
"Kamu kenapa mau kesini tanpa pengganti" tanya Jihan sembari membaca proposal yang di buat teman temannya.
"Tidak masalah bos" ujar nya.
"Oke, terserah kamu kalau kuat aja berdiri terus" ujar Jihan.
"Ini bagus, nanti saya titipkan sama pengawal yang lagi makan aja biar tuan Putra bisa menentukannya" ujar Jihan.
"Makasih bos" ujar Joni.
"Hm, kalian istirahat nanti jam makan siang ya setelah itu saya mau ke ladang Joni ikut saya " ucap Jihan.
"Siap bos" ujar Joni.
Jihan langsung mengambil laptop yang ada di dalam tas yang dia bawa. Jihan langsung bekerja jarak jauh tidak hanya mengurus urusan di desa dia juga mengurus urusan di AYASTA.
"Tolong diam" ujar Jihan saat pihak Ayasta menghubunginya Via Zoom.
Jihan langsung memakai earphone dan mulai meeting. Jihan menjadi sangat tegas bahkan beberapa kali dia memarahi kariawannya menciut.
"Oke kerjakan dengan benar saya lihat saat saya kembali" ucap Jihan di angguki semua kariawannya.
Jihan langsung menyudahi meetingnya, Jihan terlihat sangat Frustasi dan marah.
"Eh lo suruh Kevin bersiap" ujar Jihan kepada anak buah yang Kevin kirim.
"Oke" ujarnya.
"Sama ini bawa kasih Kevin terus kasih ke Dwi oke, makan yang banyak lo jangan sampe pingsan di jalan kelaparan" ujar Jihan.
"Bisa aja lo Ji" ucapnya santai.
"Di kala kita dalam pertemanan gak ada yang gak mungkin" ucap Jihan.
Jihan langsung membubarkan teman temannya untuk istirahat dan memanggil ke dua pengawal itu untuk berbicara. Saat semua sahabatnya sedang asik manikmati waktu istirahat Jihan terlihat sangat serius pada mereka.
"Good job, kalian berdua pulanglah" ucap Jihan.
"oke" ujar ke duanya.
Jihan mengantar ke dua pengawal itu sampai tak terlihat lagi. Saat Jihan masuk ke dalam rumahnya lagi semua sahabatnya menatap membuat Jihan bingung.
"Kenapa" tanya Jihan
"Maaf bos" ujar semuanya.
"Kita masih di jam istirahat" ucap Jihan.
"Oh oke" ujar Cika canggung
Jihan hanya menggeleng lalu mengambil makanan untuk makan siang dan membawanya ke dekat sahabat sahabatnya.
"Em gue udah suruh mereka tadi bawa proposalnya kalau mereka melihat proposal itu dengan cepat maka keputusan akan langsung di ambil" ujar Jihan.
"Beneran" tanya Niko.
"Beneran dong tapi pas mereka datang gue gak ikut campur ya" ucap Jihan.
"Kenapa gitu" tanya Cika.
"Kayaknya yang handle sekarang ipar gue" ucap Jihan.
"apa kita dalam mode teman" ucap Niko.
"Bedain kata katanya lo gue saya anda dan aku kamu" ucap Jihan.
"Siap" ucap semuanya.
"Oh ya, nanti gue mau ke ladang kalian mau fokus satu bidang atau lainnya" tanya Jihan.
"Kalau bisa si jangan cuma satu bidang ya gak guys" ujar Joni.
"Beneran" tanya Jihan.
"Hm iya" ujar Joni.
"Luaskan wawasan" ucap Jihan.
"Kita mana ada waktu" ujar Cika.
"Yakin mau tau gimana kerja di kantor" tanya Jihan.
"Mau lah" ucap Cika
"Oke kapan kapan gue ajak" ucap Jihan.
"Em Ji gimana kabar tiga sekawan itu" tanya Joni.
"Tiga sekawan atau Nisa" tanya Jihan.
"Tau aja lo Ji" ucapnya.
__ADS_1
"Baik, dan kerja keras mungkin liburan besok dia pulang" ujar Jihan.
"Gak bisa pulang akhir pekan " tanya Cika.
