
Mereka melajukan mobilnya kembali ke tempat acara. Sepanjang jalan Dwi terus saja menggenggam tangan Jihan dan terus meledeknya walaupun Jihan tidak suka.
"Yang cewek aja gak ladenin" ucap Kevin.
"Iri bilang aja lo Vin" ucap Dwi.
Kevin membawa mobilnya dengan sangat pelan karena perintah Dwi.
"Kalian berdua akrab kan" ucap Jihan membuat Dwi menatapnya.
"Kenapa" tanya Dwi
"Gak gue cuma baru liat kalian bercanda gini gue kira kalian cuma bisa serius" ucap Jihan.
"Kita juga manusia kali" ucap Dwi.
"Yayaya, terus kalau kuta jalan kek siput gini kaoan nyampenya" tanya Jihan.
"Biar kita lama berduaan" ucap Dwi.
"Bertiga" ucap Jihan.
"Itu jangan di hitung" ucao Dwi menunjuk Kevin.
"Ya lah apalah daya hanya seorang figuran" ucap Kevin membuat Jihan tersenyum.
Dwi melihat senyuman tulus Jihan membuat hatinya bergetar. Karena selama ini dia hanya melihat senyuman tulus Jihan dari jauh kali ini terlihat nyata di depan mata.
"Kenapa liatinnya gitu" tanya Jihan.
"Gak kamu cantik" ucap Dwi.
"Udah tau, tapi lipstik gue abis gara gara kamu" ucap Jihan lalu menyenderkan kepalanya di bahu Dwi.
"Nanti mas beliin deh yang paling bagus" ucap Dwi.
"Terserah, kenapa gak balik ke kota aja si mas" ucap Jihan.
"Kenapa acaranya belum selesai" ucap Dwi.
"Tapi males capek" ucap Jihan.
"Ya nanti kita pulang tapi pamit dulu sama temen temen kamu lah" ucap Dwi.
"Oke, Vin gimana sama pembangunan sarana internet buat desa ini" tanya Jihan
"Besok sudah bisa di bangun bos, semua sudah beres buat tempat pemancarnya di kebun anda Nona" ucap Kevin.
"Kenapa gak di halaman rumah aja Vin, kebun biar buat mereka tanamin apa gitu" ucap Jihan.
"Oke kirain takut sempit" ucap Kevin.
"Gak apa apa kalau emang bisa" ucap Jihan.
"Kayaknya si bisa di halaman belakang bos kan luas tuh sekalian pengendalinya di rumah bos" ucap Kevin.
"Oke gak masalah" ucap Jihan.
"Siap Bos" ucap Kevin.
Lama mereka akhirnya sampai tempat acara, saat akan turun Jihan menghentikan Dwi lalu mengusap bibir Dwi dengan tangannya membuat Dwi tersenyum.
"Ngapain senyum senyum" ucap Jihan.
"Baru kali ini kamu sentuh mas lembut" ucap Dwi.
"Terserah, udah yuk keluar" ucap Jihan.
Dwi keluar terlebih dahulu lalu Jihan dan Kevin di belakangnya. Sepanjang kaki melangkah tangan Jihan terus berada di lengan Dwi dengan senyuman mengembang.
"Kalian dari mana " tanya mama Sri.
"Biasa mah, di sini terlalu ramai Dwi gak bisa nahan" ucap Dwi tersenyum.
"Oh, ya udah gabung sama mereka gih" ucap mama Sri menunjuk semua anggota keluarga yang sedang berkumpul
Jihan mengangguk mengikuti langkah Dwi. Saat sampai di antara semua keluarganya semua menatap senang karena mereka bisa akur.
"Gini kan bagus, udah duduk" ucap mama Anggun.
"Iya mah" ucap Dwi.
"Mah pah Jihan mau pulang ke kota nanti malam besok ada acara" ucap Jihan.
"Iya kita juga pulang nanti malam, bareng aja" ucap Mama Anggun.
"Gimana" ucap Jihan.
"Oke, bawa mobil yang mana" tanya Dwi.
"Gimana kalau mobil sport yang tadi aja biar mobil gue di bawa Kevin lo gak keberatan kan Vin" ujar Jihan.
