Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
EP 51


__ADS_3

Jihan terus saja berjalan tanpa menghiraukan Dwi yang memanggilnya. Namun dengan cepat Dwi menarik tangan Jihan sampai Jihan berbalik dengan cepat.


"Apaan si" ucap Jihan menghempaskan tangan Dwi yang memegangnya.


"Lo udah mulai berani ya, di panggil gak nyaut" ucap dwi marah.


"Lo panggil gue" ucap Jihan menengok kanan kiri.


"Iya lah siapa lagi" ucap Dwi.


"Lagian gak jelas panggil siapa" ucap Jihan.


"Lo ya" ucap Dwi.


"Kenapa, mau marah silahkan" ucap Jihan.


"Bos lebih baik jangan cari masalah di sini atau image anda akan turun" ucap Rey.


"Kalau bukan karena Rey gue tonjok lo" ucap Dwi.


"Mau apa tonjok silahkan" ucap Jihan.


"Udahlah cepet gue ada meeting hari ini selesaikan cepat" ucap Dwi.


"Bukannya udah lo batalin meetingnya secara sepihak tadi ha" ujar Jihan.


"Yaya, sekarang selesaikan cepat" ucap Dwi.


Jihan lalu berjalan terlebih dahulu ke tempat yang sudah di booking keluarga Suseno dan ternyata di tempat itu semua keluarga Suseno telah berkumpul termasuk Zian dan Ridwan.


"Lo ternyata sudah kumpul semua" ucap Dwi.


"Maaf semua Jihan terlambat" ucap Jihan.


"Tak apa Jihan, Wi lain kali kayak istri lo tuh minta maaf bukan nyolot" ucap Ridwan.


"Yaya gue apalah " ucap Dwi.


Jihan lalu bergabung dengan semua orang lalu mengganti pakaiannya begitupun dengan Dwi yang berganti pakaian. Saat Dwi dan Jihan keluar bersama semua orang menatap mereka dengan senyuman mengembang.


"Gak salah Dwi cari istri" ucap Zian.


"Bener perfec" ucap Ridwan


"Bilang apa lo" ucap Dwi.


"Sabar bro, kita cuma pengagum iya kan Yan" ucap Ridwan.


"Bener" ucap Zian mencari aman.


Karena banyak pujian kepada dirinya Jihan merasa tidak enak hati dengan Putri ya g sedari tadi menatapnya tajam. Jihan lalu mendekati Rey kemudian mengobrol lama dengan Rey membuat Dwi menjadi bahan candaan ke dua sepupunya.


"Wi mereka saling kenal" tanya Ridwan.


"Sepertinya begitu" ucap Dwi dingin.


"Sepertinya Abang gue kalah pamor guys" ucap Zian.


"Bener banget ternyata ada cewek yang gak lirik Dwi sama sekali" ucap Ridwan penuh senyum licik.


"Terus aja ledekin" ucap Dwi.


"Marah guys" ucap Putri tiba tiba.


"Diem lo" ucap Dwi.


"Pah, Jihan duluan ya banyak kerjaan soalnya Fero harus cuti dua minggu ke depan dan Jihan juga mau serius buat wisuda" ucap Jihan.


"Oke good luck ya, maaf papa gak bisa bantu banyak masalah di tempat papa juga" ucap Papa suseno.


"Ya pah gak masalah" ucao Jihan.


"Papa yakin kamu bisa melewati ini semua dengan baik" ucap pak Suseno.


"Ya Pah Jihan ganti baju dulu" ucap Jihan.


Jihan lalu berganti pakaian saat selesai Jihan menemui sang designer yamg merancang baju kelurganya.


"Maaf Mba" ucap Jihan.


"Iya Nona ada yang bisa saya bantu" ucapnya.


"Iya, ini ukuran saya sudah pas tapi saya minta anda rubah sebelah sini sama sini biar gak terlalu terbuka dan lebih elegan dan satu lagi saya gak suka banyak rumbai seperti ini anda bisa membuangnya maaf ya banyak mau" ucap Jihan tersenyum


"Tidak apa Nona" ucapnya.


