Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Gue Istrinya


__ADS_3

"Baiklah semuanya sampai disini dulu itu untuk tugas buka halaman dua puluh tujuh sampai halaman tiga puluh kita bahas di pertemuan selanjutnya" ucap Dwi sopan.


"Terima kasih pak" ucap semua siswa serentak.


Dwi pergi meninggalkan kelas dengan santai, semua siswa perempuan mengikuti Dwi sembari terus menatapnya membut Jihan bergidig karena tinmah temab temannya termasuk Nisa.


"Apa sekuat itu pesonanya kenapa gak mempan sama gue" ujar Jihan sembari memasukkan beberapa bukunya.


"Kenapa lo Ji" tanya Mona.


"Tuh Nisa, segitunya sama pak Dwi emang seganteng itu apa" cibir Jihan.


"Cie cemburu lo yak" ledek Hana.


"Gak, eh udahlah nih tugas beneran segitu banyaknya" tanya Jihan.


"Itu gak banyak lah cuma transelit aja lagi tinggal cari di kamus beres" ucap Mona.


"Iya gak banyak buat lo karena itu keahlian lo" cibir Hana.


"Hehe, eh si Nisa mana" tanya Mona.


"Kemana lagi kalau gak ikut idolanya" ucap Jihan.


"Oh pantesan gak ada tuh anak" ucap Hana.


"Eh Ji, gimana malam pertamanya sakit gak" ledek Mona.


"Apaam si lo, gak sejauh itu kali kita kan sesuaikan diri dulu" ucap Johan santai.


"Masa beneran lo" tanya Hana.


"Beneran" ucap Jihan.


Saat mereka sedang berbincang Nisa datang membuat semuanya diam seketika membuat Nisa penasaran apa yang sedang di bicarakan. Nisa dengan tatapan yang di buat buat membuat semua temannya tertawa.


"Ngapa lo Nis" tanya Jihan.


"Kalian kenapa diam pas gue datang, ngomongin gue ya " ucap Nisa menelisik.


"Menurut lo" ujar Hana.


"Menurut gue itu kalaian lagi ngomongin gue" ucap Nisa


"Tuh tau" ledek Jihan.


"Kalian ngomongin gue kenapa si mau minta tanda tangan ya, atau mau tau sesuatu tentang kak Dwi yang super ganteng itu" ucap Nisa sembari tersenyum senyum.


"GR banget lo minta tanda tangan lo gak laku" ucap Mona.


"Bener bener temen gue kalian semua jahat " ujar Nisa.


"Emang" ucap Jihan Mona dan Nisa bersama membuat Nisa memajukan bibirnya.


Saat mereka asik berbincang guru masuk sehingga mereka semua terdiam karena guru yang masuk adalah guru yang terkenal killer. Jihan kembali serius tanpa menghiraukan Nisa yang masih asik ngomong sehingga guru tersebut berdiri di belakang Nisa membuat Jihan menahan tawanya.


"Udah ceritanya" tanya bu Marni.


"Belum lah masih banyak lagi yang mau gue ceritakan" ucap Nisa masih asik.


"Ya sudah sekarang kamu yang cerita ke depan biar saya yang mendengarkan di sini" ucap Bu Marni.


Nisa yang mulai sadar dengan kehadiran bu Marni kemudian memejamkan matanya dan membalikkan badannya kemudian tersenyum kaku.


"Eh hai bu marni yang cantik" ucap Nisa memuji.


"Apa" ucap Bu Marni tegas.

__ADS_1


"Hehe gak bu, ibu cantik deh" ucap Nisa sembari serius melihat ke depan.


Bu Marni pergi meninggalkan meja Nisa membuat Nisa bisa menarik nafasnya panjang. Jihan Mona dan Hana cekikikan karena melihat ekspresi Nisa yang begitu lucu menurut mereka. Bu Marni mengajar dengan sangat tegas dan menjelaskannya dengan runtut membuat Jihan yang ahli dalam bidang biologi tersenyum.


Waktu pelajaran berganti setelah dua jam semua murid merasa tidak bisa bernafas dengan normal akhirnya mereka bisa tersenyum dan mengambil oksigen sebanyak banyaknya di tambah waktu pulang sekolah tiba menambah kebahagiaan semua murid.


"Gila kalian ya ada bu Marni gak bilang tega kalian" marah Nisa.


"Lagian lo kalau ngomong gak inget tempat" cibir Hana.


"Ya se enggaknya lo kasih kode kek biar gue tau tuh bu Marni udah datang" ucap Nisa.


"Udah gue kode tadi lo aja yang keasikan cerita" ucap Jihan.


"Ya secara yang gue ceritain tuh berharga" ucap Nisa membanggakan diri.


"Berharga, lebih berharga gak di marahi bu Marni" ucap Mona.


"Ya itu juga, lagian kenapa si kalian gak tertarik sama kak Dwi" tanya Nisa.


"Bukan gak tertarik, kita terpesona tapi tetep aja dia udah ada yang punya" ucap Hana.


"Iya gue tau, tapi dia kan juga respon kalau kita deketin besar kemungkinan yang punya gak menarik" cibir Nisa.


Hana dan Mona saling pandang dengan perkataan Nisa yang begitu menyakitkan menurutnya. Andai Hana dan Mona boleh bertindak mungkin mereka sudah membekam mulut lemes Nisa yang selalu aja buat Jihan hilang senyuman.


