
"Dan Terima kasih untuk persembahannya kalian sangat menghayati lagu itu kalian berdua the best" ucap Putri lalu menggenggam erat tangan Fero membuat Jihan tersenyum.
"Ji" ucap Fero.
"Jal-mot-ji-nae-yo" ucap Jihan pergi.
(Aku tidak baik baik saja).
Jihan sengaja memakai bahasa itu karena dia tau kalau Putri tidak paham dengan ucapannya tapi Fero tau itu.
Dwi langsung mendekati Jihan namun Jihan justru berjalan cepat meninggalkan orang yang berada di depannya.
"Ji" ucap Sonia.
"Aku gak baik sekarang" ucap Jihan berjalan cepat.
Jihan pergi dengan derai air mata, entah apa yang ada di dalam hatinya sekarang tapi dia tidak rela melihat Fero ada di genggaman orang lain tangan yang pernah menghangatkannya saat dia dalam maslah. dia juga tidak bisa jauh dari Dwi karena rasa nyaman yang Dwi berikan.
"Ji kamu nangis" ujar Dwi yang mengikutinya dari belakang.
Jihan tidak menjawab dia hanya menyalakan mesin mobilnya dan pergi membuat Dwi bingung. Jihan berjalan dengan kecepatan tinggi membuatnya sulit di kejar.
"Semua salah gue" ucap Dika.
"Bukan lo tapi kita "ucap Sonia
"Lagian hubungan mereka aneh lagi, kalau mereka saling suka kenapa gak pacaran saat mereka harus terpisah baru banyak air mata" ucap Nisa.
"Karena ini jalan terbaik untuk mereka" ucap Mama anggun tiba tiba membuat semuanya terperanjak.
"Eh tante" ucap Hana menggaruk tengkuknya.
"Gak apa apa lagi, tante juga tau kali kalau dia suka sama Ata tapi lebih baik seperti ini" ucap Mama Anggun
"Kenapa tante bukankah ini melukai perasaan mereka berdua" ucap Hana.
"Tante tau itu dan tante juga yakin kalau mereka berdua bisa melewatinya" ucap Mama Anggun.
"Tapi tante liat dong gimana Jihan bawa mobil bisa mati tuh anak" ucap Sonia.
"Dia tidak akan mati semudah itu, dia lebih kuat dari yang terlihat dia hanya butuh waktu sendiri" ucap Mama Anggun pergi.
",Itu emaknya bukan si" ucap Nisa.
"Ya iya lah ya kai Jihan lahir dari batu" ucap Mona.
"Tapi kok jahat si" ucap Nisa.
"Mungkin benar ini yang terbaik untuk mereka berdua"ucap Hana.
"Eh lo dukung siapa si" ucap Jane
"Entahlah" uap Mona membuat semua orang pergi meninggalkannya.
"Gue di tinggal" ucap Mona lalu menyusul teman temannya.
Sahabat sahabat Jihan melanjutkan acaranya atas permintaan Dwi agar orang orang tifak curiga dengan apa yang sedang terjadi. sedangkan Dwi mencari Jihan sampai dia harus menghubungi Rey untuk mencarinya dari udara.
Namun bukan Rey yang datang tapi Kevin, Kevin menemukan mobil Jihan di tepi jalan yang sangat sepi. Kevin turun dari helli kopter lalu menghubungi Dwi dan mendekati mobil Jihan.
"Bos are you oke" tanya Kevin mengetuk kaca pintu mobil Jihan.
"Eh lo Vin" ucap Jihan keluar dari dalam mobi dan duduk di atas mobilnya.
"Kenapa ada di sini" tanya Jihan kepada Kevin sembari mengusap sisa air matanya.
__ADS_1
"Terus ngapain bos di sini" tanya Kevin ikut duduk di samping Jihan.
"Sejak kapan asisten kepo sama apa yang bosnya lakukan" ucap Jihan.
"Sejak hati meihat mu sebagai seorang wanita" ucap Kevin.
"Kalau gitu jangan panggil gue bos" ujar Jihan.
