Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Sepiring Bertiga


__ADS_3

Tok.... tok... tok...


"Masuk" ucap Jihan.


"Maaf bos, meeting siap bos" ucap sekertaris Jihan.


"Oke saya kesana sekarang" ucap Jihan.


Jihan bersiap ke ruang meeting sedangkan Kevin mengikutinya dari belakang. Saat sampai di ruang meeting Jihan menarik nafas panjang karena ada sebuah undangan di mejanya.


"Kalian bisa simpan undangannya dulu" ucap.Jihan


"Bisa bos" ucap semua kariawannya.


Jihan mulai mempresentasikan rancangannya ke depan, semua kariawan setuju karena Jihan saat memutuskan sesuatu tidak ada yang di rugikan.


"Sebelum kita selesai meeting ini saya akan umumkan bahwa hari kamis besok adalah hari pernikahan tuan Fero jadi saya harap kalian semua bisa hadir dan buat hari Jumatnya kita sekalian libur jadi kalian libur panjang minggu ini" ucap Jihan.


"Terima kasih bos" ucap semua kariawan.


"Sama sama" ucap Jihan.


"Baiklah kalau begitu saya tutup terima kasih atas kerja keras kalian hari ini" ucap Jihan tersenyum dan pergi.


"*Kalian lihat bos tadi senyum manis banget" ucap salah seorang kariawan setelah kepergian Jihan.


"Bener tumben dia senyum tulus banget gitu manis" sambung temannya.


"Iya, bener tuh"


"Udah jangan omongin dia bagus kalau dia tersenyum" ucap salah seorang kariawan*.


Semua kariawan saling berbisik tentang Jihan sampai mereka keluar ruangan. Jihan dan Kevin pergi menuju apartemen Jovan.


"Hallo kenapa Bang, mau di bawain sesuatu" tanya Jihan saat Abangnya menelfon.


"Gak tapi kita ganti acaranya di mansion" ucap Jovan.


"Kenapa ke sana si Bang" ucap Jihan protes.


"Kenapa sekalian Kevin suruh ikut" ucap Jovan.


"Kak Kevin mau ikut Jihan ke mansion gak Abang buat acara" tanya Jihan pada Kevin.


"Maaf Bos, gue ada acara sendiri" ucap Kevin.


"Oh oke, Bang Kevin gak mau ikut jadi Jihan ke apartemen dulu baru ke mansion" ucap Jihan.


"Oke" ucap Jovan


"Maaf Ji, gue harus temui pak Suseno gue harap keputusan yang mereka ambil baik buat lo dan semoga ini awal yang baik buat lo" ujar Kevin dalam hati.


"Vin anter gue ke apartemen dulu ambil mobil" ucap Jihan.


"Siap" ucap kevin semangat.


"Semangat bener" ujar Jihan.


"Hehe" ujar Kevin menggaruk garuk rambutnya.


"Kenapa tuh rambut ada singanya ya" tanya Jihan asal.


"Gak, cuma gajah nyangkut" ucap Kevin.


"Oh, kirain ada kudanil" ujar Jihan dengan senyum tertahan.


"Ya kali kudanil dinosaurus" ucap Kevin.


"Oke kucing gue berhenti di sini aja" ucap Jihan saat sampai di pertigaan jalan.


"Gak bisa, harus sampai alamat lah" ucap Kevin.


"Gak ada yang mau gue beli soalnya lagian udah deket juga" ucap Jihan.


"Tapi demi keselamatan" ucap kevin.


"Gue gak bodoh, lo taruh banyak anak buah lo dimana mana emang gue gak tau apa" ucap Jihan membuat Kevin tersenyum kaku.


"Ya sudah bos, duluan ya" ucap Kevin.


"Iya" ucap Jihan turun tidak mau Kevin membukakan pintu.


Jihan berjalan dengan riang menuju semua stand makanan yang ada di sepanjang jalan, Saat di rasa semua makanan sudah dia beli Jihan lalu pergi ke apartemen untuk mengambil mobilnya tanpa lama Jihan pergi ke mansion. Sudah lama Jihan tak menginjakkan kakinya di mansion membuat dia teringat semua kenangan di mansion.


"Kok sepi si" ucap Jihan saat turun dari mobil.


"Nona muda selamat datang kembali nona" ucap bi yati asisten di mansion tersebut.