"Bukan gak menghargai design and tapi saya rasa akan lebih baik jika anda memakai design sendiri jangan pakai design dari JIAY BOUTIQUE" ucap Jihan tersenyum dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Maaf nona apa yang anda bicarakan" tanyanya.


"Sepertinya ini cukup untuk menjawab semuanya" ucap Jihan memberikan sebuah foto yang membuktikan bahwa itu bukan asli design nya.


"Apa maksud anda, bahwa anda adalah" ucapnya tercegat.


"Sepertinya begitu, ini peringatan pertama saya kalau anda masih melakukannya lagi kita bertemu di meja hijau" ucap Jihan tersenyum.


"Maaf Nona saya tidak akan melakukannya lagi saya minta maaf nona dan saya akan melakukan apapun asal anda mau memaafkan saya dan tidak membawa ini ke jalur hukum" ucapnya sembari berlutut di kaki Jihan.


"Oke saya akan memaafkan kamu asal kamu bisa merubah baju itu seperti keinginan saya dalam waktu dua hari" ucap Jihan.


"Baik nona saya akan berusaha, terima kasih anda sangat baik hati" ucapnya


"Siapa bilang saya baik hati anda hanya belum melihat saya yang sebenarnya" ucap Jihan pergi tanpa memikirkan orang yang sedang mematung


"Mah pah semuanya Jihan pergi dulu ya" ucap Jihan.


"Wow keren" ucap Zian.


"Bukan keren tapi menakutkan" ucap Putri.


"Itu belum seberapa di banding saat dia menghajar temen temen seniornya di kampung patah tulang semua tuh" ucap Ridwan.


"Sekejam itukah dia" tanya Zian.


"Ya, dia punya prinsip siapapun yang berani menyentuhnya apalagi sampai dia keluar darah dia akan membalasnya seratus kali lipat sedangkan jika seseorang berbuat baik padanya dia akan membalasnya sepuluh kali" ucap Ridwan.


"Menakutkan" ucap Putri.


"Untung gue gak jadi deketin dia" ucap Zian.


"Haha, kalau kamu bisa bersaing dengan kekasih hatinya" ucap Ridwan.


"Apa dia punya kekasih" ucap Zian.


"Ya dan sepertinya perjalanan mereka akan segera di mulai" ucap Ridwan.


"Maksudnya" tanya Putri.


"Dia ada kekasih hati tapi mereka harus menjalin hubungan tanpa setatus karena sebuah perjanjian" ucap Ridwan.


"Udah lah brisik tau" ucap Dwi.


"Panas tuh guys" ucap Zian.


"Yaya" ucap Zian dan Ridwan.


Mereka semua kemudian berkumpul untuk melakukan acara selanjutnya hanya Jihan yang tidak mengikuti acara keluarga tersebut. Saat Jihan sedang menunggu taxi Kevin datang kemudian Jihan tersenyum dan pergi dengan Kevin.


"Gimana Vin" tanya Jihan.


"Apanya" tanya Kevin bingung.


"Perusahaan lah apa lagi" ucap Jihan.


"Baik si bos, tapi meeting hari ini di batalkan dengan DJ Putra Company" ucap Kevin kesal.


"Saya sudah tau, kalau begitu taruh DJ Putra Company dalam blacklist" ucap Jihan.


"Serius Bos" tanya Kevin.


"Serius, saya akan profesional" ucap Jihn yakin.


"Bagaimana dengan semua perjanjian yang sudah terjalin" tanya Kevin.


"Hentikan semuanya dan hentikan kucuran dana yang mengalir ke sana sekarang juga biarkan dia hancur" ucap Jihan penuh kebencian.


"Bos apa anda tidak berlebihan" tanya Kevin.


"Tidak, bukankah dia sendiri yang menghancurkan kariernya" ucap Jihan.


"Oh oke, tadi ada orang mengantarkan ini nona" ucap Kevin memberikan sebuah undangan pernikahan.


"Oh ini, berikan ini kepada semua kariawan" ucap Jihan.


"Are you oke bos" tanya Kevin.


"Menurutmu" tanya Jihan.


"Sepertinya anda tidak baik baik saja" ucap Kevin jujur.


