Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 110


__ADS_3

"kenapa kak...?" El bertanya sebab ia heran kenapa Adam tiba-tiba menyuruhnya untuk pergi


tanpa menjawab pertanyaan El-Syakir, Adam menarik tangan El dan membawanya bersembunyi di sebuah mobil yang terparkir di depan toko bunga.


"kenapa sih kak, ada apa...?" El bingung dengan sikap kakaknya itu


"tetap di sini dan jangan kemana-mana sampai aku kembali" tutur Adam


"memangnya kakak mau kemana...?"


"memantau sesuatu, tetap di sini"


Adam seketika menghilang dari pandangan El-Syakir. sebenarnya El gusar apa yang sebenarnya Adam lakukan dan kenapa dirinya di suruh untuk bersembunyi padahal tidak ada yang berbahaya di tempat itu.


wangi melati masih tercium di hidung El. dengan mengintip dari balik mobil, El ingin melihat keadaan di tempat itu.


"saat di sekolah gue mencium wangi melati karena pak Aldiano. apa sekarang dia ada di sini ya" gumam El terus melihat ke arah depan


"nggak ada siapa-siapa" ucapnya lagi


semakin lama wangi melati semakin hilang dan tidak tercium lagi. Adam yang belum juga datang sangat membuat El gusar karena sekarang hari sudah semakin sore, waktu sudah menunjukkan pukul 17.30.


"kakak kemana sih"


tidak tahan terus berada di belakang mobil, El melangkah untuk keluar namun satu tangan menepuk bahunya.


hap


"astaghfirullah" El terlonjak kaget dan mengusap dadanya


"ayo pulang" ajak Adam yang berada di belakangnya


"kakak darimana...?"


"nggak dari mana-mana" jawabnya singka


"nggak darimana tapi baliknya lama banget" El menelisik wajah Adam


"udah ayo pulang" Adam tidak ingin menjawab pertanyaan adiknya, ia menggandeng lengan El dan kembali ke motor mereka


"nggak beli melati lagi...?" tanya El saat mereka sudah di dekat motor


"eh iya sampai lupa. belilah, yang banyak-banyak tumpah-tumpah lumer-lumer. aku nggak mau eror kalau nggak ada melati ya" jawab Adam


"cih, tiap hari kakak itu memang rada eror" cebik El kemudian ia masuk ke dalam toko


selesai membeli melati mereka melaju kembali membelah jalan raya untuk ke rumah Vino. pas adzan berkumandang El dan Adam baru tiba di rumah Vino. di parkiran sudah ada motor kedua sahabatnya, Bara dan Leo.


"assalamu'alaikum" salam El namun tidak ada jawaban


"tekan belnya" ucap Adam


ting tong


ting tong


cek lek


"eh den El, silahkan masuk den. yang lain sedang bersiap untuk sholat magrib di mushola" seorang wanita paruh baya sebagai ART mempersilahkan El-Syakir masuk


"makasih bi" ucap El


"iya den"


El-Syakir yang sudah tau dimana letak mushola di rumah besar itu langsung menuju ke sana. di sana sudah ada teman-temannya yang bersiap dan juga ada kedua orang tua Vino sekaligus Rain, kakaknya.


"El, baru datang...?" tanya Bara


"iya. gue wudhu dulu ya" jawab El


"oke"


El-Syakir pergi berwudhu di tempat wudhu yang tidak jauh letaknya dari mushola. setelah selesai, ia kembali bergabung dan mereka melaksanakan sholat magrib berjamaah, pak Wira sebagai imamnya.


selesai sholat, mama Nifa menyiapkan makan malam dibantu oleh Nisda dan Starla, sementara para lelaki berada di ruang keluarga.


"wah masakan tante kelihatan enak semua" puji Starla saat dirinya membantu mempersiapkan makan malam mereka


"spesial untuk kalian semua hari ini" mama Nifa tersenyum


"kita jadi merepotkan tante nih kayaknya" Nisda ikut bicara


"ya nggak dong, lagian tiap hari juga tante masak buat orang rumah. tolong simpan ini sayang, Vino paling suka sama udang" mama Nifa memberikan piring yang berisi udang yang telah di bumbui seenak mungkin


"kalau kak Rain kesukaannya apa tante...?" tanya Starla


"dia lebih suka ayam kecap. jadi kalau tante masak ya harus ada kedua masakan itu, udang sama ayam kecap" jawab mama Nifa


"pasti repot ya tante masak dua jenis begitu" Nisda berucap sambil menuang air ke dalam gelas


"nggak juga, tante dibantu sama bibi. membahagiakan keluarga itu adalah nomor satu jadi tante tidak merasa direpotkan. malah tante senang karena suami dan anak-anak tante makan masakan tante" mama Nifa menimpali

__ADS_1


"wah La, kayaknya elu beruntung nanti punya mertua kayak tante Nifa" Nisda berucap tanpa sadar


Starla menatap Nisda dan memberikan isyarat agar Nisda diam. merasa keceplosan, Nisda menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"hehehehe" Nisda hanya menampilkan giginya


"kamu pacaran sama Vino Starla...?" mama Nifa bertanya


pertanyaan wanita itu membuat Starla terlihat kikuk dan salah tingkah. hubungan mereka belum sampai sejauh perkenalan kepada orang tua. Starla bingung harus menjawab apa.


