Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Eps 24


__ADS_3

"Nih" ucap Jihan duduk di depan bawah Kevin membuat Kevin tak enak dan ikut duduk di bawah dengan paperbag di tangnnya.


"Ini di apain" tanya Kevin melihat banyak amplop pasalnya dia tidak pernah membantu Jihan dalam hal ini karena selama ini dia hanya mengurus AYASTA tidak dengan yang lain.


"Lo hitung dulu deh kak ini data semua kariawan mulai dari FeJi cafe, Ayasta Couple, sama JiAy boutique" ucap Jihan memberikan stempel dan data setiap pegawainya.


"Tugas gue setempel ini doang ya" ujar Kevin.


"Iya sekalian kasih nama satu persatu, terus yang itung nanti Ata dia yang paling cepet itung uang" ucap Jihan.


"Oke" ujar Kevin.


"Terus tugas lo" tanya Fero yang baru bergabung.


"Tugas gue masukin uang ke amplop" ucap Jihan.


"Gampang amat" ucap Fero.


"Hehe lagian ini yang di urus Feji cafe sama Ayasta couple aja yang punya gue biar gue yang urus nanti" ucap Jihan.


"Kenapa gak sekalian aja" tanya Fero.


"Yang itu kan punya gue pribadi " ujar Jihan.


"Gak papa biar sekalian" ucap Fero.


"Bisa kalian mulai, ngobrol mulu"1 ujar Kevin.


"Yaya sensi" ucap Fero.


Jihan Fero dan Kevin mulai bekerja di ruang keluarga namun yang lain tidak berani mengganggu karena urusan uang takut membuat komsentrasi mereka goyah.


Lembar demi lembar dan tumpukan aplop menggunung namun Jihan telaten untuk mengikatnya agar tidak bercampur lagi. Jihan juga bertugas menulis descripsi gaji para kariawannya agar kariawannya paham jika gaji mereka kurang dari biasanya.


Waktu berlalu dengan cepat beberapa jam sudah mereka melalukannya tanpa sepatah katapun dan tatapan ke lain arah. Ya karena mereka bertiga mempunyai konsentrasi tinggi walau dalam keramaian.


"Sudah bos" ujar Kevin meregangkan ototnya.


"Makasih kak Kevin" ucap Jihan.


"Sama sama bos ini kan juga tugas gue udah terlalu lama lo hukum gue" ujar Kevin.


Ya sebenarnya Kevin di kirim ke Desa selain untuk mengawasi proyek yang sedang di bangun dia juga terkena hukuman dari Jihan karena membawa masalah percintaannya ke dalam pekerjaan. Kevin mengiyakan dengan senang hati karena dia memang salah.


"Udah Ta" tanya Jihan.


"Udah Ay, gue bantu sekalian yang itu ya" ujar Fero.


"Gak perlu biar gue aja lagian udah malam" ucap Jihan.


"Makanya udah malam biar kita bantu biar gak kelamaan ya gak Vin" ucap Fero.


"Iya bener" ucap Kevin.


Kevin dan Fero kembali dengan pekerjaanya masing masing. Sedangkan Jihan menyenderkan badannya ke kursi di belakangnya karena merasa sangat pegal.


"Anak anak udah malam tidur gih" ujar Mama.


"Ya mah" kompak Jihan Fero dan Kevin.


"Sejak kapan mak gue punya banyak anak" cibir Putri.


"Sayang tidur yuk" ucap Putri bergelanyut manja di samping Fero.


"Sebentar lagi tolong jangan ganggu saya" ujqr Fero acuh


"Udahlah Ta mending lo tidur daripada lo gak konsentrasi" ujar Jihan.


"Nanti tanggung" ucap Fero.


"Apanya yang tanggung udah mau selesai nih" ucap Jihan.


"Tanggung jawab gue yang belum kelar" ujar Fero.

__ADS_1


"Mana ada belum kelar, ini kan udah selesai bilang aja masih mau di sini" ledek Kevin.


"Lo pandai buaat suasana panas ya Vin" ujar Dwi yang bergabung.


"Dia mau liat pertunjukan gratis tuh" ujar Jihan.


"Hehe" ujar Kevin terkikik.


"Udah selesai nih tuntas tanggung jawab gue" ujar Fero


"Oke, ya udah istirahat gih besok lo harus datang ke kantor lebih dulu ada kolega datang mintanya lo yang temenin dia" ujar Jihan.


