Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 58


__ADS_3

Jarak yang tidak terlalu jauh dari kediaman


keluarga Li  menuju catatan sipil. James memperhatikan Daniel dan Sarah


yang sedang berpelukan dari kaca spion. Seorang Daniel Long bisa bersikap manis


kepada seorang wanita, ini adalah pemandangan langka yang bisa disaksikannya.


Supir berhenti diparkir kantor catatan sipil.


Gedung yang tinggi, dari luar Sarah melihat sepertinya terdiri atas 5 lantai.


Sarah duduk tegak dan melepaskan dirinya dari pelukan Daniel. Jantungnya


berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Tangan menjadi dingin. Rasa takut dan


gugup tidak bisa disembunyikannya dengan baik. Daniel membuka pintu Sarah, dan


mengulurkan tangannya. Sarah menerima tangan Daniel dan memperhatikan tangan


pria itu. Tangannya sangat hangat, rasa hangat itu berjalan keseluruh tubuh


Sarah. Rasa tenang muncul secara tiba – tiba dihati Sarah.


Sarah melihat Daniel, pria ini benar – benar


memiliki kemampuan yang luar biasa. Ia sanggup merubah suasana hatinya. Dari


takut menjadi tenang. Tubuhnya memiliki energi positif yang luar biasa. Ada


rasa kagum dihati Sarah kepada Daniel.  Sarah masih sibuk mengagumi


Daniel, sambil terus berjalan mengikuti langkah Daniel.


Mereka berdua sampai disuatu ruangan dilantai 3,


dan disambut oleh beberapa orang pegawai yang sudah menunggu mereka diruangan


tersebut.


Daniel menyapa mereka semua dan Sarah masih


berdiam  diri sambil memperhatikan situasi sekitar dirinya. Matanya secara


bergantian memperhatikan Daniel dan pegawai catatan sipil tersebut bicara.


Pegawai tersebut memberikan dokumen yang perlu ditanda tangani.


Seorang hakim pernikahan mulai menanyakan


kesediaan Sarah dan Daniel dalam ikatan pernikahan. Daniel tanpa ragu


mengucapkan janji pernikahan mereka. Sarah yang masih melamun, dikejutkan oleh


suara hakim yang menanyakan kesedian Sarah menjadi istri dari Daniel Long.


Sarah melihat sekelilingnya, mereka semua melihat


kearah Sarah. Tangan Daniel masih dengan setia menggenggam tangannya. Sarah


melihat tangan Daniel dan melihat wajah Daniel dengan tatapan yang dalam.


‘tidak bisa ada mundur Sarah Li, kamu sudah


sampai pada tahap seperti ini. Melarikan diri atau mengatakan tidak sekarang


hanya akan menjatuhkan harga diri mu dan membuat marah keluargamu.’ batin Sarah


memberi nasehat kepada dirinya sendiri.


Sarah Li menatap Daniel dengan dalam. Daniel


membalas tatapan Sarah dengan cara yang sama. Mereka saling berpadangan dan


mengenggam tangan satu sama lain. Semua orang diam dan memperhatikan mereka


berdua.


“sulit bagiku untuk memulai hubungan ini. Tidak


mudah bagiku untuk mempercayai seseorang untuk masuk kedalam hidupku. Aku tidak


berani berpikir kehidupan rumah tangga yang selalu romantis seperti kedua orang


tua kita. Setidaknya, aku akan coba belajar menerimamu didalam hidupku. Aku

__ADS_1


harap juga kau mau bersabar sampai aku benar – benar membuka hatiku untuk mu.


Dan kau bisa menjadi teman hidup yang baik untukku selamanya.”


Daniel Long tersenyum melihat Sarah mengucapkan


semua kata – kata itu dari mulutnya. Daniel mencium kening Sarah.


“aku sudah menunggu hari ini sudah sangat lama,


menunggu dirimu membuka hati untuk mencintaiku bukan masalah besar bagiku.


Selama kau bersedia, maka aku akan selalu memberikan cinta dan kehidupan yang


terbaik untuk dirimu.” Daniel mengucapkan kata cinta didepan semua orang.


Pegawai wanita semakin mengagumi Daniel yang


tidak hanya terlihat tampan, ia juga terlihat sangat mencintai Sarah. Benar –


benar beruntung Sarah bisa mendapatkan seseorang seperti Daniel.


Hakim pernikahan memiringkan wajahnya menatap Sarah,


ia mash mencerna perkataan Sarah. Perkataan Sarah baginya sedikit ambigu.


Apakah wanita ini bersedia menikahi Daniel tanpa ada paksaan.  Pengantin


pria tampak sangat meyakinkan untuk menikahi sang wanita, tapi sang wanita


masih belum jelas apakah menerima atau minta waktu untuk menunda pernikahan


sampai hatinya mencintai pengantin pria??? Ditengah kebingungan itu, semua


orang diruangan bertepuk tangan melihat manisnya pasangan pengantin baru itu.


