Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Eps 155


__ADS_3

"Sayang bangun" ujar Dwi saat pagi.


"Em ya" ujar Jihan.


"Mas pulang duluan ya" ujar Dwi membuat Jihan langsung bangun dan duduk dengan sempurna.


"Kenapa pagi banget " tanya Jihan.


"Ada banyak kerja" ujar Dwi tersenyum.


"Kenapa baru bangunin si" ujar Jihan.


Jihan menguncir ranbutnya asa dan membasuh wajahnyal sedangkan Dwi berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di lapangan terdekat heli kopter sudah menyusul membuat Jihan kelabakan menyiapkan sarapan.


"Mas sarapan dulu" ujar Jihan saat Dwi keluar.


"Makasih ya" ujar Dwi mencium pipi Jihan dan menyeruput kopi buatan Jihan.


"Harusnya bangunin lebih pagi kan bisa siapin sarapan gak gini" ujar Jihan.


"Gak papa udah ya mas pergi" ujar Dwi.


"Hm hati hati" ucap Jihan mengantar Dwi pergi.


Dwi menggandeng tangan Jihan menuju helikopter yang sudah stay di sana. Sebelum naik Dwi menarik tengkuk Jihan dan menc**m bibir Jihan membuat semua pengawalnya membalikkan badan.


"Kamu gak ikut sekalian" tanya Dwi.


"Gak masih ada kerja" ucap Jihan.


"Oh bye" ucap Dwi.


Jihan melihat kepergian Dwi dan langsung kembali ke rumah dan memulai aktivitas. Saat dia baru selesai mandi dia di minta untuk meeting mendadak dengan Ayasta karena ada masalah yang mendesak membuat Jihn langsung memaki baju resmi dan merapikan bajunya.


Setelah selesai dengan meeting dadakan itu Jihan menghubungi orang untuk mengirimnya hellikopter untuk membawanya ke kota dengan cepat.


Jihan bersiap sembari menunggu dengan pakaian resminya dan dandanan menawannya tak lupa dia membawa tas jinjing dan laptop tak lupa dengan beberapa berkas yang Jovan kirimkan.


"Bos sudah siap" ujar seseorang menghampiri Jihan yang ada di luar rumah.


"Oke" ucap Jihan berjalan dengan cepat dan pergi dari desa.


Saat berada di helli kopter Jihan bahkan tidak tinggal diam di melihat semua laporan yang Kevin kirimkan.


"Bos maafkan saya" ucap Kevin menyambut kedatangan Jihan.


Jihan hanya mengangguk lalu berjalan ke ruang meeting debgan Kevin yang terus berbicara tentang keadaan Ayasta.


"Baiklah kita mulai dan selesaikan hari ini juga" ujar Jihan tegas saat sampai di ruang meeting dia tidak peduli dengan Jovan dan tuan Prasaja di sana.


Jihan memimpin meeting dengan tegas dan mencoba menyelesaikan semua masalah yang ada di sana. Tak lama Fero datang dan membantu Jihan membuat Jihan sedikit lega karena Ferobegitu profesional.


Saat jam makan siang datang meeting belum.juga seleaai masalah masih ada walaupun tinggal beberapa masalah yang ringan ringan.


"Nona sebaiknya anda istirahat dulu" ujar Kevibsaat melihat Jihan mulai pucat.


"Bentar lagi" ucap Jihan.


"Baiklah" ujar Kevin.


Jihan menyelesaikan masalah yang ada dan menyelesaikan pertemuan sampai sore hari.


"Oke clear" ujar Jihan.


Jihan pergi dari ruangan dengan cepat. Jihan berjalan di ikuti Kevin dan yang lainnya. Semua kariawan Jihan yang bernafas lega karena Jihan sangat serius kali ini dan dia tidak memberi celah untuk bernafas.


"Bos" ujar Kevin.


"Gue laper, mau makan gak" tanya Jihan.


"Mau dong masa enggak" ucap Kevin.


Jihan dan Kevin berjalan ke kantin kantor bersandingan tanpa ada jarak dengan Kevin. Bahkan mereka berdua terus bercanda sembari makan siang yang terlambat tadi.


Di susul tuan Prasaja Fero dan Jovan dan para asisten yang bergabung untuk makan siang.


"Abang gimana si" tanya Jihan.


"Gimana apanya, itu di luar kendali Abang" ujar Jovan membuat Jihan menatap Fero.


"He maaf, gue juga lepas tangan" ucap Fero tersenyum.


