
"Maaf ya Jihan egois" ucap Papa Prasaja.
"Dwi yang egois pah" ucap Dwi.
"Udahlah lusa juga Jihan balik" ucap tuan Prasaja.
"Tapi pah" ucap Dwi.
"Percumah kamu mencarinya gak akan ketemu" ucap tuan Prasaja.
Tak lama Rey datang dengan mobilnya. Rey membawa Dwi kembali ke perusahaan namun di sana Dwi tidak karuan banyak orang kena marah walau hanya masalah yang amat kecil.
"Bos mending pulang" ucap Rey di angguki Dwi.
Rey mengantar Dwi ke kediaman Suseno. Dwi lamgsung pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan Rey yang belum masuk. Saat Dwi sudah di kamarnya mama Sri bertanya pada Rey dan Rey menjawab dengan semua yang dia ketahui.
Sedangkan di dalam kamar Dwi membaringkan badannya di kasur sembari meneteskan air matanya teringat semua yang sudah dia lakukan pada Jihan dan bagaimana Jihan yang tetap menerimanya.
Sedangkan di lain tempat Jihan sampai di kota tujuan. Dia langsung tidur karena memang dia kurang tidur semenjak ada masalah dengan Dwi.
Malam datang Jihan langsung mempelajari beberapa berkas di kantor cabang dia sangat serius dan sangat sibuk.
"Ji" pesan singkat Dwi.
"Kenapa" jawab Jihan singkat.
"Udah makan" tanya Dwi lagi.
"*Belum"
"Pendek bener Ji*" ucap Dwi.
Tak ada balasan lagi dari Jihan menbuat Dwi frustasi. Jihan langsung pergi untuk mencari makan. Kevin datang dengan makanan di tangannya membuat Jihan tersenyum.
"Gue mana kak" tanya Jihan.
"Ini di hotel ya kali lo mu makan ke luar" ucap Kevin.
"Enak di luar kayakny deh" ucap Jihan.
"Ya udah, gue udah beli jajan gimana kalau makan di taman sekalian cari makanan lagi" ucap Kevin
"Oke kali ini lo yang traktir ya" ucap Jihan.
"Kok gue" ujar Kevin.
"Kasian dikit sama orang yang sakit hati ngapa kak" ucap Jihan.
"Yaya" ucap Kevin.
Jihan dan Kevin berjalan menyusuri jalanan malam saat perjalanan ke taman. Angel membeli nasi goreng dan makan di taman namun ingatannya tentanag Dwi tiba tiba terlintas.
"Kenapa lo" tanya Kevin.
"Gak gak papa" ucap Jihan.
"Hayo ingat suami ya" ucap Kevin
"Disini gue kayak orang jahat yang bawa kabur istri orang" ujar Kevin sembari tertawa.
"Kak giman menurut lo" ujar Jihan.
"Gue gak mau komentar apapun tentang kehidupan lo gue cuma oramg luar Ji, jadi gue gak mau buat lo nyaman cerita sama gue" ujar Kevin.
"Kenapa lo terlalu bijak si Kak" ucap Jihan.
"Kebijakan gue aja gak bisa nembus peetahanan hati lo" ucap Kevin
"Apaan si lo kak" ujar Jihan melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan Jihan tidak langsung pergi ke hotel dia makan jajan yang di beli Kevin. Tak lama Jihan memutuskan untuk kembali ke hotel karena ponselnya tertinggal.
Benar saja saat melihat ponselnya sudah banyak pesan dan panggilan masuk. Jihan melihat semua isi pesan dari Dwi dari yang bahasa lembut sampai marah marah membuat Jihan tertawa.
"Hallo" ujar Jihan setelah tak lama Dwi menghubunginya.
Dwi hanya menatap Jihan karena mereka melakukan panggilan vidio. Sedangkan Jihan menaruh ponselnya dan asik makan cemilan.
"Makan aja terus cemilannya sampai gemuk" ucap Dwi.
"La mau ngapain juga" ucap Jihan.
"Kamu gak kangen apa sama saya" ucap Dwi.
"Gak, ngapain ngangenin orang kayak kamu" ucap Jihan tersenyum.
__ADS_1
"Kamu kenapa gak bilang mau pergi" ucap Dwi.
"Kata siapa sebelum gue pergi udah bilang pamit lo aja yang gak peka, belajar peka itu penting" ucap Jihan.
"Terus tangan kamu gimana" tanya Dwi.
"Tangan kenpa" tanya Jihan menunjukkan tangannya.
"Udah periksa ke dokter" tanya Dwi.
