Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Perjanjian 1


__ADS_3

"Hai makan sendiri lo" ucap Jovan mendekati Jihan.


"Ya kan cuma gue yang belum makan dari pagi" ujar Jihan.


"Mau Abang suapin" tanya Jovan.


"Boleh" ucap Jihan tersenyum bahagia.


Jovan langsung duduk di samping Jihan dan mengambil piring Jihan dan mulai menyuapinya dengan senyuman yang terus mengembang.


"Abang kenapa senyum senyum gitu buat Jihan merinding" ujar Jihan.


"Hehe, abis kamu makan kayak anak kecil belepotan gitu" ucap Jovan mengelap bibir Jihan.


"Hehe" ujar Jihan.


"Ji maafin Abang ya" ucap Jovan.


"Apa Abang melakukan kesalahan" tanya Jihan.


"Iya selama ini yang Abang lakukan adalah kesalahan" ucap Jovan.


"Apa kesalahan terbesar Abang" tanya Jihan.


"Pernikahan lo maaf Abang tau kalau pernikahan lo bukan pernikahan yang di harapkan dan lo juga tertekan karena itu kan" ucap Jovan.


"Udahlah Bang, itu udah takdir Jihan" ucap Jihan.


"Tapi tetep aja karena Abang kamu mengalami semua ini dan karena Abang juga gak pernah ngertiin kamu seharusnya Abang adalah orang pertama yang harus selalu menjaga kebahagiaan lo setelah papa" ucap Jovan.


"Udah lah Bang kita buka lembaran baru aja, maafin Jihan juga mungkin tadi Jihan bicara hal hal gila tentang Abang" ucap Jihan menggenggam tangan Jovan.


"Iya gak apa apa, maafin Abang ya" ucap Jovan memeluk Jihan erat.


Jihan membalas pelukan Jovan dengn erat sembari meneteskan air matanya. Sama halnya dengan Jovan yang menangis sesegukan dalam pelukannya dengan Jihan membuat Jihan semakin mengeratkan pelukannya.


"Udah kalian gak malu apa sama mereka" ucap Dani yang menghampiri ke duanya.


Jihan dan Jovan langsung saling melepaskan pelukannya dan saling tatap. Dan benar saja Jihan dan Jovan saling tersenyum dan langsung memeluk Dani erat seperti anak kecil.


"Udah engap nih" ucap Dani.


"Bodo amat" ucap Jihan.


"Iya jarang jarang peluk kak Dani" sambung Jovan.


"Doble J gak pernah berubah ya sini kalian" ucap Dani hendak menjewer ke duanya.


"Kabur" ujar Jihan dan Jovan bersama sembri bergandengan dan terus berlari.


Semua orang menatapnya sembari tersenyum.


"Ji" panggil papa Suseno membuat Jihan menghentikan aktivitasnya.


"Ya" ucap Jihan menghampiri papa Suseno dan menyalaminya.


"Duduklah" ucapnya membuat Jihan menatap Dwi.


"Minggir lo gue mau duduk" ucap Jihan.


"Duduk duduk aja gak pake usir juga" ucap Dwi.


"Gue mau di sini lo minggir dong ngalah ngapa" ucap Jihan.


"Wi" ucap Papa.


"Awas lo" ucap Dwi oada Jihan lalu berpindah tempat.


"Apa lo" ucap Jihan.


"Ji bisa gak sopan sedikit aja sama suami kamu" ucap Mama.


"Yayaya, oke kalau inget he" ujar Jihan tersenyum tanpa dosa.


"Udah di bilang jangan gitu sama mama sopan dong" ujar Dwi meninggikan suaranya membuat Jihan menatapnya lalu menunduk.

__ADS_1


"Udah lah wi biarin aja dia ungkapin semua rasa kesalnya setelah itu pasti dia baik lagi" ucap Dani.


"Ya kak" ucap Dwi melembut


"Ji maafin gue" ujar Dwi pada Jihan.


"Iya gue juga minta maaf, ajari gue jadi lebih baik" ucap Jihan menatap Dwi dalam membuat semua orang tersenyum.


