Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
Eps 95


__ADS_3

Saat mereka asik bercanda seorang kariawan Zira datang dan membisikkan sesuatu. Zira hanya mengangguk lalu membiarkan kariawannya pergi.


"Ji, ada paket buat lo di depan" ucap Zira.


"Oh oke" ucap Jihan lalu pergi mengambil paketnya.


Tak lama Jihan kembali dengan sebuah paket di tangannya. Jihan duduk kembali di samping Dwi dan membuka peket tersebut.


"Wow, mahar nih" ucap Jovan yang melihat isi paket Jihan.


"Emang iya Bang" tanya Jihan.


"Liat aja uang di bentuk sedemikian rupa dengan tulisan i love you" ucap Jovan.


"Terima kasih" ucap Jihan menatap suaminya.


"Iya, kamu suka" tanya Dwi.


"Suka lucu juga, ini juga uangnya dari berbagai negara lagi" ucap Jihan.


"Itu uang dari negara yang pernah mas datangi" ucap Dwi.


"Ji lo kok tau kalau itu dari Dwi" tanya Randy.


"Terus siapa lagi orang yang gak bisa mengungkapkam secara langsung dan selalu kasih barang dengan nilai fantastis" ucap Jihan.


"Iya lah suaminya tajir" ucap Gaby.


"Iya dong" ucap Jihan.


Saat asik bercanda Rey dan Kevin datang dengan tergesa gesa menghampiri Jihan lalu membisikkan sesuatu.


"Oke gue siap dalam tiga puluh menit" ucap Jihan membuat Rey dan Kevin pergi.


"Kenapa" tanya Dwi.


"Dia bilang ada yang mau dia bicarakan Kevin suruh gue temuin dia nanti" ucap Jihan.


"What, dia bener bener ya" ucap Dwi hendak pergi namun Jihan tahan.


"Kenapa gak rela Kevin gue sentuh" ucap Dwi.


"Iya lah nih lihat" ucap Jihan menunjukkan sebuah artikel.


"*Seorang remaja desa menggoda dua pengusaha muda yang sedang naik daun"


"Seorang remaja pemikat hati sang tuan muda"


"Seorang remaja berparas cantik menggoda tuan muda"


"Sosok remaja yang menggoda dua tuan muda"


"Gadis belia penggoda tuan muda*"


"Masih mau marah" ujar Jihan.


"Gak kita adain konferensi pers aja" ucap Dwi.


"Lagi di siapin Ray sama Kevin" ucap Jihan.


"oh oke" ucap Dwi.


"Makannya jangan langsung marah" ucap Jihan.


"Lagian istri gue di bisik bisik" ucap Dwi.


"Ji" ujar Nisa.


"Biasa Nis, gini emang kalau deketin tuan muda tajir banyak yang iseng" ucap Jihan.

__ADS_1


"Tapi kenapa harus penggoda si, kenapa gak gini judul artikelnya "Seorang remaja dari desa dengan paras cantik berhasil memikat hati sang tuan muda" gitu kan lebih enak di bacanya" ucap Nisa.


"Tapi yang bikin gue geli, gadis belia penggoda tuan muda ya walaupun bener tapi kan mereka gak tau usia gue iya gak si" ucap Jihan.


"Iya bener bener lo Ji, mereka gak bicara Fakta padahal mereka bisa aja di tuntut" ucap Nisa.


"ya iyalah namanya aja gosip kalau berita baru Fakta, tapi bentar bentar lo kok tau banyak soal artikel dan penulisan si" ucap Jihan.


"Gue belajar itu" ucap Nisa.


"Kenapa lo gak kerja di bidang kayak gitu aja" ucap Jihan.


"Gak bakal di terima gue, pertama nilai gue lo tau lah ke dua gue gak kuliah" ucap Nisa.


"Kan bisa kuliah sama kerja" ucap Jihan.


"Mau kuliah dimana nilai gue Zonk semua" ucap Nisa.


"Di tempat kamu ada jalur beasiswa non academi kan mas" ucap Jihan.


"Ada" ucap Dwi.


"Tempat dia" tanya Mona.


"Gue gak yakin si, tapi yang jelas keluarganya donatur terbesar jadi mereka punya kekuasaan iya kan pah" tanya Jihan.


"Iya, kalian daftar aja nanti om bantu kalian masuk tapi kalian harus penuhi syarat lebih tepatnya kalian harus berjanji" ucap Papa Seno.


"apa itu tuan" tanya Hana.


"Kalian harus bersungguh sungguh dan berusaha keras untuk dapat nilai terbaik kalau kalian bisa om akan tanggung semua biaya buat kalian bertiga" ucap Papa.


"Tapi tuan" ucap Hana.


"Kenapa Na, masalah sama Nino gue yang tanggung buat tempat tinggal kalian selama di sini kalian tinggal di apartemen gue yang di kasih kak Dani deketan sama kak Dani juga" ucap Jihan.


"Tuh udah di jamin semuanya kurang apa lagi coba" ucap Jane.


"Makasih Ji maaf repotin tapi gue janji bakal ganti semuanya nanti" ucap Mona.


"Iya yang penting janji kalian dulu sama papa dan kejarlah cita cita kalian jangan karena gue bantu kalian kalian lupain cita cita dan melanjutkan hidup dengan aturan gue berjalanlah dengan tegak sesuai keinginan hati kalian dan selalu lihat garis akhir yang menanti kesuksesan kalian" ucap Jihan.


"Makasih ya Ji" ucap Hana Mona Nisa.


