Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan
The Queen


__ADS_3

"Maafin dia Ji, lo tau kan di kalau menginginkan sesuatu dia akan melakukan apapun kepada siapapun yang menghalangi keinginannya" ucap Dwi.


"Tapi kan gue gak halangin keinginannya justru gue bantu dia" ucap Jihan


"Oke oke, gue bakal lindungin kamu dengan sekuat tenaga" ucap Dwi.


Jihan tidak menjawab omongan Dwi, Dwi langsung mencium tangan dan pipi Jihan membuat Jihan merona.


"Ih cari kesempatan aja" ucap Jihan memukul Dwi sembari menahan senyum.


"Tuh kan senyum kan cantik kalau senyum" ucap Dwi.


"Hm, eh bukannya tadi mau makan" ucap Jihan mengakihkan topik pembicaraan.


"Iya, mas suapin ya" ujar Dwi.


"Iya" ucap Jihan.


Dwi makan bersam dengan Jihan Dwi menyuapi dirinya dan Jihan bergantian sampai makanan mereka habis. Saat akan masuk ke dalam rumah Jihan melihat Putri berjalan ke arahnya membuat Jihan langsung bergelanyut manja di tangan Dwi.


"Yang mau jadi pengantin mesra banget" ledek Dani.


"Iri bilang bos" ucap Jihan membuat Dwi tersenyum.


"Gak ada iri sama pasangan kayak kalian berdua" ucap Dani.


"Ya udah, kak Jihan mau mandi dulu" ucap Jihan.


"Ya sana lo" ucap Dani.


"Maaf Nona apa anda calon pengantinnya" tanya seorang make up artis.


"Bukan bukan saya, mah dia orang Make up lagi cari Putri" ucap Jihan.


"Silahkan ikut beliau" ucap Jihan.


"Baik Nona" ucap Tukang make up.


Jihan langsung pergi ke kamarnya dengan tangan masih menj kepada Dwi. Bahkan Dwi masih membawa piring bekas tempat makannya tadi.


"Nyaman ya" ucap Dwi.


"Eh maaf" ucap Jihan melepaskan tangannya namun dengan cepat Dwi merubah posisi tangan Jihan sampai dia jatuh dalam pelukan Dwi menyisakan hanya beberapa centi.


"Lepasin mau mandi" ucap Jihan.


"Mau bareng" ledek Dwi.


"Jangan macem macem deh lepasin enek nih" ucap Jihan.


"Kalau gak mau lepas mau apa" ucap Dwi dengan tatapan menggoda.


Jihan tidak bisa menjawab hanya menatap Dwi dengan memelas membuat Dwi gemas. Dwi mendekatkan wajahnya dan perlahan mulai menc**m bibir Jihan dan melu**tnya. Dwi bermain pelan namun sangat dalam membuat Jihan terbawa suasana dengan mengalungkan tangannya di leher Dwi membuat Dwi tersenyum.


Lama mereka menyatukan b**ir mereka sampai ada suara ketukan pintu membuat mereka saling melepaskan satu sama lain.


"Siapa si ganggu aja" gerutu Dwi.


"Maaf Honey sampai disini dulu pergilah mandi" ucap Dwi mengecup bibir dan kening Jihan singkat.


Jihan langsung berlari ke kamar mandi sedangkan Dwi membuka pintu.


"Gila apa yang gue lakuin gila gila parah, jantung jantung gue juga kenapa maraton si bisa diem sebentar gak si atau mau gue cabut masa aktif lo jantung" ujar Jihan saat di dalam kamar mandi sembari menatap wajahnya di cermin kemudian menepuk nepuk pipinya.


"Kenapa" tanya Dwi saat melihat Zira yang datang.


"Cie marah ganggu ya" ucap Zira meledek.


"Iya ganggu banget malah, tau gak baru aja dapat jakpot malah lo dateng" ucap Dwi mrah.


"Hehehe sorry, mau kasih ini sama gue sebenarnya ada rencana Bang" ucap Zira.


"Rencana apa" tanya Dwi.


Zira menceritakan apa yang dia rencanakan secara runtut. Dwi setuju dengan rencana Zira walau harus menanggung kemarahan Jihan.


"Bang jangan lupa lap dulu tub bibir" ucap Zira berlari pergi.


