
"Benarkah" ujar Kevin tersenyum.
"Mom apa sebelum ke negara itu kamu hidup di kelilingi laki laki dingin" ujar Justine.
"Sepertinya begitu" ucap Jihan tersenyum.
"Uncle apa kamu tau berapa banyak harta mommy" tanya Justine.
"Sepertinya kamu harus menanyakan langsung pada Mommymu" ucap Kevin.
"Apa dia punya club malam atau sejenisnya" ujar Justine.
"Gak, tapi bisa di pikirkan akan banyak peluang di sana" ujar Jihan.
"Maka Justine akan belajar lebih giat untuk membuat nuklir dan bom atom" ujar Justine.
"Oke" ucap Jihan pasrah sedangkan Dwi tersenyum.
Tak lama mereka sampai di FeJi cafe Jihan langsung masuk ke tempat itu ke ruangan yang sudah di pesan sebelumnya.
"Belum ada yang sampai" ujar Jihan melihat ruangan masih kosong.
"Abang kamu mau ikut di sini apa mau ruangan sendiri" ujar Jihan.
"Ruangan sendiri aja Mom" ucap Justine.
"Oke mommy tanya dulu ya" ujar Jihan melenggang pergi setelah menaruh tasnya.
Jihan berjalan ke arah seorang kariawan di sana dia menanyakan ruangan VVIP yang lain kariawan itu tidak tau kalau di depannya adalah Jihan karena Jihan memakai masker.
"Abang ruanganmu di sebelah" ujar Jihan membawa anaknya ke ruangan di sebelahnya.
"Ay "ujar Fero dan yang lainnya.
"Feri kamu sama Abang aja di ruangn sebelah" ujar Jihan
"Oke Unty" ucap Feri mengikuti.
"Ay" ujar Fero lagi.
"Apa ada sesuatu" tanya Jihan.
"Ya, sebenernya udah lama Putri pengin makan masakan kamu buatin ya dia juga mau kesini" ujar Fero.
"Kita liat nanti" ucap Jihan.
"Oke" ucap Fero tersenyum.
"Bos kayaknya gak bisa meeting di perusahaan deh mereka bilang akan ada banyak pertanyaan" ujar Kevin.
"Kamu telfon Ani" ujar Jihan.
"Siap bos" ujar Kevin lalu masuk ke ruangan yang sama sembari menunggu orang lain.
Tak lama para pemilik saham mulai berdatangan dan ruangan mulai terisi tidak ada wanita selain para sekertaris namun ada seseorang yang membuat Jihan tidak bisa melepaskan tatapannya.
"Jihan" ujarnya tersenyum.
"Silahkan duduk tuan" ujar Jihan sopan.
Saat semua orang sudah datang dan pertemuan akan segera di mulai Jihan langsung membuka maskernya membuat semua orang membulatkan matanya pasalnya tidak ada yang mengatakan kalau Jihan akan turun langsung.
Jihan langsung memperkenalkan diri karena banyak pemilik saham yang tidak mengenalnya hal itu juga membuat Reymond kaget tau siapa Jihan sebenarnya sedangkan tuan Prasaja dia tersenyum melihat putrinya kembali dan masih sekuat dulu.
Setelah diskusi yang cukup panjang dan memakan waktu yang lumayan lama juga akhirnya pertemuan selesai sekarang mereka semua makan siang bersama.
"Maaf tuan dan nyonya saya harus keluar dulu" ujar Jihan memeriksa anaknya dan ternyata sudah ada Jenifer dan juga ke dua mamahnya.
"Mommy" ujar Jenifer berlari ke arah Jihan.
"Hai girl" ujar Jihan berjongkok dan mencium kening putrinya.
"Mah" ujar Jihan mengulurkan tangannya hendak mrnyalami mama Anggun namun di tolak membuat Jihan tersenyum getir namun seketika dia tersenyum saat mamahnya itu memeluknya erat.
