Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Drama part dua


__ADS_3

"Kenapa kesini adek lo udah beres" ucap Jihan tanpa menatap siapa yang memeluknya.


"Kamu tau siapa yang meluk" ucap Dwi lembut.


"Ya lah lagian gak ada yang peluk gue selain lo, kalaupun Abang dia pasti peluk gue dari depan" ucap Jihan membuat Dwi melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Bang mending lo bawa Jihan makan gih" ujar Zira


"Yuk" ucap Dwi menarik Jihan pergi.


Jihan hanya pasrah mengikuti walaupun harus mendengarkan ledekan ledekan dari semua teman temannya. Sedangkan sahabat sahabat Jihan hanya diam karena merasa aneh di kelilingi orang orang baru.


"Hei kalian mau di situ mulu gak mau bantu apa" ucap Beni.


"Kita" ujar Nisa.


"Ya lah, ya kali se**n" ucap Beni.


"Oke" ucap Nisa menarik Hana dan Mona untuk ikut membantu persiapan pernikhan Fero.


Fero hanya menatap kepergian Jihan dengan terus di hibur sahabat sahabatnya. Sedangkan Jihan sekarang sedang berada di sebuah warung nasi goreng Jihan menikmati makanan yang sudah terhidang.


"Suara kamu bagus juga ya Ji" ucap Dwi.


"Hm"


"Kamu persembahin buat siapa lagu tadi" ujar Dwi.


"Buat gue sendiri " ucap Jihan dingin.


"Terus pas kamu bilang kamu udah nyaman sama yang baru itu bener" tanya Dwi.


"Ya" ucap Jihan singkat.


Karena jawaban Jihan yang sangat dingin membuat Dwi hanya diam kemudian hanya melihat Jihan menyantap makanannya. Saat Dwi sedang menatapnya ada air mata yang mengalir membuat Dwi bingung namun dia enggan untuk menghapus air mata Jihan Dwi membiarkan Jihan agar merasa lebih baik.


Setelah lama Jihan menangis Jihan langsung pergi begitu saja membuat Dwi langsung gelagapan dan membayar makanannya kemudian pergi.


Jihan pergi kembali ke tempat acara akan berlangsung namun saat dia sampai ternyata semua pekerjaan sudah beres.


"Udah selesai" ujar Jihan.


"Udah dong calon pengantin istirahat aja" ucap Dika.


"Gila lo gue udah nikah" ucap Jihan menjitak kepala Dika.


"Hehe siapa tau lo mau nikah lagi emang lo gak mau apa nikah dengan mewah kayak gini" ujar Dika.


"Emang ada wanita yang gak mau nikah dengan mewah, lagian pernikahan kayak gini kan hampir semua wanita memimpikannya" ucap Jihan.


"Will you merried with me" ujar Viki berlutut di depan Jihan membuat semua orang membulatkan matanya termasuk Dwi.


"Apaan lo" ucap Dwi dan Fero bersama.


"Kalian yang apaan gue mau jawab nih" ujar Jihan.


"Ji" ujar Dwi manja.


"Apa maharnya" tanya Jihan membuat Dwi makin memelas.


"Apapun yang kamu mau uang mas apartemen perusahaan kecuali kebahagiaan kalau lo nikah sama gue gue jamin kalau penderitaan yang lo dapat" ucap Viki.


"Eh kalian berdua gak mau lamar gue juga" ucap Jihan.


"Gaak gue udah nyerah" ucap Dika.


"Dasar lo Dik, belum perang udah nyerah kayak gue dong gak nyerah cuma gak mau aja lamar Jihan udah pasti di tolak" ucap Beni.


"Sama aja kambing lo" ucap Zira.


"Woy gue yang lagi lamar dia kalian yang rempong" ucap Viki berdiri.


"Kenapa berdiri kan gue belum jawab" ucap Jihan.


"Lama lo sakit kaki gue" ujar Viki.


"Gak soo sweet seperti di cerita web toon ya" ujar Hana.


