
Jarak yang tidak terlalu jauh dari kediaman
keluarga Li menuju catatan sipil. James memperhatikan Daniel dan Sarah
yang sedang berpelukan dari kaca spion. Seorang Daniel Long bisa bersikap manis
kepada seorang wanita, ini adalah pemandangan langka yang bisa disaksikannya.
Supir berhenti diparkir kantor catatan sipil.
Gedung yang tinggi, dari luar Sarah melihat sepertinya terdiri atas 5 lantai.
Sarah duduk tegak dan melepaskan dirinya dari pelukan Daniel. Jantungnya
berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Tangan menjadi dingin. Rasa takut dan
gugup tidak bisa disembunyikannya dengan baik. Daniel membuka pintu Sarah, dan
mengulurkan tangannya. Sarah menerima tangan Daniel dan memperhatikan tangan
pria itu. Tangannya sangat hangat, rasa hangat itu berjalan keseluruh tubuh
Sarah. Rasa tenang muncul secara tiba – tiba dihati Sarah.
Sarah melihat Daniel, pria ini benar – benar
memiliki kemampuan yang luar biasa. Ia sanggup merubah suasana hatinya. Dari
takut menjadi tenang. Tubuhnya memiliki energi positif yang luar biasa. Ada
rasa kagum dihati Sarah kepada Daniel. Sarah masih sibuk mengagumi
Daniel, sambil terus berjalan mengikuti langkah Daniel.
Mereka berdua sampai disuatu ruangan dilantai 3,
dan disambut oleh beberapa orang pegawai yang sudah menunggu mereka diruangan
tersebut.
Daniel menyapa mereka semua dan Sarah masih
berdiam diri sambil memperhatikan situasi sekitar dirinya. Matanya secara
bergantian memperhatikan Daniel dan pegawai catatan sipil tersebut bicara.
Pegawai tersebut memberikan dokumen yang perlu ditanda tangani.
Seorang hakim pernikahan mulai menanyakan
kesediaan Sarah dan Daniel dalam ikatan pernikahan. Daniel tanpa ragu
mengucapkan janji pernikahan mereka. Sarah yang masih melamun, dikejutkan oleh
suara hakim yang menanyakan kesedian Sarah menjadi istri dari Daniel Long.
Sarah melihat sekelilingnya, mereka semua melihat
kearah Sarah. Tangan Daniel masih dengan setia menggenggam tangannya. Sarah
melihat tangan Daniel dan melihat wajah Daniel dengan tatapan yang dalam.
‘tidak bisa ada mundur Sarah Li, kamu sudah
sampai pada tahap seperti ini. Melarikan diri atau mengatakan tidak sekarang
hanya akan menjatuhkan harga diri mu dan membuat marah keluargamu.’ batin Sarah
memberi nasehat kepada dirinya sendiri.
Sarah Li menatap Daniel dengan dalam. Daniel
membalas tatapan Sarah dengan cara yang sama. Mereka saling berpadangan dan
mengenggam tangan satu sama lain. Semua orang diam dan memperhatikan mereka
berdua.
“sulit bagiku untuk memulai hubungan ini. Tidak
mudah bagiku untuk mempercayai seseorang untuk masuk kedalam hidupku. Aku tidak
berani berpikir kehidupan rumah tangga yang selalu romantis seperti kedua orang
tua kita. Setidaknya, aku akan coba belajar menerimamu didalam hidupku. Aku
__ADS_1
harap juga kau mau bersabar sampai aku benar – benar membuka hatiku untuk mu.
Dan kau bisa menjadi teman hidup yang baik untukku selamanya.”
Daniel Long tersenyum melihat Sarah mengucapkan
semua kata – kata itu dari mulutnya. Daniel mencium kening Sarah.
“aku sudah menunggu hari ini sudah sangat lama,
menunggu dirimu membuka hati untuk mencintaiku bukan masalah besar bagiku.
Selama kau bersedia, maka aku akan selalu memberikan cinta dan kehidupan yang
terbaik untuk dirimu.” Daniel mengucapkan kata cinta didepan semua orang.
Pegawai wanita semakin mengagumi Daniel yang
tidak hanya terlihat tampan, ia juga terlihat sangat mencintai Sarah. Benar –
benar beruntung Sarah bisa mendapatkan seseorang seperti Daniel.
Hakim pernikahan memiringkan wajahnya menatap Sarah,
ia mash mencerna perkataan Sarah. Perkataan Sarah baginya sedikit ambigu.
Apakah wanita ini bersedia menikahi Daniel tanpa ada paksaan. Pengantin
pria tampak sangat meyakinkan untuk menikahi sang wanita, tapi sang wanita
masih belum jelas apakah menerima atau minta waktu untuk menunda pernikahan
sampai hatinya mencintai pengantin pria??? Ditengah kebingungan itu, semua
orang diruangan bertepuk tangan melihat manisnya pasangan pengantin baru itu.