Dwi mengelap bibirnya dengan tangannya seketika tersenyum ternyata lipstik Jihan menempel di bibirnya.


"Siapa mas" tanya Jihan.


"Eh Zira, dia mau kasih baju ini" ucap Dwi.


"Ini baju kelurga ya" ucap Jihan.


"Iya, ya udah Mas mandi dulu ya" ucap Dwi.


Jihan menganggukkan kepalanya. Dwi masuk ke kamar mandi sedangkan Jihan memakai pakaian yang Zira bawa sebuah kebaya berwarna ungu hasil design Jihan dan Zira


"Mas itu baju kamu" ucap Jihan saat Dwi keluar dari kamar mandi dan Jihan sedang mengeringkan rambutnya.


"Oh oke" ucap Dwi berganti pakaian.

__ADS_1


"Belum selesai sini mas bantu" ucap Dwi saat Jihan masih mengeringkan rambut.


Dwi membantu Jihn mengeringkan rambut saat sudah selesai ada seseorang yang mengetuk pintu. Dwi membuka pintu dan ternyata orang orang make up yang ada di sana.


"Apa kita sudah bisa merias Nona Jihan Tuan" ucap Nya.


"Oh tentu, silahkan" ucap Dwi membiarkan orang make up masuk sedangkan dirinya memakai jasnya kemudian mendekati Jihan dan mencium kening Jihan sekilas membuat Jihan tersipu malu.


"Ini si gak perlu make up udah cantik" ucap orang make up.


"Iya dan sepertinya tuan muda sangat mencintai anda" ujar orang make up.


"Sepertinya memang begitu" ucap Jihan tersenyum.


"Anda seperti calon pengantinnya Nona Jihan" ucapnya.


"Kenapa begitu" tanya Jihan bingung.


"Wajah anda sangat bersinar dan tatapan tuan muda sangat hangat kepada anda" ucapnya sembari terus menata rambut Jihan.


Tak butuh waktu lama mereka selesai merias Jihan karena wajah Jihan yang memang sudah cantik. Setelah selesai di rias Jihan keluar dari kamarnya untuk menghampiri anggota keluarga lain.


Saat Jihan berjalan ke arah mereka semua orang menatapnya kagum termasuk ke tiga sahabatnya dan suaminya Dwi.


"Ji you are the queen" ucap Zira.


"Thanks, Ra, eh lo belum make up" tanya jihan.


"Belum nih belum selesai make up mereka" ucap Zira.


"Ya udah biar gue yang terusin lo mandi terus siap siap gih" ujar Jihan.


Zira mengangguk lalu meninggalkan ke tiga sahabat Jihan dengan make up yang belum selesai. Jihan langsung merias wajah ke tiga sahabatnya terlihat natural tapi flowles.


"Selesai" ucap Jihan.


"Wah lo ahli juga dalam bidang rias" ucap Nisa.


"Biasa aja, oh ya kalian bisa pakai high heel kan" tanya Jihan.


"Hina kita lo bisa kita pernah memakainya" ucap Hana.


"Yuk ikut gue" ucap Jihan di ikuti ke tiga sahabatnya.


"Nih Na lo pakai yang ini Nisa ini Mona ini" ucap Jihan memberikan high heel.


"Thanks Ji" ucap sahabatnya memeluk Jihan.


"Iya dan ingat nanti saat pulang semua yang kalian pakai mulai dari atas rambut sampai kaki punya kalian buat kalian" ucap Jihan.


"Beneran hadiah buat kalian" ucap Jihan.


"Wah makasih banyak Ji" ucap Mona.


"Iya apa kalian ada yang lihat Cika" tanya Jihan.


"Dia ada di luar tadi bawa in seserahan buat Putri" ucap Hana.


"Oh oke, kalian masuklah ke dalam" ucap Jihan.


"Cik Cika" panggil Jihan.


"Mas liat Cika gak" tanya Jihan oada Dwi yang sedang menerima telfon dari seseorang.


"Eh Ji" ucap Dwi kaget.


"Kenapa kok kaget si kayak liat hantu" ucap Jihan.


"Bukan hantu tapi Ratu, you are the Queen" ucap Dwi menatap Jihan lekat.


"Terima kasih" ucap Jihan membungkukkan badannya.


"Ji boleh minta foto gak" ucap Dwi.


"Kayak artis gue" ucap Jihan.