"Gak, dia akhir pekan kuliah semua kalian mau kerja sembari kuliah biar gue daftarin" tanya Jihan.
"Gue mau tapi gimana sama orang tua gue kalau gue tinggal" ujar Joni.
"Udah di bilang sekarang zaman teknologi Jon, kuliahnya bisa online ke sana kalau cuma anter tugas kayak gue dulu" ujar Jihan.
"Oke kita coba" ujar Joni.
"kalau kalian" tanya Jihan.
"Boleh Ji" ujar Cika dan Niko.
"Oke selesaikan pekerjaan kalian dengan cepat setelah itu ikut saya pulang buat daftar kuliah" ujar Jihan.
"oke Ji" ujar Semuanya.
Jihan mengangguk sembari menghabiskan makanannya. Setelah itu Jihan pergi untuk mengambil minum namun saat dia akan kembali ke ruang tamu dia mendengar teman temaannya berbicara.
..."Lo yakin mau kuliah Jon" tanya Niko...
"Gue mau merubah nasib" ucap Joni.
"Ya kalau nasib lo berubah bagus kalau gak" ujar Niko lagi.
"Gue yakin gue bisa" ucap Joni.
"Lo tau kan Jihan mulai menunjukkan jati dirinya, dia mulai menjadi atasan dan bawahan" ujar Cika.
"Gue tau, dan gue juga tau posisi gue sekarang jangan jelek jelekin Jihan" ujar Joni.
"Lo suka sama Jihan" tanya Cika.
"gue suka ketegasannya, dan profesionalnya " ujar Joni.
"Dalam artian lain ogeb" ucap Niko.
"Emang adaa yang gak jatuh cinta sama Jihan, gue gak peduli lagi sekarang yang terpenting gue harus kejar cita cita gue buat hidup lebih baik sekolahin adek adek gue" ucap Joni.
"Lo tau gak Jihan bahkan membedakan kita dan para pengawalnya tadi" ucap Niko.
"Iya lah pengawalmya datang buat kerja sama dia nah kita juga kerja kalian gak liat tadi dia kan udah bilang ada istirahatnya" ucap Joni.
"Tentang proposal tadi kenapa bisa langsung di oke, lo belajar dari mana buat proposal itu" tanya Cika.
"Lagian belum tentu keterima produc kita, dia kan bilang sekarang adek iparmya yang urus bukannya itu istrinya si Fero jadi gak semudah itu" ujar Joni.
"Terus lo mau iktut Jihan tujuan lo apa" tanya Joni.
"Gue mau lihat gaya huidupnya di sana" ucap Niko.
"Kalau gue mau liat seberapa hebat keluarganya" ucap Cika.
"Gak bermakna tau" ucap Joni menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah dapur dia melihat Jihan yang sedang berdiri di balik dinding dengan isyarat menyuruh Joni diam.
Joni mengangguk langsung pergi begitu saja. Jihan ke luar seolah tidak mendengar apapun.
"Cika Niko kalian berdua suka dalam bidang apa" tanya Jihan basa basi.
"Gue suka seni" ucap Niko
"Gue suka bebas" ujar Cika.
"Oh gitu kenapa cari kerja kalau maunya bebas" ucap Jihan.
"Bebas juga butuh duit" ucap Cika.
"Lo tau kan cari duoit tuh gak semudah minta sama orang tua kita harus mau di tindas mau di marahi dan mau patuh" ucap Jihan.
"Gak peduli gue" ucap Cika.
"Eh Jon lo bisa komputer kan, ya kn ya kai paling pinter gak tau komputer" ucap Jihan.
"Bisa tapi gak seahli itu, lo lupa gue ada di nomor tiga" ujar Joni.
"Iya kan ada gue sama Ata kalau gak lo kan nomor satu, lo mau bisa mulai kirim sayuran" ujar Jihan.
"Kapan gue bisa mulai" tanya Joni.
"Nanti gue telfon orangnya dulu" ujar Jihan.
"Oke" ucap Joni.
"Hallo kak" ujar Jihan menfhubungi Randy.
"......"
