Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Potong Rambut


__ADS_3

Di lain tempat Jihan sampai di sebuah salon milik salah satu sahabatnya yaitu Gabby. Sembari menunggu sonia yang belum juga sampai Jihan lebih dulu untuk memgecat rambutnya.


"Kenapa Sonia lama banget si" gerutu Jihan.


"Katanya kena macet tadi lagian bukannya lebih baik lo bisa selesaikan mengecat rambut" ucap Gabby.


"Iya si, tapi gak seru gak ada Sonia" ucap Jihan.


"Eh Ji, lo tumben cat rambut ini kan pertama kalinya lo cat rambut lo serius Ji" ucap Gabby.


"Iya gue capek nurut terus sama mama ujung ujungnya di tinggal juga" ucap Jihan.


"Pantesan, lo mau warna apa" tanya Gabby.


"Gue mau potong rambut ratain aja terus separuh bagian atas biarin aja warna asli terus yang bagian bawah kasih warna pink biru sama ungu oke" ucap Jihan.


"Wah berani juga lo" ujar Gabby tersenyum


"Coba dulu hasil nanti" ucap Jihan.


"Bener bener lo coba aja dulu" ucap Gabby sembari menata rambut Jihan.


"Hai lagi ngomongin gue ya" ujar Sonia yang baru saja datang.


"PD bener lo ya" ucap Gabby.


"Iya, eh lo ngapa baru sampai" ucap Jihan menatap Sonia dari kaca.


"Sorry guys, eh lo ji warnai rambut" ucap Sonia.


"Hm, lo mau juga gue bayarin" ucap Jihan.


"Wah banyak duit tuh oke lah gue " ucap Sonia.


"Oke, eh Gabby lo gak mau tenang aja gue bayar kita buat rambut kita sama" ucap Jihan.


"Iya oke oke, eh kalian semua buat rambut kita bertiga sama persis ya kalau kalian buat kita puas bakal gue kasih bonus" ucap Gabby kepada kariawannya.


"Siap" ucap beberapa kariawannya.


"Oke tapi ingat, kalau sampai salah gak ada ampun" ucap Gabby.


"Gabby jangan gitu kasian mereka takut sama lo" ucap Sonia.


"Iya galak bener" ucap Jihan.


"Emang lo gak galak" ujar Gabby.


"Gak gue mah lemah lembut" ujar Jihan tersenyum.


"Lemah lembut tapi bisa putusin tangan orang" ucap Sonia membuat kariawan Gabby yang sedang menata rambutnya membulatkan matanya.


"Jangan gitu nih jadi takut" ucap Jihan.


"Haha" ujar Sonia.


"Bentar deh kalian kan masih SMA emang boleh cat rambut" ucap Jihan.


"Sombongnya yang udah kuliah" ucap Sonia.


"Iya, tapi tenang aja Ji emang ada yang berani marahin kita" ucap Gabby.


"Wah wah ada yang pakai kekuasaan nih" ujar Jihan.


Jihan dkk terus saja bercanda tawa selain menata rambutnya Jihan juga membuat nail art. Semua teman Jihan hanya menatap Jihan tanpa berkomentar pasalnya Jihan adalah anak yang sangat tidak terlalu memperhatikan penampilan.


"Ji ponsel lo bunyi" ucap Gabby.


"Angkatin dong, lagi sibuk tangan gue" ujar Jihan nyengir kuda.


"Oke gue kerasing suara nya ya" ucap Gabby.


"Oke" ucap Jihan.


"Udah nih tinggal ngomong" ucap Gabby.


"Siapa" tanya Jihan.


"Dwi" ucap Gabby membaca nama yang tertera di layar ponsel Jihan.


"Kenapa" ujar Jihan cuek.


"Kemana udah malam" ujar Dwi di sebrang telfon.


"Lagi potong rambut, baru juga jam sembilan " ucap Jihan.

