Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Suami Sah Gue


__ADS_3

"Saat gue bilang jalan langsung jalan gak ada komentar" ucap Jihan.


Jihan keluar dari mobil dengan uang yang dia siapkan sedangkan senjatanya ada di tangan satunya. Saat preman preman tersebut mulai mendekat dan terlihat lebih agresif Jihan menembaki setiap ban motor yang di bawa kumpulan preman tersebut.


"Jalan" ucap Jihan membut Dwi langsung mengebut.


Semua preman hanya terdiam melongo pasalnya tidak ada yang pernah memakai senjata sebelumnya. Saat Jihan berada di tengah melewati preman preman tersebut Jihan menaruh keresek yang berisikan uang di atas motor salah seorang preman.


Semua preman yang hendak mengejar Jihan terhenti karena semua ban motor mereka bocor membuat mereka semua frustasi. Salah seorangbpreman mengambil keresek yang Jihan letakkan dengan sangat hati hati saat melihat apa yang ada di dalam keresek membuat semuanya tertawa.


"Kalian jangan sok jagoan deh karena jagoan yang sebenarnya tidak kan menunjukkan jati diri mereka jadilah yang lebih baik orang tua kalian mengharap lebih dari kalian kalian harapan keluarga, buat uang ini bagi rata sebagai tanda permintaan maaf gue udah bocorin ban kalian semua"


Sebuah penggalan tulisan dari Jihan yang dia taruh di keresek bersama dengan uang uang itu. Di dalam mobil Jihan tetawa terbahak bahak membuat Dwi menggelengkan kepalanya.


"Kenapa ketawanya sampai kayak gitu" tanya Dwi.


"Seneng aja liat mereka ciut" ucap Jihan.


"Kalah cepet mati tau gak" ucap Dwi.


"Takut banget mati" ucap Jihan.


"Yang gue takutin lo kalau lo mati gimana gue belum siap kehilangan lo kalau gue mati si gak apa apa setidaknya gue gak sakit hati lagi" ucap Dwi.


"Sensi" ucap Jihan.


Dwi tidak menjawab hanya melajukan mobilnya kembali ke rumah. Saat sampai di depan rumahnya ternyata semua teman teman dan sahabatnya ada di sana.


Dwi turun lebih dahulu sedangkan Jihan turun saat Dwi sudah membukakkan pintunya. Mereka sangat romantis apa lagi dengan semua yang mereka kenakan sama.


"Pengantin baru" ledek Dika.


"Iya semuanya sama" ucap Beni.


"Iri lo nikahin tuh Gabby" ucap Sonia.


"Lo sendiri gimana" ucap Gabby.


Jihan hanya mendengar tanpa berkomentar, Jihan berjalan ke arah rumah untuk menaruh barang barang yang dia beli tadi dengan tangan yang terus ada di lengan Dwi.


"Wah wah wah kayaknya rencana gue berhasil ya" ucap Putri bertepuk tangan ria.


"Maksudnya" tanya Jihan bingung lalu menatap Dwi.


Dwi hanya menganggkat ke dua bahunya acuh lalu duduk bergabung dengan keluarganya di ikuti Jihan.


"Maksudnya tuh sebenernya gue gak ada niatan buat jahatin lo kak, ya walaupun kita pernah jadi musuh di masa lalu tapi saat gue tau lo sumber kebahagiaan Kak Dwi gue urungin semua niat jahat gue" ucap Putri.


"Lo kerjain gue" tanya Jihan mulai emosi.


"Ya sebagian besar" ucap Putri.


"Sekarang apa tujuan lo yang sebenarnya " ucap Jihan.


"Gue cuma gak mau Abang gue sakit hati, dan lagi kalau gue gak gitu lo gak bakal minta di nikahin Abang gue kan" jawab Zira.


"Beneran Put" tanya Dwi.


"Bener, maaf ya kak" ucap Putri tersenyum tanpa dosa.


"Ekting kalian luar biasa" ucap Jihan.


"Tapi semua lancar bahkan lo jalan sama Abang gue" ucap Zira


"Entahlah" ucap Jihan pergi.