"Iya lah mikirnya susah" ucap Mona.


"Serah lo" ucap Nisa.


"Ji mau nikah besok" ucap Viki.


"Kalau gue nikah besok apa hadiah pernikahan buat gue" ujar Jihan.


"Dari tadi lo minta sesuatu mulu" ucap Viki.


"Gue kira mau seneng seneng malam ini ternyata gak" ujar Jihan.


"Gak bkal seneng seneng klau primadonanya sakit" ucap Beni.


"Eh Ji sonia datang gak" tanya Dika.


"Gak tau, tanya sama calon pengantinnya" ucap Jihan.


"Males" ucap Dika


"Kalau datang ke sini juga paling besok" ucap Jihan.


"Eh kalian sini" ucap Jihan memanggil teman temannya.


"Kenapa Ji" tanya Nisa.


"Eh gue kan janji mau kenalin sama cogan" ucap Jihan.


"Terus cogannya mana" tanya Nisa.


"Hah lo pikir kita bukan cogan" ucap Beni.


"Udah udah mulai, Hana Mona Nisa kenalin Beni Dika sama Viki" ucap Jihan memperkenalkan sahabat nya dari kota.


"Hai salan kenal" ucap Hana dan Mona sopan.


"Ya salam kenal" ucap Viki.


Saat semua orang sedang asik bergurau tiba tiba ada seseorang menyanyikan lagu untuk seseorang. Jihan dan teman teman menghentikan gurauan dan menatap seseorang yang sedang bernyanyi di atas panggung.


...용기가나지않아서그래, 흑시너에게부담일 ㄱ가봐...


...Saya tidak memiliki keberanian, Meski jika aku memaksamu...


...매번마음졸이여그대를, 사랑하고있어나...


...Aku selalu mengkhawatirkanmu, Aku jatuh cinta padamu...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...Aku tau sekarang...


...나이제야알게 됐죠...


...Jatuh padamu...

__ADS_1


...Fall in you...


...날기다리고았어요...


...Aku menunggumu...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...그댄내운명이죠...


...Kaulah takdirku...


...나의별이즐한사라, 내모든걸주픈한사람...


...Seseorang yang kan jadi bintangku, Seseorang yang ingin ku perjuangkan...


...그대, 그대...


...Itu kamu, Itu kamu...


...그대생각에 ㅂ바져살아요,흑시내맘을알아줄 ㄱ가봐...


...Aku sedang memikirkanmu, Andai kau tau perasaanku...


...힝상가 ㄱ가운곳에 있는 날,이센알아봐세요...


...Saat kau ada di dekatku, Sekarang ku mohon ketahuilah...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...Aku tau sekarang...


...나이제야알게 됐죠...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...날기다리고았어요...


...Aku menunggumu...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...그댄내운명이죠...


...Kaulah takdirku...


...나의별이즐한사라...


...Seseorang yang kan jadi bintangku,...


...제가너무늦진않았마요...


...Apakah sudah sangat terlambat...


...상처받을 ㄱ가봐,내가겁이났나봐요...


...Ku tak ingin tersakiti, Sepertinya ku begitu takut...


...처음이라서이세야 ㄱ개달았죠...


...Karena ini pertama kalinya, Hingga akhirnya ku sadar...


...Bahwa ku mencintaimu...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...Aku tau sekarang...


...나이제야알게 됐죠...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...날기다리고았어요...


...Aku menunggumu...


...Jatuh padamu...


...Fall in you...


...그댄내운명이죠...


...Kaulah takdirku...


...나의별이즐한사라, 내모든걸주픈한사람...


...Seseorang yang kan jadi bintangku, Seseorang yang ingin ku perjuangkan...


...그대, 그대...


...Itu kamu, Itu kamu...


...(fall in you, Ha sungwoon)...


Dwi menyanyi dengan sepenuh hati dan mata yang terus saja menatap Jihan membuat Jihan meneteskan air matanya tanpa dia sadari. Fero sadar kalau Jihan sudah bahagia dengan kehidupan barunya membuatnya tersenyum walau hatinya sakit.