"Oke terus apa yang lo lakuin di sini bukannya sekarang sejarusnya lo ada di pesta dan menikmati pesta pernikahan lo" ucap Kevin.
"Lo jahat tau Vin" ucap Jihan membuat Kevin bingung.
"Kenapa" tanya Kevin menatap Jihan.
"Lo kerja gak cepet, kenapa lo gak bilang kalau pernikahan gue gak seperti yang gue kira pernikahan itu cuma setingan untung aja gue gak melakukan hal bodoh lo jahat Vin" ucap Jihan.
"Sorry, gue gak maksud kerja lelet tapi karena gue yakin dia adalah laki laki terbaik buat lo maafin gue gak bicara yang sebenarnya gue gak mau lo kecewa dan untuk hal gila dan bodoh gue percaya sama dia dia pasti bisa jaga lo" ucap Kevin.
"Lo tau hancur Vin hancur saat tau kalian semua bohongin gue" ucap Jihan kembali meneteskan air matanya.
"Sekarang gue tanya apa yang lo rasakan saat melihat Fero bersandang suami orang" ucap Kevin.
"Rasa senang sedih kecewa, lo tau gue gak mau kehilangan dia lo tau gue gak bisa jauh sama dia tapi di depan mata dia milik orang lain" ucap Jihan.
"Apa itu arti rasa cinta" tanya Jihan.
"Lalu apa yang kamu rasakan saat melihat Dwi bersama wanita lain" tanya Kevin.
"Marah sakit hati gue melihat itu Vin, makanya gue singkirin Clarissa" ucap Jihan.
"Itu arti cinta yang sesungguhnya, lo gak cinta sama Fero lo cuma gak mau kehilangan dia lo cuna terlalu nyaman saat sama dia tapi saat Dwi dengan wanita lain lo bahkan gak bisa kendaliin amarah lo" ucap Kevin.
"Itu karena gue gak mau di hianati Vin" ucap Jihan.
"Benarkah, kalau gitu kenapa lo sampai kirim Clarissa ke tempat itu kenapa lo gak kirim semua wanita di sekeliling Dwi" ucap Kevin.
"Kamu masih membencinya" tanya Kevin.
"Hm, dan yang paling gue gak suka gue harus pura pura baik sama dia lo tau pas gue bawa dia ke club dan gue nge DJ di sana gue berharap dia gk suka dan dia yang bakal hancurin pernikahan gue tapi ternyata gue salah dia gue malah senang dan lagi dia gak kenal siapa gue" ucap Jihan.
"Sepertinya harus lebih bersabar, karena sekarang dia tau kamu suka sama Fero dia akan melakukan apapun dengan Fero di depan kamu" ucap Kevin.
"Hm karena itulah gue minta sama Dwi sepulang dari sini kita ke apartemen aja" ucap Jihan.
"Bener bener daripada hati lo panas sepanjang hari" ucap Kevin.
"Eh kalaupun gue pulang ke mansion si Putri fi bawa keluarga Ata lagi gue pilih ke apartemen biar semua orang gak tau apa yang sebebnarnya terjadi antara gue sama Dwi gue gak mau semua orang sedih" ucap Jihan.
"Kenapa kenapa kamu masih memikirkan mereka padahal mereka gak pernah mikirin perasaan kamu" ucap seseorang membuat Jihan dan Kevin menatapnya.
"Mas Dwi" ucap Jihan menatap Dwi namun Dwi menjawabnya hanya melangkahkan kakinya mendekati Jihan dan memeluknya erat.
"Maaf karena mas gak bisa tahan hati mas, mas bahakan gak mengizinkan kamu untuk menolak hati mas" ucap Dwi dalam pelukannya.
Jihan hanya diam mendengarkan ucapan Dwi, Namun tiba tiba Jihan hilang kesadaran membuat Kevin dan Dwi panik.
"Vin lo bawa mobilnya" ucap Dwi.
"Siap tuan muda" ujar Kevin.