"Gak bos" ucap Kevin.
"Makasih ya Vin" ucap Jiuhan
"Ji yuk" ucap Dwi menarik Jihan
"Kemana" tanya Jihan.
"Mas mau berikan sesuatu buat kamu" ucap Dwi.
"Oke" ucap Jihan mengikuti sembari terus menggandeng Dwi.
Dwi membawa Jihan ke atas panggung membuat Jihan menatap sekeliling dengan wajah merona.
*Saya tidak tau kapan saya mulai merasa seperti itu
Kau datang ke mimpiku suatu hari
__ADS_1
Kau membuat hati ku bergetar
Ku rasa kau lah takdirku
aku cinta padamu
Dapatkah kau mendengar ungkapan ku ini?
Hanya kamu
Ku kan menutup mata
Cintamu datang di hembuskan dengan angin
Kapanpun dimanapun anda berada, kapanpun dimanapun anda berada
Oh cinta cinta cinta
Bahkan jika kau menyuruhku pergi
Hatiku masih tau tentangmu
Aku cinta padamu
Dapatkah anda mendengar kata kata saya
Hanya kamu
Ku kan menutup ke dua mata ini
Bahkan jika semuanya berubah, satu hal yang tidak akan berubah
Anda adalah cintaku dan diriku engkau cintai
Bahkan jika anda melihat kembali untuk sementara waktu.
Jika anda melewati aku
Tidak masalah
Aku selalu di sini untukmu
Aku cinta padamu
Jangan lupa
Hanya kamu
Pengakuan terkuatku
Cinta datang pikiran menjadi melayang
Kapanpun dimanapun anda berada*
......(****Lirik lagu : Always****)......
"I Love You" ucap Dwi di akhir lagunya kepada Jihan.
Jihan tidak menjawab Jihan hanya langsung memeluk Dwi erat. Setelah pelukan hangat yang cukup lama Jihan melepaskannya dan turun dari atas panggung di ikuti Dwi.
"Cie Jihan ternyata ada udang di balik batu" ucap Sonia membuat Jihan merona.
"Kenapa" ucap Dwi.
"Soo sweet" ucap Sonia.
"Gimana kalau gini" ucap Dwi mencium pipi Jihan.
"What" ucap Jane.
"Apaan si gak tau malu" ucap Jihan memukul Dwi.
"Kenapa malu, Ji makan yuk" ucap Dwi memeluk Jihan dari belakang.
"Kalian gak tau tempat" ucap Papa Suseno.
"Nih yang gak tau tempat" ucap Jihan menonyor pipi Dwi.
"Sabar ngapa Wi biarin dia adaptasi dulu" ucap Mama Sri.
"Mas lepas dong" ucap Jihan.
"Gak mau" ucap Dwi.
"Huh" ujar Jihan.
"Kamu marah" ucap Dwi.
"Gak kesel doang, gue mau duduk kali" ucap Jihan.
"Ya udah sini" ucap Dwi duduk lalu menunjuk pahanya untuk Jihan duduki.
"Yang bener aja, gue berat kali" ucap Jihan.
"Masih berat ujian hidup" ucap Dwi.
"Terserah" ucap Jihan lalu duduk di pangkuan Dwi.
Dwi tersenyum sembari menahan berat Jihan. Sedangkan Jihan hanya menikmati duduknya tanpa menghiraukan Dwi.
"Ji hadap sini" ucap Jovan mengarahkan kamera pada Jihan.
"Bentar" ucap Jihan lalu membenarkan posisinya.
"Udah Ji" ucap Jovan.
"Udah" ujar Jihan berpose di atas pangkuan Dwi.
"Oke" ujar Jovan mengambil foto Jihan saat Jihan berpose Dwi kembali mencium pipi Jihan membuat Jihan merona.
__ADS_1
Jovan lalu mengambil beberapa Foto Jihan dan Dwi. Jihan dan Dwi berpose bagaikan mereka menikah karena cinta foto yang mereka ambil sangat romantis. Bahkan semua orang tidak sadar akalau ada hati yang terluka di sana karena akting Jihn yang begitu natural
"Udah kali Ji duduk mulu gak kasian apa sama suami lo" ucap Jovan.
