
Semua kariawan mengabadikan moment tersebut bahkan ada yang terus mengucapkan selamat kepada mereka.
"Kita" ucap Fero.
"Iya apa saya salah berucap" ujar Ani.
"An gue bukan istrinya kali" ucap Jihan membuat semua kariawannya bingung.
"Terus ini apa" ujar Ani menunjuk ke duanya dan sebuah cincin pernikahan di antara ke duanya.
"Dia istri saya" ucap Dwi tiba tiba.
"Tu tuan Putra" ujar Ani dan beberapa kariawan.
"Oke oke gini gue jelasin ya, gue sama Ata bukan pasangan kita punya masa depan masing masing ini suami saya tuan Putra yang kalian kenal dan dia Putri istri Ata jadi semoga gak ada salah paham lagi" ujar Jihan meluruskan fakta.
"Yah kecewa" ucap salah seorang kariawan.
"Kenapa" tanya Fero.
"Gak bos" ucapnya membuat Fero pergi.
"Bos yakin gak ketuker jodoh kan" ucap Ani.
"Memangnya kenapa kalau saya yang jadi jodohnya" ucap Dwi.
"Hehe gak" ucap Ani menggaruk tengkuknya.
"Ya gak lah emangnya kenapa kalau gak jodoh sama Ata gue dapat yang lebih ganteng lebih tajir" ujar Jihan tersenyum membuat semua kariawan yang datang tertawa.
"Ada ya seorang bos masih arepin harta" ujar Ani.
"Ada la gue lagian hidup perlu uang" ucap Jihan.
"Kenapa aneh ya lihat bos di luar jam kerja gini" ucap salah seorang kariawan.
"Kenapa" ucap Jihan.
"Gak di sini humoris banget sampai susah mana yang serius sama yang bohongan" ucap nya
"Maksud kamu sama pernikahan ini juga, maaf kalau pernikahan gue gak main main" ujar Jihan
"Kalian butuh pembuktian" ucap Dwi.
"Iya" ucap semuanya kompak.
Dwi lalu memposisikan diri di depan Jihan begitupun Jihan yang langsung menatap Dwi. Dwi mencium kening Jihan sembari memeluk mesra Jihan.
Banyak kariawan yang mengambil gambar di moment itu. Lama berselang Jihan dan Dwi mengakhiri semuanya dan menyuruh semua kariawan Jihan untuk makan.
Saat mereka semua sedang asik makan ada sebuah vidio yang di putar. Jihan dan semua orang fokus dengan Vidio yang ada dimana kebersamaan kebersamaan Jihan Dwi dan semua anggota keluarga di putar. Dengan kata penutup "Happy merried my sister" membuat Jihan tersenyum.
"Abang" ucap Jihan.
"Gimana dengan hadiah Abang" ujar Jovan.
"You are the best" ucap Jihan memeluk Jovan.
"Buat kalian yang penasaran hubungan kita semua di sini, saya harap vidio ini bisa menjawab pertanyaan kalian dan saya Jovan Pramudika Prasaja sebagai kakak dari Jihan Ayundia Prasaja ingin meluruskan isu yang telah menyebar bahwa Jihan dan Putra atau yang akrab kalian panggil Dwi kumpul kebo atau sejenisnya tapi mereka sudah menikah dengan sah dan semua laki laki yang ada di sini dan mungkin kalian pernah melihatnya beberapa kali kita semua Abangnya jadi buat isu kalau Jihan wanita murahan bisa kalian berfikir lagi untuk mengatakan itu" ucap Jovan.
"Cukup Bang" ujar Jihan.
"Keluarga Prasaja bukan keluarga paling baik tapi kita selalu tau aturan dan batasan berhenti mencela orang lain siapapun mereka karena tidak semua yang terlihat itu kenyataannya" ucap Jovan memeluk erat Jihan.
"Ternyata keluarga Prasaja tidak memandang takhta" ucap seseorang.
"Semuanya jelas selarang kenapa Jihan di keilingi banyak cowok ganteng" ucap Hana.
"Dia princess di dua kerajaan" ucap Nisa.
"Iya tapi gue bangga sama dia dia gak memilih dalam bersahabat walau dengan rakyat jelata dengan kita" ucap Mona.
Jihan yang mendengar ucapan ucapan sahabatnya lalu tersenyum dan memeluk ke tiga sahbatnya erat.
"Kalianlah gue belajar banyak hal, dari kalian juga gue bisa berjuang sampai saat ini" ujar Jihan.
"Tidak Nona " ucap Nisa.
"Berhenti memanggilku Nona atau kalian bakal tau akibatnya" ucap Jihan tegas.
"Bukankah lebih jelas akibatnya pas kita cuma panggil nama lo" ucap Nisa.
__ADS_1
"Gue masih Jihan yang kalian kenal, gue Jihan dia Kak Jovan yang kalian kenal dan dia pak Guru Dwi yang kalian kenal gak ada kata tuan Nona atau sejenisnya" ucap Jihan.
"Terima kasih terima kita sebagai sahabat" ucap Hana memeluk Jihan.
"Teruslah menjadi sahabatku" ucap Jihan lalu memeluk sahabatnya.
"Pelukan aja terus lupain kita ada" ucap Dani.
"Bisa aja Kak" ucap Jihan
"Ji lo mau pulang nanti besok aja ya subuh deh pulangnya" ucap Dani.
"Kenapa" tanya Jihan.
"Ya gak si, tapi apa lo gak capek lagian lo pulang besok juga cepet nyampenya" ucap Dani.
