
Suara teriakan dari Sarah mengejutkan semua orang
diruangan rapat. Pesan dari Nana sulit diterima akal sehat Sarah. Baru kali ini
tidak membaca email kantor dan sialnya orang yang akan berinvestasi dengan
mereka adalah perusahaan Long dengan Direktur utama adalah Daniel Long.
Sarah setengah tidak percaya membuka email
diponselnya dengan tergesa – gesa dan pada bagian investor tertulis nama Daniel
Long sebagai Direktur utama. Mata Sarah membesar menatap Daniel.
“kamu... “ kata Sarah penuh tanda tanya.
“maaf membuat kamu terkejut. Awalnya aku ingin
memberikan kejutan, ternyata ada jadwal rapat yang tidak bisa dihindari.
Ya....jadi seperti inilah kita bertemu ”
Daniel berbicara dengan santai seolah Sarah
memang menunggu kehadirannya. Semua orang memperhatikan mereka berdua.
“Papa, maaf membuat anda menunggu..”
“papa....” Sarah mengerutkan keningnya, dalam
waktu beberapa menit terakhir terlalu banyak kejutan yang diterimanya.
Andy Li tertawa senang mendengar perkataan Daniel
Long. Hatinya senang dengan semua perkembangan yang ada.
“tidak masalah putra ku, mari kita mulai
rapatnya.” jawab Andy Li
Sarah Li memaksa otaknya bekerja keras untuk
menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Terlalu banyak yang terlewatkan oleh
dirinya. Sarah hanya melihat Daniel dan Andy Li bergantian. Sambil meminjat
keningnya perlahan.
Rapat kembali dimulai, Andy Li mempersilahkan
memulai rapat. Daniel dengan santai memilih duduk disebelah Sarah Li dan dengan
santai mengambil caramel latte dari tangan Sarah dan meminumnya sambil melihat
kearah proyektor. Sarah mengerutkan keningnya melihat tingkah Daniel yang
semaunya. Tidak mungkin mempermasalahkan hal ini sekarang, Sarah memilih diam
dan fokus dengan rapat yang sedang berlangsung.
Kali ini yang memberikan persetasi adalah Andrew,
ia membahas mengenai semua hal yang akan dikerjakan dalam usaha hulu dan hilir
pertambangan kali ini.
Sarah mengira hanya usaha pengeboran minyak yang
akan dikerjakan untuk kerja sama kali ini. Tapi sampai pada usaha hilir berarti
akan ada perusahaan lain yang didirikan. Pantas saja berkali –kali papanya
mengatakan membutuhkan investor dengan modal yang besar. Jika hanya membuat
usaha pengeboran minyak seharusnya perusahaan sekelas mereka sanggup
mengerjakan dan mendirikan sendiri tanpa campur tangan investor lain.
Mata Sarah fokus pada tulisan di proyektor dan ia
sangat mendengarkan perkataan Andrew. Sarah mencatat hal penting dan menanyakan
banyak hal kepada Andrew. Ia tidak memperhatikan kilatan mata tidak senang dari
pria disampingnya. Rapat selama 2 jam, tapi Sarah merasa ada banyak hal yang
belum dipahaminya. Begitu selesai rapat, Andy Li, Daniel Long dan kedua saudara
perempuannya terlibat dalam percakapan yang sangat serius. Sarah mengajak
Andrew, serta ke 3 manager perusahaan Li untuk melakukan pembicaraan diruangan
rapat lainnya.
Lantai 8 digunakan sebagai ruangan rapat. Mulai
__ADS_1
dari ruangan diskusi dengan kapasitas kecil, sedang sampai kapasitas besar
tersedia dilantai 8 ini. Sarah mengajak keempat orang tersebut keruangan
didepannya. Bentuk ruangan bulat dengan kapasitas hanya 8 orang. Desain meja
melingkar membuat diskusi akan lebih santai.
Sarah menanyakan banyak hal kepada Andrew dan
ketiga managernya tentang sejauh mana pembangunan perusahaan hulu dan hilir
sudah dibangun. Kemudian menanyakan perektrutan karyawan. Serta peralatan yang
akan digunakan dalam pabrik pengolahan. Semua dibahas oleh Sarah secara
menyeluruh. Ia lebih banyak mendengakan penjelasan para karyawannya.
Ia bahkan tidak sadar kalau tunangannya sudah
berada berdiri dibelakanya, memperhatikan Sarah bicara sambil mengepalkan
meletakkan kepalan tangannya di bibirnya. Mata cincin zambrut yang dikenakan
Sarah melekat dibibirnya seolah sengaja dicium olehnya.
Semua orang fokus dengan diskusi, hingga
manager HRD secara tidak sengaja melihat kerah pintu. Daniel Long sudah berada
didalam ruangan, ia bersandar pada dinding kaca sambil menyilangkan tangannya
didadanya.
“Pak Direktur Long,” sapanya sambil mengangukkan
kepalanya sekali.