"Gimana mulai kapan gue bisa kirim sayuran ke lo" tanya Jihan.
__ADS_1
"......."
"Siap, gue kirim sekalian gue pulang besok" ujar Jihan.
"Oke sekarang kalian bebas mau ngapain, kedatangan gue yang berikutnya kalian harus bisa berkembang gue mau jalan jalan" ujar Jihan.
"Iya Ji" ujar Cika.
Jihan membereskan laptop dan beberapa berkas dan membawanya ke kamar tak lupa dia juga mengunci kamar untuk berjaga jaga.
Jihan pergi dengan pakaian yang lebih santai langsung berjalan ke luar rumah tak lupa memakai sandal jepit.
"Hallo bu" ujar Jihan saat berpapasan dengan sekelompok emak emak di sana.
"Eh neng Jihan udah datang " ucap salah satunya.
"Iya bu mari" ujar Jihan.
Jihan berjalan ke arah ladangnya. Dia tersenyum dengan beberapa orang yang dia temui. Dia terus berjalan dan melihat sayuran sayurannya sudah banyak yang siap panen.
"Gimana pak udah gak ada hama" tanya Jihan.
"Gak neng, jebakannya bagus" jawabnya.
"Syukurlah, gimana udah mau panen pak" tanya Jihan.
"Udah mulai menguning padinya neng sisa kena tilus kemarin" ucapnya.
"Apa ada yang bapak perlukan" tanya Jihan.
"Paling pupuk Neng" ucapnya.
"oh, silahkan bilang saja pada orang di kantor ya pak " ucap Jihan.
"Iya neng makasih atas bantuannya ya neng" ujarnya.
"Tak masalah pak, ini hanya secuil dari kebaikan kalian selama ini sama saya kalian bisa menerim saya apa adanya" ujar Jihan.
Jihan berjalan kembali setelah berpamitan dengan bapak tersebut. Jihan berjalan ke ladang milik pribadi dia melihat aneka sayuran tumbuh di sana dan beberapa siap panen.
"Bu" ujar Jihan menegur orang yang sedang memetik sayuran di sana.
"Eh maaf neng" ujarnya gugup
"Gak papa bu" ucap Jihan duduk di tepian ladang.
"Saya harus memetik beberapa sayuran neng saya butuh uang" ujarnya.
"Gak papa bu lagian ini kan hak ibu, saya paling butuh kalau ada permintaan dari cafe" ucap Jihan.
"Oh ya bu kalau di bawa pasar lagi gak laku ibu gimana" tanya Jihan.
"Paling buat konsumsi sendiri" ujarnya.
"Oh, susah juga ya sayuran cepet layunya kenapa gak di jual keliling aja bu" tanya Jihan.
"Gimana gak ada yang beli neng, tau kan di sini semua nanam sayuran" ucapnya.
"Iya juga, kenapa gak coba mensuply warung warung makan" tanya Jihan.
"Kata Joni kita akan melakukan itu neng tapi cuma ada dua yang siap di suply itupun gak semua jenis sayuran" ujarnya.
"Kenapa gak minta Joni buat bilin sayuran belu aja yang siap masak" ucap Jihan.
"Maunya gitu Ji, tapi kan gak semudah itu" ucap Joni ikut bergabung.
"Ya udah kita fokus dulu sama makanan ringan yang udah di rencanakan" ujar Jihan.
"Ji lo kenapa si se santai itu kalau menghadapu suatu masalah" tanya Joni.
"Gue udah biasa di hadapkan dengan masalah" ujar Jihan.
"Oke bu makasih, silahkan di lanjut saya permisi" ujar Jihan.
Jihan terus berjalan menjauhi ladangnya berjalan menyusuri sawah sembari tersenyum karena mengingat kejadian saat pertama kali Dwi datang dan bermain di sawah.
"Kenapa gue jadi inget dia si" ujar Jihan.
"Hm siapa tuh" ledek Joni.
"Ngapain lo ngikutin gue" tanya Jihan.
"Ngapain lagi arah pulang kita sama" ucap Joni.
Joni dan Jihan berjalan enyusuri sawah berarah pulang.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya readers....