Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Tuan Muda


__ADS_3

Setelah itu Dwi langsung pergi menuju kantornya sedangkan Jihan berlari ke dalam kelasnya.


"Eh Rey bukannya Jihan baru selesai SMK ya kapan dia daftar kuliah" ucap Dwi.


"Hahaha, bos Nyonya itu asisten pak Seno dulu dia sekolah SMK cuma satu tahun dan sekarang mau selesai S2 dalam waktu dua tahun dan kuliah jarak jauh lagi dia sekolah lagi di kampung tuh tuntutan keluarga dia dan sebagai hukuman karena dia di cap bad girl dan seorang pelakor padahal gak" ucap Rey.


"Lo kok tau tentang dia si" ucap Dwi.


"Dia tuh partner saya dulu Bos, dia juga yang bantu saya kembangin perusahaan tapi dia sangat profesional bos dia bisa membedakan situasi dan kondisi" ucap Rey.


"Apa kalian tidak ada perasaan satu sama lain, maksudnya kalau dua orang bersahabat pasti salah satunya ada rasa" ucap Dwi.


"Saya gak ada hak dan gak ada tempat di hatinya Bos ada yang sudah lebih dulu menempati hatinya tapi sepertinya hubungan mereka harus kandas" ujar Rey.


"Siapa dia Rey" tanya Dwi penasaran.


"Ada lah bos, saya gak ada hak untuk mengatakannya" ucap Rey.


"Tapi Rey, kenapa dia harus jadi bad girl dan di tempatkan di kelas paling gila" ujar Dwi.


"karena dia ingin mendapatkan sahabat yang sebenarnya sahabat yang tidak pernah memandang derajat bos, dan lagi dia jadi bad girl biar bisa keluar masuk sekolah gampang buat urus kuliahnya" ucap Rey.


"Kamu tau segalanya" ucap Dwi menelisik.


"Gak segalanya tapi saya tidak pernah bekerja sama dengan seseorang sebelum mencari detile tentangnya" ucap Rey santai.


"Jadi kamu tau juga kenapa nilai Jihan bisa di bawah rata rata semua" tanya Dwi.


"bos bos, Nona sebenarnya pinter bos nilainya di atas rata rata dan kenapa dia gak pernah dapat nilai karena dia gak butuh nilai itu bos dan dia juga harus bersikap bodoh di depan teman temannya karena dia tidak ingin semua yang sudah terencana berantakan" ucap Rey.


"Bagaimana dengan AYASTA GROUP" Tanya Dwi.


"Tuan sudah tau bukan kalau itu perusahaan milik Nona Jihan dan rekannya Tuan Fero" ucap Rey.


"Bagaimana mereka bisa bangun perusahaan padahal mereka sibuk urus kuliah dan sekolahnya" tanya Dwi.


"hahaha bos, asal bos tau aja kalau nona Jihan bekerja di tempat Tuan besar sejak pertama masuk SMK dan di sanalah dia belajar menjalankan sebuah perusahaan dan DJ Putra Company adalah perusahaan yang Tuan Besar bangun untuk nona Jihan tuan namun setelah satu tahun berlalu nona Jihan memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri dengan modal dari beberapa saham yang mereka taman di perusahaan perusahaan besar di kota tuan" ucap Rey.


"Itu juga alasan dia mau hidup di desa dengan sederhana dan seadanya bahkan dia juga harus sekolah dengan cara ikut lomba sana sini untuk biaya sekolahnya" Jelas Dwi.


"Sebagian salah tuan" ucap Rey.


"mana yang salah" tanya Dwi.


"Yang salah dia ikut lomba sana sini itu adalah sebuah syarat yang sekolah berikan kepada nona Jihan tuan agar dia bebas dari semua peraturan yang ada" ucap Rey.


"Bad Gir banget ya" tanya Dwi.


"Gak juga tuan , sebenarnya dia tuh gak bad girl dia tuh cuma gak suka lijat seseorang di rundung" ucap Rey.


"Hebat juga dia" ucap Dwi.


"Yang lebih hebat lagi tuan dia menjadi primadona kampus walaupun banyak belum pernah melihatnya, dan dia juga berhasil kolaborasi membangun sebuah perusahaan dengan tuan muda dari keluarga Bramasta" ucap Rey.


"Bukankah itu keluarga yang akan menjadi keluarga putri" ucap Dwi.


"Iya tuan, Fero Bramasta seorang tuan muda dari keluarga Bramasta dan CEO di perusahaan BMS GROUP dia sekarang akan selesai S1 di usia ke dua puluh tahun tapi kecerdasannya masih di bawah Jihan tapi untuk materi dia menang jadi saat mereka berkolaborasi mereka saling menguntungkan tuan" ucap Rey


"Apa Jihan tau semua ini" tanya Dwi.


"Tau lah tuan saya juga di kasih tau sama Nona Jihan" ucap Rey.


"Apa pendapatnya tentang semua ini" tanya Dwi.


"Dia tidak mempermasalahkan apapun asalkan tidak ada yang di rugikan dalam bisnis" ucap Rey.

__ADS_1


"Lalu bagaimana hubungan mereka" tanya Dwi.


"Seperti yang anda tau mereka menjadi sahabat" ucap Rey.


"apa hanya sebatas itu" tanya Dwi.


"Hanya hati yang bisa menjawab" ucap Rey.


"Berapa usia Jihan Rey" tanya Dwi.


"nona Jihan berusia sembilan belas tahun satu minggu lalu tuan jangan bilang bos lupa" ucap Rey.


"Gak lupa cuma kenapa Jihan buang buang waktu kayak gitu," ucap Dwi.


"Bos gak lupa dengan kasus tuan besar" ucap Rey.


"Apa maksud lo Jihan wanita itu" tanya Dwi.


