
"siapa kak orangnya...?" tanya El
"iya dam, siapa...?" desak Leo
"dengarkan aku baik-baik" ucap Adam
Adam mulai memberitahu langkah mereka selanjutnya. tim samudera tampak serius mendengar arahan dari hantu itu dan sesekali kepala mereka mengangguk. namun kemudian El-Syakir menggeleng tanda tidak setuju diakhir rencana Adam.
"gue nggak setuju" ucap El
"gue juga nggak setuju" timpal Bara
"hanya itu satu-satunya cara yang dapat kita lakukan" ucap Adam
"tapi nggak harus ke sana juga kak. pokoknya gue nggak mau" El menggeleng cepat
"hanya dia yang dapat mengalahkan ratu Sri Dewi. kekuatanku tidak seberapa untuk menghadapi dia" timpal Adam
"elu yakin dam mereka beda, kalau ternyata mereka sama gimana...?" tanya Vino
"nggak ada cara lain ya...?" ucap Starla
"aku yakin mereka bukan orang yang sama, sangat yakin dan nggak ada, nggak ada cara lain selain yang aku katakan" jawab adam
"kita bisa menggunakan keris yang ada dalam tubuhku kak. bukankah keris ini untuk memusnahkan makhluk laknat seperti ratu Sri Dewi. kita gunakan kekuatan keris larangapati" ucap El
"kita berhadapan dengan lawan yang sangat kuat, bahkan dia bisa saja membunuh kita. untuk ratu seperti Sri Dewi, keris larangapati memang dapat menghancurkannya namun ingat dia juga punya kesaktian yang luar biasa. tidak semudah itu untuk kita melawannya" timpal Adam
"tapi kak"
"kamu selalu percaya padaku kan" Adam memegang bahu El-Syakir
"kalau begitu gue ikut" ucap El
"nggak bisa. hanya kamu yang mempunyai kekuatan selain aku. gunakan keris itu untuk mengalahkan mbah Surip sebelum ritual penumbalan di lakukan. rebut bayi itu kembali dan pergi dari tempat itu. kita mungkin nggak bisa melawan tuan mereka tapi setidaknya kita gagalkan ritualnya. jika gagal, mereka pasti akan melakukan penumbalan lagi pekan berikutnya dan selama itu aku akan berusaha untuk membuat dia membantu kita" jawab Adam
"kalau dia nggak mau gimana dam. elu selamat saja waktu itu kita udah senang banget, lah ini elu mau pergi lagi. elu bisa dibunuh dam" ucap Vino
"apa perlu ada yang menemani elu salah satu dari kami selain El...?" tanya Nisda
"nggak, aku akan pergi sendiri. sekarang kalian pergi ke kuburan gagalkan rencana mereka" jawab Adam
"kak" El-Syakir enggan untuk melepas kakaknya itu pergi
"kakak mengandalkan mu. kalian juga bisa meminta tolong kepada mereka berdua" Adam menunjuk Furqon dan Ardi yang parkir jauh dari mereka. kedua pengawal itu selalu mengikuti El-Syakir kemanapun dia pergi
"lah kenapa nggak kita minta tolong sama mereka berdua tadi" ucap Vino
"ini tugas kita, kita harus menyelesaikan sendiri. mereka hanya bertugas mengawalku saja, gue nggak mau melibatkan mereka dalam hal gaib yang tabu bagi mereka" timpal El-Syakir
"bukankah waktu di perkemahan mereka juga membantu kita. tidak ada salahnya meminta bantuan mereka El, ini juga untuk kebaikan" jawab Starla
"iya gue setuju dengan Starla" ucap Bara
"gue juga setuju" timpal Nisda
"aku harus pergi" ucap Adam
Adam memeluk El-Syakir sebelum akhirnya ia menghilang dari pandangan remaja itu
"dia bisa jaga diri El, kita hanya perlu percaya padanya dan berdoa agar dia tidak dihukum atas tindakan menyelamatkan dirinya yang lalu" Leo merangkul bahu El-Syakir
"kita pergi sekarang" ucap Bara
sebelum pergi, El-Syakir mendekati Furqon dan Ardi yang tidak jauh dari mereka.