"i-itu..... "


mama Nifa menatap Starla yang gugup karena pertanyaan yang ia lontarkan. mama Nifa tersenyum dan menggeleng.


"tidak apa-apa kalau memang kalian pacaran. masa-masa SMA seperti kalian memang masa dimana sudah merasakan sayang kepada lawan jenis. tante juga pernah ada ditahap itu. tante hanya berpesan kalian tetap menjaga adab dan tidak melewati batas" mama Nifa mengelus lembut bahu Starla


"sekarang panggil para lelaki untuk makan malam, setelah itu kita akan sholat isya lagi" perintah mama Nifa


"biar aku aja tante yang panggil mereka" Nisda segera meninggalkan dapur


makan malam kali ini membuat rumah Vino menjadi ramai. Adam yang sudah mempunyai makanan tersendiri hanya duduk bersantai di ruang keluarga dan menonton tayangan yang ada di televisi.


mama Nifa melayani suaminya mengambilkan makanan. Vino pun tidak kalah manjanya, ia memberikan piringnya kepada mama Nifa untuk mengambilkan makanan.


"mau yang mana sayang...?" tanya mama Nifa


"sup aja mah sama udang" jawab Vino


"mah aku juga mau sup" Rain meminta


setelah mengambilkan putra keduanya, kini mama Nifa mengambilkan sup untuk putra pertamanya. yang lain, mereka mengurus diri sendiri untuk mengambil makanan.


Adzan isya menggema di kompleks perumahan itu. segera mereka mengambil wudhu dan melaksanakan panggilan Tuhan. setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga.


mama Nifa datang dengan membawa kue yang telah direquest oleh Leo. tentu saja remaja itu senang, kue kesukaannya di hidangkan untuk cemilan mereka.


"wah makasih banyak tante, aku jadi semangat nih kalau begini" Leo mengambil satu dan memakannya


"mah, kue bolu aku mana...?" pak Wira bertanya


"ada pah, mama ambilin dulu ya" mama Nifa beranjak namun kemudian langkahnya terhenti karena bi Suri datang membawa minuman dengan kue bolu pesanan tuannya.


"makasih ya bi" ucap mama Nifa


"sama-sama nyonya" jawab bi Suri


mereka berbincang hangat di ruang keluarga. bahkan tanpa mereka sadari waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, satu jam lagi perpindahan waktu akan bergeser. pak Wira dan mama Nifa undur diri untuk istrahat begitu juga dengan Rain. kini tinggal tim samudera yang masih berada di ruangan itu.


"ada pak Aldiano...?" Leo bertanya


"gue nggak liat dia, tapi wangi melati sangat jelas tercium di hidung gue" El menjawab


"pak Aldiano itu siapa sih...?" tanya Starla


"guru baru yang kita lihat di parkiran tadi pas mau pulang" El menjawab


"tadi di sekolah itu ya, gue menabrak guru baru itu dan gue juga mencium wangi bunga melati" ucap Starla


"jadi wangi melati di parkiran tadi itu dari guru baru itu...?" kini Bara bertanya


"sepertinya iya. di kantor juga saat gue mengumpulkan tugas, gue mencium juga wangi melati. tapi yang bikin gue heran kenapa gue nggak melihat ada makhluk gaib di dekatnya. biasanya kan kalau bau wangi melati seperti itu pasti ada mereka" El menjawab pertanyaan Bara


"dia bukan manusia biasa" kali ini Adam yang bersuara. hantu itu sedang duduk bersila dan melayang


"maksud elu, dia manusia jadi-jadian gitu...?" Nisda bertanya dan melihat Adam


"entahlah, aku juga belum terlalu memperhatikannya. tidak ada tanda-tanda makhluk gaib di dekatnya. meskipun begitu aku merasa dia lain daripada manusia yang lain. Adam menjawab


"atau mungkin wangi melati itu adalah bau parfumnya" Vino berasumsi


"kalau bau parfumnya sudah jelas juga yang lain akan menciumnya namun Siska dan Aldo nggak merasa mencium wangi bunga melati, Alana juga sama" Leo menimpali


"berarti hanya kita yang dapat mencium wangi bunga melati itu. kok gue merasa aneh ya" Starla menimpali


"kita kan berbeda dari siswa yang lain. kita dapat melihat mereka dan berkomunikasi dengan mereka. bahkan kita dapat merasakan keberadaan mereka disekitar kita. gue merasa pak Aldiano ada sesuatu dalam dirinya, entah apa itu gue nggak tau." El mengutarakan pemikirannya


"itu juga yang aku rasakan saat melihatnya tadi siang. entah kenapa aku merasa kalian harus berhati-hati padanya" Adam sepemikiran dengan adiknya itu


"kamu sepertinya tidak bisa diremehkan"


(apa maksud dari ucapannya itu ya) El mengingat kembali ucapan pak Aldiano tadi siang


jam 00.00 mereka semua berpindah tempat ke kamar yang akan mereka tempati. Nisda dan Starla satu kamar sedang para lelaki sekamar juga. kedua gadis itu menempati kamar tamu di lantai bawah sedang para laki-laki berada di kamar Vino, lantai atas.