"Dasar anak gila pulang yang di cari mertua bukan mama, bukankah ini kepulanganmu yang ke dua kalinya kamu tidak menemui mama kamu lupa mama " ujar mama Anggun memukul punggung Jihan beberapa kali.
"Hehe sorry mah" ujar Jihan tersenyum.
"Kakak ipar kasih kita makan dong free ya" ujar Putri langsung duduk.
"Siapa lo" ujar Jihan.
"Udah lama ya gue nunggu lo pulang buat masakin gue makanan" ujar Putri.
"Ngapain nunggu gue kalau gue gak pulang lo gak makan" tanya Jihan.
"Ini bawaan orok" ujar Putri.
"Lo hamil anak ke dua" ujar Jihan bertanya
"Hehe iya" ujar Putri tersenyum.
"Oke gue masakin mau apa lo" ujar Jihan.
"Nasi goreng, eh mana anak gue jangan jangan lo jual lagi" ujar Putri.
"Gak ada niat buat jual anak lo anak gue lebih berharga" ujar Jihan.
"Mom" ucap Justine dan Feri bersama.
"Ini anak gue gue kira lo jual" ujar Putri membuat Jihan menggeleng.
"Boy" ujar Jihan mengangguk saat Justine menatapnya.
"Hai nenek saya Justine mommy kecil versi gantengnya" ujar Justine membuat mama Anggun tersenyum dan menangis.
"Bawain gue nasi goreng dong kakak ipar" ucap Putri.
Jihan hanya diam dia berjalan ke arah chef yang sedang memasak dan meminta untuk menggantikannya masak namun di tolak karena Jihan tidak mengatakan kalau dia adalah bos disini.
"Kak Riko" ujar Jihan memanggil sang manager cafe saat Riko berjalan di depannya.
__ADS_1
"Ya, kayak kenal, Jihan ya" ujar Riko berjalan mendekat.
"Ya hai" ujar Jihan mengulurkan tangannya bukannya di balas uluran tangan tapi dia mendapatkan sebuah pelukan erat Riko.
"Udah maaf gue gak bisa bales" ujar Jihan membuat Riko melepaskan pelukannya lalu Jihan mrmbungkukkan badannya dan itu semua di lihat semua kolega Jihan.
"Kapan pulang" tanya Riko.
"Baru sampai tadi pagi, di sana ada adik ipar minta di masakin dia lagi hamil bolehkah" tanya Jihan.
"Dra ini bos Jihan dia juga pemilik cafe ini dia mau masak bisa bergabung" tanya Riko.
"Silahkan nona maaf saya tidak mengenali anda" ujar Andra.
"Yang kamu tau cuma Fero dan istrinya iya kan" ujar Jihan tersenyum.
"Hehe" ujar Andra.
"Kak Riko masih ada baju gak" tanya Jihan.
"Masih di ruangan kamu ada beberapa" ucap Riko.
Jihan langsung berjalan di ikuti Riko namun saat berada di depan ruangan Jihan Riko hanya berjaga dan membiarkan Jihan berganti pakaian.
Tak lama Jihan keluar dengan kaos kariawan lengkap dengan celemek di badannya membuat semua kolega yang melihatnya terdiam. Apalagi saat Jihan menarik sebuah sumpit dan menggulung rambut dengan sumpit itu menampilkan leher jenjang nan putih.
"Hai salam kenal" ujar Jihan hangat.
"Salam kenal non" ujar Andra.
"Jangan panggil saya nona atau nyonya Jihan aja" ujar Jihan sembari menyiapkan nasi goreng untuk Putri.
"Guys minta bantuannya ya siapin semua bahan buat nasi goreng saya ke sana menanyakan yang lain mau makan apa" ujar Jihan di angguki seorang kariawan.
Jihan berjalan ke arah keluarganya dengan membawa buku menu dia juga mencatat semua yang di pesan layaknya seorang pelayan restauran.
"Oke silahkan tunggu saya akan masak di dapur terbuka jadi kalian bisa tau saya kasih ravun atau tidak" ujar Jihan tertawa
"Oke" ujar semuanya tersenyum membuat Jihan pergi dengan tawa di wajahnya yang tak padam
"Maaf saya sulit mengendalikan tawa saya" ujar Jihan kepada hef yang berada di sampingnya.