__ADS_1


"Iya makannya udah malam lo kan belum makan malam udah main pergi aja gak bilang lagi" ceramah Dwi.


"Yaya, sorry lo kan lagi sibuk sama Mama" ucap Jihan.


"Gak mau tau pulang sekarang atau gue kirim pengawal" ucap Dwi.


"No, satu jam lagi gue pulang" ucap Jihan.


"Gak ada sepuluh menit" ucap Dwi.


"Lo mau gue mati kasih waktu sepuluh menit" ucap Jihan.


"Dua puluh menit gak ada komplain" ucap Dwi mematikan sambungan telfonnya membuat Jihan kesal.


"Siapa si Ji" tanya Sonia.


"Orang gila" ujar Jihan kesal.


"Berapa lama lagi selesai" tanya Jihan kepada kariawan yang sedang menata dan membuat nail art di kukunya.


"Sebentar lagi selesai ini rambutnya tinggal di cuci dan di kasih Vitamin kalau kukunya udah selesai kok" ucap nya.


"Oke thanks ya" ucap Jihan.


Jihan menyelesaikan semua treatmen yang dia lakukan, saat Jihan selesai tenyata beberapa anak buah Dwi sudah menunggunya di luar salon membuat Jihan semakin kesal.


"By berapa semuanya" ujar Jihan memberikan sebuah kartu kredit platinum.


"Lo beneran mau pergi Ji" tanya Sonia.


"Kalau gue gak pergi gue takut mereka main kasar" ucap Jihan menunjuk orang orang yang ada di luar salon.


"Siapa mereka Ji" tanya Gabby.


"Siapa lagi mereka pengawal yang di kirim buat jemput gue" ucap Jihan.


"Wah jadi dia gak main main" ucap Gabby memberikan kartu kredit Jihan kembali.


"Maaf Nona anda harus pulang sekarang" ucap Salah seorang pengawal yang mendekati Jihan.


"Iya, eh kalian di bawain duit gak sama bos kalian" tanya Jihan.


"Ada Nona, tuan Muda memberikan kami masing masing satu juta untuk keperluan mendesak" ucap Salah seorang pengawal.


"Salah satu dari kalian beliin gue martabak dong, tapi yang manis spesial beliin lima puluh box" ucap Jihan.


"Ya kenapa, kalian mau makan yang lain" tanya Jihan.


"Tidak Nona Muda" ucapnya.


"Oke yang satu lagi beli ayam goreng krispi di ujung jalan sana sama lima puluh porsi" ucap Jihan.


"Tapi Nona kita hanya berdua, sedangkan kita di suruh untuk menjemput anda" ucap nya protes.


"Oke oke tenang" ucap Jihan menghubungi seseorang.


"Hallo, gue mau pulang tapi gue pinjem orang lo buat beli makan" ucap Jihan menghubungi seseorang.


"Boleh gue bicara sama mereka" ucapnya di sebrang telfon.


Jihan kemudian memberikan ponselnya kepada ke dua pegawal yang di perintahlan Dwi untuk menjemputnya. Setelah lama berdebat Dwi mengizinkan ke dua pengawalnya untuk pergi namun dengan syarat Jihan melakukan panggilan vidio dengan Dwi untuk memastikan Jihan pulang.


"Guys gue duluan ya" ucap Jihan berpamitan kepada ke dua sahabatnya.


"Iya hati hati lo" ucap Gabby.


"Oke" ucap Jihan.


Jihan pergi meninggalkan salon Gabby dengan terus melakukan panggilan Vidio dengan Dwi walaupun Jihan tak berbicara Dwi tetap memantaunya.


Setelah lima belas menit Jihan sampai di rumah dan Jihan masuk ke dalam rumah tanpa mematikan ponselnya. Saat Jihan sampai di rumah ternyata Abang dkk masih berada di ruang keluarga sedang bermain geam.


"Ji stop" ucap Jovan.


"Kenapa" tanya Jihan.