"Allahu Akbar Allahu Akbar"


suara adzan subuh mulai terdengar membangunkan setiap insan memanggil mereka untuk melakukan kewajiban. bersimpuh di hadapan Tuhan dan berdoa meminta setiap yang ada dalam benak hati berharap sang pemilik langit dan bumi menjabah doa mereka.


para laki-laki tim samudera masih terlelap dalam mimpi indah mereka tanpa mendengar suara adzan yang berkumandang. El yang biasanya bangun setelah mendengar panggilan adzan, saat ini ia seperti kebo yang susah untuk dibangunkan.


"haduuuuuuh.... dasar para Fir'aun, udah adzan masih aja ngorok" Adam memegang kepalanya karena pusing

__ADS_1


"El bangun udah subuh" Adam menggoyang lengan El-Syakir namun adiknya itu hanya mencari posisi ternyaman dan tidur kembali


"Bara bangun, udah subuh tau" Adam menggoyang tubuh Bara namun tetap saja remaja itu hanya terlelap tanpa terusik


"bangun wooooiiiiiiii...... banguuuuuuuun" Adam berteriak keras namun tetap saja para remaja itu tidak terusik dengan suara Adam


"wah minta tindakan ekstrim kalian ya, awas saja" Adam yang jengkel menggulung lengan bajunya bersiap untuk melakukan sesuatu


ia turun ke bawah menuju dapur dan mengambil kuali serta panci entah apa yang akan dilakukannya. kemudian setelahnya Adam kembali lagi ke kamar dengan dua benda dapur di kedua tangannya


"ekhem.... ekhem" Adam berdehem


1


2


3


"kebakaraaaaaaaaannnn.... kebarakaraaaan"


prang


prang


prang


"kebakaraaaaaaaaannnn....."


prang


prang


prang


bunyi panci dan kuali yang saling bersentuhan itu membuat seisi kamar menjadi panik. mereka terbangun seketika dan ikut berteriak mengucapkan kebakaran.


"kebakaran kebakaran" Leo bangun seketika dan panik berteriak kebakaran


"mana mana mana, mana kebakaran" Bara seperti orang gila yang berlari ke sana ke mari mencari cahaya api yang menyebabkan kebakaran


Vino yang shock akan kebakaran langsung jatuh ke lantai karena kakinya tersangkut selimutnya sendiri.


gubrak


bughh


El yang tidak kalah paniknya segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air dengan ember kemudian berlari keluar menyiram semua temannya yang masih panik.


"kebakaraaaaaaaaannnn"


byuuuuuuuuur


klak


Adam menyalakan lampu karena sejak tadi kamar dalam keadaan gelap. saat lampu menyala Adam ngakak terpingkal-terpingkal melihat keadaan teman-temannya.


Vino yang jatuh ke lantai dengan selimut menutupi tubuhnya basah kuyup karena siraman oleh El-Syakir.


Leo yang panik keadaannya sekarang tidak memakai celana dan hanya menyisakan celana boxer karena saat Vino jatuh, ia sempat berpegang di celana Leo sampai akhirnya celana Leo melorot ke bawah.


"kebakaraaaaaaaaannnn"


byuuuuuuuuur


Bara yang baru saja datang dari kamar mandi untuk mengambil air mengguyur Leo dan Vino dan sekarang sudah kedua kalinya mereka di guyur dengan air.


"lah mana kebakarannya...?" Bara menggaruk kepalanya bingung karena tidak ada api di dalam kamar itu


El-Syakir tanpa banyak kata hanya dapat mengedip-ngedipkan matanya seperti lampu disko dan mulutnya mengangga lebar melihat kedua temannya yang basah karena ulahnya dan Bara.


"hahahaha.... hahahaha" Adam tertawa terbahak melihat penderitaan Vino dan Leo


"Le... i-itu.... " El berucap gugup


"El-Syakir... Bara" hidung Leo kempas kempis menahan kesal


"siapa yang siram gue woi" Vino keluar dari selimut dan hendak berdiri namun karena licin ia tejatuh kembali dan yang lebih sialnya adalah tanpa sengaja ia menarik celana boxer yang dikenakan oleh Leo.


cek lek


"kalian kena...... aaaaaaa" Nisda dan Starla berteriak keras dan menutup pintu kala melihat kejadian di dalam. sebenarnya yang membuat mereka shock adalah keadaan Leo karena ulah Vino.


"waaaah itu burung elang atau burung rajawali...?" Adam memperhatikan Leo dengan seksama


Vino yang berada di dekat Leo menganga tidak percaya dan mengedip-ngedipkan matanya.


merasa tubuh bagian bawahnya berbeda, Leo menunduk untuk melihat apa yang dimaksudkan oleh Adam.


"kyaaaaaaaaaa si joni gue" Leo melompat ke kasur dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya


"hihihihihihi.... si joni kamu imut" ucap Adam cekikikan

__ADS_1


__ADS_2