Dwi dan Kevin lalu membawa Jihan ke rumahnya namun di tengah perjalanan Jihan sudah mulai sadar tapi Dwi tidak mengizinkannya untuk bangun.
"Vin sebesar apa cinta lo sama istri gue" ucap Dwi membuat Jihan dan Kevin membulatkan matanya.
"Jangan jawab Vin kalaupun di jawab gak ada artinya" ucap Jihan duduk di samping Dwi.
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak ada hak untuk menjawabnya" ucap Kevin.
"Kenapa, besar cinta lo sama istri gue bakal tentuin lo berhak jadi asistennya apa gak" ucap Dwi
"Maksudnya apa" tanya Jihan.
"Maksudnya kalau dia cinta sama lo dia bakal jaga lo dengan sepenuh hati karena jika sayang gak bakal merusak" ucap Dwi.
"Tapi tuan rasa saya hanya sebatas atasan dan bawahan " ucap Kevin.
"Oke kalau gitu teruslah mencintainya sebagai atasan kamu dan carilah pengganti cinta lo sebagai seorang wanita" ucap Dwi.
"Maaf Tuan" ucap Kevin.
"Gak apa apa lagi gue gak pernah melarang seseorang untuk mencintai tapi kalau dia cinta mau gimana lagi itu urusan hati lagian sebesar apapun cinta lo sama istri gue gue bakal berjuang sebesar cinta lo buat dapatin dia" ucap Dwi.
"Sama aja gak kasih celah" ucap Kevin.
"Marah lo sama gue " ucap Dwi.
"Gak tapi males aja ngomong sama lo" ucap Kevin.
"Panggil gue dengan sebutan lo siap lo" tanya Dwi.
"Gue Kevin asisten nona muda Jihan orang kepercayaan tuan besar suseno dan pemilik 20% saham DJ Putra Company" ucap Kevin.
"Kerang runtut, eh kalau lo pemilik 20% Jihan 50% terus cuma ada 30% dong" ucap Dwi
"Iya itupun milik orang semua" ucap Kevin.
"Terus gue" ucap Dwi.
"Lo cuma nama doang" ucap Jihan dan Kevin.
"Kalian berdua kejam" icap Dwi dengan wajah memelas.
"Hahahaha kalian berdua kalau lagi berantem lucu ya" ucap Jihan.
"Gak ada yang lucu" ucap Dwi menarik tengkuk Jihan lalu mencium bibir Jihan sekilas.
"Kalian gila ya woy di sini ada orang, dasar gak ada akhlak" ucap Kevin menghentikan mobilnya ke tepi jalan.
"Kenapa berhenti" ucap Dwi.
"Selesaikn urusan lo duluan, baru gue masuk lagi gak tau apa hati gue sakit" ucap Kevin tersenyum.
"Yaya lo keluar lo" ucap Dwi tersenyum puas.
Jihan hanya menggelangkan kepalanya melihat kelakuan dua orang tersebut. Setelh Kevin keluar dari mobil Dwi kembali mendekatkan wajahnya membuat Jihan memundurkan wajah dengan cepat.
"Mau apa " ucap Jihan.
"Mau minta Vitamin" ucap Dwi.
"Gak bawa" ucap Jihan.
"Vitamin yang buat gue candu" ucap Dwi.
Dwi menarik tengkuk Jihan membuat Jihan tidak bisa apa apa, Dwi mulai mendekatkan wajahnya dan mulai ******* bibir Jihan dengan kelembutan. Wwlaupun Jihan terus meronta tapi Jihan kalah tenaga dengan Dwi.
"Manis, terima kasih" ucap Dwi setelah menyelesaikannya kemudian mengecupnya sekilas.
"Woi udah masuk gih" ucap Dwi.
"Gak mu lagi gue masih sanggup berdiri di sini" ucap Kevin.
__ADS_1
"Udah," ucap Dwi.
Kevin lalu masuk ke dalam mobil dan melihat Jihan yang menundukkan wajahnya karena malu namun berbeda dengan Dwi yang seperti tanpa dosa.