena air panas. Daniel tidak ada pilihan selain mengikuti keinginan istrinya untuk pergi kerumah sakit lebih dahulu.