Saat Dwi turun dari panggung tatapannya tak lepas dari Jihan kemudian memeluk Jihan dengan sangat erat.


"Maaf Ji ingin ku lari dari mu tapi kainginan ku untuk mendekat lebih besar" ucap Dwi dalam pelukannya.


"Apa lagu itu untukku" tanya Jihan.


"Iya, karna kamu adalah bintangku kamu yang akan ku perjuangkan walau harus melawan sifat dingin mu" ucap Dwi membuat Jihan membalas pelukannya.


"Cie" sorak semua orang membuat Jihan seketika melepaskan pelukannya.


"Wah kalian bikin jiwa jomblo gue meronta ronta tau " ucap Dika.


"Lo Jiwa jomblo, la gue gue yang lamar Jihan dia yang dapat sakit hati gue" ujar Viki mendramalisir keadaan.


"Lebay lo" ujar Jihan membuat semua orang tertawa.


"Eh kita selesai cepat nih, mending kita semua istirahat deh biar besok bisa hadir" ujar Jihan.


"Iya bener tuh gue juga capek banget" ucap Dika.


"Iya gue juga" ujar Fero.


"Kalau lo capek hati juga kan" ledek Beni.


"Emang lo gak" ucap Fero.


"Ya gak lah kan gue udah mencoba melupakan Jihan sejak lo deket sama dia jadi hati gue udah gak sesakit itu" ucap Beni.

__ADS_1


"Lo suka sama gue Ben" tanya Jihan antusias.


"Hem dulu jauh sebelum lo pergi ke desa ini dan menghilang" ucap Beni.


"Jadi lo berhasil move on" ucap Zira.


"Ya dong ada seseorang yang lebih baik dari Jihan" ucap Beni.


"Wah selamat ya dalam waktu dua tahun bisa dapat yang baru" ucap Jihan tertawa.


"Ledek teros, dua tahun lama kali Ji" ucap Beni.


"Ternyata lo primadona ya, pantes gue gak bisa berpaling dari pertemuan pertama kita" ucap Dwi.


"Lo doang gue gak" ucap Jihan santai.


"Itu alasan lo terus nikahin dia" ucap Dika.


"Iya kenapa mau marah lo" ujar Dwi.


"Marah buat apa, mungkin kalau baru janur kuning melengkung gue culik Jihan tapi ijab udah terucap gue gak mau jadi pebinor" ucap Dika.


"Lo juga suka sama gue" tanya Jihan.


"Emang ada yang gak suka sama lo di sekolah dulu" ucap Dika.


"Ada" ucap Jihan.


"Siapa" tanya Dika Beni Fero dan Viki bersama.


"Mak cik kantin hahahaha" ucap Jihan.


"Itu si lo buat rusuh terus di kantin" ucap Viki.


"Kalian semua akrab ya" ucap Nisa tiba tiba membuat semua orang menatapnya.


"Kenapa gue salah tanya" ujar Nisa.


"Gak cuma salah kata kata doang" ujar Jihan.


"Sama aja gila" ucap Nisa memajukan bibirnya.


"Kenapa tuh bibir" ledek Beni.


"Eh Ben lo kayaknya cocok sama Nisa deh yang cowoknya sabar ceweknya barbar iya gak si guys" ledek Jihan.


"Bener bener" ucap Fero tertawa lepas.


"Eh ngomong mulu kapan pulang nih" ujar Zira.


"Sekarang yuk" ucap Jihan berjalan lebih dulu.


Semua orang mengikuti Jihan untuk pulang ke rumah masing masing dengan terus bercanda. Bahkan Jihan membiarkan semua orang mengejek bahkan meng olok oloknya.


"Ya udah guys see you tumorrow" ujar Jihan saat sampai di depan rumahnya.


"Bye" ucap semua orang.


Zira berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah meninggalkan Jihan dengan Dwi membuat Dwi mengambil kesempatan untuk menahan Jihan.


