
"Gimana enak" tanya Cika.
"Gak biasa aja" ucap Jihan.
"Beneran" ucap Cika.
"Beneran masih enakan masakan gue" ucap Jihan pergi dengan sepotong ayam di tangannya.
"Katanya gak enak tapi lo makan" ucap Cika mengikuti Jihan.
"Katanya lo mau racunin gue, gue cuma mau tau racun lo manjur gak" ucap Jihan duduk di sebelah mertuanya.
"Yang bener dong Ji enak gak, kalau enak kan gue bisa bangga sama masakan gue" ucap Cika.
"Gak enak" ucap Jihan.
"Yang bener dong" ucap Cika terus saja merengek membuat Jihan tersenyum lalu berdiri dan memasukkan ayam yang dia pegang ke dalam mulut Cika.
"Enak gak" ucap Jihan tertawa.
"Enak kok, eh dasar lo ya" ucap Cika melotot.
"Ada apa nih" tanya Dwi.
"Mas dia marahin Jihan" ucap Jihan bergelanyut manja.
"Lo" ujar Cika menunjuk Jihan namun seketika dia menunduk.
"Kenapa gak melotot lagi" ujar Jihan tertawa.
"Gak gue mau makan" ucap Cika pergi ke luar sembari makan ayam yang tadi Jihan kasih.
"Hahahahahaha" tawa Jihan lirih membuat Dwi tersenyum.
"Mah pah" ucap Dwi menyalami ke dua mertuanya dengan tangan yang masih Jihan gandeng.
Dwi langsung duduk ikut bergabung dengan semua anggota keluarga karena semua teman Jovan duduk di luar rumah dengan Cika. Sedangkan Jihan ikut duduk walaupun matanya fokus pada televisi.
"Hahaha" tawa Jihan keras namun kemudian dia melihat semua orang dan tersenyum.
"Maaf silahkan lanjutkan" ucap Jihan.
"Ji bisa gak lo matiin dulu tuh tv kita bahas acara buat besok" ucap Jovan gereget.
"Iya iya" ucap Jihan malas namun Dwi merangkul pundaknya membuatnya tak jadi menjawab omongan Jovan. Mereka semua serius membahas acara dengan saling tukar pendapat.
"Kak Jihan boleh minta hadiah gak" ucap Putri tiba tiba.
"Apa bilang aja kakak lo banyak duit" ucap Jihan santai.
"Lepasin Fero" ucap Putri.
"Lepasin emang gue lagi pegangin dia apa, atau gue rantai" ujar Jihan.
"Biarin dia bahagia sama gue" ucap Putri.
"Kenapa lo minta gue lepasin dia, kalaupun gue lepasin dia belum tentu dia langsung bisa nerima lo tapi tenang aja gue bakal buat dia bener bener lupa sama gue gue gak bakal bahagia diatas penderitaan orang lain" ucap Jihan membuat Jovan yang dulunya akan memarahinya menjadi tersenyum namun keadaan menjadi memanas.
"Tapi gue gak yakin sama lo ka" ucap Putri.
"Kalau gak yakin ngapain minta itu, asal lo tau ya hubungan kita hanya sebatas sahabat dan rekan kerja" ucap Jihan.
"Tapi kalian sahabat gak mungkin di antara kalian gak ada rasa maksud gue dalam persahabatan antara lain jenis pasti salah satunya ada rasa" ucap Putri.
"Pertanyaan lo sama kayak kakak lo dulu, jawabannya sama itu urusan hati tapi yang jelas hubungan kita gak lebih dari yang terlihat gue akuin gue suka di deket Ata karena dia perhatian baik gak munafik gue juga nyaman tapi gue lebih suka di samping kakak lo walaupun sering nyebelin" ucap Jihan terhenti.
"Cukup kak gue tau lo masih sangat mencintainya kan" ujar Putri.
"Cinta apa itu gue gak tau, gue cuma tau rasa nyaman sama dia gue gak mau kehilangan dia tapi gue gak sakit dia deket sama cewek lain apa itu cinta beda saat kakak lo sama cewek lain beda cerita" ucap Jihan masih santai.
"Sesantai itu lo ngomongin calon suami adek ipar lo Ji" ucap Jovan.
"Terus gue harus gimana Bang mereka semua memojokkan Jihan tapi yang jihan bilang kan kenyataannya lagian kalau nikah karena perjodohan harus terima semua konsekuensinya termasuk ada seseorang yang akan berjuang sampai akhir" ucap Jihan.
"Sebaiknya kakak berhenti atau gue bakal buat hidup kakak menderita" ucap Putri.
"Menderita silahkan kalau lo juga bisa buat gue menderita, tapi jangan salahkan kalau hidup lo hancur di tangan gue" ucap Jihan penuh penekanan.
"Emang kakak siapa kalau gak jdi istri kak Dwi juga bukan siapa siapa" ujar Putri.