"Begitulah yang saya rasakan" ucap Jihan


"Bos, tentang perintah bos untuk mencari tau siapa pria yang menjadi penghulu di pernikahan bos dia bukan penghulu bos saya sudah cek di semua KUA" ucap Kevin.


"Sudah ku duga" ucap Jihan.

__ADS_1


"Saya berjanji akan mencari kebenarannya secepat mungkin" ucap Kevin.


"Saya percayakan semua sama kamu" ucap Jihan lalu menutup matanya.


"Sepertinya dia terluka dalam" ujar Kevin dalam hati sembari melajukan mobilnya ke AYASTA GROUP.


Saat sampai di lobi perusahaan Jihan berjalan tegas namun saat berada di dalam lif Jihan kembali lesu. Kevin yang melihat itu merasa tidak tega kemudian Kevin mencoba membuat Jihan tersenyum tapi semua usahanya sia sia karena Jihan tak juga tersenyum.


"Siang bos" ucap sekertaris Jihan.


"Siang, oh ya persiapkan meeting satu jam lagi" ucap Jihan.


"Siap bu" ucap Sekertaris Jihan.


"Oh ya Vin bisakah kamu yang bagi tuh undangan kalau gak nanti aja pas meeting tapi saya harap semua orang dapat itu undangan" ucap Jihan.


"Siap Bos" ucap Kevin.


Kevin lalu berjalan pergi meninggalkan Jihan namun sebelum dia jauh Jihan kembali memanggil Kevin.


"Vin" ucap Jihan.


"Ya bos" ucap Kevin.


"Setelah itu, kembalilah ke ruangan saya ada yang ingin saya bicarakan" ucap Jihan.


"Siap Bos" ucap Kevin berlalu.


Jihan lalu masuk ke dalam ruangan dan bekerja namun hari ini dia benar benar kacau dia tidak dapat berkonsentrasi. Namun ponselnya berdering Jihan mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menghubunginya.


"Kenapa" ujar Jihan dingin.


"Dingin amat lo Ji, bisa ke tempat Abang Ji" ucapnya.


"Kapan" tanya Jihan.


"Sekarang" ucap Jovan di sebrang.


"Gak bisa Bang, sebentar lagi Jihan ada meeting tapi kalau nanti sore bisa lah sekalian makan malam" ucap Jihan.


"Oke gak apa apa" ucap Jovan.


"Baiklah nanti ya, di apartemen kan Abang" ucap Jihan.


"Iya, datang jangan lupa Abang masakin deh" ucap Jovan.


"Sejak kapan Abang bisa masak" ledek Jihan


"Sejak Abang pesan online" ucap Jovan.


"Sudah ku duga, tapi baiklah Jihan akan selesaikan cepat" ucap Jihan.


"Oke Abang tunggu, good luck kerjanya" ucap Jovan.


"Ya Bang, thanks ya" ucap Jihan.


Lalu Jihan mematikan ponselnya dan kembali bekerja. Jihan berusaha konsentrasi namun tidak juga bisa konsentrasi tak lama kemudian Kevin datang dengan sebatang bunga dan memberikannya kepada Jihan.


"Orange rose" ucap Jihan.


"Ya sesuai buat lo pekerja keras dan ceria" ucap Kevin.


"Thanks ka" ucap Jihan lalu pergi ke sofa dan duduk dengan keras.


"Lo selesaikan kerjaan gue gue gak bisa konsentrasi lanjutin ya" ucap Jihan.


"Siap bos" ucap Kevin.


Jihan duduk di sofa sembari bermain ponsel, Jihan melihat semua teman temannya yang antusias datang ke pernikahan Fero tak sengaja Air mata Jihan menetes saat dia mendengar voice message dari Fero untuk semua teman temannya.


"Sakit banget ternyata" ucap Jihan.


Kevin hanya bisa memandang tanpa bisa mendekati karena Jihan mungkin butuh waktu sendiri. Satu jam berlalu Jihan masih dalam posisi yang sama.


.


.


.


.


.


.


***Jangan lupa dukungannya Readers.....

__ADS_1


Like vote dan komen oke, kalau berkenan boleh deh di tambahin ke favorit oke salam sayang Author***....


__ADS_2