Hakim pernihakan melihat orang – orang
disekitarnya, mereka terhanyut oleh pernyataan masing – masing pasangan. Ia
segera menggelangkan kepalanya dan kemudian mengatakan pernikahan yang
dilakukan sudah sah dari segi hukum dan agama. Semua orang diruangan bertepuk
tangan ikut merasakan kebahagian keduanya.
membagikan moment bahagia Direktur Utama perusahaan Long dihalaman resmi
perusahaan. Seluruh karyawan perusahaan Long dan Li bisa melihat secara
langsung pernikahan yang sedang dilakukan di catatan sipil ini. Semua yang
melihat ikut bahagia menyambut pernikahan kedua bos besar mereka.
Daniel memeluk Sarah setelah dinyatakan resmi
sebagai suami istri, ia membisikan satu kalimat ditelinga Sarah “terima kasih
sudah memberikan kesempatan bagiku untuk menjadi bagian dalam hidupmu.”
Sarah mengangguk dan sama sekali tidak tersenyum.
Wajahnya biasa saja dari tadi. Ketika orang – orang mengucapkan selamat kepada
mereka. Senyum tipis ditunjukkan Sarah kepada orang itu.
Tidak sampai 30 menit mereka berdua sudah
mendapatkan buku nikah. Sarah masih memegang buku pernikahan yang ada
ditangannya. Rasa seperti mimpi berada dalam keadaan seperti ini. Bahkan Sarah
tidak pernah berani memimpikan menikah dengan seorang pria selama ini.
Berbeda dengan Sarah yang lebih banyak melamun
dari pagi sampai siang ini. Daniel lebih banyak menunjukkan rasa senang dalam
hatinya. Senyum dibibirnya tidak berhenti dibagikan kepada semua orang. Bahkan
didalam mobil hanya menatap Sarah pun dia tersenyum. Padahal Sarah sama sekali
tidak melihat dirinya.
“kita kemana sekarang Pak??” tanya James
__ADS_1
memecah kesibukan pikiran masing – masing.
“kekantor perusahaan Li.” jawab Sarah dengan
cepat sebelum Daniel mengucapkan jawabannya.
James melihat kearah Daniel untuk memastikan
kembali “ikuti apa perkataan nyonya Daniel Long.” jawab Daniel dengan penuh
percaya diri.
James menerutkan keningnya, sahabatnya begitu
tegas mengucapkan kata ‘miliknya’. Benar – benar bukan seperti Daniel Long yang
biasa dihadapinya.
“baik pak.” jawab James mengalihkan pandangannya
kearah depan kemudian berbicara kepada supir untuk berjalan kearah Perusahaan
Li.
“terima kasih.” kata Sarah kepada James
“sama – sama nona ketiga Li.” jawabnya sambil
mengangguk tanpa melihat kearah Sarah yang duduk dibelakangnya.
“hmmm..” Daniel Long berdeham kepada James, ia
tidak suka dengan jawaban yang diberikan James kepada Sarah. Bagaimana pun dia
sudah menjadi istrinya harus memanggil dengan nama yang berbeda.
James melirik Daniel dari kaca spion tengah
mobil. Daniel melihatnya dengan tidak senang.
“maaf.. sama – sama nona ketiga Li maksud saya
nyonya Daniel Long.” James membalas tajam tatapan Daniel yang tersenyum
simpul mendengar perkataan James.
Sarah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas
ransel kecilnya kemudian mengambil gambar buku nikahnya dan membagikan
gambar itu kepada grup keluarganya. Kedua orang tua Sarah dan kedua saudara
perempuanya mengirimkan balasan doa dan ucapan selamat kepada Sarah dan Daniel
yang sudah resmi menjadi suami istri. Wajah Sarah biasa saja ketika membagikan
moment yang seharusnya dirayakan dengan bahagia dalam hidupnya.
Sarah menerima panggilan group dari keluarganya,
jujur ia belum siap menerimanya. Sarah menyerahkan ponselnya kepada Daniel dan
kemudian bersandar dipundaknya sambil memejamkan mata.
“kamu jawab.” aku mengantuk. Kata Sarah acuh tak
acuh kepada Daniel.
Daniel melihat ponsel dan kemudian melihat Sarah
sudah bersandar dipundaknya. Ia tersenyum dan kemudian menjawab panggilan video
itu. Sisca dan Serena menanyakan keberadaan Sarah, Daniel menunjukkan gambar
Sarah yang sedang tertidur dipundaknya.
“baiklah… sepertinya pengantin baru sangat lelah
hari ini. Kita lanjutkan saja nanti malam, pada saat jamuan makan malam
perusahaan.” kata Andy Li sambil menutup panggilan video di group keluarga
mereka.
“terima kasih.” kata Sarah yang masih menutup
__ADS_1
matanya. Ia baru mengetahui bersandar di pundak pria ini ternyata bisa
mengurangi rasa tekanan dari hatinya.