"Mau apa, eh ini di desa jangan macem macem" ucap Jihan saat Dwi mendekatkan kepalanya.


"Eh sorry" ujar Dwi tersenyum.


Saat Jihan masuk ke dalam rumah dengan tawanya seketika terdiam saat sampai di ruang keluarga dan melihat Putri sedang menangis di pangkuan mamanya dan semua orang menatapnya.


"Huh mulai drama lagi, part dua nih" gumam Jihn namun masih bisa di dengar Dwi.


"Ji papa mau bicara" ucap papa memanggil Jihan membuat Jihan mendekat dengan langkah lunglai.


Jihan duduk dengan keras di samping papanya, kemudian di susul Jovan yang berganti duduk di samping Jihan lalu memeluk Jihan dari samping.


"Kenapa Bang" tanya Jihan.


"Gak papa yang mau bicara" ucap Jovan.


"Ji minta maaflah sama Putri" ucap Papa.


"Kenapa emang Jihan salah apa bukannya dia yang seharusnya minta maaf sama Jihan pertama dia adek ipar ke dua dia yang hina gue ke tiga dia yang tuduh gue gak jelas" ucap Jihan.


"Ji mengalah" ucap Mama.


"Mengalah, gak ada kata kata mengalah di hidup Jihan mah karena mengalah bagi mereka yang menerima tuduhan tuduhan gila dan gak jelas " ucap Jihan.


"Karena kamu kakak jadi mengalah dan minta maaf" ucap Mama Anggun.


"Jihan hanya meminta maaf jika Jihan bersalah maka jangan paksa Jihan untuk meminta maaf, Jihan gak senggan buat minta maaf pah kalau emang Jihan salah walau dengan seorang anak kecil tapi kalau Jihan gak salah jangan harap itu terucap sekalipun dengan seorang raja" ujar Jihan.


"Kenapa si lo selalu punya jawaban Ji" ucap Jovan.


"Terus ini alasan Abang peluk Jihan" ucap Jihan.


"Ya lo kan suka pergi sebelum masalah selesai" ucap Jihan.


"Mana si yang belum selesai Bang, gue bukan mau di hormati ataupun di takuti Jihan cuma pengin orang lihat Jihan gak sebelah mata Bang capek sebenarnya Jihan hidup" ucap Jihan membuat Jovan mengeratkan pelukannya.


"Jangan jangan biarin Abang sendiri lagi kayak dulu Ji" ucp Jovan.


"Gak Bang, Jihan mau istirahat Jihan rasa masalah Jihan udah selesai kalau dia masih nangis terserah abisin seklian tuh air mata biar gak bisa nangis lagi, eh mas minta maaf lo sama adek lo lo kan yang nampar dia tanpa alasan kalau gue jelas alasannya buat bela orang tua gue" ucap Jihan.


"Lo belum ubah panggilan Ji" ujar Jovan.


"Suka lupa Bang kalau emosi" ucap Jihan .


"Dasar, ya udah sana pergi istirahat gih" ucap Jovan melepaskan pelukannya.


"Ya, mah pah semuanya tanpa terkecuali Jihan istirahat dulu jangan khawatirkan Jihan Jihan udah makan" ucap Jihan pergi.


"Lo mau sampe air mata lo abis Put" ucap Zira datang setelah Jihan pergi.


"Lo gak tau sakitnya hati gue" ujar Putri.


"Haha gak perlu sakit hati kalau sama Jihan, lagian bukan masalah ini kan yang buat lo marah marah gak jelas sama Jihan, bilang aja lo sekalian marah sama dia lo kam gak pernah bisa lawan dia" ucap Zira.


"Maksudnya apa Ra" tanya Dwi.


"Lo bilang apa si Ra" ucap Putri pergi ke kamarnya.


"Bang lo kalau tentang Jihan jadi kepo banget ya" ledek zira.


"Sebenarnya gini Bang" ucap Zira.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Jangan lupa like vote dan komentarnya ya....


__ADS_2