"Putri" bentak papa Dwi
"Udahlah mas Jihan emang bukan siapa siapa Jihan cuma anak yang hidup tanpa marga keluarga anak yang sekolah dengan kerja keras sendiri Jihan cuma anak yang bisa ngembangin sebuah perusahaan dalam keadaan sulit bahkan harus meminjam uang untuk membangun perusahaan dan harus bekerja paruh waktu juga untuk menutup semua kebutuhan Jihan emang gak lebih dari anak yang bisa hidup tanpa dukungan keluarga dan tau kerasnya hidup" ucap Jihan membuat keluarganya menunduk.
"Anak jalanan" ucap Putri.
"Gak bukan jalanan karena banyak rumah yang menerima gue dalam keadaan terburuk" ucap Jihan berdiri.
"Mau kemana lo dasar kalau sampai kakak deketin suami gue lagi terima akibatnya" ucap Putri.
"Woy bukannya lo tolak pernikahan ini kenapa jadi gitu kita liat aja siapa yang akan hancur lo atau gue" ucap Jihan pergi.
"Dasar cewek ja**ng" ucap Putri membuat Jihan tersenyum sedangkan Dwi sudah menampar Putri keras membuat Putri menangis.
"Kakak belain anak yang hidup di buang keluarganya dan menjadi lon*e" ucap Putri membuat Jihan langsung menarik Putri melewati papa Dwi dan menamparnya sampai tersungkur.
"Lo boleh hina gue tapi jangan bilang gue lo**e atau anak yang di buang itu sama aja lo hina ajaran orang tua gue mereka bilang gak akan dukung Jihan dalam hal apapun bahkan Jihan harus bekerja untuk biaya sekolah itu cara mereka buat gue jadi manusia berakhlak dan lebih menghargai sesama gak kayak lo di kelilingi orang banyak hidup di kerajaan tapi gak tau sopan santun" ucap Jihan mencengkram pipi Putri dengan keras lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
"Dasar ja**ng" teriak Putri membuat Jihan berhenti dan menatap Putri.
"Haha lo mau gue ngomong kotor ya mancing gue biar buat kesalahan di depan kakak lo biar dia hukum gue gitu, dasar cewek sialan" ucap Jihan penuh amarah.
"Mau apa lo" ujar Putri.
"Gue mau kencanin calon suami lo" ucap Jihan membuat semua orang membulatkan matanya namun mereka semua membiarkan Jihan pergi.
Jihan pergi dengan amarah masih tinggi, andai bukan Putri mungkin dia sudah melenyapkannya karena Jihan bukan sembarang orang karena dia juga bisa di katakan psikopat dan menjadi anggota mafia.
"Hai Ji" ujar Teman teman Jihan yang baru saja datang.
"Eh kalian jangan masuk yuk ikut gue aja" ucap Jihan.
"Kemana" tanya Hana.
"Kedepan" ucap Jihan.
"Eh Ji itu bukannya Cika ya ngapain dia di sini" tanya Nisa.
"Oh dia udahlah yuk ikut gue aja" ucap Jihan.
"Hai Ji" ujar Raka kakak Nisa.
"Hai kak" ucap Jihan datar.
"Abang lo ada" tanya Raka.
"Ada di dalam tapi kak Randy sama yang lainnya ada di situ" ucap Jihan menunjuk halaman samping rumah Jihan.
"Oh oke, bye Ji" ucap Raka.
"Gak salah bukan bye Mon" ucap Jihan.
Baik mona maupun Raka saling tersenyum lalu menunduk membuat Nisa menatap keduanya dalam.
"Kalian" ujar Nisa.
"Eh udah mau gue kenalin sama cogan gak" ujar Jihan.
"Mau dong" ucap Nisa semangat.
"Giliran Cogan aja semangat" ucap Hana.
Jihan berjalan cepat ke rumah Fero membuat semua temannya melihat Jihan aneh. Saat sampai di rumah Fero Jihan langsung duduk dengan keras di tengah tengah atara beberapa cowok.
"Woi kesambet lo" ucap Dika.
"Iya lo mau jadi korban gue" ucap Jihan.
"Ih no serem, eh geser ngapa Ji sempit nih" ucap Dika.
"Gak" ucap Fero.
"Ah" ucap Jihan.
"Lo gila" ucap Dika.
"Hm gue butuh hiburan buat lupain sejenak masalah gue" ucap Jihan.
"Ay kelurga lo kan ada semua di sini ada masalah apa lagi" tanya Fero.
"Karena itu masalah muncul pengin gue bunuh dia tapi takut dosa" ucap Jihan.
"Psikopat takut dosa guys" ledek Dika.
"diem atau lo jadi korban selanjutnya" ucap Jihan.
Jihan langsung diam lalu pergi begitu saja dari rumah Fero membuat Fero membututinya begitupun dengan semua teman temannya. Jihan pergi ke tempat acara akan berlangsung Jihan melihat sekeliling kemudian pergi ke panggung yang ada beberapa alat musik Jihan menggunakan keyboard kemudian mulai memainkannya.
...길고긴시간을어둠속에서헤메다가빛을만난듯...
...Waktu yang panjang dalam kegelapan aku seolah sedang mengembara dan mendapt seberkas cahaya...
...힘들었던날들모든것들이눈처럼녹아내려...
...Hari hari yang dulu terasa sulit kini mulai mencair bagaikan salju...