Lama mereka saling pandang namun Jihan mengalihkn pandangannya ke sembarang arah. Dwi yang merasa kaku menggaruk tengkuknya saat melihat expreai semua orang.


"Papa ke sini ada urusan apa" tanya Jihan.


"Emang gak boleh ke rumah anak sendiri" ujar papa Suseno.


"Boleh lah, tapi apa ada urusan penting sampai papa yang ke sini gak telfon Jihan buat ke sana" ujar Jihan.


"Ya, papa mau minta kamu urus semua keperluan pernikahan Putri di sini biar Putri urus yang di kampung" ucap Papa.


"Gak ke balik pah, kan Putri belum pernah hidup di kampung yang serba gak ada" ucap Jihan.


"Terus menurut kamu bagaimana Ji kan udah meped banget" ucap Papa.


"Gini biar Jihan aja yang ke kampung lagi Putri biar di sini" ujat Jihan.


"Bagaimana dengan perusahaan mu" tanya Papa.


"Soal itu bisa Jihan serahin dulu sama Kak Kevin" ucap Jihan.


"Buknnya Kevin harus bantu kamu di sana pasti banyak yang kamu perlukan di sana" ucap papa.


"Terus kak Kevin mau tidur di mana di depan rumah tau sendiri kan pah orang desa sana tuh jaga banget martabat dan sopan santun terus kalau Kak Kevin ikut perusahaan sama siapa sedangkan Kak Rudi udah di tarik ke tempat Tuan Zian" ucap Jihan.


"Bener juga kamu, ya udahlah terserah kamu" ucap Papa.


Flasback on


Saat Dwi dan Jovan hendak pergi dari root proof apartemen Jihn dan menuju ke kamar Jihan Dwi menelfon papa Seno untuk meminta bantuan agar membujuk Jihan pulang ke desa dan mempersiapkan pernikhannya.


Awalnya papa tak menyetujuinya namun dengan alasan yang tepat Dwi berhasil membujuk papa tak lepas dari Jovan yang ikut meyakinkan papa suseno.


"Oke papa setuju tapi dengan syarat kamu harus ikut aturan papa selama satu tahun" ucap papa.


"Oke pah Dwi setuju" ucap Dwi.


"Kalau begitu papa datang ke situ sekarang kamu di mana" tanya papa.


"Dwi di apartemen Jihan pah, papa tau kan" tanya Dwi.


"Tau kebetulan banget papa deket situ" ucap Papa.


"Oke Dwi tunggu" ucap Dwi.


Dwi mematikan sambungan telfonnya dengan papa kemudian dia masuk.ke dalam kmar Jihan dan ternyata Ridwan sudah sampai di sana.


flassback off.


"Ji bagaimana perkembangan pernikhan kalian" tanya Mama Sri yang ikut datang bersama papa.


"Kita masih saling mengenal mah iya kan Ji" ucap Dwi menatap Jihan.


"Iya mah, kita kan harus sling kenal dulu biar tau jalan ke depannya" ucap Jihan tersenyum.


"Apa Dwi memperlakukan kamu dengan baik" tanya mama sembari membawa Jihan menjauh dari semua orang.


"Baik mah, dia tuh baik banget sama Jihan dia juga sabar hadapi Jihan padahal Jihan suka ngeyel" ucap Jihan.


"Bicara semuanya sama mama, jangan ada yang di tutupin tentang Dwi" ucap mama.


"Oke mah, sebenarnya belum lama ini Mas Dwi bawa ceweknya pas lagi ada janji sama Jihan dia juga bercumbu di depan Jihan tapi memang si pernikahan ini kan bukan pernikahan yang di harapkan jadi wajar kalau mas Dwi melakukan semua ini sama Jihan" ucap Jihan menunduk.


"Tapi mama jangan marahi mas Dwi Jihan tau mas Dwi salah tapi Jihan mau menyelesaikan ini semua sendiri mah bukan gak mau mamah bantu tapi Jihan ingin menjadi lebih dewasa" lanjut Jihan.


"Baiklah kalau itu mau kamu gak apa apa, mamah dukung tapi ingat kalau kamu kesulitan melakukan semuanya sendiri ada mama yang siap bantu" ucap Mama.