"kak Furqon, kak Ardi" panggil El
"ada yang bisa kami bantu...?" tanya Furqon
"nggak kak, mungkin nanti kalau kami butuh bantuan" jawab El
"kapanpun kamu butuh, kami selalu ada" ucap Ardi
"aku minta maaf kak dan terimakasih sudah menjaga aku selama ini. pasti merepotkan ya"
"tidak sama sekali. itu sudah menjadi tugas kami. dalam keadaan kesulitan apapun, entah dari pihak musuh kita atau dari alam lain, kami akan tetap bantu" timpal Furqon
"makasih kak"
__ADS_1
"sekarang kalian mau kemana...?" tanya Ardi
"ke kuburan kak, kakak bisa ikut kami dari belakang"
"ya sudah"
El-Syakir kembali ke teman-temannya, tim samudera bergegas ke tempat yang akan digunakan mbah Surip dan Samsul untuk melakukan ritual penumbalan kepada ratu Sri Dewi. mereka pergi tanpa Adam, hantu itu akan ke suatu tempat entah kemana.
mereka yang masih menggunakan seragam sekolah berhenti di toko penjual pakaian di pinggir jalan. semuanya mencari baju yang pas untuk mereka pakai.
drrrrt..... drrrrt
handphone El-Syakir bergetar, ibu Arini yang menghubunginya. sudah pasti wanita itu akan menanyakan kenapa anaknya belum juga pulang padahal hari sudah menjelang malam.
bukan hanya El-Syakir yang dihubungi orang tuanya, namun juga tim samudera yang lain. dengan alasan yang sama, mereka memberitahu para orang tua agar tidak mencemaskan mereka.
mama Nifa bahkan meminta dimana posisi Vino agar ia menjemput putranya itu namun Vino meyakinkan ibunya itu bahwa dirinya baik-baik saja dan sekarang bersama teman-temannya yang lain.
setelah berganti pakaian, mereka semua bergegas ke tempat tujuan. sebelum ritual dimulai mereka harus sudah sampai di tempat dan menggagalkan semuanya.
anehnya para remaja itu malah berputar-putar di tempat yang sama. bahkan sudah hampir lima kali dan mereka tetap kembali di jalan awal.
"ini kita kenapa sih, dari tadi muter-muter aja di sini" ucap Nisda
mereka memilih berhenti sejenak karena dari tadi tidak menemukan jalan untuk keluar. hari semakin gelap, tempat mereka sekarang sangat gelap dan tidak ada cahaya lampu sama sekali bahkan mereka sepertinya berada di tempat yang tidak mereka ketahui padahal tadi sebelumnya mereka berada di jalan raya yang ramai kendaraan.
"ada apa...?" Furqon dan Ardi keluar dari mobil
"kita kayaknya tersesat kak" jawab El
lampu mobil kedua pengawal itu tidak dimatikan dan mereka dapat melihat sekarang ini mereka berada di jalan yang kanan kirinya adalah hutan.
"kok kita bisa ada di sini, perasaan tadi masih di jalan ramai" Ardi sangat terheran
"aneh banget. padahal tadi kita nggak lama lagi nyampe di tujuan tapi ini kenapa malah nyasar di sini" ucap Leo menggaruk kepala
"terus gimana ini, kalau kita di sini terus, kita nggak bisa menggagalkan penumbalan itu" ucap Starla resah
"penumbalan...?" Furqon dan Ardi bertanya serempak
El-Syakir menceritakan yang sebenarnya terjadi dan sekarang benar kata Starla bahwa mereka akan terlambat menggagalkan penumbalan itu kalau mereka masih terjebak di jalan yang entah dimana mereka sekarang.