"Oke ini emang kesalahan Jihan yang pergi gitu aja, lo juga Kak kenapa gak bilang dari kemarin coba " ucap Jihan.


"Ini masalah gue juga taunya pas pagi" ucap Kevin membela diri.


"Oke yang penting udah selesai" ucap Jihan.

__ADS_1


"Kamu mau ke desa lagi" tanya tuan Prasaja.


"Ya pah, nanti kalau udah selesai disini" ucap Jihan.


"Kamu jangan kecapean Ji" ucap Jovan.


"Gak Bang, lagian kan kerjanya duduk aja" ucap Jihan.


"Serah deh" ucap Jovan.


"Gimana perkembangan Julio" tanya Jihan.


"Udah ada perubahan bos, dia juga sudah menggerakkan jari tangannya tapi masih belum membuka mata" ucap Kevin


"Oke" ujar Jihan.


"Mau kesana" tanya Kevin.


"Lo tau kalau gue kesana semua rahasia gue abis" ucap Jihan.


"Kenapa" tanya Jovan.


"Dia ngomong semua rahasianya sama orang kritis" ujar Kevin.


"Dia gak bakal ngomong sama orang lain keputusan yang tepat lagian di saat kita gak bisa bicara orang lain orang mati lebih baik" ujar papa Prasaja.


"Papa gitu ya" tanya Jihan.


"Ya setiap ada masalah yang papa gaak bisa bicarakan sama orang lain papa pergi dan bercerita dengan kuburan" ucap papa Prasaja.


"Noh yang setres bukan gue doang" ujar Jihan.


Semua orang di sana tertawa dan menghabiskan makanan makanan Saat semua selesai semua orang berjalan bersama dengan Jihan yang di ampit tuan Prasaja dan Jovan.


"Kamu mau langsung pulang atau gimana nih" tanya Jovan.


"Gak mau selesaikan kerja dulu Bang" ucap Jihan.


"Kamu gak kasih kabar Dwi" tanya Papa Prasaja.


"Nanti aja pah, takut ganggu kerjanya mas Dwi" ucap Jihan.


"Ya udah papa duluan ya" ujar Papa Prasaja.


"Oke pah" ucap Jihan mencium tangana papanya.


Setelah semua orang pergi Jihan kembali ke ruangannya dan langsung bekerja dan menyelesaikan semua masalah yang telah terjadi dan menggoyahkan perusahaannya.


"Kenapa juga harus hancur sekarang" ucap Jihan sembari meneteskan air matanya.


Jihan merenung sampai Asisten dan sekertarisnya melihat dari balik jendela mereka saling tatap saat Kevin akan masuk ke dalam namun dia urungkan saat melihat Jihan.


"Kamu boleh pulang sekaramg udah jam pulang juga" ujar Kevin pada sekertaris Jihan.


"Gak papa pak" tanyanya.


"Gak papa biar saya yang bicara sama bu Bos" ucap Kevin.


Sekertaris Jihan langsung pergi sedangkan Kevin masih menunggu di luar ruangan Jihan sembari terus melihat Jihan di ruangannya.


Tok.... tok.... tok...


"Masuk" ucap Jihan menghapus air matanya.


"Bos" ujar Kevin masuk


"Kenapa Vin" tanya Jihan.


"Maaf bos saya harus pulang sekarang" ucap Kevin.


"Oke, udah selesai kan kerjaan kamu" tanya Jihan.


"Udah Bos, maaf bos" ujar Kevin.


"Kenapa minta maaf, emang udah waktunya pulang juga saya juga sebentar lagi pulang" ucap Jihan tersenyum.


Kevin mengundurkan diri dan hilang di balik pintu. Sedangkan Jihan langsung menyelesaikan pekerjaannya. Sesekali Jihan mengotak atik ponselnya membuang jenuh yang melanda. Saat Jihan membuka sebuah story yang di buat temannya dia melihat sosok suaminya di sana membuatnya penasaran.


"Gini ya" ujar Jihan menyunggingkan senyuman dan langsung merapikan meja kerjanya.


Jihan pergi ke tempat dimana suaminya berada tepatnya di sebuah cafe dengan lampu remang remang. Jihan pergi dengan pakaian masih lengkap dia pergi dengan taxsi.


"Di sini gila" ujar Jihan langsung masuk dan mencari sosok yang dia ingin lihat.


