Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 45


__ADS_3

“Anda serius nona ketiga Li??” tanya wanita itu


memastikan kembali


“ya,,, tentu saja. Kami makan siang dahulu ya….”


Sarah berkata bergitu ramah. Ini pertama kalinya mereka melihat nona ketiga Li


bersifat sangat hangat.


“apa anda ingin makan sup ayam??” tanya wanita


itu


“apakah menu hari ini sup ayam?” tanya Sarah


“iya….”  jawab wanita itu.


“aku suka sekali dengan sup ayam.” mata Sarah


berkilat mendengar menu makan siang hari ini. Ia pun berdiri dan bersiap


mengantri sama seperti anggota karyawan lain.


“tidak perlu, biar saya ambilkan saja.” wanita


paruh baya itu memegang tangan Sarah . Sarah menatap tangan wanita itu


ditubuhnya tanpa senyum diwajahnya.


Wanita itu takut Sarah tidak suka disentuh


olehnya “maaf nona ketiga Li…”


Sarah memegang tangan wanita itu, dalam hati


Sarah berpikir… ia tidak ingin wanita ini berpikir ia adalah seorang yang tidak


suka disentuh” oleh orang seperti dirinya.


“terima kasih, atas bantuannya.” kata Sarah


sambil menganggukkan kepalanya sekali.


“jangan begitu sungkan… “ kata wanita itu sambil


menepuk punggung tangan Sarah.


Wanita itu berjalan kearah dapur dengan wajah


penuh suka cita. Sarah mulai membuka menu makan siang yang disiapkan oleh Nana.


“sandwich?? “ tanya Sarah


“aku kira kamu tidak sempat untuk makan siang


lagi. Jadi aku hanya mempersiapkan ini saja.” Nana senyum penuh harap kepada


Sarah agar ia tidak memarahinya.


Tanpa bicara apapun, Sarah melahap makanan dihadapannya.


Nana tercengang dengan pemandangan dihadapannya,


nona ketiga Li benar – benar tidak marah kepadanya. Ini adalah suatu mukjizat.


“Sarah Li, sejak kepulangan mu dari desa Sulam…


tingkat toleransimu benar – benar patut diacungi jempol.” puji Nana.


“aku rasa tidak ada yang salah. Sama saja.” Sarah


bicara sambil menaikkan bahunya sedikit keatas dan melahap makan siangnya


dengan santai.


Tiba – tiba semua pegawai kantin datang


mendatangi meja Sarah.


“terima kasih nona ketiga Li untuk angpaunya…”


mereka bicara bersamaan dengan wajah penuh senyum diwajahnya.


Sarah berdiri dan tersenyum melihat kearah mereka


semua. “sama – sama. terima kasih sudah menjadi bagian dari perusahaan Li.”


jawab Sarah dengan bijak.


“silahkan kembali lagi bekerja, jam istirahat karyawan

__ADS_1


akan segera dimulai, kalian pasti sangat sibuk.”


Mereka meninggalkan meja Sarah dengan senyum


gembira.


“berapa isi angpau merah yang kamu berikan?”


tanya Nana penasaran


“tidak besar, hanya separuh dari gaji kamu.”


jawab Sarah santai


“apa….. itu besar sekali. Kenapa aku tidak


mendapatkan angpau merah juga?” protes Nana.


“Gaji kamu sudah sangat besar, tidak perlu lagi


angpau.” Sarah melambaikan tangannya


Wanita paruh baya tadi datang dan membawa makan


siang untuk Sarah “nona ketiga Li, silahkan dimakan.”


“terima kasih… “ Sarah menganggukkan kepalanya


sekali sambil tersenyum.


“sama –sama. Selamat menikmati makan siangnya.”


wanita paruh baya tadi berlalu dari hadapan Sarah dengan wajah senyum yang


terukir jelas diwajahnya.


Sarah makan siang dengan sangat lahap. Dari pagi


ia sudah disuguhkan dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya, briefing mendadak


dengan Direktur Utama. Belum lagi dua rapat penting yang sudah menunggunnya.


“nona ketiga Li. Setelah ini reputasi anda


sebagai wanita baik akan naik lagi sama seperi dihotel. Nama anda menjadi


tranding center karena membagikan ponsel dan bonus yang besar untuk karyawan


tangan sambil menatap Sarah dengan penuh kebanggaan.