"Iya, gimana kabar bibi" tanya Jihan.


"Baik Nona, nona sendiri bagaimana kabarnya" tanya bi Yati.


"Gak terlalu baik bi, oh ya Abang mana" tanya jihan.

__ADS_1


"Oh tuan muda ada di halaman belakang non" ucapnya.


"Oh oke saya samperin, itu di mobil ada banyak makanan bi tolong bawa ke dalam ya" ucap Jihan lalu pergi.


Jihan berjalan ke halaman belakang dan saat sampai Jihan terperanjat dengan banyaknya teman Jovan yang datang dan kebanyakan kolega sang Abang.


"Abang" panggil Jihan.


"Hai udah datang, sini" ucap Jovan.


"Bang mau nonton bola banyak bener yang datang" ucap Jihan polos.


"Polos sekali, sebenernya temen Abang cuma beberapa yang banyak mereka bawa pasangan masing masing" ucap Jovan.


"Oh oke" ucap Jihan lalu duduk.


"Hai Ji" ucap Randi.


"Hm" ujar Jihan tak peduli.


"Biasaan lo Ji" ucap Raka.


"Kenapa" ucap Jihan.


"Dingin banget kayak es" ucap Zian yang juga datang.


"Biasa aja" ucap Jihan.


Dwi Ridwan juga ikut bergabung mendekati Jihan dan di waktu yang bersamaan Dani juga datang membuat Jihan langsung berlari memeluk Dani erat.


"Kenapa" tanya Dani bingung.


"Gak boleh" ucap Jihan.


"Boleh lah, tapi biasanya ada maunya ini" ucap Dani.


"He Kakak yang paling ganteng masakin dong laper dari tadi siang belum makan" ucap Jihan.


"Tuh kan biasaan, mau makan apa" tanya Dani.


"Apa aja yang kakak masak pasti enak" ucap Jihan.


"Iya lah kakak masaknya pakai cinta" ucap Dani tebar pesona.


"Yayaya serah lo kak, pergi sana" ucap Jihan.


"Iya bawel" ucap Dani pergi.


Saat Dani pergi Jihan kembali bergabung dengan Jovan di meja yang tersedia Jihan melihat sesuatu yang sangat mengganggu penglihatannya dari tadi.


"Iya, Abang bakal wisuda minggu depan Abang S2 Ji" ucap Jovan.


"Serius" ucap Jihan.


"Serius, terus mana janji lo yang mau wisuda bareng Abang" ucap Jovan meremehkan.


"Ya kita emang mau wisuda bareng" ucap Jihan.


"Lo aja baru kelar kelas dua belas Ji" ucap Jovan.


"Iya itu yang terlihat, tapi kenyataannya kita bakal wisuda bareng dan nilai gue gak bakal lebih buruk dari lo Bang" ucap Jihan yakin.


"Ujian harian aja gak pernah dapat nilai lo" cibir Jovan.


"Oke kalau Abang gak percaya gimana kalau kita buat perjanjian" ucap Jihan.


"Oke siapa takut" ucap Jovan.


"Bagaimana kita mulai negosiasi" tanya Jihan serius.


"Oke, janji Abang kalau lo beneran bisa wisuda bareng Abang dan nilai lo lebih baik dari Abang apartemen Abang buat lo" ucap Jovan.


"Gak mau, apartemen Abang terlalu sering buat mabuk ogah Jihan" ucap Jihan.


"Terus apa mau lo" tanya Jihan.


"Apartemen yang ada di pusat kota yang baru Abang beli gimana deal" ucap Jihan.


"What, itu baru Abang beli Ji dua hari lalu" ucap Jovan protes.


"Gue gak peduli" ucap Jihan.


"Hufh, iya deh tapi apa yang lo janjikan sama gue" ucap Jovan.


"Mau lo apa" tanya Jihan.


"Gaya lo Ji" ucap Jovan memeluk Jihan.


"Bang jangan remehin gue, gue CEO ya" ucap Jihan bangga.


"Yaya nyonya CEO, bagaimana kalau Abang minta mobil keluaran terbaru dan hanya di produksi lima unit di dunia" ucap Jovan.


"Lebih mahal dari apartemen lo Bang" ucap Jihan.

__ADS_1


"Gak peduli" ucap Jovan.