"Yaya, giliran yang bawel aja lo kasih gue" ucap Fero


"Mau gimana lagi dianya yang milih" ucap Jihan.


"Oke oke tapi ini kolega terakhir gue di AYASTA ya karena gue bakal kasih sepenuhnya buat lo" ujar Fero.


"Kenapa kasih gue ini kan punya kita" ucap Jihan.


"Sesuai perjanjian, pertama saat lo selesai dengan tanggungan lo ke gue kan udah mau gue kasih gak mau sekarang waktu yang tepat gue bakal kasih lo seutuhnya kalau lo udah ada pendamping yang bisa gue percaya dan gue percaya sama suami lo tapi kalau lo butuh gue kapan pun gue ada buat lo" ucap Fero.


"Kenapa si padahal gue belum bisa kelola sendiri" ucap Jihan.


"Lo tau Ji kenapa gue suruh lo jadi badgirl di sana biar lo bisa sesuka hati gak masuk sekolah karena harus kerja itu gue lakuin biar lo bisa saat gue lepas tangan gue dan lo harus berjalan sendiri" ucap Fero


"Harus banget" ucap Jihan.


"Iya cantik, gue yakin lo bisa" ujar Fero sembari mengelus elus pipi Jihan membuat Dwi maupun Putri menatap tajam sedangkan Kevin hanya memandang karena dia sudah terbiasa melihat keromantisan Jihan dan Fero walau dia sedikit kaget ya hanya sedikit krena Fero berani meakukannya di depan Dwi.


"Cari mati tuh orang" ujar Kevin dalam hati.


"Hm thanks ya Ta" ujar Jihan menurunkan tangan Fero dari pipinya.


"Gue janji bakal kembangin usaha kita lebih dari sekarang, tapi gue minta jangan lepas tangan untuk kelanjutan FeJi sama Ayasta couple" ucap Jihan di angguki Fero.


"Oke, sekarang tanggung jawab gue bener bener selesai" ujar Fero bangkit.


"Ta makasih" ucap Jihan sama sama berdiri.


"Lo" ujar Dwi menunjuk arah Fero.


"Li cium gue" ujar Jihan dengan mata elangnya.


"Cuma satu Ay mau lagi" ucap Fero sembari menyengir kuda.


"Jahanam lo" ujar Jihan memukul lengan Fero berkali kali.


Melihat reaksi Jihan Dwi merasa bahagia dia bahkan tidak rela kalau ada yang menciumnya bahkan dia lebih senang karena saat Dwi yang menciumnya reaksi Jihan tidak terlalu mengerikan.


"Sakit Ay" ucap Fero menghindar.


"Makanya siapa suruh lo cium gue, kurang ajar lo " ucap Jihan makin membabi buta namun bukannya marah Fero justru tersenyum. Karena sibuk memukuli Fero Jihan tidak sadar kalau Fero sudah merentangkan tangannya dan menariknya ke dalam pelukannya.


"Berhenti Ay, please sekali saja " ucap Fero.


"Lepasin gue" ujar Jihan memberontak.


"Biar seperti ini saja please sebentar saja untuk pertama dan terakhir kalinya gue peluk lo dalam sadar dan dalam keadaan baik baik saja" ujar Fero membuat Jihan berhenti memberonta membiarkan Fero memeluknya erat walau tidak mendapat balasan dari Jihan.


Kevin yang melihat Dwi menatap Jihan dengan sangat mematikan membuatnya bergidik ngeri namun bagaimana lagi mungkin ini bisa menjadi perpisahan dalam sebuah persahabatan.


"Udah kali Ji" ucap Dwi dengan dingin.


Mendengar Dwi berbicara Jihan menatap Dwi dan tersenyum. Tak di sangka Jihan justru membalas pelukan Fero saat Fero mulai mengurainya. Jihan sengaja melakukan itu hanya ingin tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Gue ngerasa paling jahat di dunia karena pisahin mereka berdua" ujar Putri.


"Apapun itu gue gak rela Jihan seperti itu dia hanya milik gue gak boleh ada yang menyentuhnya tanpa ijin gue" ujar Dwi akan menarik Jihan yang sedang bertatapan dengan Fero.