"Wi sini sayang mama mau bicara" panggil mama.

__ADS_1


"Mah jangan" ucap Jihan.


"Tenang aja" ucap Mama.


Dwi berjalan ke arah Jihan membuat Jihan berkali kali menghela nafasnya. Saat sampai di depan Jihan Dwi menatap Jihan bingung karena expresi Jihan seperti oramg ketakutan.


"Kamu kenapa sakit" ujar Dwi.


"Enggak, mas jangan marah ya" ucap Jihan.


"Kenapa kamu buat kesalahan" tanya Dwi.


"Gak si, iya kenapa gue bilang gitu" ucap Jihan.


"Dasar gak jelas banget" ucap Dwi mengelus kepala Jihan sembari tersenyum.


"Gitu dong mama kan jadi seneng liatnya" goda mama.


"Kalau gini gimana mah" ucap Dwi menarik Jihan lalu mencium pipinya membuat Jihan merona.


"em, tapi lebih mama suka kalau kamu putusin hubungan dengan pacar kamu inget dong kamu udah punya istri uang yang kamu dapt punya istri bukan lagi buat pacar kamu yang gak jelas itu" ucap Mam.


"Kamu bicara apa sama mama sampai mama bicara gitu" tanya Dwi.


"Gak ada, emang kamu pikir mama gak pantau kamu apa" ucap Mama.


"Mama juga punya bukti" ucap mama memberikan beberapa foto kebersamaan Dwi dengan Clarissa.


"Mas kamu, gila ya jahat tau dasar gak tau diri bener bener gila" ucap Jihan memukul mukul dada Dwi setelah melihat bebrapa foto saat Dwi dan Clarissa ada di kolam renang dengan Clarissa dan Dwi tidak memakai baju.


Dwi hanya menatap Jihan lembut lalu menggelengkan kepalanya.


"Ji bukannya lo bilang ini udah jadi konsekuensi kalau pernikahan tak di harapkan ataupun pernikahan dengan perjodohan" ujar Dwi.


"Iya tapi gak gini juga, lo bener bener ya susah susah gue tahan semua keinginan gue bahkan hanya untuk menyukai seseorang tapi lo dengan santainya main mesum gila" ujar Jihan emosi.


"Ji" ujar Dwi.


"Ji kamu mau selesaikn ini sendiri atau mama yang harus memyelesaiknnya" ucap Mama.


"Mama yang menyelesaiknnya Jihan takut berbuat di luar jalan dan membuat kesalahan yang sama" ucap Jihan.


"Maafin mama Ji bukan mau buat kamu dan Dwi kembali renggang tapi mama mau Dwi sadar ada yang lebih baik di dekatnya dari pada wanita gak jelas itu" ucap Mama.


"Jihan tau mah, jihan juga punya bukti yang cukup untuk semua ini mama tau kan Jihan gak tanggung dalam mencari kebenaran" ucap Jihan dengan tatapan penuh amarah.


"Ya sayang mamah percaya semuanya sama kamu" ucap Mama.


"Mah Dwi mau bicara sama Jihan berdua" ucap Dwi.


"Oke" ucap mama meninggalkan ke dua remaja tersebut.


Jihan duduk di kursi yang ada di sana sedangkan Dwi duduk di meja sembari melipat tangannya dengan menatap Jihan serius. Sedangkan Jihan terlihat begitu cuek dari kejauhan mereka terlihat sangat dekat membuat semua orang tersenyum mereka semua tidak tau apa yang sedang terjadi di antara mereka.


"Kenapa natap mulu kapan ngomongnya" ujar Jihan


"Abis terpesonah gue hehe" ujar Dwi.


"Gak lucu, mau ngomong apa" ucap Jihan.


"Gak sabaran banget" ucap Dwi.


"Cepet atau gak sama sekali" ucap Jihan menatap Dwi.


"Oke oke" ujar Dwi.


"Bagaimana kalau kita buat perjanjian" ujar Dwi membuat Jihan menatapnya.


"Perjanjian" Ulang Jihan tak percaya.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like vote dan comennya ya.....


__ADS_2