"Iya si kak, tadinya rencana Jihan juga gitu tapi takutnya buru buru kalau pulang pagi" ucap Jihan.
"Iya emang tapi bener kata kakak pagi aja malam ini kita istirahat kan kalau kita pulang nanti malam gak pasti langsung tidur lagian pulang pagi kan gak kena macet" ucap Papa Jihan.
"Iya si" ujar Jihan.
"Ya udah kita pulang besok aja mau kan mas" ucap Jihan.
"Iya, terus gimana sama nasib kariawan kamu" ucap Dwi.
"Tenang aja tuan setelah kita istirahat sebentar lagi kita pulang kok lagian besok kita harus kerja" ucap Ani.
"Bener tuh kalau kita di sini malam ini yang ada besok kita tidur di kantor" sambung temannya.
"Kalian gantian bawa mobilnya kan" ucap Jihan.
"Iya bos" ucap Ani.
"Kalian tau jalan pulang" ucap Jihan.
"Tau kalau dari sini kan satu arah" ucap Ani.
"Ya udah makan terus istirahat" ucap Jihan.
"Siap Bos" ucap semua kariawan serentak membuat Jihan tersenyum.
"Terima kasih" ucap Jihan.
Hana Mona Nisa dan beberapa warga yang berada di sana kagum dengan Jihan karena banyak orang yang menghormatinya bahkan banyak yang berbicara formal dengan nya. Namun Jihan tidak memandang siapapun yang menjadi lawan bicaranya dia bersikap biasa tanpa kesombongan sedikitpun.
"Bos perusahaan dari Japan ingin bertemu lusa" ucap Ani.
"Udah di urus sama Kevin kan" ucap Jihan.
"Udah si bos, tapi maunya bos langsung yang temuin dia" ucap Ani.
"Nanti saya hubungin kamu lagi ya " ucap Jihan.
"Oke bos" ucap Ani.
"Gimana urusan sama DJ Putra" tanya Jihan.
"Belum berkembang bos" ucap Ani.
"Ji kamu belum.ubah keputusan Ji maafin mas dong Ji kamu kan istri yang baik" ucap Dwi lembut.
"Iya pasti dong, tapi kalau bisnis ya bisnis" ucap Jihan.
"Iya tapi kamu gak kasian apa sama mas terus kalau hancur mas mau kasih kamu uang dari mana kamu belanja pakai apa" ucap Dwi
"Gak mempan" ucap Jihan pergi.
"Gini kalau punya istri tau dimana dia berposisi" ucap Dwi membuat semua kariawan Jihan tersenyum.
"Lagian posisi lo gak menguntungkan" ucap Jovan.
"Iya yang bangun juga adek gue" ucap Dani.
"Makanya lo Bang baik baik sama istri kan repot sendiri" ucap Zian.
"Lo aja bikin masalah sama istri gue" ucap Dwi.
"Iya tapi setidaknya gue gak kehilangan banyak uang " ujar Zian.
"Gimana lo kok bisa" ucap Dwi penasaran.
__ADS_1
"Ya apa lagi kalau bukan karena gue" ucap Ridwan.
"Banyak backingan lo" ucap Dwi.
"Sekarang bantu gue ngapa" ucap Dwi.
"Ogah, kesalahan lo fatal" ucap Ridwan.
"Jahat kalian" ucap Dwi.
"Kalau gue bantu lo yang ada klinik gue di tutup sama Jihan dan paling parah dia pasti bakal cabut izin praktek gue kan serem" ucap Ridwan.
"Ya kalau gue yang bantu lo ya Bang, bisa bisa bener habis duit gue " ujar Zian.
"Kalian gak bisa di andelin" ucap Dwi.
"Ada yang bisa bantu tenang aja" ucap Jovan
"Siapa" tanya Dwi.
"Siapa lagi" ucap Jovan menatap Dani di ikuti semua orang
"Kenapa gue, gak ikutan gue" ucap Dani pergi.
Dwi mengikuti Dani dengan terus merengek namun tidak Dani hiraukan. Dani berlari ke arah Jihan membuat Dwi hanya menarik nafas panjang.
"Panjang amat wi" ledek Dani.
Dwi tidak menjawab hanya berjalan lunglai dan duduk di samping Jihan dengan keras membuat Jihan menatapnya.
"Kenapa" tanya Jihan.
"Kak Dani gak mau bantu gue" ucap Dwi.
"Bantu apa" tanya Jihan.
"Bantu bujuk" ucap Dwi.
"Bujuk siapa" tanya Jihan kembali.
"Kamu" ucap Dwi.
"Buat apa" ucap Jihan penasaran.
"Biar kamu mau bantu mas" ucap Dwi membuat Jihan hanya menatapnya jengah dengan senyum sinis.
"Sudah ku duga" ucap Dwi
"Mah pah masih lama acaranya" ucap Jihan
"Gak paling nunggu orang orang pulang doang" ucap Papa Jihan.
"Lama dong" ucap Jihan.
"Gak paling dua jam lagi" ucap Papa Jihan.
Jihan menarik nafas panjang lalu menyenderkan diri ke kursi dan menatap ke atas. Dwi lalu menarik kepala Jihan dan menyenderkan ke pundaknya.
"Kenapa" ujar Jihan.
"Biar nyaman" ucap Dwi tersenyum.
"Modus" ucap Zian Jovan Dani Ridwan dan semua anggota keluarga lainnya.
"Iri makanya nikah" ucap Dwi
"Ji kita pulang ya" ucap Sonia.
"Serius" ucap Jihan duduk tegak.
"Ya kenapa" tanya Jane.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya guys....
__ADS_1