Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Eps 164


__ADS_3

Jihan memakan sarapannya sedangkan Kevin kembali ke kamarnya setelah melihat Jihan selesai makan. Sebenarnya Kevin merasa tidak enak kalau terus bersama Jihan tapi Jovan meminta untuk Kevin selalu mengawasi Jihan.


"Kak belum selesai lo" tanya Jihan sembari menunggu Kevin di depan kamar Kevin.


"Eh Ji udah selesai lo" ucap Kevin sedangkan Jihan hanya tersenyum.


Kevin dan Jihan pergi bersama ke kantor cabang. Karena kantor dan hotel tidak terlalu jauh mereka hanya berjalan kaki sembari melihat sekeliling. Saat sampai di lobi kantor senyuman ceria Jihan dan Kevin seketika berubah menjadi serius dan dingin membuat semua yang tau siapa mereka menunduk.


"Siapin meeting sepuluh menit lagi" ucap Jihan pada Kevin saat sampai di depan ruangannya.


"Sepuluh menit bos" tanya Kevin tak percaya.


"Iya mau protes" tanya Jihan


"Tidak bos" ucap Kevin.


Jihan langsung masuk ke ruangannya sedangkan Kevin menyuruh apa yang Jihan suruh membuat keributan di pagi hari.


Jihan tersenyum dalam ruangannya, tak lama pomselnya berdering namun hanya di lihat oleh Jihan karena Dwi yang menelfon.


Sembari menunggu Kevin menyiapkan meeting Jihan memeriksa dokumen dokumen baru yang ada di mejanya.


"Ji jawab dong kangen nih" sebuah pesan singkat Dwi hanya di lihat sekilas tanpa di balas.


"Bos siap" ucap Kevin.


Jihan langsung berjalan dengan ke ruang meeting dengan dokumen yang dia bawa di tangannya sedangkan ponselnya lagi lagi dia berikan pada Kevin.


Saat Jihan masuk ruangan meeting langsung senyap tanpa suara sampai Jihan membuka meeting.


Lama mereka melakukan pertemuan sampai waktu makan siang mereka belum selesai, Jihan benar benar merubah sikap para kariawan di kantor cabang menjadi cekatan dan bertanggung jawab.


Tidak ada yang berani membantah, sebenarnya Jihan melakukan itu ingin mencari orang yang benar benar bisa Jihan percaya. Karena waktu yang dia miliki di kantor itu tidak akan cukup untuk melihat kinerja satu persatu.


"Lanjutkan besok dengan jam yang sama dan orang yang sama" ucap Jihan langsung pergi ke ruangan itu membuat semua orang lega.


"Bos tuan Jovan menelfon" ucap Kevin memberikan ponsel Jihan


"Kenapa Bang" tanya Jihan.


"Lagi apa udah makan" tanya Jovan.


"Belum baru selesai meeting" ucap Jihan


"Sama klien" tanya Jovan.


"Bukan sama Klien ini baru mau berangkat, sama kariawan" ucap Jihan.


"Bagaimana perkembangan mereka" tanya Jovan.


"Bang berapa lama Jihan harus di sini" tanya Jihan.


"Selama mereka berubah" ucap Jivan membuat Jihan menarik nafas panjang.


"Oke" ucap Jihan langsung mematikan ponselnya karena kesal.


"Vin makan di tempat klien aja ya kebetulan deket juga tempatnya" ucap Jihan di angguki Kevin.


Jihan dan Kevin pergi ke tempat klien berada yang bertempat di sebrang kantor.


"Maaf tuan lama menunggu" ucap Jihan saat sudah berada di tempat itu.


"Ya tidak masalah, saya kira dia" ujarnya menunjuk Kevin.


"Langsung ke saya" ucap Jihan sopan.


"Silahkan pesan makanan dulu" ucapnya.


"Terima kasih" ucap Jihan dengan senyuman.


Sang klien duduk dengan sekertarisnya yang sangat **** namun melihat senyum Jihan dia sangat terpesona apalagi dia adalah seorang tuan muda.


"Vin" ucap Jihan memberikan buku menu.