"Oke deal" ucap Jihan mengulurkan tangannya.


"Deal" ucap Jovan menerima uluran tangan Jihan.


"Bang, laper dari siang belum makan nih" ucap Jihan.


"Tenang aja makanan siap nih" ucap salah seorang teman Jovan.


"Tuh udah ada makan yuk makan" ucap Jovan.


"Satu piring bertiga" ucap Jihan.


"Gak berdua" tanya Jovan.


"Ber tiga, Abang kakak Jihan" ucap Jihan.


"Oke kita cari kakak" ucap Jovan.


"Yuk" ucap Jihan menggandeng Jovan di saat yang bersamaan Dwi mengandeng Jihan namun dengan cepat Jihan melepaskan tangan Dwi santai.


"Kak" ujar Jihan menyapa Dani yang baru saja datang dengan sepiring makanan.


"Kenapa" tanya Dani.


"Kak suapin Jihan" ucap Jihan bergelanyut manja.


"Iya yuk, kita duduk di sana" ucap Dani.


Jihan tersenyum lalu duduk di tempat Jovan duduk bersama Dwi, Jihan menarik Dwi kasar sampai Dwi berdiri Jihan lalu duduk dengan cepat sedangkan Dani hanya tersenyum sembari duduk di depan Jihan.


"Sorry bro" ledek Dani.


"Ya gak apa apa, lanjutkan" ucap Dwi pergi.


"Ji kenapa lo gitu sama Dwi gak baik tau" ucap Jovan.


"Udahlah Bang, lagian Abang juga tau kan apa yang udah dia lakukan di depan Jihan dan Abang salah pilih orang buat Jihan Bang" ucap Jihan.


"Maaf Ji, Abang gak tau kalau dia sebejat itu" ucap Jovan.


"Iya Bang, Abang mau bantu Jihan" tanya Jihan.


"Apa" tanya Jovan.


"Bantu Jihan buat wisuda tanpa kuliah hahahaha" ujar Jihan tertawa.


"Sampai ujung dunia lo jalan gak bakal terjadi" ucap Jovan mengacak cak rambut Jihan.


"*Itu yang lo gak tau Van, adek lo lebih dari apa yang lo lihat" ujar Dani dalam hati.


"Maaf Bang Jihan gak bisa bilang langsung apa yang sebenarnya terjadi, Jihan gak mau mengganggu pikiran Abang Jihan hanya ingin Abang terus berkarya tanpa merasa terbebani Jihan" ujar Jihan dalam hati*.


Jihan terus saja tersenyum mendapat suapan dari ke dua orang yang sangat dia sayangi Abang dan Kakaknya.


"Apa kalian malaikat" ucap Jihan sembari mengusap air matanya yang tak sengaja menetes.


Dani maupun Jovan terkejut dengan ucapan Jihan mereka menghentikan aktivitas makannya sejenak dan saling pandang.


"Lo nangis Ji" tanya Dani.


"Hehe maaf Kak, abis Jihan seneng banget bisa di suapin sama kalian " ucap Jihan.


"Iya kita akan sering manjain lo kayak gini" ucap Jovan memeluk Jihan erat.


"Bang Kak, makasih ya udah sayang sama Jihan kalian selalu jaga Jihan kalian gak pernah biarin Jihan dalam kesulitan sendiri kalian the best maafin Jihan saat Jihan mengambil keputusan yang mungkin buat kalian kecewa" ucap Jihan menggenggam tangan ke dua Abang dan Kakaknya.


"Lo Ji, kayak mau gimana gitu iya gak si Van" ucap Dani.


"Bener kak, dia tuh kayak punya salah sama kita" ucap Jovan.


"Karena gue sayang sama kalian" ucap Jihan.


"Iya iya adik manis" ledek Jovan.


"Abang" rengek Jihan.


"Hehe, kayak anak kecil kamu eh Kak dia gak lagi midun kan" ucap Jovan.


"Gak tau dari tadi siang aneh banget" ucap Dani.


"Lah kenapa" tanya Jihan.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys....

__ADS_1


Nih buat yang udah komentar terima kasih ya maaf gak ada yang bisa di balas kalian bebas berkomentar tapi mohon dengan bahasa yang santun ya....


Salam manis Author....


__ADS_2