"Iya ya udah makan lagi gih, kalian nanti jangan pulang langsung ke apartemen aja deketan sama gue Bang Jovan mas Dwi juga buat baju kalian nanti bisa pinjem punya gue dulu selama belum gue anter kalian buat beli keperluan" ucap Jihan.


"Em kalau kalian mau juga ke tempat gue ada baju ya walaupun bekas punya gue tapi masih lumayan lah buat di pakai di apartemen" ucap Jane.


"Jangan punya Jane, percumah pakai baju" ucap Gabby.


"Apa bedanya sama lo monyet" ucap Jane.


"Gak ada bedanya sama sama percumah pakai baju" ucap Sonia.


"Lo juga" ucap Jane dan Gabby bersama.


"Mendingan gue, gue yang paling feminim bukan paling ****" ucap Sonia.


"Yayaya gak **** cuma kalau mau gila kalian bertiga totalitas" ucap Jihan.


"Iya iya tuan putri yang paling sopan sendiri kalau pakai, andai aja gak tuntutan kerja pakai dres atau rok gue jamin lo gak bakal punya yang namanya dres atau rok pendek" ucap Jane.


"Jangan bukak kartu dong, kalian ke apartemen gue aja nanti banyak baju gue yang sopan, sama ada beberapa design yang kayaknya cocok buat kalian bertiga" ucap Jihan.


"Giliran mereka di kasih, la kita udah lama berteman sama lo dari lo be*o sampai lo pinter cuma di liatin gambarnya doang" ucap Sonia.


"Nasib" ucap Jovan Randy Raka Dani.


"Kompak amat" ucap Jihan.

__ADS_1


Saat sedang asik berbincang tiba tiba seseorang datang dengan berjalan cepat dan mencium mesra Dwi membuat banyak pasang mata membulatkan matanya terutama sahabat Jihan dari desa. Lain dengan sahabat Jihan di kota yang terbiasa melihat hal semacam itu. Di ikuti ke dua asisten Dwi dan Jihan yang menunduk takut.


"Vin" ujar Jihan.


"Maaf Nona kita sudah melarangnya tapi nona Clarissa tetap ingin bertemu tuan bahkan pengawalnya mengangkat senjatanya kepada pengawal kita nona" ucap Kevin.


"Oh gitu, maaf nona Clarissa selain ingin bertemu tuan muda apa ada keperluan lain" ujar Jihan sopan.


"Gak gue cuma kangen sama dia, mau menghabiskan waktu bersama apa kamu bisa menyingkir dari kursi itu" ujar Clarissa dengan nada tak mengenakkan.


"Dengan senang hati nona silahkan" ucap Jihan bangun dari kursinya dan mempersilahkan Clarissa duduk di samping Dwi.


Jihan tersenyum sedangkan Dwi menatapmya aneh. Tak lama Jihan menarik lengan Dwi lalu menggandengnya. Di ikuti Jovan yang ikut berdiri karena mereka harus melakukan konferensi pers.


"Mau kamu bawa kemana calon suami saya" ucap Clarissa.


"Tenang saja nona saya hanya meminjamnya sebentar, duduk dan makanlah sisa tuh punya tuan" Ucap Jihan penuh senyum mengerikan membuat semua orang menahan tawanya.


"Apa maksud mu kamu pikir saya apa ha, lepasin Dwi" ucap Clarissa.


"Sabar nona, saha hanya akan mengganti hak milik saja sayang nona itu makanan calon suami impian anda yang tidak akan pernah terwujud karena saya tidak akan membiarkan hal itu" ucap Jihan dengan sangat cepat.


"Vin perketat ruangan ini jangan sampai dia keluar dari ruangan ini" ucap Jihan di angguki Kevin.


Jihan pergi dari ruangan itu dengan menggandeng Dwi dan Jovan. Sepanjang jalan akan ke tempat konferensi pers Dwi terus tersenyum membuat Jovan ikut tersenyum apa lagi saat dia kembali teringat ucapan Jihan.


"Sebentar apa maksudnya mengganti hak milik" ujar Clarissa.


"Maaf om tante, maksud ucapan cewek kampung itu apa" tanya Clarissa.


"Maksudnya ini" ucap papa Seno memperlihatkan tayangan langsung konferensi pers anaknya.


"Gak bisa di biarin nih" ujar Clarissa bangkit dari tempat duduknya.


"Mau kemana lo" ujar Gabby Jane dan Sonia yang langsung berdiri dan mendekati Clarissa.


"Apa urusan kalian bocah" ucap Clarissa.


"Bocah guys, gak nyadar kalau dia yang terlanjur tua" ucap Sonia.


"Apa lo bilang" ucap Clarissa.


"Kenapa mau marah" ucap Sonia dengan tatapan mengerikan dan mendekati Clarissa membuat Clarissa menciut.


Hana Mona dan Nisa hanya membulatkan matanya karena mereka tidak menyangka bahwa sahabat Jihan bisa sangat mengerikan dan membuat seseorang menciut hanya karena tatapan mereka.


"Jihan gak perlu pakai pengawal, tuh udah bisa buat orang bungkam" ucap Randy.


"Hm mereka semua sama terutama Jihan banyak orang tunduk karena karismanya" ucap Zian.


"Bener bener karismanya juga bisa buat orang tak berkutik" ucap Raka.


"Iya pas lah sama Bang Dwi, serasi juga kalau di liat liat" ucap Zira.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys...


Terima kasih sudah mau menunggu tapi maaf ceritanya jadi ruwet...

__ADS_1


__ADS_2