Hakim pernihakan melihat orang – orang


disekitarnya, mereka terhanyut oleh pernyataan masing – masing pasangan. Ia


segera menggelangkan kepalanya dan kemudian mengatakan pernikahan yang


dilakukan sudah sah dari segi hukum dan agama. Semua orang diruangan bertepuk


tangan ikut merasakan kebahagian keduanya.


membagikan moment bahagia Direktur Utama perusahaan Long dihalaman resmi


perusahaan. Seluruh karyawan perusahaan Long dan Li bisa melihat secara


langsung pernikahan yang sedang dilakukan di catatan sipil ini. Semua yang


melihat ikut bahagia menyambut pernikahan kedua bos besar mereka.


Daniel memeluk Sarah setelah dinyatakan resmi


sebagai suami istri, ia membisikan satu kalimat ditelinga Sarah “terima kasih


sudah memberikan kesempatan bagiku untuk menjadi bagian dalam hidupmu.”


Sarah mengangguk dan sama sekali tidak tersenyum.


Wajahnya biasa saja dari tadi. Ketika orang – orang mengucapkan selamat kepada


mereka. Senyum tipis ditunjukkan Sarah kepada orang itu.


Tidak sampai 30 menit mereka berdua sudah


mendapatkan buku nikah. Sarah masih memegang buku pernikahan yang ada


ditangannya. Rasa seperti mimpi berada dalam keadaan seperti ini. Bahkan Sarah


tidak pernah berani memimpikan menikah dengan seorang pria selama ini.


Berbeda dengan Sarah yang lebih banyak melamun


dari pagi sampai siang ini. Daniel lebih banyak menunjukkan rasa senang dalam


hatinya. Senyum dibibirnya tidak berhenti dibagikan kepada semua orang. Bahkan


didalam mobil hanya menatap Sarah pun dia tersenyum. Padahal Sarah sama sekali


tidak melihat dirinya.


“kita kemana sekarang  Pak??” tanya James

__ADS_1


memecah kesibukan pikiran masing – masing.


“kekantor perusahaan Li.” jawab Sarah dengan


cepat sebelum Daniel mengucapkan jawabannya.


James melihat kearah Daniel untuk memastikan


kembali “ikuti apa perkataan nyonya Daniel Long.” jawab Daniel dengan penuh


percaya diri.


James menerutkan keningnya, sahabatnya begitu


tegas mengucapkan kata ‘miliknya’. Benar – benar bukan seperti Daniel Long yang


biasa dihadapinya.


“baik pak.” jawab James mengalihkan pandangannya


kearah depan kemudian berbicara kepada supir untuk berjalan kearah Perusahaan


Li.


“terima kasih.” kata Sarah kepada James


“sama – sama nona ketiga Li.” jawabnya sambil


mengangguk tanpa melihat kearah Sarah yang duduk dibelakangnya.


“hmmm..” Daniel Long berdeham kepada James, ia


tidak suka dengan jawaban yang diberikan James kepada Sarah. Bagaimana pun dia


sudah menjadi istrinya harus memanggil dengan nama yang berbeda.


James melirik Daniel dari kaca spion tengah


mobil. Daniel melihatnya dengan tidak senang.


“maaf.. sama – sama nona ketiga Li maksud saya


nyonya Daniel Long.”  James membalas tajam tatapan Daniel yang tersenyum


simpul mendengar perkataan James.


Sarah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas


ransel kecilnya kemudian mengambil gambar  buku nikahnya dan membagikan


gambar itu kepada grup keluarganya. Kedua orang tua Sarah dan kedua saudara


perempuanya mengirimkan balasan doa dan ucapan selamat kepada Sarah dan Daniel


yang sudah resmi menjadi suami istri. Wajah Sarah biasa saja ketika membagikan


moment yang seharusnya dirayakan dengan bahagia dalam hidupnya.


Sarah menerima panggilan group dari keluarganya,


jujur ia belum siap menerimanya. Sarah menyerahkan ponselnya kepada Daniel dan


kemudian bersandar dipundaknya sambil memejamkan mata.


“kamu jawab.” aku mengantuk. Kata Sarah acuh tak


acuh kepada Daniel.


Daniel melihat ponsel dan kemudian melihat Sarah


sudah bersandar dipundaknya. Ia tersenyum dan kemudian menjawab panggilan video


itu. Sisca dan Serena menanyakan keberadaan Sarah, Daniel menunjukkan gambar


Sarah yang sedang tertidur dipundaknya.


“baiklah… sepertinya pengantin baru sangat lelah


hari ini. Kita lanjutkan saja nanti malam, pada saat jamuan makan malam


perusahaan.” kata Andy Li sambil menutup panggilan video di group keluarga


mereka.


“terima kasih.” kata Sarah yang masih menutup

__ADS_1


matanya. Ia baru mengetahui bersandar di pundak pria ini ternyata bisa


mengurangi rasa tekanan dari hatinya.


__ADS_2