"Biarin dia yang bilang suruh duduk di sini" ucap Jihan.
"Gak apa apa Bang" ucap Dwi.
"Untung suami lo terima lo Ji" ucap Jovan.
"Bang besok Wisuda mau hadiah apa" tanya Jihan.
"Kamu mau kasih apa" tanya Jovan.
"Sesuai permintaan" ucap Jihan.
"Gimana kalau lo kasih sahabat lo" ucap Jovan.
"Kalau itu gak janji, masalah hati Bang" ucap Jihan.
"Iya si gimana sama janji kamu katanya mau Wisuda bareng Abang" ucap Jovan.
"Iya besok" ucap Jihan.
"Kok gue gak yakin ya" ucap Jovan.
"Hehe ya udah yang penting gue datang besok" ucap Jihan.
"Huh dasar, kalau lo beneran mahasiswi dengan waktu paling cepat dan bisa dapat nilai yang paling tinggi gue kasih dua mobil sport terbaru Abang" ucap Jovan.
"Yang baru yang belum Abang pakai" ucap Jihan.
"Oke Abang beliin mobil limited edition yang baru launching" ucap Jovan.
"Setuju" ujar Jihan.
"Van lo yakin, dia beneran mahasiswi misterius itu gue pernah satu kelas sama dia" ucap Randy.
"Gue juga tau, cuma gue mau kasih suprise buat dia besok kita semua datang ke acara wisudanya termasuk sahabat sahabatnya dari sini" ujar Jovan berbisik.
"Oh kirain lo gak percaya sama adek lo" ucap Randy.
"Kalian ngapain bisik bisik" ucap Jihan
"Gak" ucap Jovan.
"Ji jalan yuk" ucap Dwi.
"Kemana" tanya Jihan.
"Ke masa depan" ujar Dwi.
"Pulang aja yuk capek banget" ujar Jihan.
"Bilang aja kalian mau berduaan" ujar Jovan.
"Gak Bang, nih sandalnya gak enak banget" ucap Jihan.
"Kayak gak biasa lo kalau ke kantor" ucap Randy.
"Ya kalau di kantor kan banyakan duduk la ini baru mau duduk udah ada yabg manggil lagi" ucap Jihan.
"Sabar bentar lagi ngapa Ji" ucap Jovan.
"Oke deh, ada yang mau tukeran sandal sama gue gak si" ucap Jihan.
"Ji ji, ambil foto bareng yuk" ucap Hana.
"Oke" ujar Jihan tersenyum walau hatinya menangis menahan sakit di kakinya.
"Bang tolong" ucap Jihan.
"Oke" ujar Jovan lalu mengambil kameranya dan menuntuk Jihan ke tempat semua sahabat sahabatnya. Jihan mengambil beberapa foto dengan sahabatnya. Banyak juhga warga yang berfoto dengan Jihan dan Fero.
Saat semua orang asik berfoto ria, tiba tiba ada sebuah gulungan kertas besar berisi tulisan
"Happy Wedding Bos"
"Siapa yang buat" ucap Jihan.
"Suprise" ucap semua orang yang bermunculan dari berbagai tempat.
"What" ucap Jihan bingung.
"Kalian semua datang" ujar Jihan kepada semua orang yang bermunculan.
"Maaf bos telat gak tau jalan" ucap Ani Sekertaris Jihan.
"Oke gak masalah" ucap Jihan.
"Siapa mereka Ay" tanya Fero.
"Mungkin lo kenalnya sama dia doang mereka semua kariawan di AYASTA" ucap Jihan.
"Gue gak kenal" ucap Fero.
"Lo aneh kariawan sendiri gak kenal" ucap Jihan.
"Lo tau kan kalau gue paling susah inget wajah orang" ucap Fero.
"Yaya" ucap Jihan.
Jihan mendapat banyak hadiah dari kariawannya. Bahkan semua kariawannya mengira kalau Jihan adalah istri Fero karena hanya mereka yang berada di atas pelaminan.
"Bos perfec " ucap Ani.
"Maksudnya" tanya Jihan.
"Kalian pasangan terbaik" ucap Ani.
__ADS_1