Kevin dan Jihan sudah memilih berganti sang klien yang memilih. Kevin dan Jihan sibuk mempersiapkan proposal sedangkan klien dan sekertarisnya justru menatap orang yang di depannya.


"Maaf tuan fokuslah saya tidak memiliki banyak waktu karena saya hanya seorang utusan jadi saya harus bisa membagi waktu" ucap Jihan sopan.


"Kamu hanya utusan" tanya nya.

__ADS_1


"Iya tuan, mohon kerja samanya" ucap Jihan di angguki sang Tuan Muda.


Jihan mulai membahas kerja sama yang mungkin akan segera terjalin. Sang klien tersenyum dengan penjelasan Jihan yang sangat rinci tapi tidak membosankan .


"Baiklah saya setuju saya juga suka semua rencananya tidak ada yang di rugikan" ucapnya langsung menandatangani perjanjian itu membuat Jihan senang


"Maaf tuan nona" ucap Sang kariawan restoran.


"Sebentar setelah saya menyelesaikan ini" ucap sang tuan muda ramah di anggukinya.


"Terima kasih atas kepercayaan anda tuan" ucap Jihan berjabat tangan dengan tuan muda tersebut.


"Silahkan" ucap Jihan menyuruh sang penyaji makanan


Sembari menunggu makanan tersaji Jihan bermain ponsel dan memberitahukan kalau kliennya setuju kerja sama tersebut membuatnya mendapt hadiah dari Jovan


"Silahkan nona" ucap sang klien.


"Terima kasih" ucap Jihan.


Jihan menatap minumannya yang terlihat sedikit aneh lalu mencicipinya dan ternyata benar minumannya tertukar dengan Kevin dan milih Kevin sudah habis setengah


"Kak" ucap Jihan lirih.


"Kenapa" tanya Kevin.


"Gak salah minum " ucap Jihan


"Eh hehe sorry pesen lagi aja ya" ucap Kevin.


Jihan hanya menggeleng lalu mengambil minuman Kevin dan mengganti dengan miliknya tak lupa mengganti sedotannya juga.


"Kalian sepeetinya dekat" ucap sang klien.


"Sesama utusan" ucap Jihan singkat membuat Kevin menahan senyum.


"Nona apa saya boleh tau siapa nama anda" tanya sang tuan muda.


"Jihan" ucap Jihan sopan.


"Jihan nama yang cantik seperti orangnya, kenalkan saya Riki putra tunggal keluarga wibowo" ucapnya mengulurlan tangan langsung di sambut baik Jihan.


Jihan langsung melanjutkan makannya begitupun Riki walau sesekali dia mencuri pandang kepada Jihan.


"Ya saya baru" ucap Jihan enteng.


"Dan anda langsung di beri tanggung jawab untuk menemui klien seperti ini" ucapnya lagi.


"Hm kerja adalah tanggung jawab" ucap Jihan.


"Kapan kapan kita bisa bertemu lagi" tanya Riki.


"Pasti" ucap Jihan.


"Pertemuan ke dua saya akan memberikanmu sesuatu" ucap Riki Jihan hanya tersenyum.


Jihan langsung menyelesaikan makannya ketika melihat makan Kevin habis. Saat meminta Kevin untuk membayar di halangi Riki dia yang membayar semua makanan.


"Terima kasih atas kerja samanya dan makannya tuan" ucap Jihan berdiri.


"Panggil saya Riki" ucap nya.


Jihan hanya menundukkan tubuhnya memberi hormat setelah itu dia langsung pergi di ikuti Kevin. Saat sudah berada di luar tempat pertemuan mereka membahas pertemuan itu karena dua orang di dalam sepertinya sangat mengagumi mereka.


"Jadi lo sadar kak" ucap Jihan.


"Iya lah gue normal, gak tau aja kalau gue tuh pura pura biasa aja padahal udah mau melayang" ucap Kevin.


"Inget Ani" ucap Jihan.


"Lo juga inget Dwi" ucap Kevin.


"Gue biarin dia aja cari masalah sama gue, ngomong ngomong si Riki tadi imut juga ya" ucap Jihan dengan tawa.


"Dasar" ujar Kevin menyelentik kening Jihan.


"Gimana mau langsung ke kantor lagi apa pulang nih" tanya Kevin.