"Tidak masalah, apa yang mereka pesan" ujar Andra.
"Pesanan mereka exlusif saya yang buat" ujar Jihan.
"Exlusif suting kali" ujar Andra langsung memasak pesanan yang lainnya.
Dengan sangat trampil Jihan memasak berbagai masakan permintaan keluarganya itu walaupun dia sering di goda oleh beberapa pelanggan. Jihan menampilkan banyak senyuman di sana bahkan dia bercanda dengan beberap chef disana yang terkenal sangat humoris.
"Loh kok tomat saya bukan jadi kupu tapi tokek" ujar salah seorang chef yang bingung dengan hasil karyanya sendiri yang hancur.
"Tomat lo salah tuh" ujar Jihan memakai lo gue membuat semua yang ada di sana memandangnya.
"Kenapa liatin gue gitu, gue lagi jadi pelayan restauran jadi derajat kita sama kalau kalian mau protes atau ada keluhan bilang aja gak bakal gue potong gaji juga" ujar Jihan.
"Bu bos kok lama" ledek Putri.
"Ya gue masak pake panci bukan pake hati, kalau menurut hati gue ini udah mateng" ujar Jihan membuat semua tertawa.
"Apa mau di tambah hati dan jantung anda nona" ujar Jihan.
"Gue masih mau hidup" ujar Putri.
"Ya bisa di ganti hati atau jantung ayam" ujar Jihan tertawa.
Tak lama dia menyelesaikan semua pesanan dan langsung membawanya ke keluarganya dan melihat keluarganya makan dengan lahap membuatnya tersenyum.
"Mommy mau makan" tanya Justine menyodorkan sendoknya di terima dengan senyuman bahagia.
"Mom" ujar Jenifer tak mau kalah.
"Aunty" ujar Feri.
"Kamu mommy aja gak pernah di suapin" ujar Putri pada anaknya itu.
"Karena gue spesial" ujar Jihan tertawa lalu dia bangun dan berbalik dia menabrak seseorang.
"Maaf maaf" ucap Jihan membungkukkan badannya.
"Gak papa" ujarnya berlalu.
"Mommy itu uncle Rey" ujar Jenifer.
"Benarkah" tanya Justine.
"Ya dia Uncle Rey" ujar Jenifer.
Jihan hanya tersenyum dan melihat kemana Rey pergi ke stand dan bermain gitar di sana membuat Jihan menatapnya.
Kutunggu kabarmu tanyakan diriku
Apa kabar kamu jauh di sana
Tak pernah pesan kau titipkan
Apa kabar kamu baik di sana
Meski ku tau kau bukan milikku
Tapi satu cinta hanya untukmu
Ingatkah kamu pengorbanan cintaku.
Cintaku yang tulus ku berikan untukmu
For the last for me in my live but i know
Meski ku tlah tau meski ku tlah tau kau bukan untukku
Maafkan diriku maafkan diriku mencintaimu
__ADS_1
Meski ku tlah tau meski ku tlah tau kau bukan milikku
Tapi satu cinta only one love you
For the last for me in my live but i know
Meski ku tlah tau meski ku tlah tau kau bukan untukku
Maafkan diriku maafkan diriku mencintaimu
Meski ku tlah tau meski ku tlah tau kau bukan milikku
Tapi satu cinta only one love you
Meski ku tlah tau meski ku tlah tau kau bukan untukku
Maafkan diriku maafkan diriku mencintaimu
Meski ku tlah tau meski ku tlah tau kau bukan milikku
Tapi satu cinta only one love you
Reymond terus menatap Jihan sampai akhir lagunya Jihan meneteskan air matanya namun dia hanya diam sedamgkan Reymomd tersenyum melihatnya.
"Hai tante, saya Reymond" ujar Reymond mendekati mama Anggun.
"Kamu anaknya Citra" ujar Mama Anggun.
