Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
memohon


__ADS_3

"Guys kita langsung ke tempat acara unty aja ya dia sudah menyiapkan tempat untuk kita" ucap Jihan.


Jihan langsung membawa ke dua anaknya ke tempat unty Sandra. Dia langsung di sambut dengan hangat oleh unty Sandra dan membawa Jihan ke ruang make up sedangkan ke dua anaknya di suruh mengganti pakaian.


"Unty apa kita juga " ucap Jenifer.


"Iya sayang, banyak teman kok " ucap unty Sandra.


Ke dua anak Jihan langsung bersemangat apalagi Jenifer dia sangat senang jika menjadi pusat perhatian. Berbeda dengan Justin yang sangat dingin namun dia akan melakukan apapun untuk membantu Mommy maupun Jenifer.


"Mommy mommy cantik" ucap Jenifer saat melihat Mommynya datang dengan persiapan yang sangat epik.


"terima kasih sayang kamu juga cantik" ucap Jihan.


"Kalian mau foto bersama dulu" tanya unty Sandra


"Boleh" ucap Jihan langsung berpose bergitupun Jenifer sedangkan Justine mengeluarkan wajah datarnya.


"Abang gak senyum tapi handsome" ucap Jihan


"Thanks mom" ucap Justine.


Semua orang bersiap untuk melakukan pekerjaan mereka. Justin dan Jenifer pergi lebih dulu sebagai pembuka cara. Sedangkan Jihan ada di urutan kesekian karena yang di bawakan kali ini adalah promosi gaun pernikahan membuat Jihan sangat cantik dengan balutan gaun itu.


Jihan kaget saat di depannya adalah keluarga Suseno ada Putri Mama Sri dan juga Klara yang menyandang gelar sebagai istri Dwi dan dua orang anak kecil.


"Mereka ingat gue gak ya" ujar Jihan dalam hati. Namun Jihan sangat profesional dia langsung mengembalikan senyumannya. Sedangkan mama Sri dan yang lain sangat kaget demgan keberadaan Jihan namun dia masih belum percaya Jihan ada di depan mereka.


"Mah itu Jihan" tanya Putri berbisik membuyarkan pikiran mama Sri.


"Sepertinya iya tapi apa iya" ucap mama Sri.


"Liat aja mah sama cara jalannya senyumannya" ucap Putri.


Mama dan Putri saling berbisik membuat Klara menatap ke duanya. Jihan yang melihat mereka seperti itu langsung berlalu.


"Guys nanti kita langsung pulang ya" ucap Jihan pada ke dua anaknya.


"Oke mom" jawab ke dua anak Jihan.


"Kalian tidak ingin ikut Unty makan malam bersama merayakan pembukaan butik unty" tanya Sandra.


"Mom" tanya Justine.


"Baiklah setelah itu kita baru pulang" ucap Jihan membuat ke dua anaknya tersenyum.


"Jihan lama gak ketemu" uxcap Klara yang mendekati Jihan bersama seorang gadis manis membuat Jihan menatapnya.


"Mah siapa dia" tanya sang anak.


"Dia Unty Jihan kamu pasti sering mendengar tentangnya" ucap Klara di angguki sang anak.


"Maaf Klara gue harus ada di depan lo gue janji gak akan ganggu idup lo jadi jangan sakiti mereka" ucap Jihan takut.


"Mom jangan takut" ucap Jenifer.


"Dia orang yang buat Mommy pergi dari kehidupan Daddy" ujar Justine.


"Daddy maksudmu tuan Dwi Putra dia Daddyku bukan Daddymu jangan pernah datang ke kehidupannya jangan mengusik kebahagiaanku kalian tidak tau bagaimana perjuangan yang sudah ku lalui untuk semua ini jadi tante tolong pergilah jangan datang di kehidupanku ku juga ingin bahagia" ucap sang anak membuat Jihan menangis.


"Apa maksudmu mari bersaing" ucap Jenifer.


"Apa yang kamu katakan" ucap Klara langsung membawa anaknya pergi.


"Jihan" ujar Unty Sandra


Sandra melihat semuanya dia tau betapa hancurmya haati Jihan saat seorang anak kecil memohon kebahagiaan dari Jihan.


"Permisi bisa bertemu dengan pemilik acara ini" tanya seorang wanita paruh baya namun seketika Jihan langsung diam membatu.