Saat Dwi menarik Jihan, Jihan tersenyum kemudian jatuh ke dalam pelukan Dwi karena dia tau kalau Dwi sedang sangat marah.


"Minggir biar gue habisi dia" ucap Dwi dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Kenapa habisin dia gue yang meluk dia saat dia mau lepasin gue" ucap Jihan.


"Di yang salah karena udah cium kamu" ucap Dwi menghempaskan Jihan ke sofa membuat Jihan tersenyum.


Jihan bangkit dan memeluk Dwi dengan mesra membuat Dwi mengurungkan niatnya untuk melayangkan tinjunya ke wajah iparnya itu.


"Kamu melindunginya" tanya Dwi.


"Haruskah saya melindunginya" ujar Jihan membuat Dwi berfikir.


"Berhentilah marah marah karena dia orang ke dua yang berhasil menyentuh saya" ucap Jihan membuat Dwi tersenyum ternyata dia yang pertama.


"Apa saya yang pertama" ujar Dwi memastikan.


"Haruskah saya menjawabnya" ucap Jihan menatap lekat Dwi.


"Apa buktinya" ujar Dwi membalas tatapan Jihan dengan tangan yang sudah berada di pinggang Jihan.


"Haruskah saya beri tau di sini" ucap Jihan.


"Tidak perlu, saya akan menghukummu nanti" ucap Dwi mengecup mesra bibir Jihan.


"Woi ada anak di bawah umur" ujar Kevin.


"Hehe" ujar Jihan.


"Lanjutin di kamar ngapa " ucap Putri.


Dwi tersenyum lalu menggendong Jihan namun Jihan menahannya. Dwi berfikir kepada Jihan tidak mau sedangkan Kevin dia malah memotret ke duanya.


"Kenapa" tanya Dwi.


"Ingat kamu lagi puasa jangan pancing perkara" bisik Jihan sukses membuat Dwi menjatuhkannya.


"Gak pake di jatuhin juga kali" ujar Jihan cemberut.


"Eh eh sorry" ujar Dwi membantu namun Jihan malah menolaknya dan melanjutkan pekerjaannya.


Dwi terus membujuk Jihan namun Jihan enggan menanggapi sampai dia menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan Fero masih berdiri di sana namun dengan Putri yang menc**umnya dengan mesra.


"Alhamdulillah" ujar Jihan.


"Saya boleh nginep bos" ujar Kevin.


"Boleh nginep aja sekalian besok anterin gue" ucap Jihan.


"Kemana" tanya Dwi.


"Gak kemana mana males aja bawa mobil sendiri ke kantor" ucap Jihan.


"Udah udah tidur tidur" ujar Kevin membereskan barang barangnya dan pergi ke kamar tamu. Sedangkan Jihan merapikan beberapa paperbag dan membawanya ke kmar sedangkan Fero dan Putri masih asik di sana tanpa memperdulikan Jihan.


"Maaf Ay, gue harus lakuin ini biar lo benci sama gue biar lo bisa terima suami lo yang lebih baik dari gue" ujar Fero dalam hati.


Jihan berjalan meninggalkan Dwi, namun Dwi tau kalau istrinya itu sedang cemburu jadi dia menggendong Jihan tiba tiba membuat Jihan tersentak dan langsung mengalungkan tangannya ke leher Dwi.


Dwi menggendongnya sampai kamar mereka. Saat sampai di kamar Dwi menjatuhkan Jihan dengan pelan di atas kasur namun saat Dwi duduk Jihan justru bngkit dan pergi ke baklon.


Jihan mengunci pintu balkon membuat Dwi jengkel namun Jihan tidak memperdulikannya. Malam semakin larut dan rintik hujan semakin deras mengguyur kebiasaan Jihan saat hujan menadahkan tangannya di rintikan hujan sembari merenung.


"Tuhan kenapa engkau memberi ku jalan yang sangat ingin ku jauhi, kau memutuskan hubungan yang sudah ada walau kau ganti dengan hubungan baru ini tidak akan sama" ujar Jihan tak terasa matanya panas dan meneteskan air mata.


"Bisa kah gue menjalani ini semua" ujar Jihan.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys...


Gak terasa ya udah mau lebaran aja

__ADS_1


Mohon maaf lahir batin ya readers semua semoga kita di pertemukan dengan romadon di tahun depan....


__ADS_2