“sudah la, cepat makan. Waktu kita tidak banyak


lagi.” protes Sarah yang tetap konsentrasi makan sambil menatap kearah luar


jendela.


“selesai makan, nanti bantu buatkan proposal


kerja sama baru dengan perusahaan Long. Tadi Direktur Utama sudah menegur ku


karena dianggap aku tidak serius menanggapi proyek kerja sama dengan perusahaan


Long.”


“benar kah?? “


Sarah mengangguk “siapkan sesuai dengan opsi yang


aku katakan tadi pagi. Hubungi orang yang bisa dijadikan rekomendasi. Dan


sebaiknya mereka adalah orang yang tidak memiliki masalah dengan latar belakang


keluarga”.


Nana mengangguk.


 “pastikan  juga desainer dan penjahit


yang dipilih perusahaan adalah mereka yang mempunyai latar belakang budaya yang


tinggi. Aku mau hasil desain mereka semua memiliki ciri khas dengan budaya


lokal bisa terlihat dalam karya kita. Karena perusahaan Long menginginkan


sentuhan budaya ada pada usaha fashion yang akan dikerjakan nantinya.”


“baik nona ketiga Li, saya sudah siapkan jauh –


jauh hari untuk profil data para designer yang anda minta. Selesai makan saya


akan menyerahkan berkasnya dimeja anda.”

__ADS_1


“terima kasih atas bantuan sekertaris Nana.” kata


Sarah sambil tersenyum


“tidak masalah nona ketiga Li. Asalkan saya juga


mendapat angpau merah sama seperti mereka, saya akan lebih loyal kepada anda.”


Nana membalas senyum Sarah dengan nakal.


“kadang aku bingung, kamu ini musuh atau teman.”


Sarah memijat keningnya sambil menggelengkan kepalanya.


Nana tertawa lepas melihat Sarah. Mereka


melanjutkan makan siang dengan gembira.


Waktu makan siang hanya 30 menit, kemudian Sarah


dan Nana kembali naik kelantai 15. Begitu sampai diruangan, tidak sempat


beristrahat lagi. Sarah langsung diberikan berkas yang dimintanya tadi. Ada


sekitar 20 rekomendasi yang diberikan oleh Nana. Sarah dengan sabar membaca


satu persatu biodata yang ada ditangan Sarah.


Hanya dibutuhkan waktu  15 menit, Sarah


menentukan kandidat yang menurutnya paling cocok.


“nanti lampirkan semua berkas para designer ini


dipaling bawah. Aku ingin pastikan apakah pilihan yang aku buat sama dengan pilihan


dari perusahaan Long. “ kata Sarah sambil menutup berkas ditangannya dan


memberikannya kembali kepada Nana.


Pintu ruangan Sarah diketuk kedua saudaranya.


“adik, waktunya rapat” kata Serena sambil


memasukkan kepalanya saja kedalam ruangan Sarah.


“baik.” jawab Sarah.


“ayo kita rapat.” kata Sarah sambil membawa


laptop dan buku catatan pekerjaan Sarah berwarna ungu.


Nana membawa laptop Sarah dan Sarah berjalan


sambil memegang buku catatan dan pena kesayangannya. Jangan ditanya warna yang


digunakannya, sudah pasti semua berwarna ungu.


Ketiga putri keluarga Li sudah hadir didalam


ruangan rapat.. Belum ada yang datang didalam ruangan rapat. Baru ketiga


saudara Li bersama masing – masing sekertaris mereka yang ada didalam


diruangan. Ketiga putri Andy Li memang sangat mengutamakan ketepatan waktu.


Mereka selalu hadir lebih dahulu sebelum para tamu rapat lain hadir.


Sisca memberikan caramel latte dingin kepada


Sarah.


“seperti biasa, sedikit kopi dan perbanyak susu.”


jelas Sisca sebelum Sarah menanyakan kombinasi caramel latte yang dibeli Sisca.


Sarah tersenyum puas sambil mengulum bibir. “


terima kasih kakak pertama.” kata Sarah


“nona ketiga Li, apakah anda sudah membaca materi


rapat kali ini?” Saya lihat di laptop, anda belum membacanya sama sekali.” Nana


berwajah serius ketika memberikan laptop Sarah dan melihat email yang


dikirimnya belum dibuka sama sekali.


Sarah Li membesarkan matanya, bagaimana bisa ia


lupa untuk hal sepenting ini.“maaf,,, aku akan membacanya sekarang.”

__ADS_1


__ADS_2