"jam berapa sekarang...?" tanya Furqon
"sama, jam gue juga nggak rusak. jarum jamnya nggak gerak gerak" timpal Bara memukul mukul jam tangannya
Nisda melirik jam tangan yang dipakai Bara dan ia tersenyum karena ternyata jam itu adalah pemberiannya dan Bara masih memakainya.
"kamu masih memakai jam itu" ucap Nisda
"sayang kalau dibuang" jawab Bara dingin
"iya, memang sayang kalau dibuang karena itu sangat berharga" ucap Nisda
Bara tidak menjawab dan ia hanya menyembunyikan tangannya ke belakang tubuhnya dan setelahnya jam itu sudah tidak ada di pergelangan tangannya, sepertinya ia melepas jam tangan itu.
Nisda begitu sedih namun ia tidak memperlihatkan itu. bukan waktunya untuk mengurusi masalah hatinya karena ada yang paling penting dari itu. ia hanya mengucapkan sesuatu dengan pelan kepada Bara.
"segitu bencinya elu sama gue Bara. gue akui gue memang salah, udah nyia-nyiain elu dan gue minta maaf. tapi setidaknya mari kita bersikap layaknya teman karena sekarang kita adalah satu tim" ucap Nisda pelan yang kemudian berpindah tempat ke samping Starla
Bara tidak bergeming dan hanya menghela nafas. ia malas membahas hal seperti itu karena sekarang bukanlah waktu yang tepat.
"kalau waktu tidak berjalan berarti sekarang kita berada di alam lain" ucap Furqon
"lagi.....?" tanya Vino terduduk lemas
"alam lain, seriusan kak...?" tanya El memastikan
"itu hanya asumsi aku saja tapi sepertinya memang seperti itu" jawab Furqon
"kok bisa kita sampai ke alam lain padahal tadi kan kita masih di jalan raya yang padat kendaraan" timpal Ardi
"apa karena mbah Surip tau kalau kita akan menggagalkan rencana mereka setelah tadi kita gagal menculik bayi itu" ucap El
"bisa jadi. maka dari itu dia membuat kita tersesat agar kita tidak pernah sampai di tempat mereka" jawab Bara
"terus gimana dong ini, nggak ada jalan keluar" ucap Vino frustasi
"pasti ada jalan keluar. kita hanya perlu mencari dimana tempatnya" ucap Furqon
__ADS_1
"cari dimana kak, dari tadi kita hanya muter-muter aja" timpal Leo
kraaaaaak.... kraaaaaak
terdengar seperti tulang yang patah di sekitar mereka. Vino yang tadinya duduk kembali berdiri karena mulai was-was. Nisda dan Starla saling merangkul, mereka semua menatap sekitar.
kraaaaaak..... kraaaaaak
suara itu semakin dekat saja ke arah mereka. Nisda dan Starla berlindung di tengah-tengah para laki-laki, sementara mereka mengelilingi kedua gadis itu dengan membelakangi mereka.
makhluk yang sangat mengerikan terlihat mendekati mereka. kepalanya yang dapat berputar mengeluarkan bunyi yang begitu ngilu untuk di dengar. tangannya bahkan bengkok dan kakinya ia seret.
"astaghfirullahalazim, makhluk apaan tuh" Ardi kaget dan berteriak
makhluk itu tersenyum menyeringai ke arah mereka dengan giginya yang merah dan air liurnya yang terus menetes.
"hihihihihihi.... hihihihihihi" tawa para kuntilanak melengking di tempat itu
bukan hanya mba kun, banyak makhluk lain yang berada di tempat itu yang sedang mengintai mereka dan bahkan tertawa melihat mereka merasa ketakutan.
"hihihihihihi"
"woi mba kun, bisa diam nggak. berisik tau" teriak Vino kesal
"sayang ih, kalau mereka ngamuk terus nyerang kita gimana" Starla mencubit lengan Vino
mba kun yang tadinya tertawa menatap tajam ke arah Vino. mba kun memerintahkan para kuntilanak lainnya untuk menyerang mereka semua.