"Kamu ke kantor lagi aja, gue pulang bye" ucap Jihan berlari membuat Kevin menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Jihan pergi ke hotel sedangkan Kevin kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa dokumen untuk membantu Jihan.


Di lain tempat Jihan sudah berada di kamarnya dia membuka laptop yang dia bawa karena mendapat pesan dari Fero. Jihan melihat dengan teliti file yang Fero berikana Jihan membulatkan matanya melihat saham perusahaannya kembali anjrot.


"Hallo Ta" ujar Jihan.


"Iya Ay, udah liat" tanya Fero.


"Udah kok parah banget si Ta gimana bisa gitu, baru juga gue tinggal" ucap Jihan.


"Gaka tau Ay, mending lo pulang dulu deh" ucap Fero serius.


"Jangan bohongin gue lo ya" ucap Jihan.


"Gak Ay" ucap Fero.


"Oke gue pulang kirim heli kopter" ucap Jihan di iyakan Fero lalu mematikan ponselnya.


"Kak Kevin suruh pulang" ucap Jihan lesu.


"Oke" ucap Kevin langsung mengiyakan karena sebelumnya sudah di telfon Jovan.


Jihan bersiap sembari menunggu jemputannya datang, sedangkan Kevin sedang arah ke hotel dengan langkahnya yang panjang. Karena waktu masih siang masih banyak kariawan yang berlalu lalang di sana.


Kevin langsung pergi ke kamarnya dan menyiapkan semua keperluan sebelum memanggil Jihan. Saat keluar akan memanggil Jihan Jihan sudah duduk di depan pintu kamarnya dengan wajah lesu.


"Pulang kok lesu" tanya Kevin mendekat.


"Males gue" ucap Jihan bangun.


"Males kenapa bukannya suka yang mau dapat hadiah" ucap Kevin.


"Jangan sok polos" ucap Jihan sembari berjalan meninnggalkan Kevin ke tempat jemoytannya datang.


Helli kopter yang mereka tunggu akhirnya datang Jihan dan Kevin langsung pergi. Sepanjang perjalanan Jihan hanya menatap lurus sekeliling sedangkan Kevin serius dengan pekerjaannya.


"Kok kesini ada yang gak beres nih" ucap Jihan saat mereka di bawa ke kediaman Suseno.


"Ada penting kali Ji" ucap Kevin.


"Tau ah" ucap Jihan langsung turun dengan wajah masam.


"Hallo sayang selamat datang" sambutan hangat mama Sri hanya di balas pelukan Jihan tanpa suara.


"Gimana perjalanannya" tanya Mama Sri hangat.


"Menyebalkan" ucap Jihan.


Jihan langsung berjalam lebih dulu dan duduk di ruang tamu tanpa menyapa siapapun. Dia langsung bermain ponsel di susul Kevin yang ikut duduk.


"Kamu boleh pulang istirahat aja kak besok kita harus ke sana lagi" ucap Jihan.


"Iya lo istirahat aja Vin biar gue yang gantiin lo gue juga kangen sama majikan gue" ucap seseorang yang sangat familiar di telinga Jihan dan Kevin.


"Lo denger kak" tanya Jihan saat Kevin menatapnya.


"Iya kita halu gak si" tanya Kevin langsung mencari sosok yang sangat di kenalnya.


"Lo bangun" ucap Kevin melihat Julio sudah berada tepat di belakang mereka.


"Kak Julio lo" ucap Jihan tak percaya.


"Ya gue kenapa mau curhat lagi sini gue udah bisa jawab" ucap Julio.


Jihan melihat Julio dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan memastikan kalau itu adalah Julio yang pernah menyelamatkan hidupnya.


Tiba tiba Jihan berlari ke dapur karena mual membuat beberapa orang menatapnya.


"Lo kenapa" tanya Kevin saat Jihan kembali dengan lemas .


"Lo pake parfum apa si" ucap Jihan memarahi Kevin.


"Gue pake inibdari pagi ya dan lo ada terus gak mual tuh, Julio kali gak mandi" ucap Kevin.


"Enak aja" ucap Julio


.


.

__ADS_1


.


..Jangan lupa dukungannya ya guys....


__ADS_2