
"Hai Je" ujar Leon seketika lemah lembut.
"Apa masalahnya" tanya Jihan.
"Dia mencintaimu tapi larang gue buat berjuang" ujar Leon.
"Lagi lagi itu, kalian berdua udah kalah saing lagi gue udah ada yang punya kalaupun kalian berantem bakal sia sia dan lo lagi kalau lo sampai melukai anggota keluarga gue gue bisa jadi psikopat seperti yang lo ajarin" ujar Jihan langsung membuat Leon menurunkan senjatanya.
"Lo sama dia keluarga" tanya Leon lembut.
"Kenapa jadi masalah lagi, kenapa kalian gak bunuh gue aja masalah selesai kalian kira dengan menjadi bahan rebutan seneng gitu gak asal kalian tau gara gara itu gue udaah beberapa kali mencoba buat mati paham" ujar Jihan langsung duduk di kursi kebesarannya.
"Pergi kalian semua" teriak Jihan namun tidak ada yang mau pergi Jihan langsung membalikkan duduknya.
Jihan terlihat Frustasi dia juga memijat pelipisnya karena sedikit pusing. Kevin mendekat dan tiba tiba air mata Jihan mengalir begitu saja Kevin mengerti hanya memberikan tisu pada Jihan.
"Bos" ujar Kevin.
"Gak papa Vin" ujar Jihan menghapus air matanya.
Tok... tok... tok...
"Masuk " ujar Jihan langsung terlihat bahagia.
"Siluman bukan si bukannya tadi mewek" ujar Leon.
"Anda belum mengenalnya tuan" ujar Kevin tersenyum.
"Silahkan tuan Seno" ujar Jihan.
"Terima kasih" ucap tuan Seno.
"Apa ada hal yang penting sehingga tuan sendiri yang datang dan tenpa pemberitahuan" tanya Jihan.
"Gak penting penting amat si cuma mau tau kabar kamu aja, sama Kevin udah bilang kan kalau ada masalah" ucap tuan Seno.
"Sepertinya saya tau jalan pikiran anda tuan" ujar Jihan.
"Kamu memang peka, oh ya kenapa kamu di kelilingi para tuan muda" tanya Tuan Seno.
"Karena yang tuan tua udah pada pensiun" ucap Jihan membuat papa Seno tertawa.
"Kamu kenapa" tanya tuan Seno bertanya pada Fero.
"Berantem tuh sama Leon tuh, untung barang Jihan gak ada yang pecah" ucap Jihan.
"Kenapa berantem" tanya Tuan Seno.
"Tau, tanya aja sendiri papa mau kopi" tanya Jihan di angguki tuan Seno.
Jihan pergi ke pantry dengan Kevin yang menemani karena tau keadaan Jihan saat ini membuat Kevin takut meninggalkan Jihan sendiri.
"Bagi yang merasa seorang tuan silahkan duduk" ujar Jihan sembari menyajikan minuman.
Jihan langsung kembali ke kursi kerjanya dan mulai bekerja.
"Vin vin sandal gue mana" tanya Jihan.
"Ya elah di kantor pake sandal lo" ujar Kevin karena memang sudah waktu istirahat.
"Hehe lo tau tadi gue lari tanpa sepatu sepatu gue yang sebelah copot" ujar Jihan tertawa.
"Masa mana gue liat" ujar Kevin.
"Terus kenapa bisa imbang" ujar Kevin saat melihat kondisi sepatu Jihan.
"Gini" ujar Jihan memperagakan jalannya yang berjinjit sebalah.
"Kayak orang gila ya hahaha" ucap Jihan.
"Mau benerin" tanya Kevin penuh perhatian.
"Boleh, ini sepatu legenda" ujar Jihan.
"Kalau gitu museumin aja" ucap Kevin.
"Bener juga, gue kembliin aja ya sama yang kasih" ucap Jihan.
"Serah lo" ujar Kevin karena itu sepatu pemberian Kevin saat mereka masih bekerja di kasta yang sama di perusahaan Putra.
"Gak gue simpen aja, Vin beliin gue sepatu lagi" ujar Jihan..
"Masih sama nomornya" tanya Kevin.