"Ya Tante" ujar Reymond menyalami mama Anggun.
"Ternyata ganteng juga Ji, kenalin dia Reymond orang yang kita bicarakan tadi" ujar mama Anggun membuat Jihan diam.
"Ya mah" ujar Jihan menyalami Reymond.
"Salam kenal nona Jihan" ujar Reymond tersenyum manis di balas senyuman manis Jihan.
"Salam kenal juga tuan Reymond" ujar Jihan.
"Dia seorang" ujar mama Anggun di hentikan Jihan.
"Seorang dokter lulusan luar negeri dokter berbakat dan baik, dia akan menggantikan ayahnya memimpin perusahaan dia juga pemilik saham terbesar di rumah sakit keluarga kita itu yang akan maama katakan" ujar Jihan menatap mamanya.
"Kamu tau" ujar Mama Angyun tersenyum.
"Ya lah mama pasti akan mengangkat dia tinghi tinggi, taoi awas lo jatuhin mati lo" ujar Jihan menatao Reymond.
"Ji" ujar mama Anggun.
"Uncle mau gak masakan mommy enak" ujar Jenifer menyodorkan sendoknya.
"Girl itu sedok bekas Mommy gantilah sendoknya dulu" ujar Jihan
"Oke Mom" ucap Jenifer namun Reymond terus menarik tanyan ajenifer dan memakan makan yang ada di sendok itu.
"Bukan salah Jeje" ujar Jenifer tersenyum.
"Kalian saling kenal" tanya Mama Anggun
"Ya lebih dari mommy mencari tau tentangnya, Rey mau makan apa gue masakin" ucap Jihan.
"Gak, tapi kita selesaikan dulu pertemuan kita baru nanti kamu boleh masakin" ujar Reymond.
"Ya gue ganti baju dulu" ujar Jihan pergi ke ruangannya.
Tak lama Jihan kembali ke tempat keluarganya berada dan langsung membawa Reymond pergi dari sana. Saat berjalan beriringan ke temoat para koleganya Reymond menarik sumpit yang ada di rambut Jihan.
Jihan langsung duduk di samping Dwi dan menyelesaikan pertemuan dengan semua koleganya dan memintaa maaf karena dia harus pergi namun semua itu di maafkan dan mereka yang da di sana langsung memperpanjang kerja sama mereka yang dulunya akan menghentikan kucuran dana karena saham yang terjun bebas.
"Stress gue" ujar Jihan pergi begitu saja.
"Ji" ujar Rey menghentikan langkah Jihan.
"Kenapa" tanya Jihan menatap tangan Reymond yang ada di tangannya.
"Kita ada satu tugas negara lagi" ujar Reymond.
"Kenapa dunia sesempit ini" ujar Jihan melenggang pergi di ikuti Reymond Dwi Jovan tuan Seno tuan Prasaja dan semua asisten masing masing.
"Vin balik dulu aja" ujar Jihan.
"Siao bos" ujar Kevin pergi.
"Reymond sini nak" ujar mama Anggun membuat semua orang di sana diam saat mama Anggun memverikan tempat duduk khusus.
"Ji lo yakin" ujar Jovan.
"Mama mengatur semuanya Bang" ujar Jihan duduk dan menarik jas Jovan untuk menutup pahanya.
"Mah apa harus" tanya papa Prasaja.
"Harus dan gak bisa di ganggu gugat" ujar mama Anggun membuat semua terdiam.
"Kalian lama saling kenal" tanya papa Prasaja
"Sejak Jihan sampai di negara itu, gini mah dia tuh terlalu baik buat Jihan dia yang menolong Jihan selama ini Jihan gak pantes buat dia" ujar Jihan.
"Kalau kamu merasa saya terlalu baik untukmu bagaimana denganmu yang terlalu baik untuk suamimu" ujar Reymond membuat semua orang diam.
"Bos laporan" ujar Riko datang membawa sebuah berkas.
"Oke makasih ya" ujar Jihan
"Bos" ujar Reymond membuat Jihan tersenyum.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukungannya ya guys....