"Apa peduli lo" ujar Jihan jutek.
Jihan langsung berjalan meninggalkan ponselnya dan mengambil minum. Saat kembali Jihan membawa setumpuk berkas dan mulai mempelajarinya.
Dwi menemani Jihan sampai Jihan selesai tanpa mengganggu Jihan bhkan tidak mengeluarkan suaranya. Lama Jihan mempelajari semua berkas sampai selesai setelah itu dia memakai earphone dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang membuat Dwi tersenyum
"Kenapa senyum" ujar Jihan.
"Gak papa" ucap Dwi.
"Gue ngantuk" ucap Jihan.
"Cepet bener tidurnya" ujar Dwi.
"Iyalah orang nanti tengah malam tuh pasti bangun sampe malem lagi baru tidur" ucap Jihan
"Insomnia kamu kambuh" ucap Dwi namun tak ada respon dari Jihan.
Ternyata Jihan sudaah terlelap membuat Dwi tersenyum. Saat Jihan sudah tidur Dwi mematikan ponselnya dan ikut tidur.
Tak lama Jihan terbangun tepat tengah malam membuatnya kesal dengan diri sendiri. Karena tidak bisa lagi tertidur dia melanjutkan kerjanya dan selesai saat pagi menjelang.
Saat pagi Dwi kembali menelfonnya di jawab Jihan dengan wajah lesu sedangkan di lain tempat Dwi sudah sangat rapi.
"Kenapa lesu banget gak tidur" tanya Dwi.
"Tidur" ucap Jihan singkat.
Jihan langsung membersihkan dirinya meninggalkan pomsel yang masih dalam sambungan telefon. Kali ini Jihan membersihkan diri dengan cepat lalu memoleh wajahnya dan berdandan yang cukup mencolok.
"Kemana agenda hari ini" tanya Dwi.
"Kantor cabang" ucap Jihan.
Jihan terus menyelesaikan merias wajah dan merapikan rambutnya dengan panggilan telefon yang masih berlangsung. Tak lama kariawna Hotel datang dan membawakannya sarapan.
"Kenapa liatnya gitu" tanya Jihan.
"Lo akhir akhir ini doyan bener makn ya" ucap Kevin menyerobot cemilan Jihan.
Jihan menatap Kevin sedangkan Kevin tersenyum tanpa dosa. Tak lama Jihan langsung meneteskan air matanya membuat Kevin menatapnya.
"Kenapa kok sendi si" ujar Kevin merasa bersalah.
"Lo apain istri gue Vin" ucap Dwi
"Mana gue tau lo aja liat gue gak ngapa ngapain" ucap Kevin.
"Lo kenapa nangis" tanya Kevin.
"Lidah gue ke gigit sakit banget" ucap Jihan membuat Kevin dan Dwi melongo.
Jihan tersenyum lalu mengambil air minum setelah itu dia menyiapkan semua berkas yang sudah dia siapkan sebelumnya. Dia langsung memakai sepatunya dan meminta Kevin untuk segera berangkat.
"Bos rapi banget jam segini mau kemana" tanya Kevin pada Dwi.
"Mau kerja lah kemana menurut mu" ujar Dwi.
"Siapa tau mau ketemu si dia" ujar Kevin.
"Mau cari masalah lo, kemarin aja gue belum bisa sentuh dia lagi" ucap Dwi menunjuk Jihan.
"Derita lo" ucap Kevin tertawa.
"Udha dong Vin, berangkat yuk biar cepet kelar" ucap Jihan.
"Siap bos, udah dulu ya bos " ledek Kevin.
"Brengsek lo" ucap Dwi.
"Vin sekalian bawaain ponsel gue" ucap Jihan.
"Kenapa gak bos bawa sendiri" ujar Kevin
"Males, kasih tau kalau itu memang penting " ucap Jihan.
__ADS_1
Jihan langsung berjalan melangkah pergi. Sedangkan Kevin masih meledek Dwi karena panggilan belum berakhir sampai Dwi kesal dan mematikan ponsel.
Jihan dan Kevin langsung pergi ke cabang peeusahaan Prasaja karena Jovan tidak bisa pergi. Jihan mendapat sambutan khusus dari orang yang mengenal leluarganya sedangkan beberapa kariawan mencibir di belakang Jihan.
Jihan bekerja dengan sangat tegas dia bahkan tidak memandang siapapun dan di bagian apapun. Dia juga terjun langsung mengecek semuanya sendiri dia tidak ingin hanya melihat laporannya saja.