"Lo belum liat istrinya udah gitu aja lo, respon gak PHP iya" cibir Jihan.


"Lo bilangnya PHP kena pesona dia lo nyaho lo" ucap Nisa.


"Udah udah tuh yang di bicarain datang" ucap Hana menunjuk kedatangan Dwi dengan dagunya.


Jihan yang sedang berjalan tertatih karena kakinya masih sakit tiba tiba berjalan seolah dia baik baik saja. Namun saat di dekat mereka tepatnya di samping Jihan Dwi di hentikan oleh Nisa membuat Jihan memajukan bibirnya.


"Hai kak Dwi mau pulang ya" ucap Nisa genit.


"Kaka pulang sendirian" tanya Nisa.


"Iya" ucap Dwi singkat.


"Boleh nebeng gak kak" ucap Nisa menggoda.


"Dasar lo main nebeng aja gak pikirin temen banget" ujar Hana.


"Lah kenapa" tanya Nisa bingung.


"Tuh liat Jihan yang susah jalan aja masih jalan kaki, lo seharusnya berhentiin kak Dwi buat Jihan biar gak perlu jalan kaki" ucap Hana.


"Hehe sorry Ji, kalau deket kak Dwi suka lupa dunia gue" ucap Nisa.


"Eh gak apa apa kok, kamu pulang dulu aja sana gue masih sanggup jalan kok" ucap Jihan tersenyum.


"Eh gak apa apa yuk sama aku aja, tenang gak bakal ngebut juga" ucap Dwi tersenyum.


"Gak perlu" ucap Jihan dingin.


"Udah lah Ji naik aja lagian kita mau sampai kapan ke rumahnya lo aja jalan dari tadi baru sampai sini" ucap Mona membujuk.


"Iya lah Ji naiklah" bujuk Hana.


"Tapi" ucap Jihan terhenti.


"Udah naik, gak usah pikirin gue lo pikirin aja nanti kalau ketahuan istrinya" ucap Nisa di akhiri gelak tawa.


"Orang yang lo omongin itu gue ogeb, gue istrinya" cibir Jihan dalam hati.


"Udah naik aja, aku gak akan apa apain kamu juga" ucap Dwi lembut.

__ADS_1


"Nai naik" ujar Mona dan Hana membantu Jihan untuk naik.


"Yaya gue naik" ucap Jihan dengan berat hati naik ke motor Dwi.


Dwi tersenyum lalu melajukan motornya meninggalkan area sekolah dengan sangat pelan. Jihan yang merasa sangat canggung dan sangat tidak nyaman dengan motor ninja yang Dwi bawa.


"Udah jangan senyum senyum mulu gue terpaksa nih" ucap Jihan yang melihat Dwi terus menatapnya lewat sepion.


"Cie perhatiin" ledek Dwi.


"Siapa juga yang perhatiin, bisa gak si bawa motornya agak cepet dikit jalan kaya siput" protes Jihan.


"Kenapa kan enak gini bisa sambil berduaan" ucap Dwi santai.


"Ya tapi kapan sampainya, udah gak nyaman lagi" cibir Jihan.


Dwi yang mendengar Jihan mengeluh melajukan motornya dengan cepat membuat Jihan tersentak dan spontan memeluk Dwi erat membuat sebuah senyuman memekar di wajah Dwi.


"Bisa gak si gak secepat ini, udah gak bilang lagi" ucap Jihan.


"Katanya tadi minta cepet" ucap Dwi.


"Iya cepet, tapi gak segini juga cepetnya lain kali kalau bawa motor jangan yang gini dong encok nih" cibir Angel saat sudah sampai di dekat rumah karena Dwi sudah menurunkan kecepatannya.


"Yaya besok ganti motor deh janji" ucap Dwi santai.


"Sombong amat emang gak ausah apa cari duit main ganti aja" cibir Angel sembari turun dari motor.


"Butuh bantuan" tanya Dwi.


"Gak" ucap Jihan dingin sembari berjalan cepat tanpa memikirkan kakinya yang berjalan pincang.


"Ji kenapa jalannya gitu" tanya Mama Dwi yang sedang duduk di ruang tamu.


"Oh ini gak apa apa mah cuma tadi jatuh mah" ucap Jihan santai sembari menghampiri mertuanya dan mencium tangan mereka.


"Oh mau Mama pijit" tanya Mama Dwi.


"Gak perlu mah, gak apa apa kok Jihan ke kamar dulu ya" ucap Jihan berlalu ke kamar.


"Wi istrimu" tanya Mama Dwi saat Dwi masuk ke rumah.


"Iya mah tadi Jihan jatuh terus terkilir" ucap Dwi.


"Oh, ya udah kamu ganti pakaian dan mandilah" ucap Mama Dwi.


"Ya mah" ucap Dwi menyusul Jihan ke kamar nya.


Dwi meletakkan semua barang barangnya di meja kerjanya, sedangkan Jihan sedang membersihkan diri, Dwi membereskan semua barang Jihan yang berserakan.


"Udah" tanya Dwi.


"Belum makanya keluar" ucap Jihan dingin.


"Percaya" ucap Dwi sembari melewati Jihan untuk membersihkan diri.


Jihan melihat Dwi pergi ke kamar mandi membuatnya memajukan bibirnya karena Dwi membuat kakinya semakin sakit karena duduknya yang tidak nyaman tadi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya....


__ADS_2