Benar saja suaminya ada di sana, yang membuat dia menyusul sang suami adalah karena Dwu di ampit dua wanita **** dan cantik Jihan berjalan ke arah temannya yang bekerja di sana.


"Wih datang lo" ujarnya.

__ADS_1


"Hm, biasa ada target" ucap Jihan.


"Pantesan tapi apa lo gak salah kostum" tanyanya.


"Gue abis kerja" ucap Jihan santai.


"Oh mau makan apa" tanyanya.


"Minum aja lah" ucap Jihan.


"Minuman biasa" tanyanya.


"Ya biasa aja, gue tungguin ya di sana" ujar Jihan menunjuk meja yang sangat strategis melihat Dwi.


Jihan berjalan melewati Dwi namun Dwi tidak menyadarinya karena saat berjalan Jihan memakai cadar yang sempat dia bawa tadi.


Dia duduk tepat di meja depan Dwi sehingga dengan mudahnya Jihan melihat apa yang di lakukan suaminya itu. Jihan melihat Dwi bermain dengab dua wanita yang ada di sampinynya.


"Hai Wi" ujar Randy datang.


"Hai, lama lo" ucap Dwi.


"Lama gue juga gak bakal kesepian lo" ucap Randy.


"Hm untung ada mereka" ucap Dwi tersenyum.


"Gila lo gak merasa bersalah gitu sama istri lo, kurang apa dia Wi" ucap Randy.


"Itu masalah gue sama istri gue, sekarang gue mau seneng seneng" ucap Dwi membuat hati Jihan bergemyruh.


Randy hanya menggeleng, dia langsung duduk namun saat sedang menarik kursi dia melihat ke arah belakang dan pandangannya bertemu dengan pandangan Jihan namun dengan cepat Jihan mengalihkan pandangannya.


"Kayak kenal" ujar Randy sembari duduk.


Tak lama sahabat sahabat Dwi datang tak hanya sahabat para sepupunya juga datang termasuk Ridwan. Sama halnya dengan Randy Ridwan sempat ragu dengan siapa yang duduo di belakangnya.


"Lo gila Wi, istri lo kurang apa coba" ucap Ridwan.


"Pertanyaan lo sama gue istrinya lebih cantik lebih **** lebih bohai dan gemoy" ujar Randy.


"Kenapa lo jadi puji puji istri gue" ucap Dwi.


"Emangnya kalau gue jelek jelekin dia lo terima" ucap Randy


"Ya gak lah" ucap Dwi.


Tak lama Leon datang dengan anak buahnya dia berjalan dengan satu arah yaitu arah Jihan. Jihan sempat gelagapan karena di sana yang hafal wajah Jihan saat pakai cadar adalah Leon.


"Maaf tuan bisakah anda berpura pura tidak mengenali saya dan jangan menyebut nama saya" ucap Jihan saat Leon sudah berada di dekatnya.


"Jadi kamu mengenaliku, saya bahkan belum menyapa belum tentu juga saya mengenalimu" ucap Leon.


"Kenapa gue bodoh gini" ujar Jihan lirih


"Pecundang" ujar Leon berlalu.


"Kalau bukan lo gue becjek bejek lo" ucap Jihan


Leon yang mendengar ucapan Jihan hanya tersenyum lku bergabung dengan Dwi. Leon duduk lalu dua wanita datang menghampiri namun Leon menolak bahkan dia meminta pengawalnya untuk menjauhkan ke dua wanita itu


"Dia gak seburuk itu" ujar Jihan dalam hati.


Jihan terus melihat ke arah Dwi dkk membuat Leon penasaran apa yang ingin Jihan lihat . Leon kembali mendekati Jihan dan mencoba menyentuhnya Jihan langsung melakukan serangan ya walaupun Leon tau apa yang akan terjadi Jika menyentuh Jihan.


"Kamu tau akibatnya" ujar Jihan menarik tangan leon dan membalikkan ke belakang tubuh leon membuat Leon meringis kesakitan membuat Jihan di todong banyak senjata.


"Je oke sengaja" ucap Leon.


"Lo mau bunuh gue" ucap Jihan.


"Hei turunkan senjata kalian pada gadis manis ini" ucap Leon tertawa.


"Apa lo" ujar Jihan melepaskan tangan Leon.


"Baru kali ini lo mau nyentuh gue Je" ucap Leon.


"Terpaksa kalau gak gue juga ogaah nyentuh lo" ucap Jihan.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya guys...

__ADS_1


Dan maaf lama gak up.......


__ADS_2