"Semuanya dengarkan, ini adalah putri dari tuan Prasaja dia datang untuk menggantikan tuan Jovan Prasaja yang tidak bisa datang" ujar seorang asisten tuan Prasaja yang di letakkan di kantor cabang.
Semua orang langsung berdiri dan memberi hormat begitupun Jihan yang juga menundukkan kepalanya. Pandangana Jihan tertuju pada seseorang yang diam sedari tadi tanpa menyambut kedatangannya.
"Bersikap biasa saja, saya hanya ingin melihat jangan perlakukan saya dengan khusus" ucap Jihan dengan senyuman membuat semua kariawan yang di san bernafas lega.
Jihan berjalan berkeliling sampai dia berdiri di belakang seorang yang sedang mengerjakan tugasnya tanpa tau kalau Jihan di belakangnya.
Jihan memberi isyarat pada semua orang agar mereka diam. Jihan melihat semua yang dia lakukan dia juga meihat kalau kariawan tersebut bukannya bekerja justru bermain game.
"Boleh gabung gak" ujar Jihan.
"Kamu siapa" tanyanya
"Kariawan baru tapi liat kamu main game kayak asik boleh ikut gak" ucap Jihan tersenyum ramah sedangkan kriawan lain tidak bisa membantu.
"Hm, kita lagi jam kerja nanyi aja main gamenya" ucapnya.
"Udah tau jam kerja masih main game, kamu kura saya tidak melihatmu dari tadi main terus tadi kamu lagi ngerjain apa boleh saya lihat" ujar Jihan.
"Kamu siapa" ujarnya.
"Siapapun saya bisa menentukan karir kamu hari ini juga" ucap Jihan.
"Siapa si lo" ujarnya mulai kesal.
Jihan tidak menjawab dia langsung membuka tugas di komputer kariawan itu dengan menyingkirkan kariawan tersebut dengan dingin.
Sang kariawan hanya menatap Jihan dengan kebencian. Dia bertanya pada kariawan lain namun kariawan lain tidak menjawab dan sibuk dengan kerjanya masing masing.
"Gimana kamu menjelaskan ini" tanya Jihan melihat ada yang janggal saat melihat laptopmya.
"Kamu siapa minta penjelasan seperti itu" ucapnya.
"Baiklah, saya itu selingkuhannya tuan Prasaja jadi saya harus tau bagaimana perkembangan usahanya jadi saya bisa memilih jalan dari mana saya kan mengambil hartanya" ucap Jihan.
"Selingkuhan kok bangga" ucapnya.
"Bangga dong bisa dapat uang tanpa kerj keras" ucap Jihan.
"Dasar pelakor" ucapnya
"Eh bukan pelakor beda jalan gue sama pelakor, gue cuma ngambil hartanya doang bukan orangnya" ucap Jihan.
Sang kariawan sangat kesal Jihan dengan senyuman yang di buat sangat manis membuatnya lebih kesal. Tak lama ponsel Jihan berdering membuat Kevin menatapnya.
"Maaf bos Tuan besar vidio call" ujar Kevin mendekat.
"Oke" ucap Jihan.
"Hai pah kenapa" tanya Jihan.
"Gimana keadaan di situ girl" ujar Papa Prasaja.
"Seperti yang papa khawatirkan di sini banyak manusia yang gak kerja" ujar Jihan.
"Oh ya pah, apa Jihan punya wewenang buat memecat seseorang" tanya Jihan.
"Boleh asal alasannya jelas" ujar papa Prasaja.
"Jelas banget pah, di jam kerja main game, bahkan dia mengatakan kalau Jihan pelakor padahal kan bukan cuma mau harta papa aja" ucap Jihan.
"Kamu pasti buat usil di situ" ujar Papa Prasaja
"Gak cuma sedikit nakal" ucap Jihan.
Jihan tertawa membuat semua kariawan menatapnya kagum dengan kecantikan Jihan saat tertawa.
"Ya udah bye pap" ucap Jihan mematikan ponselnya.
"Oke saya beritahu sekali lagi, saya Putri dari Tuan Prasaja adik dari Tuan muda Jovan Prasaj asaya ke sini hanya melihat kinerja kalian dan seperti yang kalian dengar tadi saya mendapat wewenang untuk memecat kalian asal alasan nya jelas" ucap Jihan.
"Dan lagi kalian semua di larang memebritahu dapertemen lain kalau saya keturunan Prasaja dengan misi khusus saya ingin melihat kinerja mereka semua jadi amankan posisi kalian" ujar Jihan.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangn lupa dukungannya ya guys...