"Mau kemana" tanya Dwi menggenggam tangan Jihan.


"Kenapa ada perlu" ucap Jihan.


"Duduk ngapa gak capek apa" ucap Dwi.


"Bilang aja lo gak mau jauh jauh Bang" ledek Zira.


"Iya tuh, gue cuma mau ke luar kali" ucap Jihan.


"Ya udah sana" ucap Dwi melepas tangan Jihan kasar.


"Ngambek kayak cewek lagi pms" ucap Jihan.


"Ji lo orang pertama yang Abang cemburuin saat sama temen temennya" ucap Zira.


"Masa terus bagaimana kabar para mantannya" ucap Jihan.


"Lo naif apa bego lo, liat dong bagaimana para perempuan mengejar Abang tetep aja Abang dingin banget lo juga orang pertama yang di cap tanda kepemilikannya sama Abang" ucap Zira.


"Kok lo tau, emang mantan mantannya cerita sama lo" ucap Jihan.


"Kalian bahas mantan aja yang jelas aja masa depan " ucap Mama Sri.

__ADS_1


"Lagi meluruskan jalan bengkok" ucap Putri.


"Ya udah lanjut asala gak ada pihak yang tersakiti" ucap Mama Sri.


"Denger tuh" ucap Dwi membuat Jihan kembali duduk.


"Selama ini kan pacar Abang cuma sebatas bibir doang pacarannya gak sampai gitu" ucap Zira menunjuk leher Jihan.


"What" ucap Jihan menutupi lehernya dengan rambut.


"Telat udah pada lihat" ucap Putri.


"Lo" ucap Jihan menunjuk Dwi dengan jarinya dan tatapan membunuh.


Dwi hanya tersenyum lalu menurunkan jari jihan yang menunjuk kepadanya membuat Jihan makin kesal. Jihan berdiri dan hendak pergi namun Dwi ikut berdiri bukan ikut pergi melainkan Dwi menarik ikat rambut Jihan membuat rambut jihan terurai dan menatanya.


"Udah gak kelihatan" ucap Dwi.


"Puas lo" ucap Jihan marah.


"Marah beneran Bang" ucap Zira.


"Kayaknya" ucap Dwi.


"Kirain udah baikan sampai lo bikin tuh tanda" ucap Putri.


"Lo si Ra" ucap Dwi.


"Kenapa jadi gue" ucap Zira membela diri.


"Tuh kan jadi ada yang marah" ujar Mama Sri.


"Biarin jeng, nanti juga minta lagi" ucap Mama Anggun.


Semua orang tertawa membuat Dwi merona. Dwi meminta izin untuk pergi mencari Jihan. Saat di luar rumah Dwi melihat Jihan sedang bersama teman temannya yang membuat acara BBQ.


Dwi melihat Jihan dari depan pintu, Jihan hanya melihat sekilas karena masih sangat kesal. Jihan makan dengan lahap membuat semua teman temannya menggelengkan kepalanya lain dengan Sonia yang tau kalau Jihan stres akan makan lebih banyak.


"Ji" panggil Dwi.


"hm" ujar Jihan.


"Masih marah" tanya Dwi duduk.di samping Jihan.


"Gak" ucap Jihan sekilas.


"Ji lagi gak" ucap Dika yang sedang memanggang daging.


"Nih spesial buat lo" ucap Dika.


"Thanks ya " ucap Jihan.


"Suami lo gak lo kasih makan" ucap Dika.


"Bisa makan sendiri kan" ucap Jihan menatap Dwi membuat Dwi mengngguk.


"Bener bener istri gak bisa di arepin" ucap Dika pergi.


"Kenapa lo sewot suami gue aja anteng" ucap Jihan.


"Ya anteng takut lo mutilasi" ucap Dika.


"Diem lo" ucap Jihan.


"Ji maafin gue" ucap Dwi membuat Jihan menghentikan makannya.


"Buat apa" tanya Jihan.


"Gue udah buat lo malu tadi" ucap Dwi.


"oh" ucap Jihan kembali makan.


"Kenapa lo iket tuh rambut lagi gak malu sama mereka" tanya Dwi.