Semua orang mengalihkan pandangannya kepada
Daniel yang sudah berdiri tepat dibelakang Sarah.
“lanjutkan saja” jawab Daniel Long.
Sarah pun tidak memperdulikan dan melanjutkan
diskusi selama hampir 1 jam. Selesai diskusi kecil, dan semua orang
meninggalkan ruangan rapat kecil itu. Sarah mengeluarkan ponselnya, dan
‘siapkan materi untuk rapat dengan Direktur
Daniel Long.’
‘baik bu.’
Nana yang berada dilantai 8 dan sudah menyiapkan
semua materi rapat segera masuk kedalam ruangan dengan berkas dan laptop
Sarah.
“saya harap pak Direktur Daniel Long tidak
keberatan rapat diadakan diruangan ini.” Sarah menatap Daniel yang dari
tadi tidak berhenti memperhatikan dirinya.
Daniel mengangguk dan langsung duduk disebelah
Sarah. Nana merasa canggung, ini pertama kalinya ada orang yang langsung
memilih duduk disamping Sarah ketika sedang rapat. Nana memilih duduk dihadapan
Sarah. James masuk kedalam ruangan dan duduk disebelah Nana.
Sarah menyerahkan jas yang tadi menutupi kakinya
kepada Daniel.
“terima kasih.” kata Sarah dengan singkat
“kedepannya Nyonya muda Long harap jangan suka
mengekspose bagian tubuh yang private kepada orang lain.” Daniel menatap serius
kepada Sarah.
“tuan muda Long, saya adalah nona ketiga Li. Baik
itu sekarang, besok ataupun lusa tidak akan berubah.”
“setelah menikah kamu akan menjadi nona muda
keluarga Long.”
__ADS_1
“mungkin aku akan masuk kedalam keluarga Long,
tapi aku tidak ada niat mengganti margaku. Harap pak direktur paham mengenai
hal ini.”
“keras kepala. “ gertu Daniel tapi bisa terdengar
jelas ditelinga Sarah.
“apa kamu bilang...” Sarah mengerutkan keningnya
sambil merubah posisi duduknya menatap Daniel.
Daniel hanya menaikkan pundaknya.
“satu lagi, aku bukan orang yang suka mengekspose
bagian tubuh yang private kepada orang lain. Harap kedepannya tuan muda Long
lebih memilih perkataan yang pantas diucapkan.” protes Sarah
“kamu membiarkan pria lain melihat kaki mu yang
berbuka seperti itu?” Daniel mulai terlihat emosi menjelaskan sambil
menunjuk kaki Sarah.
Sarah memang mengenakan jump suit sampai lutut,
hanya saja ketika ia sedang duduk celana yang dikenakannya naik satu jengkal
keatas. Sarah melihat kakinya,
“ jadi tutupi lah.” kata Daniel sambil menutup
paha Sarah dengan jas yang masih dipegangnya.
Sarah malas berdebat dengan Daniel karena
terlihat papa dan kedua saudaranya sedang melintas didepan ruang mereka.
Nana dan James saling berpadangan setelah melihat
kedua pasangan ini berdebat. Mereka hanya terdiam memperhatikan mereka berdua.
Andy Li menyempatkan diri melihat kedalam ruangan
rapat ketika Daniel menutup kaki Sarah dengan jas miliknya.
“papa memang tidak salah memilih kamu sebagai
menantu keluarga Li. Jangan lupa kerumah nanti malam ya Direktur Daniel Long.”
Daniel yang langsung berdiri begitu Andy Li
berbicara kepadanya tersenyum dan mengangguk. Nana dan James ikut berdiri
menghormati Direkur Utama Perusahaan Li itu. Hanya Sarah yang duduk dengan
wajah cemberut.
“silahkan lanjutkan.” kata Andy Li sambil menutup
kembali pintu rapat dan berlalu meninggal mereka berempat.
“silahkan duduk, kita akan memulai rapat.” kata
Sarah dengan wajah cemberut
Daniel mengeluarkan ponselnya dan mulai
merekam pembicaraan selama rapat. Sarah memperhatikan kebiasaan Daniel yang
unik. Ketika menemui James dihotelnya, James juga merekam semua pembicaraan
mereka dari awal sambil selesai. Sarah juga tidak tahu apa gunanya, jangan –
jangan pria ini punya penyakit pelupa yang luar biasa.
Seseorang mengetuk pintu ruangan rapat dan
memberikan segelas kopi panas kepada Daniel dan James
“Direktur Li, menyuruh saya memberikan kopi ini
kepada anda.” kata pegawai kantin.
“terima kasih. “ jawab ramah Daniel.
Rapat terbatas mereka berempat selesai lebih lama
dari yang diharapkan. Banyaknya permintaan dari perusahaan Long membuat diskusi
menjadi sangat lama. Jujur ini pertama kali bagi Sarah mengerjakan proyek kerja
__ADS_1
sama dengan setengah hati.