...희망이란 끈하나에참을수 있던수많은눈물막엲했던꿈하나에나의심장을다바쳐뛰어들었지...
...Aku menahan air mata yang tak terhitung jumlahnya dengn satu untaian harapan...
...Aku memberikan seluruh hatiku untuk mimpi yang samar dan ingin melompat ke dalamnya...
......오늘부터시작인걸다시태어난듯내눈앞에펼쳐진세상속에서새롮게난달릴거야......
...Mulai hari ini aku seolah terlahir kembali terbentang nyata di depan mataku....
...Aku akan kembali berlari di dunia ini....
...그렿왔단내미래가하나씩하나 씩이뤄지고있어그토록바라고또바랬던나의꿈들이손끝에점점닿으려고하는걸...
...Masa depan yang dulu ku gambarkan, satu persatu kini mulai terwujud...
...Semua mimpi yang begitu ku dambakan perlahan ku mencoba untuk meraihnya dengan ujung jariku...
...짙게남아있던내상처들이하얗게지워지고...
__ADS_1
...Lukaku yang dahulu begitu tebal...
...Itu mulai memudar...
...수도없이반복했던아픔들속에무뎌진가슴잊고있던내얼굴의 읏음진 표정이제야돌아오나봐...
...Hati yang sudah mati rasa karena semua rasa sakityang terus berulang tak terhitung jumlahnya....
...Senyuman di wajahku yang dulu sudah saya lupakan, nampaknya sekarang sudah kembali....
...오늘부터시작인다시태어난듯내눈앞에펼쳐진세상속에서새롤게난달릴거야...
...Mulai hari iniaku seolah terlahir kembali terbentang nyata di depan mataku....
...Aku akan kembali berlari di dunia ini....
...그렿왔단내미래가하나씩하나 씩이뤄지고있어그토록바라고또바랬던나의꿈들이손끝에점점닿으려고하는걸...
...Masa depan yang dulu ku gambarkan, satu persatu kini mulai terwujud...
...Semua mimpi yang begitu ku dambakan perlahan ku mencoba untuk meraihnya dengan ujung jariku...
...되돌이켜보면지난모든아픔이내마음속가득히쌓여와읏고있는날만들어줬나봐...
...Saat saya mencoba melihat kebelakang, semua rasa sakitdi masa itu....
...Sepertinya itu menunpuk menyanggupi hatiku dan pada hasilnya membuatku tersenyum karenanya....
...오늘부터시작인다시태어난듯내눈앞에펼쳐진세상속에서새롤게난달릴거야...
...Mulai hari iniaku seolah terlahir kembali terbentang nyata di depan mataku....
...Aku akan kembali berlari di dunia ini....
...그렿왔단내미래가하나씩하나 씩이뤄지고있어그토록바라고또바랬던나의꿈들이손끝에점점닿으려고하는걸...
...Masa depan yang dulu ku gambarkan, satu persatu kini mulai terwujud...
...Semua mimpi yang begitu ku dambakan perlahan ku mencoba untuk meraihnya dengan ujung jariku....
"Ji lagu bahagia nangis lo" ucap Viki.
"Diem lo sini lo" ucap Jihan.
"Kenapa suka sama gue" ucap Viki
"Lo gak bawa makan Vik laper nih" ucap Jihan.
"Lo belum makan malam Ay" tanya Fero.
"Belum drama lagi" ucap Jihan.
"Siapa lagi yang buat drama" tanya Fero.
"Calon lo" ucap Jihan.
"Kenapa dia" tanya fero.
"Kenapa lagi coba, kalau gak cemburu sama gue gila gak si hadiah yang dia minta" ucap Jihan.
"Dia minta apa" tanya Beni.
"Apa lagi kalau gak buat jauhin lo Ta, dia pikir gue bakal rebut lo dari dia" ucap Jihan.
"Bener nih vidionya" ucap Zira.
"Lo di sini Ra" tanya Dika.
"Iya lah lo gak amnesia kan gue keluarga suseno si Putri kan mau nikah" ucap Zira
"Yayayaya eh lo vidioin gue gak bantu gue lo jahat lo ya" ucap Jihan.
"Woy emang lo butuh bantuan gue, emang gue harus bantu lo gimana coba kalian berdua sama sama keluarga gue mending gue tonton" ucap Zira.
"Jahat lo, eh bawa makan gak laper nih" ucap Jihan.
"Makannya kalau mau marah jangan pas jam makan" ucap Zira.
"Seharusnya lo ngomong gitu sama dia bilang buat jangan tuduh orang sembarangan kalau dia takut gue rebut suaminya bilangin buat suaminya nyaman lagian gue juga udah nyaman sama yang baru" ucap Jihan kepada Zira.
Zira tersenyum begitupun dengan semua orang termasuk Fero. Saat Jihan melihat sekeliling semua tersenyum ada rasa bersalah karena dia belum sepenuhnya melupakan Fero namun tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like vote dan komentarnya ya...
Buat bahasa hangulnya kalau ada kesalahan jngan di cela silahkan komentar apa yang benar....
__ADS_1
Love you Readers.....