"Ribet mau makan, lagian malu sama mereka ngapain mereka lebih sering bikin ginian sama pacarnya" ucap Jihan.


"Ji ini beneran suami lo kan seorang pengusaha muda" ucap Gabby.


"Iya kenapa " tanya Jihan.


"Padahal gue udah berfantasi jadi ratunya" ucap Gabby.


"Fantasi lo buruk" ucap Jihan.


"Ji kenalin secara resmi ngapa" ucap Jane.


"Bukannya tadi pagi udh peluk peluk ngapain kenalan lagi" ucap Jihan.


"Gak ikhlas guys" ucap Hana.

__ADS_1


"Bukan gak ikhlas, mau kenalin sebagai siapa" tanya Jihan membuat semua temannya bingung


"Terserah lo" ucap Beni.


"Oke semuanya kenalin dia suami sah gue Dwi" ucap Jihan.


"Dwi bukan Tuan muda Putra" ucap Sonia.


"Tuan muda Putra bos gue kalau suami gue mas Dwi" ucap Jihan membuat Dwi tersenyum.


"Aneh lo ji apa bedanya juga" ucap Viki.


"Bedanya kalau mas Dwi kan suami gue gak boleh ada yang deketin tapi pas dia jadi tuan Muda Putra gue biarin mau deketin berapa pun wanita asal bisnis dan menghasilkan uang hehe" ucap Jihan.


"Ternyata pecemburu juga " ucap Nisa.


"Ya dong milik gue gak boleh ada yang ganggu" ucap Jihan.


"Dan yang paling jelas matre" ucap Mona.


"Itu karena dia tajir, sayang dong suami tajir gak di manfaatin" ucap Jihan membuat Dwi tersenyum.


"Lo boleh manfaatin Abang gue asal jangan lupa bagi bagi" ucap Zira yang baru bergabung.


"Enak aja lo, gak boleh ada yang manfaatin kakak gue" ucap Putri yang datang bersama Zira.


"Berasa raja tuh di rebutin tiga cewek" ucap Dani.


"Hehe biasa orang ganteng" ucap Dwi.


"Narsis" ucap Jihan Zira dan Putri.


"Kompak amat" ucap Dani.


"Kak Abang mana" tanya Jihan.


"Tuh lagi main game sama temennya di kamar" ucap Dani.


"Game apa" tanya Jihan.


"Yang biasa lo mainin" ucap Dani.


"Males banget gak ada ganti yang terbaru " ucap Jihan.


"Soalnya yang sampai tahap terakhir cuma lo dong kita gak" ucap Raka.


"Lagian siapa suruh kalah terus" ucap Jihan.


"Yang salah lo kenapa otak lo bisa baca tahap selanjutnya" ucap Randy.


"Kelebihan gue" ucap Jihan.


"Terus apa kelemahan sama kekurangan lo" tanya Randy.


"Lo gak tau Ran" ucap Jovan.


"Apaan Van" tanya Dwi semangat.


"Giliran kelemahan gue semangat lo" ucap Jihan.


"Tuh kelemahannya" ucap Jovan.


"Apa" ucap Jihan.


"Dwi" ucap Raka Jovan Randy dan Dani.


"Ha ha ha" ujar Jihan.


"Eh kak kapan nyusul butuh penjelasan tuh" ujar Jihan membuat Dani menatap Hana.


"Cie" ujar semua orang.


Semua orang terus bersautan saling meledek. Jihn hanya menyaksikan dengan terus makan. Saat Jihan akan menyuapkan makanan ke mulutnya Dwi menarik tangan Jihan dan menyuapkan ke mulutnya membuat Jihan kesal.


"Eh suami lo mana Put" tanya Zira.


"Di kamar istirahat" ucap Putri.


"istirahat buat ronde nanti malam kita gangguin aja guys" ucap Viki.


Jihan langsung terdiam mendengar omongan Viki. Saat mereka sedang asik tiba tiba ada suara tembakan membuat Jihan menatap sekeliling.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya readers...


Maaf belum sempet mampir lagi sibuk sama dunia nyata...


__ADS_2