"kaaaaaaaaaaaaa..... hihihihihihi"
para kuntilanak itu terbang mengelilingi mereka dan menyerang mereka dari arah mana saja.
di tempat lain Adam baru saja tiba di tempat tujuannya. hantu itu melihat hutan yang begitu luas dan pasti banyak makhluk gaib di dalam sana.
Adam menghilang dan setelahnya ia telah sampai di tempat yang dulu pernah ia datangi saat dirinya akan menyelamatkan Vino.
Adam membuat ulah di hutan itu. ia memporak-porandakan tempat itu dengan kekuatannya. burung-burung yang hinggap di pohon berterbangan melarikan diri dari amukan Adam. hanya dengan seperti itu ia bisa bertemu penguasa hutan itu karena ia tidak tau bagaimana caranya untuk menemuinya. maka Adam membuat rencana agar penguasa hutan yang mendatanginya.
tidak lama sekumpulan para kera datang dari arah mana saja. mereka terlihat marah karena Adam merusak tempat tinggal mereka.
"aku tidak ada urusan dengan kalian. aku hanya ingin bertemu dengan ratu kalian" teriak Adam memberitahu
kera kera itu tidak mendengar dan malah menyerang Adam. mereka begitu terlihat ganas dan siap mencabik tubuh Adam.
dalam situasi diserang, jelas saja Adam akan melawan. ia menendang, memukul dan bahkan melempar para kera itu di batang pohon. dirinya bahkan terluka akibat dari cakaran kera kera itu.
wuuussshh.....
angin bertiup dengan kencangnya, semua kera itu berhenti menyerang Adam dan mereka hanya diam saja saat ratu mereka datang. seekor kera putih yang kemudian berubah menjadi wanita yang sangat cantik dengan rambut terurai dan selendangnya yang berwarna hijau serta mahkota yang ada di kepalanya. wanita itu terlihat sangat anggun dan berkharisma.
saat wanita itu datang, Adam langsung bersimpuh dan menundukkan kepala memberi hormat kepada wanita yang ada di depannya.
"hormat saya ratu Sundari" ucap Adam yang belum mengangkat kepalanya
"berani sekali kamu datang lagi setelah apa yang telah kamu lakukan" ucap ratu Sundari dengan wajah tegasnya namun tetap cantik
"maafkan saya ratu, saya salah dan siap dihukum. namun sebelum itu saya meminta bantuan kepada ratu untuk membantu saya"
"membantu kamu....? hahahaha" tawa ratu Sundari menggema di dalam hutan itu
"berani sekali kamu meminta bantuan ku arwah sialan. kamu telah mempermalukan saya kepada seluruh rakyatku dan sekarang kamu datang tanpa tidak tau malunya untuk meminta bantuan ku. jangan mimpi, saya malah akan membunuhmu" ratu Sundari menatap Adam dengan tajam
"apapun hukumannya akan saya terima ratu, sekalipun ratu harus melenyapkan saya. tapi saya sangat memohon bantuan ratu untuk membantu saya karena hanya ratu yang dapat membantu saya"
"apa yang akan saya dapatkan kalau saya bersedia membantumu...?"
"saya bersedia menjadi suami ratu dan hidup bersama ratu" jawab Adam
"kamu yakin, karena setelah saya menyetujui itu berarti kamu telah melakukan perjanjian denganku dan perjanjian itu hanya akan batal bila saya sendiri yang membatalkannya"
"saya yakin ratu, ini untuk keselamatan generasi yang tidak berdosa" jawab Adam
"baiklah, katakan apa yang bisa aku bantu untuk mu...?"
"ratu bersedia membantuku...?" Adam mengangkat kepalanya dan melihat ratu Sundari
"saya membantu dengan mendapatkan imbalan, perjanjian kita telah aku setujui dan kamu telah terikat denganku, Adam"
"katakan apa yang bisa aku bantu"
__ADS_1
"saya ingin ratu membantu saya melawan ratu Sri Dewi"
"ratu Sri Dewi....?" ratu Sundari kaget mendengar nama yang disebutkan oleh hantu Adam