"Dari mana lo" tanya Jovan.


"Dari tempat Gabby, kenapa" tanya Jihan.


"Kok lo beda si, iya gak si Fer dia kayak lain" ucap Jovan.


"Iya dia potong rambut" ucap Fero.


"Cepet banget tau perbedaannya" ledek Randy.

__ADS_1


"Bukan itu Fer tapi" ujar Jovan berjalan mengelilingi Jihan.


"Jihan lo cat rambut ya" ujar Jovan membuat Jihan berlari


"Sorry Bang, sengaja" ucap Jihan.


"Dasar lo, pelajar tapi cat rambut awas aja lo kena marah sama Dwi" ucap Jovan.


"Bodo amat gue gak peduli" ucap Jihan pergi ke kamarnya.


"Dasar" gerutu Jovan.


"Paling juga gak permanen Van" ucap Dani.


"Tapi tetep aja, mama papa gak suka anaknya pakai cat rambut lagi keluarga Dwi Kakak kan tau kalau keluarga Dwi anggap orang yang pakai cat rambut sebagai bajingan" ucap Jovan.


"Itu yang gue mau Bang di buang dari keluarga itu" ucap Jihan yang tiba tiba berada di belakang Jovan.


"Gila lo, eh lo kapan turun kaya demit aja lo" ucap Jovan.


"Gue pakai magic" ucap Jihan lalu duduk bergabung dengan teman teman Jovan dan ikut bermain game


"Gue main dong" ucap Jihan.


"Nih" ucap Rey memberikan stik game.


"Thanks" ucap Jihan.


Jihan lalu bermain dengan serius dan dengan waktu cepat mengalahkan semua orang yang bermain dengannya. Tak lama kemudian dua orang pengawal datang menghampiri.


"Maaf Nona muda ini pesannya" ucap Nya.


"Oke gue liat dulu ya, nih" ucap Jihan memberikan kembali peemainannya kepada Rey.


Jihan mengecek setiap makanan yang ke dua pengawal Dwi bawa.


"Oke, kalian cuma berdua atau ada yang lain" tanya Jihan.


"Kita pasukan khusus penjaga Nona Muda sepuluh orang Nona" ucap nya.


"Oke nih" ucap Jihan memberikan dua puluh paket makanan kepada ke dua pengawalnya.


"Banyakan Nona" ucap Nya.


"Ya sudah kalian panggil semua teman kalian ke mari biar mereka sendiri yang pilih mau makan apa" ucap Jihan.


"Tapi Nona kita di larang masuk ke dalam rumah utama kecuali ada panggilan mendesak" ucap nya.


"Ya udah nih bawa masing masing bawa sepuluh sepuluh martabak sepuluh ayam beres" ucap Jihan.


"Siap nona" ujar nya.


"Hm, pak kepala pelayan di mana" tanya Jihan.


"Di sini Neng ada yang bisa saya bantu" tanya kepala pelayan.


"Pegawai di sini berapa orang" tanya Jihan.


"Semuanya ada tiga puluh orang Neng" ucap nya.


"Oke ini tolong bagikan sama semua pegawai ya pak, se orang dua satu ini satu ini jangan sampai ada yang tertinggal kalaupun ada yang paruh waktu taruhin kulkas aja besok di kasih" ucap Jihan.


"Siap neng" ucap nya.


"Kalian semua boleh ambil masih ada dua puluh bungkus sepuluh martabak sepuluh ayam" ucap Jihan pada semua teman teman Abangnya.


"Oke lo gak makan dari siang lo belum makan Ji" ucap Dani.


"Udah nih gue udah ambil" ucap Jihan.


"Dwi gak lo ambilin" ujar Jovan.


"Biarin udah mkan juga dia" ucap Jihan lalu duduk untuk makan namun baru saja membuka kotak nasi ayamnya tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


"Jangan lupa like vote dan komennya ya.......


__ADS_2