"Kak Kevin" panggil Jihan.


"Kenapa bos ada sesuatu" ucap Kevin.


"Fotoin gue ada yang minta foto" ucap Jihan tersenyum.


"Oke" ucap Kevin tersenyum.


"Pakai ponsel ini aja Vin" ucap Dwi memberikan ponselnya.


"Oke kalian berpose" ucap Kevin mulai mengambil gambar.


"Kok kita Foto kayak kaku gini ya" ujar Jihan.


"Tegang Ji" ucap Dwi.


Jihan tersenyum lalu mengambil pose dengan bertumpu di lengan Dwi. Dwi tersenyum lalu menarik Jihan dan berpose dengan memeluk Jihan.

__ADS_1


"Sudah" ucap Kevin setelah mengambil beberapa pose ke dua bosnya.


"Cika" ucap Jihan.


"Ya Ji Jihan ini beneran lo" ucap Cika.


"Iya lah emang siapa lagi" ucap Jihan.


"Cantik banget Ji, sebutan apa ya yang pas em... You are the Queen" ucap Cika.


"Lo orang kesekian yang bilang gitu, oh ya ikut gue yuk" ucap Jihan.


"Kemana Ji" ucap Cika.


"Ikut aja" ucap Jihan menarik Cika lalu mendudukkan Cika di mobilnya


Jihan mengambil gaun dan memberikannya keoada Cika membuat Cika bingung.


"Pakai lo ganti di mobil aja biar gue awasin" ucap Jihan.


"Oke" ucap Cika hanya menurut.


Setelah Cika selesai mengganti pakaiannya Jihan langsung merias Cika dengan cepat cepat dan tepat. Jihan memberikan sentuhan sentuhan warna yang sesuai dengan wajah Cika kemudian memberikan sepasang sepatu untuk Cika.


"Guys, foto yuk" ucap Jihan.


"Yuk, oke gue foto grafernya" ucap Kevin.


"Mana lo dapat kamera itu lo Vin" ucap Jihan.


"Punya tuan Zian" ucap Kevin.


"Zian emang dia udah datang" tanya Jihan.


"Udah tuh" ucao Kevin menunjuk Zian yang baru saja datang dengan asistennya Rudi.


"Om tante Putri mana" tanya Zian.


"Lagi di rias" ucap Mama Sri.


Tak lama Putri datang dengan riasan lengkap membuatnya sangat menawan. Setelah mengucapkan selamat kepada Putri Zian langsung duduk di antara semua keluarganya.


"Bang istri lo mana" tanya Zian kepada Dwi.


"Mau apa lo sama istri gue" ucap Dwi dingin.


"Yah elah cuma tanya kali " ucap Zian.


"Tuh, berani nyentuh gue ba*ok" ucap Dwi.


"Iya" ucap Zian mendekati Jihan.


"Jihan" panggil Zian.


"Oh tuan Zian" ucap Jihan.


"Cantik banget Ji sampai gak sadar kalau itu lo" ucap Zian.


"Makasih pujiannya" ucap Jihan tersenyum.


"You are the Queen today" ucap Zian.


"Terima kasih" ucap Jihan.


"Jadi foto gak nih" tanya Kevin.


"Jadi" ucap Jihan Hana mona Nisa dan Zira semangat.


Jihan dkk mengambil beberapa pose, setelah puas dengan pose mereka Jihan dkk langsung meminta Putri untuk berfoto bersama mereka berfoto dengan pose Putri yang berada di tengah Jihan dan Zira di samping kanan kirinya di tambah Hana Mona Nisa dan Cika.


"Ji sama Abang gak" ucap Jovan.


"Mau dong sama Kak Dani juga" ucap Jihan.


"Bener bener jadi fotografer gue" keluh Kevin.


"Tenang papa kasih bonus nanti Vin" ucap Papa Suseno membuat Kevin semangat.


"Ayok siapa lagi yang mau foto" ucap Kevin membuat semua orang tertawa.


"Giliran denger bonus langsung semangat" ucap Rey.


"Iri bilang bos" ucap Kevin.


Jihan berpose dengan ke dua Abangnya setelah itu dengan keluarga lengkapnya. Jihan menikmati setiap adegan yang ada saat ini dia melupakan rasa gelisahnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.......


......Jangan lupa like vote dan komentarnya ya...........


__ADS_2