"Ya Bos" ucap Rey.


"Rey menurut lo apa yang harus gue lakukan dia udah tau semua tentang gue bahkan dia sudah tau jati diri gue gue gak bisa lagi baik baik sama dia" ucap Dwi.


"Salah bos sendiri lagian kenapa bos main gila di depan nona muda padahal kalau aja bos tau bagaimana gimana garangnya nona menyeramkan" ucap Rey.


"Yayaya, eh si Rudi lo kemanain" tanya Dwi.


"Ganti tugas, dia di panggil tuan Zian" ucap Rey.


"Jadi dia kerja dengan Zian" tanya Dwi.


"Sepertinya begitu" ucap Rey.


"Lalu apa hanya informasi itu yang kamu miliki tentang Jihan" tanya Dwi.


"Ya bos" ucap Rey.


"Oke cari lebih banyak lagi karena gue gak mau ada kesalahan sedikit pun" ucap Dwi.


"Siap bos, ngomong ngomong tentang pernikahan nih bos gimana pernikahan kalian sepertinya nona Jihan sudah curiga dengan semua ini" ucap Rey.


"apa sesuatu terjadi" tanya Dwi.


"Seperti yang sudah saya beritahukan kalau asisten pribadi nona datang ke semua perusahaan di bawah naungan Suseno dan meminta detile setiap kariawan laki laki terutama yang sudah berumur" ucap Rey.


"Begitukah bagus kalau dia sudah tau" ucap Dwi.


"Apa tidak apa apa jika Nona Jihan memutuskan hubungan" tanya Rey.


"Itu gak akan terjadi, di pernikahan Putri nanti lo juga siapin berkas buat pernikahan gue dan Jihan gue gak mau kehilangan dia dan biarin perusahaan gue hancur" ucap Dwi.


"Anda yakin" tanya Rey.


"Yakin lakukan sesuai perintah" ucap Dwi.


"Siap bos" ucap Rey.


"Maafin gue Na, tapi ini demi kebaikan lo gue yakin bos Dwi laki laki terbaik buat lo" ujar Rey dalam hati.


Setelah lama di perjalanan Dwi dan sang asisten sampai di kantor, Dwi lalu masuk ke dalam ruangannya yang ternyata sudah ada Clarissa yang sedang duduk manis dengn pakaian mini. Dwi terlihat tidak bersemangat setelah melihat Clarissa berbeda saat sedang bersama Jihan.


"hai sayang kok lama si" ucap Clarissa.


"Ngapain lo kesini" tanya Dwi dingin.


"Kok kenapa si, ya kangen sama kamu lah " ucap Clarissa manja.

__ADS_1


"Gue sibuk mending lo pergi" ucap Dwi.


"Kok gitu si, kenapa bete sama mainan lo" ucap Clarissa.


"Mending lo pergi dari sini sebelum gue kasar sama lo" ucap Clarissa.


"Iya iya, tapi jangan lupa transfer ya udah sebulan gak transfer loh" ucap Clarissa pergi tak lupa mencium Dwi terlebih dahulu.


Setelah kepergian Clarissa Dwi lalu mengerjakan semua dokumen yang ada di mejanya sampai waktu makan siang datang. Namun sebelum.keluar Dwi menghubungi sekertarisnya terlebih dahulu.


"Saya akan pergi ke luar, batalkan semua janji hati ini" ucap Dwi


"tapi pak, makan siang ini ada pertemuan penting" ucap Sekertaris Dwi.


"Dengan perusahaan mana" tanya Dwi.


"AYASTA GROUP pak" ucapnya.


"Rey sudah membereskannya" ucap Dwi.


"Oh oke pak" ucap Sekertaris Dwi menunduk.


Tak lama Dwi keluar ruangan Rey pun keluar dengan cepat Rey menghampiri Dwi.


"Berangkat sekarang bos" tanya Rey.


"Ya kita langsung ke butik aja" ucap Dwi.


"Gak jemput Nona muda tuan" tanya Rey.


"Gak" ucap Dwi.


Rey mengantar Dwi ke butik sedangkan di lain tempat Jihan sedang sibuk karena banyak sekali tugas yang harus dia selesaikan mengingat dia akan menyelesaikan kuliah dua minggu lagi.


Dwi menunggu Jihan lama di dalam butik sampai dia pergi sebelum Jihan datang.


"Kita pulang Rey" ucap Dwi.


"Tapi bos bagaimana kalau nona Jihan datang" tanya Rey.


"Biarin siapa suruh terlambat" ucap Dwi.


"Tapi Bos kalau nyonya tau gimana" tanya Rey.


"Biarin Jihan yang di marahin" ucap Dwi


Dwi dan Rey kemudian pergi dari butik tersebut namun saat berjalan menuju parkiran Rey melihat Jihan terengah engah membuat Rey menghentikan langkahnya sejenak.


"Kenapa Rey" tanya Dwi.


"Ada nona muda tuan" ucap Rey menunjuk seseorang di sebrang.


"Ya udah yuk" ucap Dwi.


"Kemana" tanya Rey.


"Kemana lagi samperin nona lo" ucap Dwi berjalan terlebih dahulu.


"Nona gue lo yang girang lo yang semangat kalau emang suka bilang aja kali" gerutu Rey.


"Kamu mengatakan sesuatu Rey" tanya Dwi.


"Tidak" ucap Rey pasti.


Dwi berjalan dengan cepat ketempat Jihan berada namun saat sampai di depan Jihan Jihan berlalu masuk ke dalam butik sedangkan Dwi menatap kepergian Jihan. Rey yang ada di belakang Dwi pun tersenyum.

__ADS_1


"Ada juga yang berani sama lo Bos" ucap Rey dalam hati.


"Hei lo" ucap Dwi.


__ADS_2