"Saya Nyonya ada yang bisa saya bantu" tanya Sandra yang menghampiri.


"Mom mom kenapa" tanya Justine yang sangat perasa.


"Ji itu kamu kan" ucap sang wanita paruh baya itu di belakang Jihan.


"Siapa anda apa anda mengenalinya" tanya Jenifer.


"Ji" ujarnya lagi membuat Jihan menangis.


"Mom" ucap Justine memeluk Jihan.

__ADS_1


"Mom, dia anakmu dia apa benar dia cucuku Ji " ujarnya namun Jihan masih diam.


Wanita yang sedari tadi ada di belakangnya adalah mama Sri. Dia sangat penasaran dia ingin memastikan kalau yang ada di depannya tadi adalah benar menantunya dulu.


"Mom kita pulang sekarang" ujar Justine langsung menyeret Jihan pergi di ikuti Jenifer.


"Ji apa bener itu kamu" ucap Mama Sri namun Jihan langsung memberesi barang bawaannya dan pergi dengan ke dua anaknya.


"Maaf kak Sandra gak bisa ikut makan malam, maaf Nyonya saya pergi" ucap Jihan.


Saat berada di luar gedung Jihan langsung memanggil taksi namun pada saat menunggu mama Sri mengejar dan di depan Jihan berdiri Fero yang menatapnya sedari tadi.


"Ay ini lo kan" ucap Fero langsung memeluk Jihan erat.


Jihan tidak membalas juga tidak memberontak. Dia menangis dalam pelukan Fero membuat Justine menatapnya tak suka.


"Siapa anda beraninya menyentuh tanpa permisi dan persetujuannya" ujar Justine marah.


"Lepasin gue" ucap Jihan membuat Fero langsung melepaskannya.


"Maaf dia memarahimu saya permisi, come on guys" ucap Jihan menuntun ke dua anaknya naik taxi.


"Ay tunggu Ay" ujar Fero mengejar Jihan hanya menngis.


"Mom siapa dia apa dia salah satu musuh mommy" tanya Justine penuh telisik.


"Bukan boy, dia salah satu orang paling berpengruh di kehidupan Mommy, dia yang selalu ada saat mommy mengalami masalah mommy minta kalian ingat wajahnya dan jangan prrnah membencinya berbuat baiklah seprrtinya berbuat baik sama mommy" ucap Jihan pada ke dua anaknya.


"Sekarang yang terpenting kalian belajar menjalani hidup sebaik baiknya" ucap Jihan di angguki ke dua anaknya.


Jihan dan ke dua anaknya pergi ke megaranya kembali mereka menjalani aktivitas seperti biasa. Namun berneda dengan keadaan mereka yang sekarang mereka hidup lebih baik setelah Jovan mengunjungi mereka beberapa kali. Jovan juga memboyong Jihan ke sebuah apartemen mewah yang dia beli untuk Jihan dan anak anaknya.


"Guys" ujar Jovan yang datang lagi mengunjunginya.


"Uncle" ucap Jenifer berlari dan memeluk Jovan yang sangat dekat dengan Jovan.


"Bang" ucap Angel menyalami Abangnya.


"Siapa dia Ji" tanya Jovan yang melihat seorang laki laki di sana.


"Kenalin Bang dia dokter Reymond dia yang menolong Jihan " ujar Jihan.


"Hei gue Jovan Kakak Jihan" ucap Jovan.


"Uncle uncle tau hari ini hari ulang tahun Kita" ucap Jenifer.


"Benarkah kalian mau hadiah apa" tanya Jovan.


"Big cake" ucap Jenifer.


"Kamu boy" tanya Jovan.


"Daddy" ucap Justine membuat Jihan dan semua orang diam.


"Uncle Rey bawa apa tuh" ucap Jihan mengalihkan topik.


"Nih big cake" ucap Reymond.


"Wah so cute" ucap Jenifer bersemangat.


"Oke kita mulai pestanya" ujar Jovan.


Semua orang bersemangat berbeda dengan Justine. Namun bagaimanapun dia tidak memperlihatkan kesedihannya dia tersenyum dan mengikuti acara sampai selesai sampai Reymond pergi.


"Boy mau bicara dengan mommy" tanya Jihan.


"Mom Jenifer ngantuk Jenifer tidur dulu ya" ucap Jenifer.


"Tidur mulu tuh liat badan udah segede itu" ledek Justine.


"Eh biarin ****" ucap Jenifer.