__ADS_1
"Masih dong lo tau kan legenda sepatu ini" ujar Jihan.
"Ya gara gara lo pecahin kaca pajangan sepatu itu dan sepatunya ke gores gue yang harus ganti" ujar Kevin.
"He, mau gue ganti sekarang" ujar Jihan.
"Gak perlu bonus yang lo kasih udah cukup, eh kemarin gue ketemu sama orang yang lo timpuk pake sepatu ini" ujar Kevin.
"Beneran marah gak sama lo" tanya Jihan.
"Kayaknya dia gak inget gue kayaknya kalau lo ingat deh" ujar Kevin.
"Maaf Bos, mengganggu ada orang yang menunggu di luar" ujar sekertaris Jihan.
"Udah ada janji" tanya Jihan.
"Belum bos tapi dia ingin bertemu bos" ujar Sekertarisnya.
"Boleh suruh masuk aja" ujar Jihan di angguki sang sekertaris.
"Baik bos" ujar sekertaris itu pergi.
"Siapa ya, lo liat orang nunggu tadi" tanya Jihan.
"Gak, kan belum keluar dari sini jangan jangan orang itu nagih janji lo hahaha" ujar Kevin.
"Masa iya kan udah lama, lo kan belum makan" tanya Jihan sembari merapikan penampilannya.
"Ya elah kece gitu sandalnya jepit" ledek Fero.
"Biarin siapa tau ada yang mau ngasih sepatu" ucap Jihan.
"Nomor berapa" tanya Dwi dan Leon bersama.
"Kak Kevin" ucap Jihan menatap Kevin lalu mengangguk.
"Dari store mana nih" tanya Kevin.
"Yang bisa anter dalam lima belas menit" ujar Jihan.
"Siap" ujar Kevin langsung mencari ponselnya dan menghubungi sebuah store dalam naungan Ayasta Grup dan memilih beberapa sepatu agar membawanya ke kantor Jihan.
Tak lama seseorang datang ke ruangan Jihan membuat Jihan dan Kevin saling tatap tak percaya.
"Terima kasih kamu masih ingat saya" tanya orang itu.
"He, maaf kan saya tuan atas kejadian tidak menyenangkan beberapa tahun lalu" ujar Jihan sopan.
"Ya saya kesini mau menagih janji kamu dulu" ujarnya.
"Vin" ucap Jihan langsung duduk di kursi kebesarannya.
"Apa yang anda inginkan tuan, anda bisa bicara dengan saya selaku asisten beliau" ujar Kevin.
"Jadi dia bos, apa yang harus saya minta ya" ucapnya.
"Apapun yang anda minta akan kami usahakan tuan" ucap Kevin.
"Bagaimana dengan diri anda Nona" ujarnya membuat semua pria di sana kaget sedangkan Jihan tersenyum.
"Apa yang anda amau dengan diri saya" tanya Jihan membuat semuanya semakin membulatlan matanya.
"Apa yang kamu bisa beri dengan diri anda" tanyanya.
"Saya bisa memberi kekuatan yang saya punya tapi saya tidak seperti anda lihat sekarang di kelilingi banyak laki laki karena mereka semua adalah keluarga saya" ujar Jihn membuat orang tersebut meringis.
"Kamu tidak penasaran dengan siapa anda bicara nona" tanyanya.
"Tidak tuan siapapun yang berbicara dengan saya tidak masalah saya tidak memandang kasta atau kelas saya hanya melihat kesopanan mereka" ujar Jihan membuat orang itu tersenyum.
"Tapi maaf saya dulu menampar anda dengan sandal itu karena kesalahan anda sendiri meninggalkan seorang wanita yang menangis memohon agar anda tetap di sana" ucap Jihan.
"Saya pergi juga untuk kebaikannya, dan kenapa kamu ikut campur" ucapnya.
"Kebaikan apapun jika anda lakukan dengan cara yang salah maka semua sia sia, jangan saampai anda menyesal di kemudian hari hanya karena sesuatu yang sepele" ujar Jihan.
"Sepertinya pengalaman hidupmu lebih banyak" ucapnya.