"**** lalat aja gak mau liat" ucap Justine.


"biarin ue" ujar Jenifer menjulurkan lidahnya.


"Haha mereka lucu ya" ucap Jovan.


"Seperti itulah" ucap Jihan.


Setelah kepergian Jenifer Justine menatap Jovan dan Jihan membuat mereka terintimidasi.

__ADS_1


"Kenapa saat Abang minta mommy mendatangkan Daddy mommy selalu menolak" tanya Justine.


"Bukan menolak tapi waktunya belum tepat" ucap Jihan.


"Mom, kita udah besar udah tau apa yang harus kita lakukan semenjak pertemuan itu Abang di landa kerinduan berbeda dengan saat belum menemuinya haruskah kita benar benar mengalah dengan gadis itu" ucap Justine.


"Bang kalian terlalu cepat dewasa" ucap Jihan.


"Karena kita akan memperjuangkan Mommy" ucap Justine.


"Abang" ujar Jihan membuat Justine pergi ke kamarnya dengan kemarahan.


"Ji" ujar Jovan.


"Bang apa yang harus gue lakukan, gue juga mu dia bersama Daddynya tapi gue gak mau mereka salah langkah mereka gak tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap Jihan mulai menangis.


"Tapi mereka juga berhak atas Daddynya lagian anak itu bukan anak Dwi" ucap Jovan.


"Benarkah" tanya Jihan.


"Ya Dwi sudah melakukan tes DNA namun hasilnya selalu sama dia bukan anaknya" ucap Jovan.


"Lalu" tanya Jihan.


"Sebenarnya Klara dia mengidap kanker payudara stadium akhir waktu bisa mengambilnya kapan saja Dwi hanya tidak mau anak itu merasa sendiri saat Klara pergi kelak" ucap Jovan.


"Anak itu tidak tau dia bukan daddynya" tanya Jihan.


"Tidak Dwi merahasiakannya dia juga merahasiakan penyakit Klara" ucap Jovan.


"Gue tau pikiran lo lo pasti mikir kalau Klara hanya mengada ada kan, tapi gue sama Dwi sudah melakukan banyak cara untuk membuktikan penyalut itu memang ada" ucap Jovan.


"Apa yang harus gue lakukan " ujar Jihan menangis tersedu.


"Tidurlah nanti gue yang pikirin gimana caranya" ucap Jovan di angguki Jihan.


Sebenarnya Justine dan Jenifer belum juga tidur mereka mendengarkan apa yang di bicarakan Jihan dan Jovan ke duanya berfikir dan mulai menata hati untuk memperjuangkan daddynya.


"Kita harus berjuang Bang" ujar Jenifer.


"Ya tapi jangan pernah jalan yang kita pilih membuat Mommy menangis" ujar Justine di angguki Jenifer.


"Kalian bicara apa belum tidur" ujar Jovan.


"Uncle bisa datangkan Daddy ke sini please" ucap Justine.


"Kenapa kamu yang memukulnya paling keras" ujar Jovan.


"Uncle pasti tau karena uncle juga laki laki" ujar Justine.


"Ya deh gimana kalau sekarang kita mulai rencananya kita telfon daddy kalian" ucap Jovan.


"Oke" ujar Justine dan Jenifer bersama.


Jovan mengambil ponselnya dia langsung dan menghubungi Dwi. Dia mengganti ke panggilan Vidio agar Justine dan Jenifer bisa mengobati rindunya walau sedikit.


"Ngapa kak tumben panggilan Vidio" tanya Dwi.


"Ada yng tindu nih" ucap Jovan.


"Lo rindu ama gue, gue masih waras" ucap Dwi.


"Enak aja gue juga normal kali, nih" ucap Jovan mengarahkan ponselnya ke kedua anak kembar itu.


"Mereka, bukankah mereka" ujar Dwi berfikir.


"Dasar orang tua gak peka gak sadar apa kalau wajah gue versi kecilnya" ucap Justine membuat Jovan tersenyum.


"Datanglah kemari" ujar Jenifer membuat Dwi berfikir namun saat melihat Jenifer dia melihat wajah Jihan membuatnya menangis.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya...

__ADS_1


Yang minta revisi jalan ceritanya mohon sabar ya soalnya mengganti alur gak semudah itu harus mikir lagi jalannya kemana terima kasih yang sudah mu mengerti...


See you happy readers....


__ADS_2