"Saya mengalami banyak hal dan melewati banyak hal, jadi jangan pernah melihaat seorang wanita itu rendah dan bisa di manfaatkan karena kelemahan mereka tidak semua orang patuh dengan uang jadi jangan mencoba membeli seorang wanita kalau ibumu juga seorang wanita" ucap Jihan.
"Oke sekarang apa yang akan kamu lakukan karena kejadian yang lalu" tanyanya.
"Apapun yang anda minta tuan" ujar Jihan.
__ADS_1
"Kamu harus menjadi istri saya" ucapnya membuat Dwi marah namun di hentikan tuan Seno.
"Apa tujuan anda menikahi saya" tanya Jihan santai.
"Apalagi kalau bukan balas dendam" ujarnya.
"Bukan karena anda terpesona dengan saya, oh ya darimana nda tau kalau saya pimpinan disini" tanya Jihan.
"Kamu pernah memberi saya kartu nama perusahaan ini saya tidak menyangka kalau anda adalah pimpinannya" ujarnya.
"Sekarang apa permintaan anda selain menjadikan saya sebagai istri anda" tanya Jihan.
"Pergilah denganku hanya semalam saja" ujar nya.
"Sepertinya anda korban perjodohan ya" ujar Jihn tersenyum.
"Senyummu mampu menghipnotis seseorang" ujarnya.
"Benarkah anda juga terhipnotis oleh senyum saya lalu apa keputusan anda berubah" tanya Jihan.
"Untuk ke dua kalinya jadilah istriku sebagai seseorang yang ku cintai" ujarnya
"Maaf tuan tapi saya tidak bisa memenuhi ke duanya baik hanya menjadi teman atau sungguhan ada seseorang yang sedang berjuang untuk saya jadi saya tidak bisa mengecewakannya" ucap Jihan menbuat Dwi dan tuan Seno tersenyum.
"Nona anda tau saya tuan muda dari pemilik saham terbesar Ayasta grup" ujarnya.
"Maaf tuan saya tidak terbiasa dengan mencampur urusan pribadi dan bisnis, dan kenapa gak minta orang yang menangisi mu waktu pergi" tanya Jihan.
"Dia sudah menikah saat saya kembali" ujarnya.
"Haha ya iyalah ngapain nunggu orang yang jelas jelas memilih karirnya bukan meniti karir bersama kalau gue juga iya" ujar Jihan santai.
Tok... tok... tok...
"Masuk" ucap Jihan.
"Pengiriman sepatu Bos" ucap sekertarisnya.
"Ya suruh masuk, kamu dari tadi di sana gak makan" tanya Jihan.
"Saya bawa bekal Bos" ucapnya.
"Kamu bawa apa" tanya Jihan.
"Nasi goreng bos" ujar Ani.
"Bawa banyak" tanya Jihan.
"Bawa seperti biasa bos, tadinya mau kasih sam bos tapi takut bos mau makan sama beliau beliau" ujar Ani.
"Bawa sini" ucap Jihan di angguki Ani.
"An suruh mereka masuk semua karena pasti lebih dari dua orang kan" ujar Jihan di tanggapi anggukan dan senyuman Ani.
Tak lama beberapa orang dengan berbagai model sepatu masuk ke dalam ruangan Jihan. Semua orang membulatkan matanya pasalnya semua yang di bwa adalah barang branded namun Jihan hanya tersenyum dengan duduk di kursinya.
"Silahkan bos pilih mana" ujr Kevin.
"Kenapa gak sekalian lo bawa mobil expedisi ke sini buat antar sepatu" ujar Jihan.
"Mau" ujar Kevin tertawa.
"Mana barang paling mahal dan limited edition" tany Jihan.
"Ini nona, baru keluar dari designer ternama dan hany ada tiga pasang di dunia" ujar salah seorang yang membawa sepatu.
"Kalau begitu kamu tereliminasi, mana yang produc local" tanya Jihan.
"Ini nona" ujarmya menunjukkan dua sepatu dengan warna silver dan gold.
"Limited edition" tanya Jihan.
"Iya hanya ada dua pasang di dunia dan semuanya ada di sini" ujarnya.
"Iya lah orang itu harusnya buat pajangan gak di jual gue juga yang design" ucap Jihan membuat Kevin tertawa.
.
.
.
.......
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya guys...